
"Kenapa paman Childe ingin bertemua Ren? Apa dia melakukan sesuatu yang salah?" Ruly bertanya tanya, ketika dia mulai perlahan meninggalkan kamar Ren. Dia mengajak Edna untuk masuk ke kamarnya.
"Hei kak! Ada apa dengan paman Childe? Aku sedikit khawatir." Ruly terkejut. Dia terkejut Edna bisa mengungkapkannya dengan jelas, atau hanya membaca pikiran Ruly.
"A-ah, kakak juga tidak tahu, mungkin paman Childe ingin sedikit berterima kasih? Pasalnya, kemarin Ren sudah membantu banyak ketika rapat koordinasi anggota Guild." Jawab Ruly sambil tampak berfikir.
"Uhh, padahal teh buatan Ren enak lo! Aku tidak sempat menghabiskannya!" Kata Edna. Dia berniat menghibur Ruly, menjauhkannya dari pikiran yang negatif.
"Ahh, kau benar! Aku tidak tahu bagaimana, tapi teh yang dibuat Ren memang enak. Walaupun aku sudah membawa teh, tapi begitu dia melakukan sesuatu pada teh itu, itu membuatnya menjadi teh yang sempurna!" Ruly tersenyum simpul.
"Tapi Edna, apa maksud perkataanmu tadi?" Ruly mencoba mencari topik yang tidak terlalu berat untuk mereka bahas.
Edna terdiam, mencoba memikirkan apa jawaban yang cocok untuk itu, karena sejujurnya, ini adalah masalah yang sulit untuk dikatakan, apalagi di depan Ruly.
"Ahh, bagaimana mengatakannya, ini agak sulit." Edna tersenyum, tapi terlihat senyum itu dipaksakan.
Edna juga merasa bahwa sebenarnya tidak ada salahnya untuk memberitahu Ruly juga.
Ruly tidak menjawab itu, karena di dalam hatinya dia tahu, bahwa Edna sendiri adalah anak yang pintar. Dia tidak punya hak untuk mengacaukan pikirannya.
Tapi Edna sendiri sudah memutuskan. Dia berpikir: "Jika ada semakin banyak orang akan semakin baik!"
"Yahh, sebenarnya aku memiliki sedikit masalah dengan sihir. Aku hanya bisa menggunakan elemen cahaya dan ruang. Walaupun itu luar biasa, tapi itu dianggap tidak berguna oleh teman teman, dan mereka sedikit mengejekku." Edna mulai bercerita.
"Elemen cahaya biasanya identik dengan penyembuhan, dan ruang dianggap tidak terlalu berguna. Tapi, bukankah kamu bisa menggunakan elemen es, Edna?" Tanggal Ruly.
Sebenarnya, Ruly mulai mengerti masalahnya, karena memang sebelumnya Ruly juga memiliki masalah dengan sihir. Tapi karena Ren, semua itu hilang.
Bagi Ruly, Ren adalah adik dan sosok yang dia hormati. Walau tidak ada yang tahu, dia bergerak menjadi pahlawan dari balik bayangan, membuatnya bangkit dari keterpurukannya.
"Ya. Tapi aku hanya bisa menggunakan es es kecil." Edna mulai merapal mantra.
"[Aycias blall]! Seperti ini saja!" Edna meneriakkan mantra. Dan dengan waktu beberapa detik, itu muncul.
Bola bola es kecil muncul di tangan Edna, mungkin berdiameter sekitar 5 cm, dan melayang tenang diatasnya.
Walaupun jeda antara rapalan Edna dan waktu pengeluaran sihirnya sekitar 2 detik, tapi itu terhitung cukup cepat, karena rapalan seperti itu biasanya membutuhkan waktu 3-4 detik.
Dan untuk sihir yang lebih rumit, membutuhkan rapalan mantra yang lebih panjang.
"Wah, kau luar biasa. Aku tidak terlalu ahli dalam sihir, tapi aku bisa menggunakan sihir air. Ini semua karena Ren lho! Apa kau percaya? Dia bahkan bisa menggunakan 5 elemen secara bersamaan lho!" Jawab Ruly.
"Be-benarkah?! Ren bisa lima elemen?" kini Edna bertanya dengan mata yang berkilat kilat.
"Apalagi sihir es itu! Itu langka bukan?" Ruly berusaha untuk menghibur Edna.
Elemen es di dunia ini sebenarnya tercipta karena elemen angin dan air yang disatukan. Karena image memberikannya angin cukup dingin untuk membekukan air, maka terciptalah elemen es itu.
"Ya, tapi-" Edna mendesah perlahan ketika tiba tiba Ruly menyela.
"Tidak apa! Pasti Ren memiliki cara tersendiri untuk melaluinya! Dia pasti akan memikirkannya untukmu. Itu pasti!" Ruly memegang kedua tangan Edna, meyakinkannya.
"Ka-kalau kak Ruly mengatakan itu, aku akan mempercayainya." Edna tersenyum senang.
Ruly pun tak urung tersenyum karena itu. Dia senang, bisa sedikit membantu adiknya. Walau untuk kasus Ren, dia justru yang merasa ditolong terus menerus.
("Ren, kau benar benar anak yang ajaib ya? Aku akan berusaha belajar banyak darimu!") Edna membatin dalam senyumnya.