
Kembali di saat Liu Xiu mulai terbangun....
Liu Xiu merasa dirinya berada dalam kegelapan, dan tubuhnya yang semua terasa hangat dan nyaman, kembali merasakan dingin yang menusuk. Dia tahu, bahwa dia sudah kembali ke dunianya sendiri.
Dia membuka mata perlahan, mendapati hutan yang biasa, dengan cahaya bulan yang menerobos masuk lewat celah celah pepohonan.
Menoleh ke kanan dan kiri, memastikan tidak ada bahaya yang mengintai di sekitarnya. Setelah yakin, dia akhirnya menghela nafas lega.
"Ya. Tidak ada hal khusus." bisiknya.
Sebenernya dia berniat untuk tidur, mengistirahatkan tubuhnya setelah berlatih semalaman. Tapi tak disangka ketika dia turun dari batu dan berjalan pelan, tubuhnya terasa bugar! Semua rasa lelah baik mental maupun fisik hilang, seperti bohong adanya.
"Humm. Apakah ketika aku berada di alam roh, tubuhku di dunia nyata beristirahat? Dan lagi, karena roh ku pergi, tubuhku bisa beristirahat sangat nyenyak, kah?" pikir Liu Xiu.
Dia mulai mendapat ide untuk sering mengunjungi alam roh hanya untuk beristirahat.
Tapi sekarang dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan. Setidaknya, jika dia melanjutkan berlatih, waktu yang tersedia sangat tanggung.
"Mungkin aku akan membasmi beberapa monster? Hitung saja sebagai pendinginan?" katanya pelan.
Namun, saat dia mulai memakai bajunya sebelum pergi, dia merasakan tatapan mata orang. Tidak, sejak awal, dia merasakan ini. Tapi Liu Xiu tidak menghiraukannya, karena jelas orang akan mengawasi sosok yang dia temukan di hutan saat tengah malam.
("Walau begitu, aku merasakan keinginan membunuh yang kuat, dan juga rasa senang dalam keinginan ini.") pikir Liu Xiu.
Karena pihak lawan tidak kunjung menunjukkan batang hidungnya, Liu Xiu hanya bisa menarik nafas, menyerah.
Dia mengambil batu kerikil, dan melemparkannya pelan ke arah dimana orang itu bersembunyi. Terdengar suara ketikan pelan, tanda batu itu mengenai sesuatu. Tapi orang itu tidak kunjung keluar.
"Hei. Kau sudah ketahuan, lho! Keluar saja. Kalau tidak aku akan menyerang!" ucap Liu Xiu sedikit mengancam.
Liu Xiu menghitung dalam hati beberapa hitungan, sebelum akhirnya sebuah suara kasak kusuk terdengar dari semak semak yang dia lempar batu, dan muncul seseorang dari sana!
Dia adalah seorang pemuda, dengan perawakan tinggi, cukup untuk membuat Liu Xiu mendongak ketika menatapnya. Badannya tak terlalu gemuk, dan pembawaannya tenang.
Dengan rambut panjang yang diikat seadanya, ditambah pakaian lebar dengan armor yang sedikit mengingatkan Liu Xiu akan pendekar pendekar yang ada di cerita.
"Ahhhh, aku tidak bermaksud melakukan hal hal aneh, jadi jangan serang aku." katanya sambil mengangkat tangan.
Walau begitu, Liu Xiu tetap menunjukkan wajah waspada sambil terus mengamati setiap gerak gerik pemuda itu. Itu jelas membuat dia mengerutkan dahi, bingung.
"Tidak tidak. Jangan tatap aku dengan mata seperti itu. Jadi begini. Aku sedang patroli di hutan, dan merasakan sesuatu yang menarik dari arah sini. Jadi jelas aku kesini secara alami, bukan? Apalagi di tengah hutan malam malam begini, aku harus waspada." kata pemuda itu mengangkat kedua tangannya.
Mendengar itu, Liu Xiu hanya menghela nafas, lelah. Karena bagaimanapun, itu benar.
"Baiklah. Maafkan aku karena mencurigai mu. Kalau boleh, bisakah kau memberitahu namamu? Setidaknya, orang yang menyebutkan nama bukanlah orang yang mencurigakan." kata Liu Xiu setengah tertawa.
Pemuda itu terkikik pelan, pantas maju beberapa langkah, memperlihatkan seluruh tubuhnya dibawah cahaya bulan.
"Perkenalkan, namaku Rhion. Aku adalah pendekar roh. Aku bekerja sama dengan roh untuk menjadi kekuatanku, agar aku bisa bertarung dengan kekuatan kehidupan." kata pemuda itu, yang menyebut dirinya Rhion.
DEGGG!!!!
Jantung Liu Xiu tiba tiba berdetak keras. Itu membuat Liu Xiu sedikit terkejut, dan terdiam.
("Ada apa denganku? Apa aku takut? Tidak mungkin, kan?") pikir Liu Xiu dalam hatinya. Walau hatinya bilang begitu, tapi nyatanya dia mundur selangkah ketika Rhion memperkenalkan diri.
Tapi, Liu Xiu tetap berusaha mempertahankan raut wajahnya dengan skill [Poker Face].
"Huum. Sepertinya kau tidak berbohong. Tapi, Rhion. Sepertinya namamu agak asing disini. Dari mana asalmu? Apa kau petualang di sekitar sini?" tanya Liu Xiu sedikit menyelidik.
"Ahhh, aku adalah petualang yang dikirim oleh Guild dari kota Huang Xi. Aku disini untuk mengawasi medan. Bagaimanapun, kami akan bekerja disini nanti." katanya sambil sedikit tersenyum canggung.
"Dan sebenarnya, aku bukanlah orang Afsel. Asalku dari Kerajaan Sierch, dan karena beberapa alasan, aku pergi ke Afsel. Salah satunya adalah ekonomi, mungkin?" lanjutnya.
Liu Xiu hanya mengangguk mendengar itu, ketika dia memperhatikan Rion yang ada di hadapannya, termasuk telinga panjang yang menjadi ciri khas ras miliknya. Tampaknya dia memiliki pemikiran sendiri.
Cukup lama terjadi hening, hingga Rion memiringkan kepalanya, bingung.
"Ahh, maaf. Aku justru melamun! Baiklah perkenalkan. Namaku Liu Xiu. Aku berasal dari Fuheng dan aku juga merupakan urusan dari Guild kota itu. Tampaknya kita akan bertemu, bukan?" jawab Liu Xiu mengulurkan tangannya.
Rion menerima itu, sambil sedikit mengucapkan beberapa kata penghibur.
"Soal itu, kau tahu? Aku adalah pendekar Roh. Roh yang menjadi partnerku merasakan ada energi kehidupan yang sangat besar di arah sini. Aku juga sempat merasakannya, jadi aku mengikutinya."
"Tapi energi itu tiba tiba menghilang, dan saat aku sampai disini, hanya ada kau yang sedang bersemedi." jelas Rion panjang lebar.
Liu Xiu sedikit tersentak mendengar itu, tapi dia tetap berusaha tenang.
"Energi itu, tidak mungkin aku, bukan?" tanya Liu Xiu.
"Tidak tidak! Kalau aku melihatmu, jujur saja energi kehidupan mu sangat rendah, mirip seorang anak manusia." jawab Rion sambil sedikit tertawa.
"Yahh, begitulah. Aku memang anak manusia."
"Ups! Maafkan aku! Apakah itu tadi menyinggung mu?"
"Tidak, jangan pikirkan. Aku sudah terbiasa dipanggil begitu. Bahkan ada yang lebih buruk lagi." kata Liu Xiu tenang. Walau begitu dalam hatinya dia sangat bersyukur dengan itu.
Itu berarti peninggalan Yuu Chang benar benar bekerja, dan lagi itu disaat yang sangat tepat.
Liu Xiu merasa akan berada dalam situasi yang merepotkan jika Rhion menemukannya dengan energi kehidupan yang gila.
"Baiklah. Sepertinya kita akan bekerja sama beberapa hari lagi, bukan?" tanya Liu Xiu setengah tertawa.
"Kau benar. Senang bisa bekerja dengan mu. Apakah kau ada sesuatu ketidak puasan, untuk membawamu kemari? Atau mungkin kau ada alasan khusus?" tanya Rhion sedikit mengangkat alisnya.
"Humm, benar. Aku sedang berusaha mengendalikan energi dan kehidupan ku. Kau tahu, katanya itu akan berguna dalam pertarungan."
"Oh ya! Kau adalah pendekar roh, bukan? Bagaimana jika kau mengajarkan ku beberapa trik kecil yang bisa digunakan pemula?" lanjut Liu Xiu sambil bertanya.
"Benar juga.... Hal yang bisa dilakukan pemula adalah..."
?!!
("Apa ini?! Sihir? Bagaimana mungkin ini bisa se-menjijikkan ini? Tidak. Itu tidak penting. Yang paling penting, ini adalah sihir yang sangat besar! Level kota? Untuk apa orang ini mengeluarkan sihir dengan skala sebesar itu?!!") pikir Liu Xiu sambil mulai waspada.
Dia sedikit menoleh ke arah dia merasakan sihir itu, sambil terus berfokus terhadap aliran mana di sekitarnya.
BOM BOM BOM DAR!!!
Suara rentetan ledakan itu terdengar, membuat mereka berdua terkejut.
"Apakah kau akan pergi, Liu Xiu?" tanya Rhion cepat.
"Tentu saja!" Liu Xiu menjawab dengan tegas.
Mereka berdua segera berlari, dengan kecepatan yang tidak biasa.
("Jaraknya cukup jauh. Dengan kecepatan ini, kita akan sampai sekitar 20 menit lagi!") pikiran Liu Xiu memperkirakan dengan suara ledakan dan kecepatan mereka.
("Dan yang lebih parah, aliran mana di udara sangat menyedihkan! Pada tingkat ini akan berbahaya untuk makhluk hidup sekitar!") pikir Liu Xiu.
Sementara itu, ledakan tak kunjung berhenti. Itu hanya membuat Liu Xiu semakin panik, memikirkan siapa melawan apa, atau sebaliknya.
Dan yang paling membuatnya khawatir adalah...
("Lambat! Rhion ini benar benar lambat! Kenapa dia berlari di tanah, padahal melompat dari pohon ke pohon lebih mudah! Padahal larinya jauh lebih lambat dari Eina yang hanya seorang alkemis!") teriak Liu Xiu dalam hatinya.
Liu Xiu mengomel dalam hatinya. Liu Xiu sendiri bisa sampai hanya dalam beberapa menit jika menggunakan kecepatan terkuatnya.
Tapi, jika dia berlari lebih cepat dari Rhion, bisa saja ada masalah yang lebih parah nanti.
Maka dari itu, dia terpikir sebuah cara.
"Hufft. Ini melelahkan! Rhion! Kau duluan saja! Aku akan beristirahat sebentar!" teriak Liu Xiu sambil melambat. Itu membuat Rhion berhenti sesaat, dan tersenyum sedikit, tapi dia tetap mengangguk.
"Baiklah! Aku akan pastikan aku sampai sana dengan cepat!" teriak Rhion.
Dengan begitu Liu Xiu sudah memisahkan diri dengan Rhion.
"Baiklah. Maaf, Rhion. Aku hanya terpikirkan cara ini!" bisik Liu Xiu, sambil melesat pergi sedikit memutar untuk berjalan jauh lebih cepat dari Rhion.