
"Jalan!!"
Jeritan kecil tertahan, yang terdengar sangat memilukan. Itu berasal dari beberapa orang yang ditendang, memaksa mereka berjalan ke suatu tujuan.
Ada beberapa gerobak disana, yang sedang mengeluarkan beberapa orang. Orang orang yang turun dari gerobak itu memiliki berbagai macam bentuk. Ada yang Dwarf, Elf Beast, bahkan Manusia.
Pakaian yang dipakai juga bermacan macam. Ada yang menggunakan pakaian bagus, ada juga yang berpakaian lusuh dan kumal.
Hanya ada satu kesamaan, yaitu rambut yang menempel di kepala mereka berwarna putih.
Ada sebuah gelang tak terlihat di tangan mereka, dimana itu merasuk ke dalam tubuh mereka seperti sebuah kutukan. Tujuannya adalah untuk menyegel skill mereka.
Itu artinya jelas, orang orang ini sudah tahu akan keberadaan skill dan kemampuan mereka yang benar benar berbeda dari yang lain.
Setelah turun dari gerobak, mereka berbaris, hanya untuk ditali setiap tangannya agar dirangkai menjadi satu, mirip tahanan penjara yang sedang dipindah dari satu penjara ke penjara lainnya.
Tidak, lebih mirip seperti seorang budak.
Tapi terlihat banyak perbedaan di antara mereka, terutama di bagian mata. Tatapan mata diantara mereka yang ditahan beragam.
Ada yang menatap penuh amarah, seperti kebencian dan keinginan melawan masih mengalir deras dalam kilatan mata mereka. Tapi banyak juga yang menunduk, terlihat putus asa dan pasrah dengan apapun yang akan terjadi.
Tapi ada sepasang mata yang terlihat aneh.
Dia tidak terlihat pasrah, atau ingin melawan. Justru terlihat menikmati semua ini.
Bukannya dia masokis atau apapun, dia hanya tahu dia bisa keluar kapan saja yang dia mau. Dan setidaknya sampai sekarang, tidak ada sesuatu yang membuatnya kesal, jadi dia terlihat seperti tanpa beban.
Dan tentu, pemilik sepasang mata itu adalah Liu Xiu.
("Aku memang sedikit kesal karena beberapa skill ku tersegel, tapi selain itu tidak ada masalah. Aku sudah memiliki kemampuan untuk tidak terlalu mengandalkan skill....") pikir Liu Xiu sambil berjalan pelan.
("Satu satunya hal yang aku sayangkan adalah kemampuan Map di kiri atas itu. Karena itu termasuk skill, jadi itu tidak bisa digunakan, dan hanya terlihat hitam. Ahh, aku jadi tidak tahu dimana kita sekarang.") Liu Xiu sedikit mengeluh dalam batinnya.
Map yang dimaksud adalah Peta yang selama ini berada di sudut kiri bidang penglihatan Liu Xiu. Itu adalah skill yang sangat membantu, terutama ketika menjelajah tempat baru.
Dan sekarang, buta arah benar benar membuatnya terganggu.
"Kau sampah! Lama! Cepat sialan!!" teriakan kasar terdengar, diikuti dengan sebuah tendangan yang mendarat di punggung seseorang di hadapan Liu Xiu.
Orang yang ditendang itu seketika ambruk, sambil menahan jeritan.
Banyak orang yang sedikit mendecak kesal, ketika melihat itu. Sepertinya banyak mata yang menatap tajam ke orang itu seperti berniat membunuhnya segera.
Walau begitu, orang bermantel yang menendang anak tadi tidak bergeming, justru menatapnya rendah sambil menyeret tali yang mengikat anak itu bagaikan menyeret paksa sesuatu yang bukan orang.
Tidak, dari awal para tahanan dilakukan seperti hewan.
("Ugh... Melihat itu semua terjadi di hadapan ku, agak membuat hatiku sakit, kau tahu? Tapi, jika aku membantunya, itu justru lebih tidak mungkin, bukan?") pikiran Liu Xiu merasa dilema.
Walaupun pada akhirnya Liu Xiu tidak melakukan apa apa, itu karena orang bermantel itu akhirnya berhenti ketika anak tadi mulai berdiri dan berjalan. Sepertinya mencari mangsa baru.
Liu Xiu menatap tajam orang bermantel barusan, mengingat wajahnya yang seorang Priest untuk tidak membiarkannya lolos dengan mudah nanti.
Tidak juga, sebenarnya Liu Xiu memang tidak berniat meloloskan semua orang yang terlibat dengan hal ini dengan mudah.
("Hufft. Tenanglah, aku....") Liu Xiu menarik nafas, mencoba menahan emosinya.
Dia memperhatikan anak di hadapannya.
Anak itu adalah seorang laki laki, dari ras Dwarf, tapi dia cukup tinggi dibandingkan Dwarf biasanya. Dan walaupun Dwarf adalah ras bertubuh pendek, dia terlihat masih anak anak, dari ekspresi dan beberapa hal lainnya.
Tubuhnya kurus, dengan beberapa tulang terlihat di kulitnya. Pakaiannya juga tak ubahnya sebuah kain kotor yang terlihat tidak nyaman.
Kecuali rambut putihnya, tidak ada hal yang istimewa darinya.
("Dwarf, kah? Aku ingin tahu umur berapa dia, tapi sayang skill ku sedang disegel. Ada kah waktu untukku berbicara dengannya nanti?") tanya Liu Xiu sambil sedikit memiringkan kepalanya.
Di gerbang, ada beberapa orang yang membawa pedang dan tongkat sedang duduk, menatap dengan tatapan mengerikan.
Semua anggota yang menculik Liu Xiu menggunakan mantel di kepalanya, mungkin untuk menyembunyikan diri atau menyembunyikan status. Tapi tatapan mata yang dirasakan benar benar mengerikan.
"KYAHHH!!" teriakan terdengar, membuat orang orang seketika menoleh.
Liu Xiu sedikit penasaran, dan mendapati seorang Elf yang berjongkok, seperti menyembunyikan tubuhnya. Itu terjadi di barisan seberang Liu Xiu, tapi mendengar itu semua bukanlah hal sulit. Melihat itu, Liu Xiu sudah bisa menyimpulkan apa yang terjadi.
"Dia lumayan, bukan? Bagaimana kalau kita menyucikannya malam ini?" tanya seseorang di barisan sana, berbisik.
Itu mungkin tidak terdengar oleh yang lain, tapi itu seperti berkata terang terangan di hadapan Liu Xiu.
("Ahh, pelecehan, kah? Dan juga, penyucian? Apa itu? Apa itu alasan mereka melakukan tindak asusila? Ahh, sepertinya itu yang ditanamkan ke otak mereka, mungkin? Elf yang disana, aku berdoa untuk keselamatanmu....") pikir Liu Xiu sambil menyatukan kedua tangan, berdoa.
Walaupun dia tahu, berdoa untuk keselamatan nya saja tidak ada gunanya, tapi dia juga tidak bisa berbuat apa apa.
"Apa yang kau lakukan?! Cepat jalan!!" teriakan marah terdengar, dan tali di tangan Liu Xiu terasa ditarik dari depan.
Mereka semua hanya menurut, dan berjalan pelan, menuju pintu sebuah bangunan besar yang terbuat dari kayu, yang mana ada penjaga dengan tubuh besar di depan pintunya.
Di depan pintu, ikatan mereka dilepas satu persatu, dan diseret masuk ke dalam. Itu terjadi bergantian, hingga akhirnya giliran Liu Xiu datang.
("Apakah mereka benar benar percaya diri dengan kekuatan mereka? Berani sekali melepas ikatan orang orang ini disini. Yahh, kalau itu aku, aku bisa kapan saja memberontak dan melarikan diri sih...") pikir Liu Xiu, saat ikatan di tangannya lepas.
Dia sedikit mengelus pergelangan tangannya yang sedikit sakit, dan mulai berjalan.
Di belakangnya ada seseorang membawa pedang, yang diarahkan ke leher Liu Xiu, kalau kalau Liu Xiu memberontak dan kabur. Selain itu, di depannya, bahkan samping kanan dan kiri ada para Beast yang tampak kekar menjaga Liu Xiu.
Menyadari itu, Liu Xiu hanya tersenyum pahit, sambil menatap sekeliling.
"Apa aku boleh tahu kenapa hanya aku yang dijaga orang sebanyak ini?" tanya Liu Xiu sambil tertawa kering. Tidak ada yang menjawab, tapi orang yang dibelakangnya justru mendekatkan pedang ke leher Liu Xiu.
("Itu artinya aku harus diam, kah? Dan juga, sepertinya orang orang ini mewaspadai ku. Apa ada tempat khusus untukku?") batin Liu Xiu sambil mengawasi sekeliling.
Itu adalah bangunan yang sangat luas, tanpa sekat atau apapun. Jadi hanya sebuah aula yang penuh dengan kumpulan orang berambut putih disana.
Orang orang itu terlihat menjauh, ketika Liu Xiu dibawa ke tengah. Dalam wajah mereka ada ekspresi takut, dan juga penasaran. Mungkin bertanya tanya, apa yang Liu Xiu lakukan hingga dijaga oleh orang orang itu.
"Humm?"
Di tengah tengah ruangan itu, ada sebuah besi, mungkin mirip sebuah penjara. Karena ruangan itu cukup gelap, Liu Xiu baru menyadarinya ketika cukup dekat.
Itu adalah ruangan dengan ukuran 10 kali 10 meter, dengan pembatas besi di sekelilingnya. Dan dilihat dari cahaya yang melapisi besi itu, bayi bahkan akan tahu bahwa besi itu berbahaya.
Dalam ruangan penjara itu ada satu orang, yang hanya diam sambil menatap Liu Xiu, dengan beberapa senyum menggurat di wajahnya.
KRIEETT....
Setelah membaca mantra, seseorang membuka pintu itu, dan Liu Xiu didorong ke ambang pintu, dengan pedang yang masih mengarah ke lehernya.
"Hei." sebuah suara terdengar saat Liu Xiu masuk, membuatnya berbalik sesaat.
BUGHH!!
"AARGHH!!!!" teriakan Liu Xiu terdengar menggema di ruangan gelap itu, cahaya cahaya petir yang mengalir di tubuh Liu Xiu, yang terpental ke pinggiran penjara.
Apa yang terjadi?
Seorang Beast yang menjaga Liu Xiu tadi menendang Liu Xiu tepat di luka nya yang mengeluarkan darah, dan membuat Liu Xiu terpental, hingga ujung penjara, membuat Liu Xiu terkena serangan petir yang sangat kuat!
"B-bajingan, kau... A-aku akan me-mengingat wajahmu..." bisik Liu Xiu penuh kebencian saat mencoba bangun perlahan.
"Wha ha ha ha! Menggonggong lah sesuka hatimu! Itu pun jika kau bisa mencapaiku! Anjing bodoh! Tetaplah di tempatmu!" teriak Beast tadi, dengan tatapan merendahkan.