Become A Human In Another World

Become A Human In Another World
ACT 4: Bab 25 - Arti dari Memberi Sebuah Nama



"Ya! Itu bagus!! Aku menyukainya!! E-eh. Maaf! Maksud saya, jika itu nama pemberian Tuan, itu akan selalu bagus. Saya bersedia menerima nama itu. Tolong panggil saya Alpha mulai sekarang, Tuan." kata Alpha sambil menunduk kan kepala dalam.


Liu Xiu yang melihat itu juga senang, dan dalam hatinya terasa hangat. Itu perasaan yang sama ketika dia menolong Aina.


"Oh ya, Tuan. Bolehlah saya bertanya?" tanya Alpha.


"Silakan."


"Kenapa Anda menyelamatkan kami semua, tuan?" tanya Alpha. Itu seketika membuat Liu Xiu terbatuk batuk, dan sedikit berkeringat karena pertanyaan itu.


"Tuan?" Aplha mendekat karena khawatir dengan Liu Xiu.


Sedangkan Liu Xiu, dia sedang berusaha untuk mencari sebuah alasan yang bagus untuk bisa mengelabuhi Alpha. Dia benar benar tidak menduga bahwa Alpha akan menanyakan hal itu, jadi dia tidak mempersiapkan nya.


("Sial!! Mana mungkin aku mengatakan bahwa aku menolong mereka karena mereka yang tersisa? Itu jelas sangat memalukan! Itu akan menghancurkan image ku!!") hati Liu Xiu menjerit.


"A-a-ahh. I-itu." Liu Xiu secara terbata bata mencoba menjawab.


Tapi entah bagaimana, tiba tiba sebuah ide masuk ke kepalanya tepat ketika dia akan mengatakan yang sebenarnya.


"Hummm, ya! Karena kau menyuruh ku lari!!" kata Liu Xiu.


"Maksud tuan?"


"Ya. Karena kau sudah menyuruh ku lari, padahal keadaan mu sendiri bahkan lebih buruk. Kau sudah memberikan kepadaku cukup alasan untukku membantu kalian semua. Apakah itu kurang?" tanya Liu Xiu, sekarang sudah kembali ke nada bicaranya yang biasa.


Alpha yang mendengar itu terkejut, dan tidak bisa berkata kata selama beberapa detik.


"Kalau begitu, ayo kita kembali ke rumah, dan lihat kondisi teman temanmu. Siapa tahu yang lainnya sudah sadar." Liu Xiu segera mengambil inisiatif untuk mengalihkan perhatian Alpha, sambil berjalan kembali.


("Hufft. Entah bagaimana aku bisa mendapat sebuah alasan bagus!! Aku memang luar biasa!!") kata Liu Xiu dalam hatinya dengan senang.


Sementara itu, Alpha masih memandangnya dari jauh, dengan tatapan kosong dan masih melamun.


"H-hanya k-karena itu...." Alpha berbisik pelan.


"Hanya karena itu dia sampai repot repot menolong kamu satu persatu?!!" tanya Alpha. Dia benar tersenyum dari lubuk hatinya yang terdalam. Sudah lama dia tidak merasa seperti ini, jadi ini adalah momen yang tidak terlupakan untuknya.


Dan saking senangnya, Alpha menatap punggung Liu Xiu sambil sedikit meneteskan air mata.


***


"Liu Xiu!! Kau sudah kembali!! Beruntung!! Cepatlah kemari!! Ada hal penting yang harus kau tahu!!" Xi berteriak ketika Liu Xiu dan Alpha kembali. Sepertinya ada hal gawat yang membuat Liu Xiu segera berlari menuju Xi.


"Ada apa?" tanya Liu Xiu.


"Salah satu Elf yang sudah bangun kabur! Aku tid-" kata kata Xi terhenti ketika dia menoleh dan melihat Alpha.


"Ahh!! Beruntung kau menemukannya!!" teriak Xi senang.


Segera, Liu Xiu mengetahui apa masalah yang terjadi. Xi pasti panik karena melihat Alpha yang menghilang, dengan jendela kamar yang terbuka. Maka, jelas Xi akan menyimpulkan bahwa Alpha kabur.


"Tidak. Aku hanya bertemu dengannya di jalan." jawab Liu Xiu dengan ringan.


Suasana tiba tiba menjadi hening, dan tidak ada yang mengawali pembicaraan. Hanya Alpha dan Xi yang saling menatap satu sama lain.


"Baiklah. Aku akan memperkenalkan kalian. Xi, ini Alpha. Dia adalah orang yang baru bangun dari ketujuh orang itu. Dan Alpha, ini adalah Xi. Dia bisa dibilang petinggi di desa ini, jadi dia adalah orang penting."


"Mungkin dia akan berguna untukmu di masa depan, jadi berusaha lah akrab dengan dia, oke" lanjut Liu Xiu.


Xi sedikit cemberut mendengar perkenalan yang dilakukan oleh Liu Xiu, tapi Alpha hanya menundukkan kepala pada Xi. Tapi Liu Xiu mendesak Alpha untuk memberikan beberapa patah kata untuk Xi.


"Baiklah. Saya adalah Alpha. Saya adalah asisten khusus Tuan, dan saya akan mengikuti dan mematuhi semua perintah tuan." kata Alpha.


Liu Xiu sempat mengangguk saat mendengar perkenalan di bagian awal, tapi mendelik ketika mendengar bagian akhirnya.


"Tunggu, Liu Xiu! Apa artinya ini?!" teriak Xi mendengar itu.


"Tidak tidak tidak. Aku juga tidak tahu. Alpha, apa yang kau katakan? Siapa yang mengatakan aku akan membuat mu menjadi pelayan ku?" tanya Liu Xiu mencoba membela diri.


Sementara itu, tatapan Xi juga terlihat semakin mengerikan sambil terus cemberut dan menyilangkan tangan.


"Tapi bukanlah Tuan yang menyelamatkan kami? Harusnya memang kami mengikuti Tuan apapun yang terjadi. Selain itu, Tuan juga sudah memberi nama pada saya." kata Alpha.


"Liu Xiu, kau?!!" Xi terlihat kesal.


"Kenapa?!! Aku hanya memberi nya nama!! Itu wajar karena dia bahkan melupakan nama nya sendiri! Alpha, jelaskan padanya!!" kata Liu Xiu mencoba mencari pertolongan.


"Ya. Alpha adalah nama yang Tuan berikan kepada Saya, dan berkat nama itu, saya dan Tuan terasa terhubung lebih lanjut. Saya merasa bahwa saya harus menjadi orang yang lebih berguna untuk tuan." kata Alpha.


Xi menatap Liu Xiu tajam, dengan tatapan seperti akan membunuhnya.


Tapi Liu Xiu hanya menggeleng sambil mengangkat tangan seakan mengatakan bahwa dia tidak tahu apa apa. Melihat itu Xi hanya bisa menghela nafas.


"Di Kerajaan Afsel, memberi nama benar benar berpengaruh. Terutama untuk kekuatan sang penerima."


"Sebagai contoh, orang yang sangat kuat, seperti salah satu Jenderal di pusat, memiliki anak yang kuat, bahkan penjaga dan sampai anjing anjing dan monster peliharaan mereka kuat kuat. Itu karena pemberian nama orang kuat itu." jelas Xi menggunakan analogi.


Liu Xiu berusaha memahami itu, tapi dia benar benar tidak mengerti, kenapa memberi nama bisa berdampak sebesar itu. Apalagi hal tersebut hanya berlaku di Kerajaan Afsel.


"Bagaimana mungkin? Apakah ada suatu hal yang membuatnya seperti itu?" tanya Liu Xiu.


"Aku tidak tahu, tapi memang seperti itu kenyataannya. Oleh karena itu, pemberian nama merupakan hal yang sakral di Kerajaan Afsel. Kau tidak bisa memberi nama sembarangan. Apalagi dengan orang seperti mu..." kata Xi menjelaskan.


Tapi tetap, Liu Xiu memiliki jiwa yang ingin tahu. Dia akan selalu mencari semuanya hingga jelas.


"Sova." Liu Xiu berbisik pelan.


("Kenapa?") dan seperti biasa, Sova menjawab di dalam pikiran Liu Xiu.


("Sova, apakah kau tahu tentang hal ini?") tanya Liu Xiu setelah dia bisa terhubung menggunakan telepati dengan Sova.


("Yang mana? Apakah tentang memberi nama, atau penyebabnya?")


("Kalau bisa tolong jelaskan keduanya.") jawab Liu Xiu.


Tampaknya ini sedikit mengganggu pikiran Liu Xiu jadi dia agak kesal sekarang.


"Jadi bagaimana sekarang, Xi. Aku benar benar tidak tahu tentang hal itu. Yahh, aku sungguh minta maaf tentang apa yang telah terjadi. Dan juga padamu, Alpha. Maaf aku tidak mengatakan nya sebelum nya, tapi aku tidak memintamu untuk menjadi pelayan ku." kata Liu Xiu sambil menyatukan tangan meminta maaf.


"Eh?" tanya Alpha pelan.


("Untuk akibat dalam memberi nama, aku tahu. Kenapa?") kata Sova di tengah pembicaraan.


("Lalu kenapa kau tidak memberi tahu ku?!") jerit Liu Xiu pada Sova dalam hatinya.


"Aku tidak memintamu menjadi pelayan ku. Aku ingin kau, kalian nanti memilih jalan kalian sendiri. Jujur saja aku ingin kalian berjalan sendiri, atau melihat dunia lebih banyak. Aku tidak ingin menahan kalian." kata Liu Xiu.


Dia melakukan dua percakapan sekaligus, dengan Alpha dan dengan Sova.


Itu memperlihatkan betapa baiknya Liu Xiu dalam menggunakan otaknya untuk berpikir secara terpisah dalam satu waktu.


("Kau terlihat sangat fokus saat itu, jadi aku tidak berani mengganggu. Selain itu, aku tidak bisa seenaknya masik ke dalam pikiran orang lain tanpa seizin mereka. Kalau mereka mengajak ku mengobrol, baru aku bisa masuk dalam pikiran mereka.") jelas Sova.


("Begitu...")


Sementara itu, Alpha yang mendengar itu terdiam, sambil sedikit terkejut.


"Sepertinya maafkan aku, sekali lagi. Tapi aku harap kau mengerti, Alpha." kata Liu Xiu.


Tapi Alpha tidak menjawab, dan hanya diam. Liu Xiu berfikir bahwa Alpha pasti akan marah, tapi ternyata tidak.


Dia tersenyum lalu mulai berjalan masuk ke rumah.


"Tidak apa, tuan. Saya mengerti dan sudah memiliki keputusan tentang apa yang harus saya lakukan. Dan walau karena kesalahan, Terima kasih karena sudah memberi saya nama." kata Alpha sambil menundukkan kepala, tersenyum.


Tapi bagaimanapun, tetap Liu Xiu merasa bersalah.


("Hey, Sova. Bagaimana dengan selanjutnya?") tanya Liu Xiu dalam pikiran nya.


"Hufft. Sekarang mungkin tidak apa. Tapi kau harus lebih berhati-hati, Liu Xiu." kata Xi menepuk pundak Liu Xiu.


"Itu mengingat kan ku, apakah kau tidak berasal dari Afsel?" lanjut Xi seraya bertanya.


"Yahh, begitu lah. Aku tidak berasal dari Afsel, dan kalau boleh jujur asalku dari Kerajaan Kin. Aku merasa sudah membohongi mu selama ini, jadi aku minta maaf." kata Liu Xiu.


("Kalau soal kenapa itu bisa terjadi, maaf aku tidak bisa memberi tahu kan soal perjanjian itu.") kata Sova.


("Dan lagian, bagaimana mungkin kau bisa melakukan percakapan dalam pikiran mu dan di mulutmu secara terpisah? Aku heran kenapa tidak terbalik antara pikiran dan ucapan mu!!") teriak Sova kesal dalam pikiran Liu Xiu.


"Jadi begitu. Ada sebuah perjanjian..." bisik Liu Xiu.


"Humm. Aku tidak terlalu merasa dibohongi, jadi biarkan saja yang sudah berlalu. Yang harus dipikir adalah, Alpha yang sudah masuk duluan dari tadi. Kita harus menjaganya, kau tahu!!" kata Xi sambil berlari masuk.


Melihat itu, Liu Xiu hanya bisa menarik nafas lega.