Become A Human In Another World

Become A Human In Another World
ACT 2: Bab 5 - Tujuan Baru



Aku berjalan perlahan dari hutan tempat tinggal Soeye. Tempatnya cukup tersembunyi, membuat aku merasa nyaman.


Selain itu, itu benar benar keren, bukan? Tinggal di belakang air terjun seperti itu! Bukankah itu luar biasa?


Aku mengistirahatkan diriku di bawah pohon yang cukup besar. Sejujurnya, aku tidak bisa bergerak terlalu banyak, karena sepertinya mereka memberikan luka yang lebih banyak dari yang aku perkirakan.


"Ini cukup menyebalkan. Aku bahkan sempat berpikir untuk membunuh mereka semua!" Aku memeriksa keadaan di sekitarku


Jujur saja, searang aku dalam posisi tidak bisa berjalan, dan aku ingin menyembuhkan lukaku dengan sihir penyembuhan.


Dan jelas, aku tidak bisa memakai nya jika ada orang lain, jadi aku harus mencari tempat yang sepi.


Aku memiliki skill [Detect] yang aku dapat kemarin. Walau level 1, tapi aku punya banyak skill point dari peningkatan status.


Selain itu, aku baru menggunakan skill poin 5 buah untuk skill [Evaluator] saja. Tentu saja skill point' ku masih tersisa banyak.


Oh ya! Sebenarnya, aku menggunakan [Evaluator] pada Soeye, dan melihat levelnya yang masih 16.


Itu cukup tinggi disini, mungkin bisa dibilang sangat tinggi bagi anak umur 10 tahun.


Aku jadi penasaran, apakah dia sempat masuk ke Dungeon atau tidak. Aku jadi iri jika dia benar benar pernah menantang Dungeon.


Tapi yahh, Dungeon yang ada di kota ini adalah Dungeon Rank-B. Itu rendah, tapi bisa dibilang cukup tinggi untuk digapai oleh seorang Adventurer.


Minimal adalah party rank-C, atau Rank-B untuk Adventurer solo


Selain itu, aku benar benar penasaran, kenapa pertumbuhan disini sangat cepat.


Maksudku, bukan hanya aku yang bisa berpikir cepat, tapi bahkan kak Edna yang 8 tahun, dan Suzu yang 6 tahun sudah memiliki pikiran yang maju.


Aku juga yakin Soeye dalam keadaan yang sama. Dan hanya satu kesimpulan yang bisa diambil dengan ini.


Sepertinya, pertumbuhan mental di dunia ini jauh lebih cepat dari dunia asalku. Dari mana aku menyimpulkan nya? Jelas karena pengamatan ku sendiri!


Selain itu, umur 10 dibilang remaja, dan umur 17 dianggap dewasa. Bukankah itu aneh?


"Aku jadi penasaran dengan status diriku sendiri." Aku menggumam perlahan ketika merapalkan magic [Heal] pada diriku sendiri.


"STATUS!"


...Nama: Ren Larvest...


...Level: 1...


...Ras: Human...


...Job: -...


...Title: "Analyzer" "Imposter" "One who become one with nature" "Shadow Hero" (Dapat dipilih 2)...


...HP: 580...


...MP: 35.187/ 36.000...


...Strength: 47...


...Agility: 56...


...Deffence: 68...


...Skill: [Transmutation], [Evaluator], [Trap], [Fake], [Search], [Sharp Hearing], [Sharp eyesight], [Observer (Mimic)], [Seduce], [Interogate], [Healing field (small)], [Fehl Channeling], [Magic Damage Absorber], [Critical Perception], [All Map Exploration], [Change], [Replacement], [Sacred Weapon Authority], [Detect]...


...Magic: Elemental magic, Space magic, Dark magic, Light magic...


"Ahahaha!" Aku hanya bisa tertawa.


"Hehehe!" Sungguh, aku tidak bisa menghentikan ini.


"Apa apaan skill yang luar biasa banyak itu? Dan bukannya ini terlalu cheat? Agility ku lebih besar dari paman Childe Lo! Bukankah aku sudah berbicara pada Zadkiel untuk menghambat pertumbuhanku?" Aku berteriak.


Frustasi, aku mencoba memukul plat status itu, tapi tanganku hanya menembusnya karena itu memang tidak ada di sini.


"Oh ya!" Aku kembali terduduk tidak bertenaga. Aku mengingat apa yang kukatakan.


"Aku meminta untuk mempersulit ku naik level. Dan untuk mengganti itu, dia mengatakan bahwa aku akan mudah mendapatkan skill dan title. Dan bisa dibilang, itu kemampuan khusus pertamaku." Aku hanya terduduk, menatap langit dengan tenang.


Suara angin serasa mengejekku, kemungkinan Zadkiel yang mengirimkannya ketika mengawasiku.


"Sepertinya aku sudah menembus batas manusia, ya?" Aku tertunduk, lelah. Tapi ada satu title yang membuatku penasaran. Ada title "Shadow Hero" disana.


Aku mencoba menekan title itu, berharap adanya penjelasan.


"Shadow Hero. Salah satu sub dari title Hero, yang mana pemiliknya menutupi identitasnya. Bukankah ini terdengar misterius? <3"


"APA APAAN FLAVOUR TEXT INI!!!" Aku hanya bisa berteriak ketika membacanya. Itu terdengar mengerikan.


Sumpah, itu mengerikan. Dan apa apaan tanda "<3" itu?! Itu justru membuatnya menjadi menjijikkan.


Ini sangat aneh, bukan? Tolong katakan padaku bahwa status ini yang aneh, dan aku normal!


"Ahh, pokoknya, sekarang aku adalah Hero, ya?" Aku berusaha menenangkan diri.


"Kalau begitu, ada kemungkinan pahlawan dari dunia lain itu adalah orang yang berasal dari duniaku, ya?" Aku mulai berdiri, karena aku sudah akan pergi dari tempat itu.


Aku berjalan pelan, melewati akar akar pohon yang menjalar di sekitar kakiku, sambil masih berfikir sejenak.


"Mungkin aku bisa meneliti beberapa perubahan yang terjadi disaat pemanggilan, dan bisa membuat gerbang itu sendiri." Aku berhenti berjalan, menaruh tanganku ke daguku. Ini membuatku seperti berfikir.


Karena sihir waktu sejatinya ada di dunia ini, maka bukanlah mustahil untuk membuatnya dan dipadukan dengan sihir ruang.


"Hmm! Itu adalah hal yang sulit tapi bukan mustahil. Setidaknya, aku harus mencoba." Aku mengangguk dalam kepuasan.


Tapi, mengingat masalah hari ini membuatku lemas.


"Apapun itu, jika aku masih didiskrimasi sebagai manusia disini, itu tidak akan mengubah apapun." Kembali berjalan adalah satu satunya hal yang ada dalam pikiranku.


Aku juga penasaran dengan sesuatu yang mengubahku. Aku sempat berfikir membunuh mereka semua lo! Apa itu yang disebut sisi gelap manusia?


Entahlah. Tapi sepertinya, aku sangat marah melihat mereka memperlakukanku. Dan saat itu, ada sesuatu masuk dalam diriku.


Untung saja Soeye menyelamatkanku. Kalau tidak, mungkin aku sekarang adalah penjahat!


"Aku juga tidak tahu bagaimana kondisi mental ku jika aku membunuh warga tidak bersalah. Eh tunggu! Mereka bersalah! 100% bersalah! Mereka mendiskrimasiku, menyiksaku!"


"Cih! Mengingat itu membuatku semakin membencinya!" Aku mengepalkan tangan kesal.


Tapi berkat dipukuli seperti tadi, stat deffence ku naik sangat tinggi, hingga ke tingkat 68. Jika dibandingkan dengan paman Childe yang memiliki deffence 300 an dengan level 56, ini sangat banyak. Aku jadi bingung apa aku harus dipukuli lagi.


Tunggu! Kenapa aku mengarah menjadi seorang mashokis?!


Pokoknya, aku tidak ingin itu terjadi lagi.


"Jadi, aku tidak bisa mencari bahan bahan untuk senjata, ya? Setidaknya aku tidak bisa membelinya." Ini sangat melelahkan.


"Tapi tidak ada yang melarang ku mencarinya. Apapun itu, pasti alam menyediakan sesuatu untukku." Aku berkacak pinggang, kembali berfikir.


"Aku membutuhkan bubuk mesiu, dan aku bisa membuat senjata api!" Aku menggumam.


Aku memiliki skill transmutasi di sini. Ini adalah skill cheat ku selanjutnya. Dengan skill ini, aku bisa membentuk benda sesuka hatiku, asal bahannya cukup.


Aku hanya tahu sampai sana, karena sejujurnya aku sendiri juga lupa akan skill ini. Aku akan mencobanya.


Aku bahkan lupa mantra untuk mengaktifkannya. Mungkin aku akan mencoba memanggilnya "Transmutasi" saja? Aku cukup khawatir tidak akan berhasil.


Tapi aku harus memikirkan bahan bahannya lebih dahulu.


Pertama yang paling penting adalah bahan untuk kerangka. Itu harus kuat dan ringan. Aku berencana membuatnya sebagai senjata Laras panjang, yang memiliki serangan yang kuat.


Pistol jenis ini berbahaya digunakan, jadi mungkin akan menjadi pengganti serangan yang besar. Dan untuk serangan kecilnya, aku ingin membuat pistol dengan bentuk kecil, dan memiliki flexibilitas tinggi.


Mungkin aku akan mendesain nya seperti "Simeon North flintlock", dan menyesuaikannya dengan tengan ku.



Kau tahu, aku benar benar menyukainya. Karena, itu terlihat keren bahkan di dunia sebelum ku.


Dengan senjata kecil yang tepat di tangan, berwarna coklat. Benar benar seperti mafia yang ada di film!


Selain itu, jujur saja aku tidak terlalu berminat dengan senjata yang canggih, dengan rate of fire yang cepat.


Misal seperti Ak-47, atau mungkin KRISS Vector. Itu tidak akan cocok dengan suasana dunia lain yang lebih kebarat baratan dan seperti abad pertengahan.


Aku hanya akan membuat AWM untuk sniping dari jarak jauh. Dan jika AWM ini kuisi dengan sihir, mungkin ini bisa menjadi tembakan untuk pukulan terakhir!


Tapi sepertinya hanya kugunakan jika masalah benar benar serius.


"Ahhh, membayangkannya saja sudah membuatku bergetar!" Aku berteriak senang.


Apa aku sekalian membuat robot suit yang bisa kugunakan dimana saja, yang bisa terbang dan bahkan menembakkan senjata?


Tidak tidak! Kenapa pikiranku membawa dunia ini ke perkembangan Military atau Mecha? Itu mengerikan!


Ini adalah dunia pedang dan sihir. Jadi sepatutnya aku akan bertarung dengan pedang dan sihir!


Yahh, maklumi saja, aku adalah penggemar senjata clasic. Itu membuatku merasa bisa membuatnya. Dan sewaktu aku hidup dulu, aku terhalang bahan dan umur.


"Ini adalah dunia lain! Aku bisa melakukannya semauku!" Aku mengangkat tangan tanda bahagia. Serasa melupakan semua beban, padahal aku tahu ini akan sulit.


"Tapi bahan bahannya ya?" Aku meleleh Karena ingat akan hal itu.


"Dan juga, sepertinya menjadi pahlawan tidak bisa aku buat untuk tujuanku lagi. Karena aku sudah menjadi "Shadow Hero", aku tidak sebaiknya menjadi pahlawan di mata semua orang." Aku memejamkan mataku.


"Entahlah! Mungkin aku akan masuk ke akademi atas bersama Suzu, dan masuk ke Akademi lanjutan." aku memikirkan rencana ku.


"Dan disana, aku akan mengubah pandangan orang orang tentang manusia. Tentu bukan dalam hal sihir, tapi aku akan melakukan yang terbaik dalam bela diri." Aku tersenyum yakin.


"Tapi akan terlalu monoton jika aku merencanakannya terlalu banyak. Aku akan menikmati hidupku seperti semestinya kehidupan kedua!"


Aku menemukan kembali tujuanku, yaitu mengangkat derajat manusia, dan membuatnya sama. Perbedaan ini tidak membuatku sedih, tapi ini merupakan tantangan di dunia baru.


Mungkin agak berat, tapi aku akan membawa kesetaraan di dunia ini!