Become A Human In Another World

Become A Human In Another World
ACT 6: Bab 6 - Sedikit Demi Sedikit



"Ughh. Bisikan kecil terdengar di sebuah kamar di Mansion yang terlihat megah. Seperti biasa, itu adalah Ren yang baru saja terbangun dari tidur nya, setelah malam tadi bekerja sangat keras.


Itu adalah hasil jika Ren menghabiskan seluruh sihir nya. Tujuannya, untuk membuat tubuhnya memperbanyak jumlah Fehl yang dapat berada dalam tubuhnya.


Bagaimana pun, itu bukanlah cara yang biasa dilakukan, tapi terbukti efektif. Bahkan, ada banyak orang yang melakukan hal yang sama, dan mendapat hasil yang sama juga dengan Ren. Contoh nya saja Ruly.


Tapi karena itu berbahaya, Ren tidak menganjurkan nya pada Ruly untuk melakukan nya dengan sering.


"Betapa lama aku tertidur? Tanya Ren pelan sambil melihat sekeliling, yang masih belum berubah.


Tentu, itu masih berupa kamar tidurnya yang biasa, dengan meja kecil di sebelahnya. Selain itu, ada makanan dan beberapa ramuan yang ditinggalkan beserta beberapa surat yang mengatakan pada Ren untuk memakan nya.


Ren sedikit terkejut ketika melihat itu semua, tapi dia segera sadar bahwa ini adalah yang dia lihat sekarang.


"Oh ya. Aku sedang berada di masa lalu, ya? Aku sedikit melupakan nya sesaat tadi..." bisik Ren sambil memegang kepala nya yang sedikit pusing. Ren tidur selama 4 jam, dari pukul 6 sekarang sekitar pukul 10. Jelas, itu bukan waktu tidur yang bagus.


Dia sudah cukup banyak tidur, tapi seharusnya Ren tidur sedikit lebih lama.


Tubuh manusia membutuhkan istirahat yang cukup, terutama tidur. Ren di masa depan entah bagaimana mengatasi hal itu, tapi sekarang dia belum bisa melakukan nya.


Dengan begitu, dia bersyukur bisa bertemu dengan Yu Chang di alam roh, dan berharap bisa melakukan nya di saat ini juga.


Tapi dia tahu, dia tidak ada waktu luang untuk beristirahat.


Karena menurut catatan nya, peristiwa besar itu akan terjadi besok! Dan Ren bahkan belum selesai melaksanakan salah satu rencana dari sekian banyak rencana nya sekarang.


"Ugghh. Aku benar benar memiliki banyak pekerjaan..." keluh Ren sambil sedikit menyingkap selimut yang menutupi tubuh nya.


Sedikit malas, tapi Ren berusaha untuk bangun dari tempat tidur walau dengan sedikit kantung mata yang terlihat di bawah matanya.


Dia melihat buku catatan nya, dan meneliti lagi satu per satu rencana yang sudah dia tulis kan. Salah satunya adalah dengan mengirim Ruly ke Furyuun, sekalian berhenti di Cerida untuk mencari Aina.


Ren menggumam sesaat, dan memberi tanda centang untuk menandai bahwa itu sudah dilakukan.


"Humm... Selanjutnya adalah membuat ramuan ajaib di gua, kah? Aku bisa melakukan nya di sini, tapi sayang bahan serta alat nya berada di gua itu. Akan lebih mudah bagiku untuk mengerjakan nya di sana." kata Ren sambil mengangguk pelan.


"Dan juga, selama perjalanan aku bisa memasang benda ini. Jadi ketika aku sampai di sana, setidaknya sudah ada 13 perangkat yang terpasang. Ya! Satu kali dayung, dua tiga pulau terlampaui!" kata Ren yakin.


Dia lantas menutup buku itu cepat, dan memasukkan nya ke dalam [Inventory] milik nya. Dan setelah dia melakukan nya, keluar dari jendela dan melayang perlahan adalah hal yang biasa.


***


"Yang ke 12!" kata Ren yakin.


Dia sudah sedikit berputar di pinggiran kota. Itu dia lakukan untuk menanam katalis sihir buatan nya sendiri. Ren sedikit menguap, tapi segera menggeleng kan kepala nya pelan.


Dengan cepat, dia segera berjalan ke arah tempat dia menaruh katalis ke 13, tapi dia melihat bahwa tempat itu bukanlah tempat yang baik.


Ada beberapa Orc yang sedang bermukim di sana, mungkin itu adalah tempat persembunyian Orc.


"Kenapa mereka bisa ada di sini? Tanya Ren keheranan ketika melihat Orc yang benar benar dekat dengan Kota. Pasalnya, kota selalu waspada pada monster dan hewan buas lain nya yang berada di sekitar. Dan pada kasus ini, Orc membuat pemukiman di pinggir pagar kota, dan itu tidak terdeteksi?


"Aku merasakan sesuatu yang tidak beres..." bisik Ren pelan.


Tapi, dia tidak mengambil pusing, dan segera membabat habis monster monster itu. Itu sangat mudah bagi Ren yang membuat dirinya diselimuti angin agar bisa bergerak dengan cepat, dan membunuh semua dengan ilmu pedang nya yang ganas.


BOOFF!!!


Suara khas yang menandakan monster mati terdengar, diikuti serbuk cahaya yang bertebaran dari monster itu bersamaan dengan suara gedebuk pelan dari batu monster yang berjatuhan ke tanah.


"Humm. Tempat ini tidak terlalu tersembunyi, bukan? Tapi penjaga tidak menemukan mereka. Apakah ini di sengaja?" tanya Ren.


"Yang berarti, apakah ada lebih banyak monster camp fire sekitar kota? Tapi apakah itu mungkin, karena aku juga yakin dengan kualitas penjaga kota ini. Tidak tunggu...." Ren seperti nya mulai menyadari sesuatu.


"Bagaimana jika itu adalah perintah atasan? Pasti para penjaga dan prajurit biasa juga tidak akan bisa melanggar perintah dari atasan, bukan? Kalau begitu...." Ren terdiam sesaat.


Wajahnya tersenyum, tapi bukan senyum yang baik. Itu adalah senyum dari sisi diri nya yang sadis, senyum sinis yang terlihat mengerikan.


"Berarti ada pengkhianat di dalam kota, kah...." bisik Ren pelan.


Itu yang dia dapatkan setelah menganalisis masalah ini sebentar. Itu mungkin tidak dapat percaya, tapi masalah ini tidak mungkin terjadi jika apa yang Ren pikirkan tdiak terjadi.


"Yahh, aku tidak bisa melakukan apa pun dengan pengkhianat itu, karena waktu juga sudah mepet. Lagi pula, paman Childe sudah mencari sosok pengkhianat itu sejak lama, tapi tidak ada kemajuan." ucap Ren seraya memegang dagunya.


"Untuk masalah ini, aku lebih baik serahkan pada Ksatria. Aku akan fokus ke masalah ku terlebih dahulu."


"..."


Ren merasakan sepasang mata sedang mengawasi nya, tapi dia tahu itu bukan manusia. Setidaknya, dia terlihat mirip monster bagi Ren, tapi yang aneh adalah bagaimana mosnter itu tidak menyerang walaupun sudah di belakang Ren sejak beberapa saat yang lalu.


("Apakah dia sedang membuat rencana? Seharusnya itu tidak mungkin karena kecerdasan monster tidak sampai ke tahap itu!") batin Ren. Tapi, dia segera mengambil tindakan.


Dia menarik pisau yang berada di samping tangannya, dan melemparkan pisau itu tepat ke tempat dimana sepasang mata itu mengawasi nya.


"Kuhh..." suara keluhan pelan terdengar, sebelum akhirnya ada bunyi Boff yang khas, tanda monster itu hilang.


Ren tak urung menghampiri, dan mengambil batu sihir.


"Yahh, apapun itu. Aku harus segera melanjutkan rencana. Diam saja tentu tidak akan menghasilkan apa pun, kan?" kata Ren, mulai melayang tenang.


***


Tap tap tap...


Suara langkah kaki Ren terdengar menggema di dalam gua yang penuh dengan batu ajaib itu.


"Tidak banyak yang berubah di sini, hanya terlihat sedikit mencengangkan karena aku sudah mengetahui bahwa harga untuk sebagian kecil batu sihir ini sangat mahal...." kata Ren sedikit bergetar saat mematahkan salah satu batu sihir, dan menggenggam nya.


Batu sihir ini disebabkan oleh naga yang pernah ada di dalam ujung gua ini. Naga itu terus menerus mengalirkan sihir ke sekitarnya, membuat batu ini menyerap sihir tersebut dan menjadi sebuah batu sihir.


Ini adalah kejadian yang biasa, tapi terbentuk nya batu sihir sangat langka. Itu dikarenakan butuh sangat banyak sihir yang dialirkan hanya untuk membuat sebongkah batu sihir.


Dan batu sihir itu sendiri bisa diekstrak menjadi sebuah potion yang juga sangat langka.


Potion yang menyembuhkan 100 persen MP yang ada dalam tubuh orang yang meminum nya, tidak peduli betapa banyak yang dibutuhkan sang peminum ramuan tersebut.


Itulah kenapa harga segenggam batu itu cukup untuk hidup dengan sederhana di dunia ini.


Dan dengan tujuan untuk membuat ramuan itu lah Ren berjalan kemari.


Dia tahu, Fehl nya saja tidak akan cukup untuk menjalankan semua rencana nya besok. Oleh narena itu, dia menyiapkan beberapa ramuan untuk dia minum, agar bisa mengisi ulang MP yang dia butuhkan.


"Tapi yang menjadi masalah sekarang adalah, tubuhku...." keluh Ren sambil masih berjalan.


Ya! Ini adalah tubuh nya dalam umur 10 tahun, dan lagi dia adalah manusia.


Dia masih ingat, bagaimana rasa sakit menembus tulang dan dagingnya ketika dia mengeluarkan sangat banyak kekuatan sihir sekaligus, karena tubuh nya tidak kuat menahan nya.


Selama ini dia berlatih hanya dengan mengeluarkan sihir secara perlahan, dan itu berbeda dengan rencana sekarang.


"Bagaimana pun, aku harus melakukan ini. Yahh, mau bagaimana lagi. Tapi apa yang harus aku lakukan dengan itu?" tanya Ren bingung.