Become A Human In Another World

Become A Human In Another World
ACT 2: Bab 15 - Persiapan Untuk Ultimate Skill



PoV: Ren


Aku berniat mencoba sekuat apakah [Strom Firebolt] ku.


Itu adalah sihir yang terbesar yang bisa aku keluarkan dulu. Aku harus menggaris bawahi ya, itu dulu.


Aku bisa melakukan yang lebih sekarang. Tanpa batas ini, aku mungkin akan membuat beberapa skill ultimate. Bukankah itu luar biasa?


Karena penghalang yang diciptakan si Naga, aku bisa bertarung tanpa peduli apapun.


Yang menjadi masalah, adalah jika dia mrlepas penghalangnya. Itu akan membuatku tidak berdaya.


Apapun itu, sekarang aku sedang berada dalam bahaya, karena si naga itu sudah membawaku ke atas!


Karena manusia tidak bisa terbang, tidak. Jika aku menggunakan sihir lain, aku pasti bisa terbang. Tapi tetap, jatuh dari ketinggian pasti akan membuat manusia sepertiku mati.


Aku tidak tahu apakah tubuh yang sudah diperkuat sihir ini bisa menahannya, tapi aku lebih baik tidak mencobanya.


Jadi, apapun yang aku lakukan, aku bisa saja mati. Aku tidak boleh membuat kesalahan disini.


Dia melemparku ke bawah dengan kecepatan tinggi. Itu sangat menyakitkan, bahkan setelah aku menguatkan tubuhku.


"Haha! Kali ini posisi berbalik ya!" Naga itu dengan sombong berbicara begitu.


"Ahh, mau bagaimana lagi. Aku punya item cheat di sini, jadi." Aku membawa batu sihir yang sudah kuremuk.


Ya! Ini untuk di menyembuhan ku jika aku tidak berada dalam penghalang.


Aku mengeluarkan sihir sebanyak mungkin untuk pertahanan, membuatku seperti sebuah batu patung yang besar.


Tentu, itu membebaniku sangat kuat. Dan itu sangat menyakitkan karena menghancurkan organ tubuhku sendiri.


Di saat seperti inilah skill [Transmutasi] ku sangat berguna. Aku diam sedari tadi karena sedang berfokus untuk mengubah batu sihir menjadi benda cair, agar bisa aku konsumsi.


Aku berencana untuk memakannya utuh jika itu tidak berhasil, tapi beruntung saja itu berhasil.


Batu sihir adalah bahan baku untuk heal potion tingkat tinggi, yang berarti batu sihir ini memiliki menyembuhkan yang sangat tinggi.


Ini sangat cocok untukku saat ini, karena aku tidak bisa menyembuhkan diri dengan sihir.


Warna cairan itu kuning keemasan.


Aku bingung kenapa batu yang setengah warna warni itu bisa menjadi berwarna kuning? Tapi tetap, ini adalah dunia lain.


Kondisi tubuhku pulih seketika, HP dan MP ku kembali penuh setelah sebelumnya terlihat sekarat.


Aku melihat sesuatu yang bersinar terang di atasku. Si naga itu mengumpulkan kekuatannya di nafasnya, dan menghujaniku menggunakan sihir.


"Ini kemungkinan pertaruhan, ya?" Aku berkata setengah tidak yakin sihir pertahanan ku ini akan bertahan.


Aku hanya bisa bertaruh dengan kekuatan penghalang elemen ku kali ini.


Aku membuat penghalang dengan berbagai lapisan elemen. Yang paling dekat dengan tubuhku, elemen es, air, tanah, dan api. Aku membuat 2 elemen awal untuk pendingin.


Karena serangan musuh memiliki elemen api, maka menggunakan elemen api juga merupakan pilihan yang tepat untuk menolaknya.


Dibawahnya, ada elemen tanah, elemen yang netral.


Lanjut ke Air, untuk memadamkan api, dan Es yang berfungsi pendingin untukku.


Itu yang aku harapkan, tapi serangan naga itu benar benar luar biasa!


Tanah tanah terangkat, jangankan makhluk hidup, batuan pun mati karena serangan itu!


Tapi beruntungnya, serangan naga ini masih lebih lemah dari [Strom Firebolt] milikku.


Aku bahkan harus menutupi diriku dengan beberapa puing batu yang melompat dari dalam tanah, seperti berusaha melarikan diri.


Penghalang yang aku buat berhasil efektif menahan serangan itu, tapi bahkan dengan perisai yang berlapis seperti itu, rasa panas masih menjalar ke wajahku. Itu membuktikan bahwa naga adalah entitas yang tidak bisa dilawan hanya untuk masalah sepele.


"Beberapa detik yang sangat menyakitkan! Walau dengan perisai tebal itu, HP ku tetap turun sampai sisa seperempat. Yah, mungkin ada perkiraan karena HP ku tipis sih." Aku menggumam perlahan sambil masih mencoba bernafas.


Aku memikirkan ketika memikirkan HP yang sangat sedikit itu. Jika hitunganku benar, tidak. Hitunganku selalu benar.


Aku pasti mati dalam sekali serang! Aku beruntung belum kena serangan naga itu sekalipun.


Gruhh! Aku mendengar nafas naga itu mendekat. Dia turun dengan cepat, dan mendarat dengan suara berdegam, menghadirkan gempa kecil.


Suara desisan pelan mengiringi kedatangannya dengan tampak yang mengerikan, membuatnya seperti backsound yang luar biasa.


Ahh! Aku selalu mengharapkan itu! Kedatanganku memiliki backsound khusus, itu luar keren!


"Aku menang." Naga itu berbisik pelan, lalu mengaum seperti singa yang memenangkan pertarungan. Aku tidak bisa menahan tawa dengan itu. Dia mengira bisa membunuhku? Yahh, aku pikir itu tadi nyaris.


"Hahahaa!" Aku muncul perlahan bangkit dari bebatuan yang menutupiku sedari tadi. Naga itu terbelalak, bahkan aku bisa melihat ekspresi terkejutnya dalam bentuk naganya saat ini.


"Kenapa? Apa kau terkejut? Apa kau takut?" Aku berjalan pelan, menggeret pedang Azantium yang tak lupa aku bawa.


"Kenapa?! Bagaimana bisa?!" Naga itu sedikit mundur melihatku kembali. Yah, siapa yang tidak terkejut, ada orang yang bisa selamat dari serangan maut miliki naga yang legendaris.


"Ah, kau sangat luar biasa. Hanya saja, kau baru hampir membunuhku. Baru hampir." Aku membuat jarak di kedua jari, jari telunjuk dan ibu jari.


"Kalau begitu, izinkan aku berterima kasih." Aku memutar pedangku dan menangkapnya dengan tangan kiri.


("Yak! Aku sudah kembali ke dalam jangkauan penghalangnya. Aku sedikit penasaran, seberapa kuat penghalang itu setelah menyerap banyak dari sihirku.") Ahh, memikirkannya saja sudah membuatku tersenyum.


"Kalau begitu, berbahagialah! Karena ini adalah kali pertamanya ada yang menerima serangan ini. [Seven Gates of Despair]!" Aku menarikan pedang membuatnya lurus dengan kepalaku.