Become A Human In Another World

Become A Human In Another World
ACT 3: Bab 14 - Pembicaraan di Guild



"Humm memang ini adalah hari yang melelahkan, karena harus berurusan dengan orang tua itu." aku mendengar suara ******* pelan dari seseorang ketika sedang menyeduh teh.


Yahh, ini memang bukan teh milikku sih.


"Aku ingin bersantai dan meminum teh. Eh? Bau apa ini?" sepertinya orang itu menyadari bau teh yang aku buat.


Mau bagaimana lagi, ini adalah teh milik-


"Siapa kau?! Kenapa kau bisa ada di sini?!"


-ini milik Diena, Guildmaster kota Furyuun.


Aku hanya tersenyum, lalu menghidap teh ku. Ini benar benar enak.


"Duduklah dulu, dan jangan terlalu curiga denganku, Diena. Bukankah kau ingin minum teh setelah hari yang lelah ini? Aku sudah membuatkan satu untukmu." aku menunjuk sofa, menyuruh nya untuk duduk.


"Mana mungkin bisa begitu?! Aku tidak bisa tidak curiga dengan orang yang tiba tiba masuk ke dalam rumahku dan minum teh disini!" dia kembali berteriak.


"Hmm baiklah. Bagaimana kalau aku bilang aku kenalannya Nier?" aku menyebutkan nama itu.


"Itu sedikit membantu, tapi aku tetap tidak mempercayaimu!" dia masih berkutat.


"Hufft. Mau bagaimana lagi." aku menaruh teh, mengambil kantung uang dari Inventory ku. aku sempat melihat dia mengambil pisau, tapi biarlah.


Aku mengambil 3 Platina, lalu menaruhnya di meja.


"Aku ingin membuat permintaan." aku menunjukkan maksudku.


"Kau bisa melakukannya di resepsionis! Kenapa kau datang hingga ke dalam rumahku?" Diena masih tidak bisa mempercayaiku.


"Kau tahu? Ini adalah permintaan yang mengatasnamakan keadilan. Oleh karena itu, ini benar benar tidak boleh sampai diketahui siapapun. Ini adalah permintaan khusus, Guildmaster Diena."


"Permintaan macam apa yang mengharuskan mu untuk menyelinap ke ruangan ku?!" ugh, dia masih tidak percaya.


"Aku hanya membantumu untuk menutup jendela." dia segera melihat jendela di belakangku yang tertutup.


Yahh, itu tidak mungkin. Aku tidak tahu dimana ruangannya, jadi aku mengeceknya ke seluruh bangunan satu persatu. Sayang sekali aku tidak memiliki sihir untuk mencari tempat.


Ini benar benar melelahkan.


"Baiklah. Akan aku dengarkan permintaanmu. Untuk aku akan menerimanya, aku akan memikirkannya nanti." katanya.


"Yahh, aku yakin kau akan menerimanya." aku menyodorkan teh yang sudah aku buat.


Dan dia hanya memandangnya dengan pandangan dahi mengkerut.


Yahh, sudahlah.


"Humm, kau pasti pernah dengar sesuatu tentang penjualan anak anak untuk melakukan "sesuatu" yang seharusnya tidak dilakukan untuk anak anak." aku langsung berbicara ke intinya.


Raut wajahnya berubah, dari waspada jadi lebih tertarik.


"Ceritakan lebih jauh." dia mulai duduk, mengambil teh. Seketika air mukanya menjadi senang.


"Sudah kuduga kau akan tertarik. Yahh, terserahlah. Kau jelas tahu itu. Dan aku ingin melakukan pencarian. Dan ini adalah permintaan pencarian anak anak itu dan menangkap pelaku yang menggunakan mereka." jelasku panjang lebar.


Tiba tiba, suasana menjadi berat. Dia juga terlihat tidak bersemangat.


"Yahh, sebenarnya sudah ada banyak laporan seperti itu. Sayang sekali, kami belum menemukan tempat penjualan budak anak anak, atau bahkan orang orang yang memesannya."


"Dan lagi, kau mengeluarkan uang sebanyak ini hanya untuk itu? Kau benar benar aneh." hmm, apakah itu penyebabnya?


"Aku punya informasi. Setidaknya aku punya sedikit informasi tentang seseorang di kota ini."


"Apa maksudmu?!"


"Ya! Aku punya informasi tentang orang yang melakukan ini, dan jujur saja, aku sudah tahu siapa orangnya. Tapi, aku tidak bisa mengatakannya sekarang. Karena posisiku sangat sulit." aku kembali mengambil teh, meminumnya.


"Apa?! Apa kau benar benar memiliki informasi tentang anak anak itu?!" dia mulai berteriak dan menggebrak meja, mendekati ku.


"Aku bukanlah orang yang suka bercanda tentang ini."


"Tapi, kenapa biaya ini sampai 3 Platina? Bukankah ini terlalu banyak?" dia mulai bingung.


"Kalau itu, jelas aku menginginkan orang orang berperingkat tinggi yang menangani kasus ini. Kalau bisa, aku ingin Guildmaster juga datang sendiri." aku segera saja mengungkapkan maksud ku.


Ya. Aku tidak terlalu membutuhkan kekuatan mereka. Aku hanya membutuhkan mereka untuk melengkapi unsur "Pertunjukan" yang akan aku adakan besok.


"Maksudmu, dalang di belakang semua ini sangat kuat sampai membutuhkan peringkat atas?" dia mulai penasaran.


"Hmm, kalau kau bilang kuat, dia sangat kuat. Dia bahkan setara dengan penyihir kerajaan, mungkin?"


Dia segera terdiam. Mungkin penyihir kerajaan adalah sesuatu yang sangat hebat di kerajaan ini. Yahh, aku yakin Suzu atau bahkan kak Edna jauh lebih hebat dari mereka nantinya, tapi kita sedang membicarakan saat ini.


"Bagaimana dengan informasi? Apa informasi ini benar benar bisa dipercaya?" dia mengangguk, sepertinya paham.


"Bagaimana jika aku mengatakan bahwa aku menemukan informasi itu sendiri?"


"Aku justru tambah tidak bisa mempercayai nya."


"Ha ha. Yahh, terserahlah. Kalau begitu, aku ingin by ketua party "Gagak Hitam" untuk ikut. Apa itu tidak mungkin? Kudengar tank mereka sedang terluka. Kalau tidak salah, Tinki namanya. Jadi aku hanya memanggil ketua mereka saja." raut wajah Diena berubah.


"Yahh, aku tahu mereka pasti membantu. Ngomong ngomong, penyakit apa yang diderita tank itu? Sepertinya itu berhubungan dengan Peristiwa Eldergale."


Sebisa mungkin, aku ingin mencari informasi sebanyak mungkin. Ada kemungkinan, tank itu terkena kutukan, karena terkena serangan monster hitam.


"Kau tahu sangat banyak, ya! Kau benar. Dia mendapat kutukan. Kutukan itu sangat kuat, dan hanya bisa disembuhkan dengan berendam di pemandian khusus yang ada di ibukota. Dan mereka akan berangkat Minggu ini." Diena sepertinya akan bercerita panjang lebar.


"Yahh, itu adalah kutukan yang sangat kuat. Orang biasa mungkin hanya akan terkena kutukan itu walau hanya berada di dekatnya." dia melanjutkan.


Tunggu! Apakah aku barusan mendengar sesuatu yang berbahaya?


"Hei. Apa kau bilang kutukan ini akan mempengaruhi orang lain bahkan jika tidak terkena serangan? Selain itu, hanya bisa disembuhkan dengan pemandian khusus?!" aku mulai panik.


"Ya. Memang kenapa?" dan dia hanya bertanya seperti tidak ada yang terjadi.


Ini berbahaya. Kalau orang biasa saja terpengaruh, bagaimana dengan manusia biasa seperti ibu? Sudah pasti positif, bukan?!


"Tidak. Tidak ada. Mungkin-"


"Diena! Kau sedang bicara dengan siapa?" terdengar suara Soraya, dan sedetik kemudian, pintu ruangan ini terbuka.


Wajah Soraya seketika cemberut ketika melihat kearah sini.


"Diena! Bukankah kakak sudah sering bilang, tutup jendelamu! Nanti ada orang aneh masuk, dan mencuri sesuatu. Yahh, walau kakak bilang begitu kau tidak pernah menurut, bukan?" aku bisa mendengar Soraya mengomel.


Ya. Aku segera kabur keluar jendela, ketika Soraya datang. Selain itu, ini saatnya untuk drama. Ditambah aku tidak bisa bertemu dengan Soraya sekarang.


Selain itu, aku meninggalkan beberapa berkas yang kemungkinan akan berguna untuk permintaanku.


Seperti rencanaku, mereka akan mengikutinya.


"Apa yang kau maksud? Tidak ada siapapun disini. Apa kau mulai berhalusinasi?" aku masih bisa mendengar Soraya yang menggoda Diena.


Baiklah. Saatnya aku berubah.


Brakk!!! Suara pintu dibanting. Aku segera masuk dengan nafas terengah engah, melewati tempat bar, dan langsung menuju ke ruangan Diena.


Disana, terlihat Soraya yang sedang menjahili Diena dengan menusuk nusuk pipinya menggunakan telunjuk.


Cukup menyegarkan, tapi itu bukan fokusku hari ini.


"Tuan Nier! Kami mencari anda! Kemana saja anda selama beberapa hari ini! Ada bencana di kota Eldergale, jika anda ingin tahu. Kami-"


"Ja-jangan, be-berisik." aku memotong ceramah Soraya dengan nafas tersengal.


Aku berpura pura mengamati sekeliling, dengan mata waspada.


"A-ada apa? Sepertinya ada yang penting?" kini raut wajah Soraya juga menjadi serius. Aku berhasil membuat mereka tertarik.


"Hei kalian! Apa kalian pernah melihat orang aneh yang menggunakan pakaian hitam hitam. Kadang dia membawa topeng aneh, dan kebiasaannya juga aneh?" aku mencoba mencari diriku sendiri.


"Ya ya ya! Bagaimana kau bisa tahu?!" Diena segera menyahut.


Ya jelas aku tahu! Karena memang aku yang mengatur semuanya!


"Ugh. Orang itu! Apa yang dia lakukan?!" aku menanggapi Diena dengan sedikit berlebihan. Dia juga menatapku sedikit dengan tatapan aneh.


"Yahh, dia hanya mengajukan permintaan. Walau dengan cara yang aneh."


"Cih! Dasar sialan! Sudah kubilang biar aku saja yang berangkat." aku berpura pura mendecak kesal.


"Hei hei! Kalian sedang membicarakan apa?" Soraya mulai penasaran.


Aku tidak menjawabnya, sedangakn Diena sepertinya sedang memikirkan sesuatu. Apa dia menyadari penyamaran ku?


"Hei. Apa hubunganmu dengan orang tadi?" Diena mulai mengungkapkan pikirannya.


"Yahh, itu agak rumit."


"Hei!!" Soraya dengan nada tinggi. Sepertinya dia benci diabaikan.


Aku melirik ke arah Diena, dan Diena hanya mengangkat bahu. Sepertinya dia yang akan menceritakannya. Jadi, Diena menceritakan semuanya.


"Humm, jadi, apa hubungan tuan Nier dengan orang aneh tadi?" kini Soraya yang menanyakannya.


"Hufft. Sayangnya, dia adalah guruku." aku menghela nafas.


Aku mengharapkan reaksi yang agak mengejutkan, tapi ternyata mereka hanya terdiam seperti tidak ada apa apa.


"Hahaha. Jadi itu gurumu? Bagaimana menurutmu, Diena?! Kita kedatangan guru dari petualang misterius yang bisa kembali dengan selamat setelah masuk ke Dungeon Rank-S. Sepertinya kita punya mimpi yang sangat aneh ya Diena?!" Soraya berteriak sambil menepuk pundak Diena.


"Humm. Aku merasakan dia sangat kuat. Sepertinya itu benar." jawab Diena dengan wajah serius.


"Ahahaha. Baiklah. Jadi-"


"Tunggu Soraya! Sebelum kau meledak, lebih baik aku menceritakan kenapa guruku kemari. Itu lebih penting, bukan?" karena Soraya seperti akan berteriak, aku menghentikan nya lebih dahulu!


"Humm. Kau benar." jawabnya.


Aku menarik nafas. Sepertinya ini akan menjadi saatnya aku mengarang cerita.


"Soraya. Kau pasti tahu, bahwa aku mengambil anak pembawa barang di kotamu?"


"Ya. Aku sudah mendengar nya. Ada apa?"


"Yahh, anak itu ingin dilatih oleh guruku, tapi dia sepertinya memiliki sebuah masalah di masa lalunya. Setelah diselidiki, ternyata dia adalah salah satu korban penculikan yang sering terjadi." aku berhenti sesaat.


"Dan, yahh guruku terlalu emosi dan berniat menghancurkan mereka. Dan sepertinya dia sudah punya rencana, tapi aku tidak tahu kenapa dia melibatkan Guild." aku selesai bercerita.


Suasana menjadi sepi. Soraya yang sedari tadi tersenyum, kini terlihat marah sambil mengepalkan tangannya.


"Itu adalah hal yang harus dia lakukan. Dia harus menghubungi kami, Guild. Karena ini juga sudah menjadi tugas kami. Selain itu, kami tidak ingin warga biasa terluka!" jawab Soraya penuh amarah dengan tangan mengepal.


Sepertinya dia tidak marah kepadaku, bukan?


"Hah? Terluka? Mereka yang akan terluka. Asal kuberitahu." aku mengekerutkan wajah.


"Guruku sangat kuat. Dia memiliki sihir yang melebihi Elf, dan kekuatan yang bisa menyaingi Beast. Ditambah dengan kemampuannya menggunakan semua senjata, dia bukanlah Manusia lagi, dia adalah monster." aku menekankan pada bagian "Manusia".


"Tunggu! Kau bilang manusia?" Diena berteriak.


"Ya memang aku bilang begitu. Tapi jangan remehkan manusia. Dia adalah orang paling mengerikan yang pernah kutemui. Aku tidak pernah berhasil melayangkan satu serangan pun seumur hidupku."


"Dan mereka dianggap paling lemah karena tidak memiliki apa apa? Huh! Jangan bodoh! Karena mereka tidak memiliki apapun jadi mereka bisa menjadi apapun!" aku mendecak kesal.


Mungkin akting ku tersampaikan, Diena dan Soraya. hanya mengangguk.


"Dengan kata lain, kami harus menerima misi ini?" tanya Soraya sedikit khawatir. Sepertinya dia khawatir dengan orang-orang kota ini, karena deskripsi ku yang terlalu berlebihan itu.


"Yahh, kami tidak memaksa, tapi-" aku berhenti, berjalan keluar melewati pintu.


"Jika kalian ingin masalah berhenti, kalian akan menerima misi ini." aku meninggalkan mereka setelah aku menutup pintu rapat.


Ya. Dengan begini, besok adalah waktunya pertunjukan. Dan dimana panggungnya? Aku sudah menemukan panggung yang bagus untuk menggelar acara ini!


.


.


.


.


.


Note: Maaf menghilang selama 3 hari ini, Author agak kurang sehat :D Yahh, buat ambil hp susah sihhh, tapi Author paling ga bisa update sekarang. Buat gantinya mungkin bakal Author kasih lebih banyak tiap bab atau tiap harinya. Sekali lagi, Author minta maaf.......