
("Yahh, ini sudah saatnya untuk memberi tahu mereka bahwa mereka adalah Reinkarnator.") pikir Liu Xiu danbil tersenyum.
"Kalian semua pasti tahu, bukan? Kenapa kalian berada di sini? Dari sekian banyak orang kenapa kalian yang terpilih? Kalian pasti sering menanyakan itu sejak sampai disini." kata Liu Xiu keras, dengan nada berwibawa.
Dia akan memulai pidatonya, memberitahu para Reinkarnator secara perlahan.
[Mendapat gelar: People Who Know Too Much. Mendapat skill: Tabu level 5]
?!!
Suara sistem terdengar datar di telinga Liu Xiu.
Berbeda dengan suara Sistem yang biasa dia dengar, ini terdengar seperti suara robotic yang dingin. Dengan begitu dia tahu.
("Ini sistem yang berbeda, kah?") tanya Liu Xiu dalam hati.
Sudah sangat lama sejak dia mendengar pemberitahuan sistem di telinganya, dan muncul di bidang pandang nya. Pasalnya, exp yang dibutuhkan Liu Xiu untuk naik sudah terlalu banyak, membuat dia tidak kunjung naik level selama ini.
Menerima pemberitahuan, di saat seperti ini benar benar mengejutkan Liu Xiu.
("Apa itu? Gelar? Sudah lama sekali sejak aku mendapat gelar terakhir. People Who Knows Too Much? Gelar apa itu. Dan juga, skill Tabu? Bahkan langsung level 5? Aku benar benar tidak paham.") pikiran Liu Xiu bertanya tanya.
Tapi, tidak ada tempat atau waktu untuknya mencari tahu, jadi dia memutuskan untuk mengabaikannya sementara.
Dia melanjut kan lagi pidato nya yang tadi terhenti karena pemberitahuan dari skill. Tapi, aneh nya dia merasa sedikit sulit untuk menceritakan semuanya.
"Dan semua orang pasti sudah mengetahui, apa persamaan dari kita semua?" pertanyaan Liu Xiu menggema di aula luas itu.
Tidak ada yang bisa menjawab, tapi semua saling memandang dan melihat dengan curiga. Ada juga yang mengangguk, sepertinya paham dan mulai mengerti dengan penjelasan Liu Xiu.
"Benar! Warna rambut! Kita semua sama sama memiliki warna rambut putih. Lalu apa? Apakah hanya memiliki rambut putih itu salah?"
[Skill: Tabu meningkat ke level 8!]
DUGGG!!
Jantung Liu Xiu berdetak keras mendengar pengumuman itu. Bahkan, dia sampai hampir terjatuh karena pengumuman yang tiba tiba itu.
("Apa ini? Skill Tabu naik lagi? Dan juga, level 8? Bukankah itu sebentar lagi level max? Apa yang aku lakukan memang? Dan juga, mendapat pengumuman itu menyakitkan. Ada apa sebenarnya?") pikir Liu Xiu yang masih memegangi dadanya.
"Liu Xiu, ada apa?" tanya Lia terlihat khawatir.
Liu Xiu melihatnya, dan melihat bahwa Lia memiliki perasaan berharap di dalam matanya. Tidak hanya itu, semua orang sekarang menatapnya dengan mata yang sama.
("Rasanya, aku pernah merasakan hal ini.") batin Liu Xiu.
Pikirannya segera melayang, disaat saat sebelum dia mati. Saat dia berusaha berpikir keras untuk menyelamatkan orang-orang, dan teman temannya dari para perampok yang membunuh nyawanya.
Ya. Mereka punya mata yang sama sama berharap pada Liu Xiu sekarang.
("Aku punya firasat semua akan berjalan tidak sesuai dengan rencana ku.") ejek Liu Xiu dalam hati, mengingat apa yang terjadi dulu.
"Tidak apa. Sepertinya ini terlalu berat untukku. Ada kemungkinan aku tidak kuat mengatakan ini." Liu Xiu berbisik ke Lia sambil sedikit bercanda.
Walau begitu, dia serius.
Saat dia ingin mengatakan bahwa semua orang yang ada di ruangan ini adalah Reinkarnator, rasanya sesuatu dalam dada Liu Xiu ditarik, membuat nyawanya serasa melayang sesaat.
Dan semakin lama, dia merasa semakin enggan untuk mengatakan kebenaran. Liu Xiu sedikit mengutuk itu, tapi seperti nya sesuatu sedang terjadi dalam tubuh nya, jadi Liu Xiu tidak bisa melakukan apa apa.
"Baiklah. Aku akan melanjutkan." Liu Xiu menarik nafas dalam, dan berdiri tegak.
"Kalian pasti sudah tahu, bahwa kalian semua adalah Reinkar-"
?!!
[Skill: Tabu naik ke level 9. Segel dicapai, melepaskan segel, tidak bisa.]
("Segel?! Apa itu?! Aku tidak per-")
[Mengaktifkan segel. Segel diaktifkan.]
Suara mekanis tiba tiba terdengar oleh telinga Liu Xiu, seperti bersahutan di dalam kepalanya.
"AHHH!!!" Liu Xiu berteriak, bagaikan gila berteriak histeris sambil meringis, memukul mukul dadanya sendiri!
Orang orang yang melihat mulai ribut, dan saling berbisik membicarakan kejadian itu. Bahkan tidak sedikit yang ketakutan, dan mulai memberi jarak dari Liu Xiu.
"Lia. Sepertinya aku tidak bisa menjelaskannya sekarang. Maaf, tapi tolong rawat aku." bisik Liu Xiu pada Lia.
Lia tidak mengerti, tapi Liu Xiu sudah berlari, menabrakkan diri ke kerangkeng yang mengandung sihir, membuat dia terkena sihir yang terkandung dalam kerangkeng itu, membuat nya pingsan.
Lia masih berdiri bingung, tapi dia setidaknya melakukan beberapa perawatan pertama pada Liu Xiu yang sekarang pingsan.
"Ahhh! Kau selalu mengatakan hal hal yang tidak aku mengerti! Dan sekarang, lihat! Kau lagi lagi menyusahkan ku! Ahh! Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan sekarang!!" teriak Lia yang menggerutu sambil menyeret badan Liu Xiu menjauh dari kerangkeng besi itu.
Cukup aneh ketika keributan agak besar itu terjadi, dan tidak ada penjaga satupun yang datang. Sepertinya mereka sangat percaya dengan sistem penjagaan mereka.
Sementara semua orang memandang Lia dan Liu Xiu dengan aneh, Lia tidak menghiraukan itu, dan hanya berusaha untuk membangunkan Liu Xiu, sekaligus menyembuhkannya.
***
Di suatu tempat yang tidak diketahui pasti dimana itu. Ada sebuah benda mirip televisi. Bedanya, itu memancarkan gambar yang jernih hanya seperti hologram. Sekilas, itu tampak seperti sebuah teknologi dari masa depan.
Ada sesosok yang duduk di hadapannya, tampak menonton dengan wajah yang bosan.
Tiba tiba, muncul sosok lain di belakang orang itu, dan berjalan pelan, seperti berusaha untuk tidak mengganggu atau membangunkannya.
"Ada apa, Rhoa?" tanya orang yang sedang menonton itu dengan nada datar.
Sosok yang dipanggil, Rhoa sedikit terkejut dan bergetar takut. Dia dengan segera menunduk dalam, menunjukkan kepatuhan yang sempurna.
"Maafkan saya yang mengganggu waktu istirahat anda, Yang Mulia. Saya hanya mendapat beberapa informasi, tentang dunia bawah yang sedang anda awasi. Ada sebuah pengecualian." kata Rhoa masih mempertahankan sikapnya.
Sosok yang dipanggil Yang Mulia hanya diam, sambil memandang benda mirip televisi di hadapannya. Jika di lihat baik baik, ternyata disana ada sebuah meja lengkap dengan perlengkapan teh, makanan, bahkan sebuahpaapn catur.
"Pengecualian, kah? Aku tidak terlalu tertarik. Memang apa yang sudah dia lakukan?" tanyanya sambil mengambil camilan, terlihat bosan.
"Dia meningkatkan skill Tabu ke level 9." jawab Rhoa.
Sosok tadi berhenti mengunyah makanannya sesaat, sebelum akhirnya melanjutkannya lagi dan menelannya perlahan.
"Tabu, kah? Benar benar anak yang nakal. Bagaimana mungkin dia meningkatkan skill yang tidak berguna seperti itu." jawab sosok itu sambil tertawa pelan, mengejek. Tapi, wajahnya tampak senang, seperti telah menemukan sesuatu.
"Biarkan saja. Toh aku tidak akan peduli." lanjutnya sambil mengambil teh, meminumnya.
"Tapi, tahukah kau, Rhoa...."
"Bahwa ada beberapa angin perubahan yang terjadi selama beberapa ratus tahun sekali. Dulu adalah pahlawan yang menjadi dewa, sekarang skill Tabu.... Ughh semua benar benar tidak pernah habis." lanjutnya sambil sedikit mengeluh.
"Anda benar, Yang Mulia. Jadi, apakah anda tidak akan mengambil tindakan terhadap Irregular kali ini? Bagaimanapun...."
"Aku tahu, aku tahu, Rhoa." segera, sosok tadi memotong ucapan pelayannya dengan nada sedih.
Dia berdiri, dan berjalan pelan ke sekeliling ruangan.
Terlihat bentuk tubuhnya, yang memperlihatkan bahwa dia adalah seorang wanita, yang menggunakan setelan hitam dengan mawar yang sama hitamnya juga menjalar di seluruh gaun indahnya.
Tingginya sekitar 120 cm, membuatnya sedikit terlihat seperti anak anak. Tapi, cara dia berjalan benar benar anggun, bak tuan putri yang hidup di sebuah istana.
Dia berjalan ke arah jendela, membukanya pelan.
Terlihat sebuah padang tandus yang kering terhampar di setiap mata memandang. Tidak ada makhluk hidup, tanaman atau bahkan serangga yang terlihat bergerak di hamparan padang tandus itu.
Hanya ada langit gelap membuat semua tampak mengerikan.
"Aku tahu, Rhoa. Selama beberapa ribu atau juta tahun, sudah tidak ada yang datang kemari. Dan pada akhirnya, akan ada yang datang.... Ahh, benar benar luar biasa. Aku akan menantikannya." katanya sedikit tersenyum.
"Tapi Yang Mulia, apakah anda yakin dia akan datang kemari?" tanya Rhoa, sang pelayan wanita yang berpakaian seperti seorang Butler.
"Aku? Yakin! Sangat yakin!" teriak majikannya sangat percaya diri.
"Kau seharusnya sudah tahu bukan, Rhoa? Kenapa aku dikurung di penjara yang diperlambat seperti ini, dan siapa aku?" ucap wanita itu, sambil menatap jauh ke luar jendela.
Terlihat dia mengingat sesuatu, tapi wajahnya menunjuk kan sebuah ekspresi kesepian lagi merindukan.
"Kenapa? Karena skill Tabu akan mencapai level puncak dan memberi informasi yang dibutuhkan saat level 10. Dan level sepuluh itu dikunci dengan segel yang harus dibuka oleh sebuah kunci."
"Dan yang membuka segel itu, hanya aku." katanya tertawa senang.