
Aku ingin paman menculik anak Rice Ravinder, Thui Ravinder!" aku menutup mata, yakin.
Paman Kurls sedikit tertegun.
"Thui Ravinder, kah? Saya tahu mansion milik keluarga Ravinder, tapi saya yakin akan sulit untuk menembus keamanan mansion itu." jawab paman Kurls.
"Yahh, aku tahu itu sulit. Dan bahkan untuk Assassin sebaik kamu, paman. Tapi paman tidak bilang bahwa ini mustahi." aku mulai sedikit menggodanya.
Ya. Aku sudah melihat dan sedikit mengenali kediaman Ravinder, mulai dari jebakan dan beberapa pengawal tersembunyi mereka.
Aku bisa memberikan informasi kecil ini untuk mempermudah paman Kurls.
"Hufft. Baiklah. Saya mengerti dan akan berusaha semaksimal mungkin untuk memenuhi tugas ini." katanya sambil menunduk.
Dia agak berlebihan, ini mengingatkanku pada kejadian sebelum aku mati dulu.
"Bagus. Akan aku anggap paman menerima tugas ini." aku mengambil kertas, mulai menggambar denah rumah Ravinder.
"Aku akan memberikan paman informasi tentang rumah Ravinder, tapi jangan terlalu berpatok dengan ini. Karena bisa jadi data ini berubah." kataku sambil terus menggambar.
"Hufft. Saya tidak tahu lagi harus berkata apa. Tidak mungkin orang biasa mampu mengetahui detail ini." paman Kursl menggeleng melihat gambarku.
"Apa? Ini hanya detail kecil!" aku hanya tersenyum kecut.
***
Aku sudah selesai menjelaskan beberapa masalah yang kemungkinan terjadi.
Tapi aku akui nyali paman Kurls untuk menyusup di siang hari. Dia langsung berangkat ketika selesai mendapatkan instruksi, dengan mengenakan Assasin suite nya.
Ugh, aku berharap untuk memiliki Assasin suite ku sendiri.
Baiklah. Jika perhitunganku benar, maka ini semua akan selesai esok hari, dan aku harus menyelesaikan semuanya malam ini.
"Kalau begitu, [Change]." aku mengubah wajahku, dan mengubah pakaianku, menjadi full hitam, dengan topeng setan di wajahku.
"Ahh, sudah sangat lama aku tidak menggunakan bentuk ini. Mungkin 4 tahun? Atau 5? Entahlah. Aku sudah lupa." aku berbisik sendiri.
Ini adalah bentuk "Shinigami" milikku, yang sudah berdebu dimakan waktu.
Aku menimang nimang topeng di tanganku. Topeng itu sangat mirip dengan [Armor The God of Darkness]. Ini jelas mengingatkanku dengan kejadian suram itu.
"Yahh itu semua sudah berlalu. Mari kita lakukan ini!" aku berteriak yakin.
Aku segera menghilang, menuju tempat yang aku tuju selanjutnya, Pasar Gelap!
***
Tempat yang aku tuju, pasar gelap. Ini bisa dibilang sama dengan darkweb di dunia ku sebelumnya. Disini biasanya dijual beberapa budak langka, dan item item langka yang tidak bisa didapat di pasar biasa.
Aku sedikit tertarik dengan budak langka, tapi aku akan fokus ke tujuan utamaku.
Ya. Aku ingin mencari uang. Ini sedikit beresiko, tapi aku memiliki tujuan lain, dan bisa jadi aku mendapat jackpot disini.
Aku menuju distrik pasar gelap, yang sebenarnya letaknya tersembunyi diantara rumah rumah penduduk.
Jelas tanpa pemandu atau informasi khusus, tidak ada yang bisa kemari. Bahkan pemerintah atau Guild sama sekali tidak bisa menggapainya.
Cukup aneh karena suasana yang gelap, padahal ini ada di siang hari.
Banyak rumah bordil di kanan kiri, yang orang orangnya memanggilku dengan panggilan yang menggoda. Tapi entah kenapa, aku bahkan tidak merasakan apapun saat melihat mereka.
Aku hanya menggeleng, lalu melepaskan lilitannya padaku. Aku benar benar tidak tertarik dengan hal seperti itu.
Tapi, ada banyak yang seperti itu.
Mungkin, karena aku terlihat di seperti orang kaya yang baru saja berjalan jalan di distrik ini, jadi banyak orang berusaha menggaetku.
Yahh, benar. Aku memang baru. Tapi di sini ada banya barang yang menarik. Seperri barang barang antik, dan perlengkapan seperti pedang atau spell magic yang bagus.
Aku pasti akan kemari lagi.
"Baiklah. Inilah saatnya acara utama." aku menarik nafas sambil melihat bangunan yang ada di depanku.
"Pelelangan" itulah bunyinya.
Apa yang akan aku jual di sini? Aku akan menjual beberapa potion mana heal 100% yang aku buat dari batu sihir, dan mandapatkan harga yang baik.
Aku akan menjualnya mulai angka 5 platina per botol.
"Selamat datang. Saya tidak bermaksud untuk merendahkan anda, tapi sepertinya anda baru disini. Bisa saya bertanya apa urusan anda disini?" seseorang resepsionis yang menggunakan pakaian aneh menyapaku.
"Ya, benar. Aku baru disini. Keperluanku? Aku ingin melelang beberapa benda menarik. Aku yakin ini adalah barang utama hari ini." jawabku.
Aku sebenarnya tidak tahu bagaimana kualitas barang utama, tapi potion MP 100% sangat langka.
"Ohh! Betapa percaya dirinya. Apa yang anda jual? Paling tidak, anda harus mengalahkan harga 78 emas untuk penjualan utama hari ini." katanya tersenyum. Senyum merendahkan, aku sangat suka itu.
"Bagaimana jika kau melihat dan menilainya sendiri?" aku menyodorkan botol botol potion itu.
Aku tahu dia bangga dengan [Evaluator] miliknya, tapi maaf, dia tidak akan bisa menilaiku. Tapi, dia tetap bisa menilai potion itu.
"I-Ini?!!" dia tergagap melihat potion.
"Potion MP 100%? Se-Selain itu ada 5 buah? Ba-bagaimana mungkin?" dia tergagap melihat itu.
Aku hanya mengangkat tangan sambil menggeleng. Aku sengaja tidak memakai topeng, tapi aku akan memakainya nanti.
"Ba-baiklah. Bagaimana dengan harga? Berapa harga yang akan anda ambil untuk masing masing botol potion ini?" dia mulai bergetar melihat botol botol itu.
"Aku? Bagaimana dengan 5 platina yang pertama, kemudian naik ke 7, 8, 9, 10. Itu cukup." aku mengangguk.
"Apa? Ini bisa berharga 10 platina! Bagaimana mungkin?!" dia setengah berteriak, menanyakan harga.
"Kau sangat berisik. Ini adalah pelelangan. Harga pasti akan naik. Aku sedikit malas menunggu di sini, jadi biarkan aku masuk." aku sedikit memarahi resepsionis bawel itu.
"A-Ahh. Baiklah. Bagaimana dengan nama yang harus saya tulis?" dia bertanya dengan tergagap. Mungkin merasakan sedikit intimidasi.
"Humm, bagaimana dengan Shin? Itu akan bagus." aku mengangguk.
"Baiklah. Pelelangan atas nama Tuan Shin, lima botol Potion MP 100%. Uang dapat diambil di resepsionis yang ada di sebelah Utara." lanjutnya.
Aku melihat belakangku, ada banyak orang yang mengantre untuk masuk ke pelelangan, menatapku seperti menatap uang. Aku hanya sedikit memasukkan intimidasi di tatapanku, dan mereka segera menunduk.
"Yahh, asal tahu saja. Aku memasang beberapa pengaman di Potion itu. Kalau itu hilang, maka nyawa yang mengambilnya juga akan sama!" aku mengeraskan suaraku saat mengatakannya.
Sepertinya tidak perlu ditanya lagi, mereka benar benar mengerti.
"Baiklah. Mungkin ini saatnya aku mencari tempat yang terbaik untuk menonton?"