Become A Human In Another World

Become A Human In Another World
ACT 4: Bab 21 - Ritual Aneh



"Apa yang kau lakukan padaku?! Ini sangat bagus sampai ke tahap yang mengerikan!!" tanya Liu Xiu dengan semangat pada Sova ketika Sova selesai memeberika sesuatu pada Liu Xiu.


"Aku hanya membantumu melepas pembatas yang ada pada tubuh manusia. Kau tahu, ada 8 pembatas pada setiap manusia. Dan dengan melepas semuanya, kau bisa setara melebihi kemampuan Beast." kata Sova. Itu jelas sangat membuat Liu Xiu senang mendengar itu.


"Tapi ini benar benar berbahaya, terutama ketika tubuh manusia itu tidak cukup kuat untuk membuka ke 8 pembatas itu. Tapi berkat kerja kerasmu, membuka pembatas di tubuh mu sangat mudah." lanjut Sova.


"I-Itu luar biasa. Aku tidak pernah mengetahui hal itu sebelumya." jawab Liu Xiu agak terbata bata.


"Yahh, karena itu adalah sebuah informasi terlarang. Jika semua manusia tahu informasi itu, tidak akan ada manusia yang masih hidup sekarang" kata Sova sedikit bercanda.


"Humm itu terdengar realistis, jadi aku akan menahan diri untuk tidak membuka pembatas ini kecuali ada hal darurat." ucap Liu Xiu sanbil tersenyum.


Dia lantas membangunkan Xi yang masih tertidur lelap, dan mengajak mereka kembali.


Ketika keluar dan bertemu dengan Pulan, Pulan terkejut karena baru beberapa saat saja mereka masuk, tapi kenapa mereka langsung keluar. Itu membuat Xi dan Liu Xiu berpandangan dan saling tertawa.


Dibantu oleh Sova, mereka berdua dan ketujuh wanita yang pingsan itu dibawa ke altar rumah Xi, untuk melakukan ritual itu disana.


Xi juga sudah diceritakan oleh Liu Xiu, tentang ritual itu, dan Xi menyatakan bahwa dia mampu melakukannya.


Setelah beberapa persiapan, akhirnya ritual pun dimulai.


"Kapanpun kau siap, Liu Xiu!" kata Xi sambil memulai beberapa gerakan magis.


Liu Xiu mengangguk dan mempersilakan tubuhnya untuk dijadikan perantara ritual ini. Dia menggunakan setelan terbaiknya yang memiliki afinitas tinggi terhadap sihir.


Itu terlihat cocok dengan Liu Xiu yang terlihat misterius, karena pada dasarnya dia jarang menggunakan setelan itu.


Tapi Xi terlalu fokus pada ritual itu untuk menyadari nya, dan dia mulai membaca mantera.


"Dengan kekuasaan alam, kita mengembalikan semua nya ke asalnya, dan mendorong muasal untuk mengendalikan tubuhnya!" teriak Xi lantang sambil melakukan beberapa gerakan pendukung.


Tubuh Xi sekarang bercahaya keemasan, membuat aura agung benar benar terpancar darinya.


Dia maju perlahan, sambil terus fokus pada cahaya yang ada pada dirinya. Itu mengalir ke tangannya sama seperti sihir [Purify] yang digunakan Liu Xiu saat memurnikan seluruh hutan. Tapi cahaya yang dihasilkan tidak bisa dibandingkan dengan itu.


Xi menyentuh Liu Xiu dengan tangan yang penuh cahaya itu, dan segera cahaya itu masuk ke dalam tubuh Liu Xiu.


DUG!!


Liu Xiu merasakan hentakan dalam tubuhnya sesaat, ketika dia merasakan sesuatu yang berbeda.


"Hiiii!??" Xi melompat mundur karena badan Liu Xiu mulai terlihat berubah. Tubuhnya sekarang penuh diselimuti dengan sihir, tapi bukan sihir keemasan seperti yang disalurkan Xi padanya, tapi yang menyelimuti Liu Xiu adalah Dark Magic.


"I-Ini?!" kata Liu Xiu pelan ketika melihat tubuhnya lagi.


Dia merasa sangat penuh dengan sihir sekarang, bahkan dia merasa ini cukup untuk membuat sebuah sihir besar.


("Tidak mungkin dia mengetahui itu, bukan?") tanya Liu Xiu dalam hati sambil sedikit tersenyum.


Ya. Satu sihir yang dapat menyembuhkan segalanya, [Sanctuary]. Tapi karena Liu Xiu tidak bisa menggunakan Light Magic, itu membuat apa yang berkumpul di sekeliling nya adalah Dark Magic.


Dia menggambar beberapa bentuk sesaat, sebelum meneriakkan sihir itu.


"Bangkitlah, [Dark Sanctuary]!!" teriak Liu Xiu setelah mengucapkan beberapa kata kata mirip mantra. Itu adalah rune yang Liu Xiu buat untuk versi asli [Sanctuary], tapi kini dia sedikit mengubah Rune sihir itu karena kini dia mengunakan Dark Magic.


Dari tanah yang dia injak mulai muncul sebuah kabur hitam yang berputar di sekeliling Liu Xiu. Itu menyebar hingga ke daerah sekitar, dan menutupi ketujuh wanita yang pingsan.


Itu perlahan membentuk pilar pilar di pinggir lingkaran, dan akhirnya membentuk kubah di bagian atas.


Dari kubah bagian atas, mulai terbentuk sebuah lonceng besar, yang perlahan lahan semakin miring, seperti ditarik oleh sesuatu. Dan setelah itu semua terbentuk dengan sempurna....


TENGG!!


Suara keras dari lonceng itu mengejutkan Xi dan Pulan yang menyaksikan nya.


Tapi berkat lonceng itu, sebuah debu hitam turun, menghujani ketujuh orang yang pingsan. Itu membuat beberapa konflik, seperti berputar sesaat, atau sedikit meledak sebelum akhirnya masuk ke masing masing tubuh wanita itu.


Bentuk kubah itu mulai luntur, dan Liu Xiu kembali ke bentuk semula.


Dia juga segera memasukkan kembali setelan itu dan kembali seperti Liu Xiu yang biasanya.


"Bagaimana? Apakah kau menyukai penampilan ku?" tanya Liu Xiu sambil mulai mendekati Xi sambil tertawa dan sedikit menjahili Xi.


"Aku bingung apakah kau benar benar manusia." kata Xi sambil terduduk dan menggelengkan kepalanya.


"Hei hei. Jangan katakan itu. Aku sudah mengatakan bahwa aku adalah manusia, bukan? Agak menyakitkan jika kau terus mengatakan bahwa aku bukan manusia. Jawab Liu Xiu sambil berpura pura kesal.


"Tidak tidak tidak. Kau benar benar tidak manusiawi." jawab Xi menggelengkan kepalanya cepat.


Liu Xiu hanya tersenyum kecut mendengar itu, tapi membiarkannya.


"Bagaimana keadaan mereka sekarang?" tanya Xi pada Liu Xiu.


"Mereka baik. Hanya masalah waktu mereka akan segera bangun. Aku ingin membawa mereka ke dalam, tapi aku terlalu lelah untuk itu." kata Liu Xiu sambil duduk di sebelah Xi, merebahkan diri.


"Apakah itu sebegitu melelahkan?" tanya Xi.


"Apa yang kau katakan? Aku bekerja sepanjang malam, dan setelah bertempur, kita langsung dipanggil oleh Sova, dan setelah itu langsung melakukan ritual ini. Aku tidak lelah dalam hal fisik, tapi aku lelah mental." jawab Liu Xiu sambil tertawa, mengejek dirinya sendiri.


"Humm. Mungkin itu salah satu sisi yang masih manusiawi darimu." jawab Xi sedikit bercanda.


Liu Xiu menatap langit malam yang indah. Sebentar lagi matahari akan terbit, jadi langit juga sudah agak terang di bagian timur.


"Kau harus menjaga mereka, Liu Xiu. Kau memilih menyelamatkan mereka, maka akan terlihat tidak bertanggung jawab jika kau menelantarkan mereka." kata Xi sambil tertawa.


"Aku tidak bermaksud begitu." jawab Liu Xiu.


"Aku ingin mereka mengambil jalan meraka sendiri sendiri. Bagaimanapun, mereka juga sama sepertiku, seeprri kita semua makhluk hidup. Mereka pasti memiliki keinginan. Biar aku memberi mereka pelajaran hidup, tapi untuk kedepannya aku akan membiarkan mereka berdiri sendiri." lanjut Liu Xiu.