
"Tapi ada sebuah kemungkinan lagi, bahwa ini adalah di dalam hatiku sendiri." bisik Liu Xiu memikirkan beberapa kemungkinan yang mungkin menjadi nyata.
Karena menurut pengalaman nya, ada beberapa, tidak. Banyak hal yang aneh, tidak bisa di jelaskan oleh kata kata, atau bahkan tidak bisa dinalar akal sehat terjadi pada nya.
Dan itu mungkin terjadi sekarang.
"Aha ha ha ha! Itu tidak mungkin! Aku berpikir terlalu jauh! Aha ha ha ha! Itu tidak mungkin, kan?" kata Liu Xiu sambil tertawa kering.
Hening, tidak ada suara. Mengetahui tidak ada guna nya dia berpikir sesuatu yang aneh, Liu Xiu akhirnya berpikir untuk segera bergerak.
Lebih baik berjalan dan mencari petunjuk, dari pada hanya diam dan memikirkan sesuatu yang aneh.
Dia mulai berdiri, melihat sekeliling. Bagaimanapun dia melihatnya, itu tetap kosong, tidak ada apapun atau siapa pun di sana. Padahal, Liu Xiu sudah menyiapkan hati nya untuk kemunculan orang orang menarik seperti Yuu Chang.
Biasanya, akan ada seseorang yang menyambutnya, atau yang lain muncul tiba tiba. Tapi tidak ada apapun seperti ini, justru membuat Liu Xiu takut.
"Tak ada pilihan selain meneruskan perjalanan, kah?" tanya Liu Xiu pelan, pada dirinya sendiri.
Dia mulai berjalan, menyusuri tempat itu. Dia benar benar tidak tahu mana yang depan, kiri, kanan, atau bahkan atas dan bawah. Oleh karena itu, dia hanya menghadap depan, dan menoleh ke kanan dan kiri untuk mengamati semuanya.
"Ughh... Aku tidak tahu. Ini benar benar hitam, tapi tidak gelap. Aku tidak mengerti. Tempat yang aneh." gerutu Liu Xiu masih terus berjalan.
Memang, dia menikmati tempat sepi itu, tapi hanya melihat satu warna monoton juga akhirnya membuatnya bosan. Dia benar benar berharap segera menemukan sesuatu yang menjadi pembeda di sana.
Beberapa saat kemudian, keinginan Liu Xiu menjadi nyata. Liu Xiu melihat sesuatu yang berbeda di tempat itu.
"Aku tidak salah lihat, bukan? Itu adalah sesuatu yang berwarna, bukan? Ini bukanlah fatamorgana karena aku terlalu menginginkan sesuatu, kan?" tanya Liu Xiu dengan curiga saat melihat warna biru tenang di pojok kanan nya.
Itu adalah benda yang menempel di tembok, dengan warna biru laut yang menenangkan, terlihat seperti ornamen yang indah.
"Aku baru tahu aku begitu dekat dengan tembok..." bisik Liu Xiu, ketika dia menyentuh ke bagian kanan, menemukan tangannya menyentuh sebuah benda yang keras.
Dia mengamati ornamen itu, dan mengamatinya lekat lekat.
"Aku seperti pernah melihat itu.... Tapi dimana, ya?" tanya Liu Xiu bingung sambil memiringkan kepalanya.
Dia berusaha mengingat, tapi tidak ada gunanya. Berpikir tidak berguna untuk terus terdiam dan tidak mengingat apa pun, Liu Xiu meninggalkan ornamen itu dan berjalan lurus melanjutkan perjalanan.
Di jalan, ada semakin banyak permata yang tampak seperti ornamen, di sekeliling jalan Liu Xiu.
Awalnya hanya satu atau dua, dan Liu Xiu memberikan perhatian lebih pada permata permata yang muncul satu persatu. Tapi sekarang, benda itu semakin sering muncul, membuat Liu Xiu mulai mengabaikan nya sekarang.
Bahkan sekarang, itu tampak seperti sebuah gua dengan lebar 4 meter yang penuh dengan permata bersinar yang indah.
"Ini benar benar membingungkan. Aku tidak tahu, tapi aku rasa permata permata ini memang aku kenal." kata Liu Xiu masih berjalan santai.
Liu Xiu sedikit mengomel, tentang kapan ini akan berakhir. Tapi baru saja dia mengatakannya, Liu Xiu bisa melihat ruangan yang lebih besar berada di ujung gua ini, bersinar lebih terang.
"Bisakah aku menganggap itu jalan keluarnya?" tanya Liu Xiu pelan.
Bagaimanapun, tidak ada pilihan lain selain mengikuti jalan ini dan mencapai ruangan itu. Tapi, semakin mendekat, Liu Xiu semakin meningkatkan kewaspadaan nya.
Dia tidak akan pernah tahu, jebakan akan muncul kapan. Selain itu, selalu waspada di tempat yang belum pernah dikunjungi adalah dasar untuk bertahan hidup.
"Humm. Aku pernah melihat pola yang biasa seperti ini. Menurutku, itu adalah ruangan boss, atau semacam nya, bukan? Jangan menipuku, ha ha ha!" Liu Xiu sedikit terkekeh sambil berkacak pinggang.
Dia segera berjalan mendekat, tapi dia menemukan sesuatu yang tidak terduga.
"Tembok?" tanya Liu Xiu, ketika dia sampai di ruangan itu.
Di hadapannya, ada ruangan besar yang terlihat kosong, tapi anehnya ada sebuah dinding yang menghalangi nya.
Dinding itu tidak terlihat, hanya seperti sesuatu yang keras dan empuk menjadi penghalang antara Liu Xiu dan ruangan itu, membuatnya bisa melihat ke dalam.
"Bagaimanapun melihatnya, ini benar benar aneh. Apakah aku bisa memasukinya?" Liu Xiu sedikit menggerutu seraya meninju ninju kecil tembok itu.
[Pemilik ruangan, Ren Larvest, sudah dikonfirmasi. Memulai pembukaan.]
?!
"Apa itu? Ren Larvest? Bukanlah itu namaku? Dan juga, pemilik ruangan? Pembukaan? Konfirmasi? Sejak awal, siapa yang mengkonfirmasi? Ahh, ini semakin membingungkan lama kelamaan!" teriakan Liu Xiu menggema di gua itu.
Tapi tidak ada yang akan bisa menjawabnya, karena bahkan tidak ada orang yang bisa Liu Xiu tanyai tentang itu.
Tidak ada pilihan lain, Liu Xiu mencoba memegang tembok penghalang tadi, tapi tangannya sudah tidak merasakan sesuatu yang menghalangi nya lagi.
"Uwahh, benar benar menghilang. Apakah itu berarti aku pemilik ruangan ini?" tanya Liu Xiu lagi, yang jelas tidak akan ada yang menjawab.
GROROOO!!!
Terdengar suara mengerikan yang juga mirip seperti retakan tanah terdengar, saat Liu Xiu baru melangkahkan kakinya beberapa langkah di dalam ruangan itu. Jelas, itu membuat Liu Xiu segera menyiapkan tangan, di pedang yang menggantung di belakangnya.
"Ini seperti tanda tanda boss akan muncul!" teriak Liu Xiu, antara terkejut dan senang.
Liu Xiu merasa senang karena tebakan nya benar, dan dia tidak salah untuk terus bersiap siaga untuk apa pun yang akan datang.
Dia terus mengawasi sekeliling, kalau kalau ada sesuatu yang tiba tiba muncul dan menyerangnya. Tapi, walau tanah yang dia pihak bergetar dan mengeluarkan suara aneh, tidak terlihat satu makhluk, atau bahkan satu benda pun yang bergerak.
Dengan itu, Liu Xiu terus mempertajam indera nya, membuatnya tahu apa yang akan terjadi.
?!!
"Dari bawah?!" jerit Liu Xiu sambil tersenyum menggurat, menarik pedang keluar dari sarungnya.
ZZDDOORR!!!
Tanah di hadapan Liu Xiu retak, dan kemudian pecah, meninggalkan sebuah lubang di retakan itu.
Terjadi jeda beberapa detik ketika itu menjadi tenang. Tapi Liu Xiu tidak sebegitu ceroboh untuk segera memeriksa lubang itu, dan dia tetap menunggu.
Dan benar saja, beberapa detik setelah lubang itu terbuat, muncul sebuah pilar berbentuk dua limas yang terbalik. Pilar itu terlilit sebuah rantai hitam yang tampak mengerikan. Tak sampai disitu, pilar itu melemparkan beberapa pasak ke luar, membuat itu mengelilingi nya.
Salah satunya mengarah ke Liu Xiu, tapi dia dengan sigap melompat, menghindari tempat jatuhnya pasak itu.
Liu Xiu berpikir akan beresiko untuk menangkis pasan yang datang ke arahnya, jadi jika ada jalan untuk menghindar, dia lebih memilih untuk menghindar.
Setelah semua pasak terpasang, masing masing pasak mengeluarkan cahaya ungu kehitaman, yang terlihat terhubung dengan rantai yang melilit pilar tadi.
Memang, pilar dan rantai itu terlihat mengerikan, tapi itu juga terlibat sangat indah. Liu Xiu tidak bisa berhenti menganga sejak pilar itu terbentuk di hadapan mata nya.
"Luar biasa." Liu Xiu tidak bisa tidak terkagum-kagum melihat itu, karena memang itu adalah pemandangan langka yang luar biasa.
Tapi bahkan Liu Xiu tahu, itu lebih berbahaya dari yang dia kira.
Dia melihat pilar itu sesaat, dan mengelilingi nya beberapa kali, sambil terus berjaga jaga siapa tahu sesuatu yang lain muncul. Sampai akhirnya, dia sampai di sebuah kesimpulan.
"Humm... Bagaimana pun aku melihat nya, itu tampak seperti sebuah segel, bukan?" tanya Liu Xiu keheranan.
Liu Xiu sedikit meneliti rantai yang mengikat pilar itu, dan mengikuti nya hingga ke bawah. Tapi memang tidak ada hal khusus yang terjadi pada nya.
Tapi dia tertarik pada pasak yang menancap di bawah.
Dia melihat itu, mendekat dan sedikit menyentuh pasak yang mengalirkan rantai ungu dengan ujung pedangnya. Tapi tidak ada hal khusus yang terjadi, membuat Liu Xiu bingung apa yang harus dia lakukan.
"Andaikan, aku bisa menggunakan [Evaluator]...." bisik Liu Xiu menggerutu.
?!!
"Panas!!" Liu Xiu berteriak, ketika bagian dadanya terasa terbakar. Segera, dia mengambil benda yang terselip di dadanya, yang selama ini dia bawa.
Itu adalah kalung, yang mulai bercahaya kuning dan juga memancarkan hawa panas.
"Sumber nya kalung ini? Oh ya. Aku ingat ingat lagi, bentuk kalung ini memang mirip dengan pilar itu. Apakah ini semua terhubung? Tidak. Itu memang terhubung. Taoi yang menjadi pertanyaan apakah ini semua adalah hal yang sama?" tanya Liu Xiu keheranan.
Tidak tahu apa yang harus dia lakukan, Liu Xiu berjalan sambil mendekati pilar itu, seraya mengacungkan kalung segel di tangan kanannya.
Tak lupa, Liu Xiu juga terus mencoba menggunakan [Evaluator] pada pilar itu, untuk mengetahui benda apa itu sebenarnya.
TING!!!
Kalung yang ada di tangan Liu Xiu bersinar, membentuk sebuah cahaya kehijauan yang mengarah ke inti pilar itu.
Bersamaan dengan itu, gelang transparan yang ada di tangan Liu Xiu, yang menyegel hampir semua skill nya terlepas, membuat Liu Xiu akhirnya bisa menggunakan skill [Evaluator]. Liu Xiu sedikit terkejut dengan itu, tapi dia sudah mulai terbiasa.
Sedikit ragu, Liu Xiu tetap melangkah mendekat sambil mengarahkan kalung nya ke pilar itu. Tak lupa, dia membaca deskripsi yang ditampilkan [Evaluator] tentang pilar itu.
"Seal from the Wrath? Apa itu? Tidak, tunggu. Aku kenal nama ini. Dan juga, warna ini. Tidak tidak tidak. Bukankah ini kebetulan yang luar biasa? Atau mungkin...." Liu Xiu terdiam sesaat.
Sesaat, Liu Xiu terdiam, menemukan satu sosok yang dia ingat setelah melihat itu.
"Jangan bilang, kan?" bisik Liu Xiu ragu.