
Ahhh! aku melakukannya! Aku berhasil menyela rapat!
"Apa?! Berani beraninya manusia menyela perkataan ketua Guild? Bukankah itu terlalu lancang bahkan mengingat dia anakmu, Roy! Dia manusia!" teriak pamanku tidak terima.
Ughh, orang ini. Dia!!!
Yahh sialan! Aku ingin berteriak padanya. Orang ini benar benar membuatku kesal.
"Sudahlah, Gulian! Ada apa, Ren? Apa ada yang kurang kau mengerti?" tanya ayahku dengan lembut.
Aku menoleh ke belakang, dimana kak Ruly menatapku tegang. Apa dia takut dengan suasana ini?
Dan juga, sekelilingku yang terlihat tidak senang. Persetan dengan itu! Semoga apa yang aku katakan ini bisa tersampaikan!
(Aku harus melakukan ini! Ini semua untuk Suzu! Aku sudah berjanji, bukan? Aku adalah laki laki, dan tidak akan mengingkari janjiku!) aku berusaha bertekad di dalam hati.
"Jangan lakukan itu besok! Lakukan pencarian sekarang!" aku sudah berusaha, tapi suaraku terlalu kecil.
Beruntung suaraku masih bisa tersampaikan!
"Hah?! Apa maksudmu?!"
"Ha ha! Dia tolol!"
"Dasar budak bodoh!" semua orang terlihat bahagia mencelaku.
Sebenarnya, jelas aku merasa panas.
"Diam!!" ayahku menyentak. Seluruh ruangan menjadi tenang seketika.
"Jadi, Ren. Kau bisa jelaskan kenapa kau meminta pencarian sekarang? Hari sudah gelap, dan berbahaya jika dipaksakan," ayahku masih mencoba menjelaskan dengan pelan padaku.
Aku tidak bisa berbicara jika begini.
Sepertinya terlalu lama dalam ruangan membuatku sulit berbicara!
Aku bisa berbicara dengan gaya bicara selama aku hidup dulu, tajam, tepat, dan spontan. Aku harus mengatakan semuanya tanpa memperhatikan ke
Bagaimana ini? jika aku tidak bisa mengatakannya, yang lain akan bahaya!!
Baiklah! Aku akan melakukannya dengan caraku! Aku menarik nafas sebentar.
"Kalian semua berisik, sialan!" huh!! Ekspresi ku sudah mulai berubah, menggebrak meja.
Semua terkejut. Bahkan aku yakin kak Ruly atau mungkin ayah akan menduganya.
Sedangkan peserta rapat, semuanya berubah seperti akan mulai mencelaku. Mereka seperti sudah bersiap untuk berteriak marah.
(Seperti aku akan membiarkan mereka berbicara?!)
"Apa kalian lupa dengan buku dasar ini?" Aku melempar buku tentang ras iblis ke tengah meja pertemuan.
Semua hanya saling berpandangan.
"Bodoh sekali sampai kalian bisa lupa dengan hal sedasar ini!" aku kembali berkata tajam.
(Baiklah! Sepertinya aku sudah mulai menguasai jalan pembicaraan!)
"Mari kita kumpulkan! Anak anak diculik, dengan rentang umur 5-10 tahun. Diculik tanpa ada alasan khusus. Dapat disimpulkan dengan jelas, bahwa penculik berasal dari sekte pemuja Demon God." jelasku dengan nada datar.
"Kami semua sudah tahu itu, bodoh! Apakah kamu baru memahaminya? Memang manusia sangat lam-"
"Aku belum selesai berbicara. Diamlah." kesal, aku memotong kata kata seseorang dengan perawakan gendut di sana.
Aku tahu kakakku berusaha menahan tawa dengan itu.
"Baiklah aku lanjutkan. Ditemukan bahwa para pemuja Demon God ini menculik anak anak dengan rentang umur 5-10 tahun." kali ini tidak ada perlawanan.
"Korbannya adalah mayoritas bangsawan dan merupakan murid kelas S di Akademi Dasar," aku menarik nafas perlahan, tetap dalam mode masa laluku.
Aku berharap ada seseorang yang akan dengan cepat paham dengan itu.
Tapi jelas, aku berharap si peneliti itu akan menyadarinya lebih dulu. Yahh, siapapun itu, aku akan senang jika ada yang menyadarinya.
"Jangan jangan?!" orang peneliti itu segera panik, dan mengambil buku yang kulempar ke tengah meja itu.
"Sudah kuduga, peneliti disana akan cepat paham!" aku bertepuk tangan pelan.
Ini, ini benar-benar benar diriku yang lama! Seorang Yami Ayama, bukanlah Ren Larvest!
Si peneliti itu membaca kembali buku itu sekilas, lalu segera menemukan apa yang aku maksud.
"Ritual pemanggilan?" peneliti itu bergumam pelan.
"Itu benar! Ritual pemanggilan." aku berjalan memutari para peserta rapat.
"Para anak anak itu akan dibuat tumbal untuk Pemanggilan. Pemanggilan Demon king, akan dilakukan pada malam bulan purnama." kembali ke tempat semula, aku menyipitkan mataku.
Aku tahu semua orang menutup nafas, mendengarkan ku dengan cukup baik.
"Tepatnya, malam ini."
Itu menyebabkan keheningan, membuat mereka semua saling berpandangan dengan wajah gelisah.
Ada beberapa dengan tampang percaya, ada juga yang memiliki wajah menyepelekan.
"Dwill! Bagaimana dengan pemeriksaanmu?" teriak orang yang dipanggil ayah "Childe" dengan segera. Dan mungkin, Dwill adalah nama peneliti itu.
"Ya benar. Tidak ada kesalahan. Dia mengatakan yang sebenarnya." jawab Dwill dengan tatapan kosong.
"Syila!" Childe segera bangkit dari tempat duduknya.
Oi oi! Apa jangan jangan orang yang dia maksud barusan juga diculik?
"Semuanya! Kumpulkan para petualang terbaik! Aku ingin semua dalam 30 menit! Tidak lebih! Childe! Ikut aku!" Ayahku segera berdiri, membuat keputusan dengan cepat.
Seketika, ruangan menjadi ricuh, sibuk dengan pekerjaan. Seketika ayahku menyambar jubahnya di kursi dan hendak pergi.
"Ayah! Bawa aku bersamamu! Aku sudah berjanji untuk melindungi Suzu!" teriakku mengikuti ayahku dengan berlari.
"Tidak! Kau tidak bisa ikut!" aku bisa melihat sedikit amarah terisrat dari cara bicaranya.
Sudut matanya juga berubah dingin. Dia benar benar marah sekarang. Bahkan aku yang kebal dengan intimidasi merasa sedikit gentar bicara di depannya.
"Ke-kenapa aku tidak bisa ikut?" Aku masih sedikit berharap.
Ughh, aku tidak yakin ini akan berhasil, tapi layak dicoba!
"Tidak! Kau tetap di rumah! Ruly, jaga dia agar tidak kabur! Ruly, kau tahu apa yang harus kau lakukan, bukan?" tanya ayahku tetap dengan dingin.
"Pengawal di sana! Jaga mereka!" ayahku segera menarik seseorang yang mirip Seuird dalam masalah ini. Tidak, apa mereka semua berwajah sama atau memang penampilannya yang mirip?
Ups! Aku lagi lagi keluar topik!
"Baik, ayah." Kakak hanya menurut.
Oi oi, kak! Aku tahu, akan berbahaya jika menolak perintah ayah. Tapi, bukankah kakak sendiri yang mengatakan untukku melindungi Suzu? Bukankah begitu?
Tapi apa daya. Kakakku juga harus mematuhi ayah.
Sial! Apa yang harus kulakukan? Jika aku serahkan pada ayah dan lainnya, belum tentu mereka akan datang tepat waktu. Dan juga, hanya aku yang mengetahui organisasi "De Moon Freedom" itu!
Selain itu, hanya skill cheat ku yang bisa menemukan mereka.
"Ahh! Aku harus kabur! Kalau tidak, Suzu akan dalam bahaya!