
"Ya! Aku melihat data data terlebih dahulu, kau tahu! Dan penghasilanmu sekali datang kemari, selalu tidak kurang dari 30 perak. Itu adalah hal yang harus diperhatikan guild master, lho!" Katanya menjentikkan jarinya.
"Apakah itu hal yang aneh? Aku hanya menjual apa yang aku dapat di dalam Dungeon. Karena aku tidak terlalu membutuhkan mereka, aku menjual semuanya. Aku butuh uang." Aku mengangkat alis.
Aku terus memainkan peranku dengan baik disini.
"Aku sudah memiliki beberapa peralatan yang cukup baik di sini. Dan juga, aku memiliki skill khusus yang dapat membawa sebanyak apapun item drop. Aku hanya memanfaatkannya." Aku mengambil teh, menurunkan maskerku. Tentu, aku tak lupa menutupi mulutku.
"Hmm, alasan biasa para petualang, ya?" Dia mengangguk.
"Walau begitu, kau berhasil mengumpulkan 30 perak. Itu sama dengan pendapatan beberapa bulan petualang tingkat B, lho!" Katanya. Mungkin dia ingin menginterogasi ku?
Maaf saja, kamu salah menginterogasi orang.
"Yah, itu sama denganku. Aku hanya bisa kemari beberapa bulan sekali. Tentu itu hal yang sepadan. Aku agak percaya diri dengan staminaku, kau tahu?" Kataku melipat tangan sambil mengangkat sebelah mataku.
"Baiklah baiklah. Sepertinya aku tidak akan mendapatkan apapun darimu, tapi aku akan mengharapkan banyak darimu, petualang Nier." Dia mengambil kartu baruku.
"Aku akan menjelaskannya singkat padamu disini." Dia menunjukkan kartu itu.
("Kartunya bertambah bagus? Apa itu hanya perasaanku?") Aku menatap baik baik kartu itu. Ada beberapa hal yang bertambah, terutama di baliknya. Dulu, kartu itu hanya ada tulisan di bagian atas, kini bertambah di sebaliknya.
"Seperti yang kamu pikirkan, petualang rank A adalah adventurer yang bisa dibilang berhasil dalam dunia ini."
"Ketika kamu masuk ke rank A, artinya kamu menjadi petualang kelas 2, dan juga sudah diakui oleh orang orang. Tidak peduli siapapun kamu, dari manapun asalmu, atau bahkan ras apapun kamu. Asalkan sudah mencapai rank A, tidak ada masalah dengan itu." Dia menjelaskan.
"Heeeh? Itu sangat luar biasa! Bagaimana mungkin perlakuannya bisa berbeda dengan kelas lainnya?" Aku penasaran.
"Tentu saja! Rank A hanyalah didapat oleh orang yang bekerja keras untuk menjadi lebih kuat! Biasanya orang akan membutuhkan waktu sekitar 5 sampai 10 tahun untuk mencapai rank A, tapi kau justru mencapainya hanya dalam 2 tahun."
"Selain itu, kau terlihat masih sangat muda. Betapa mengerikannya bakatmu, nak?" Dia mulai ngelantur ke beberapa hal.
Ya, walaupun dia bilang begitu, tapi statistik ku sebenarnya cukup rendah. Aku hanya bisa mengandalkan penguatan tubuh menggunakan sihir, atau menyerang dengan sihir.
Selain itu, aku cukup cakap dalam menggunakan pedang. Jika itu ditambah dengan Agility ku yang tinggi, mungkin akan menutup kekurangan dalam Strength.
Kenapa? Karena sepertinya aku tidak akan naik level lagi! Aku tetap stuck di level 28 sejak 4 tahun terakhir! Itu mengerikan. Sungguh.
"Baiklah. Jangan bertele tele. Apa keuntungan yang aku dapat setelah naik ke rank A? Tentu bukan hanya tambahan bonus untukku, bukan?" Tanyaku. Yap! Nier adalah orang yang matrealistis.
"Hmm kau sangat bersemangat ya! Baiklah akan kujelaskan."
"Pertama, tentu saja bonus untuk mendapatkan monster atau beberapa permintaan akan naik. Dan juga, ada pelarangan mengambil quest tingkat bawah, dari tingkat F dan E."
"Petualang rank A dapat masuk dengan mudah antar kota, tanpa perlu pemeriksaan lebih lanjut. Kau tinggal tunjukkan kartu guild ini, dan kau akan mendapat pelayanan yang hampir setara dengan bangsawan tingkat Baron." Aku terkejut.
Yahh, sejujurnya ada pemeriksaan menyebalkan di dunia ini. Namanya bola sihir. Itu sangat merepotkan karena itu bisa membeberkan title "Hero" ku. Kenapa?
Karena bola itu akan menyala merah jika dia memiliki catatan kriminal, putih untuk orang biasa, emas untuk bangsawan. Dan yang terakhir, akan berwana biru jika yang memegang memiliki gelar "Hero". Jujur, itu merepotkan ku.
Selain itu, bisa mendapat pelayanan layaknya Baron? Setinggi apa petualang rank A ini?
"Sebagai tambahan, kelas A dibagi menjadi 3. Bagian bawah, tengah, dan atas. Untuk mendapat perlakuan bangsawan, itu biasanya terjadi di rank A tengah. Tapi tenang saja. Aku mempromosikanmu langsung ke bagian itu." Dia tersenyum menggoda ku.
"Itu adalah hal seharusnya dikatakan di awal." Aku menyilangkan tangan sambil menutup mata.
"Selain itu, kau menyalahgunakan wewenang mu sebagai guild master untuk mempromosikan ku ke tingkat itu? Aku akan berhati hati denganmu." Aku menatapnya datar.
"Ya, jangan lihat aku seperti itu. Aku tahu kamu adalah orang yang hebat di masa mendatang. Aku tidak ingin melepaskanmu." Jawabnya sambil tertawa.
"Baiklah akan aku lanjutkan. Dari tingkat ini, rank A adventurer menerima kartu khusus, yang mana bisa melihat beberapa misi disini. Coba lihat!" Dia menyentuh bagian belakang kartu itu, dan tiba tiba itu bercahaya dan menampilkan hal mirip hologram.
"Menarik." Aku hanya bisa mengatakan ketertarikan ku pada kartu itu.
"Benar, kan? Disini, ada banyak informasi menarik. Seperti misi rank A yang ada di seluruh kerajaan, karena sebenarnya, Adventurer Guild adalah organisasi yang berdiri sendiri, dan keberadaanya tidak dapat ditentang oleh kerajaan manapun." Dia tersenyum kecut.
"Sederhananya, jika ada quest yang menarik buatmu, kamu bisa mengambilnya, dengan syarat kau datang ke Guild kota yang dimaksud dalam waktu satu hari. Quest itu akan disimpan untukmu."
"Dan juga, kamu akan mudah mendapat informasi lebih di Guild, seperti Dungeon yang baru, atau mungkin Dungeon yang runtuh." Dia meminum teh nya sebelum melanjutkan.
Itu semua terdengar sepele, tapi sebenarnya adalah hal yang sulit didapat. Seperti yang kubilang sebelumnya, infromasi adalah hal terpenting.
"Lalu, aku akan memberitahumu tentang cara naik rank."
"Kau perlu menangkap Dungeon rank A untuk naik ke rank A tingkat atas."
"Lalu untuk naik ke rank S, kamu bisa mengalahkan boss lantai atas di Dungeon rank S."
"Pilihan lain, kau bisa menangkap 10 Dungeon rank A untuk naik ke rank S Adventurer. Yahh, walaupun nantinya kau harus diuji di Dungeon rank S untuk membuktikan kekuatanmu." Dia menjelaskan itu dengan tenang.
"Menangkap, Dungeon?" Aku sedikit heran.
"A-ah. Kau harus menyelesaikan Dungeon, maksudku kau harus mengalahkan bos terakhir dari Dungeon." Katanya sambil menyipitkan mata.
"Bukankah itu mudah? Maksudku, aku bahkan bisa naik ke rank S hanya dengan membunuhnya 10 kali? Jangan bercanda dengan itu. Kalau begitu, semua rank A adventurer akan mudah naik ke rank S dengan cara itu!" Aku sedikit meninggikan nada suaraku.
"Mudah, ya? Luar biasa kau bisa mengatakan itu."
"Kau tahu, boss terakhir Dungeon itu jauh merepotkan daripada boss lantai biasa. Dungeon Sein, Dungeon kelas A, memiliki last boss yang bagus. Dia adalah ular berkepala tujuh, yang dapat beregenerasi dengan cepat."
(Hydra, kah? Aku ingat bagaimana cara Hercules mengalahkannya.") Aku mengangguk dalam diam.
"Dia juga memiliki skill petrification, yang bisa membuat tubuhmu membatu." Dia melanjutkan keterangannya.
"Walau skill itu dapat dilepaskan setelah beberapa waktu, tetap saja itu merepotkan." Si guild master itu mengakhiri ceritanya.
("Tunggu tunggu! Aku bingung jika harus melawan itu! Apa itu Hydra, atau mungkin Medusa? Sangat membingungkan.") Aku lebih khawatir tentang itu daripada cara melawannya.
Aku yakin bisa mengatasinya dengan ultimate skill [Bladefield of Wind], dan jika masih gagal aku bisa membakar lukanya dengan [Phoenix Dance].
"Humm itu mudah." Aku berbisik pelan sambil mengangguk.
"He? Apa yang kau ucapkan barusan?" Guild master itu terkejut. Mungkin mendengar sedikit kata kataku. Aku jadi salah tingkah sendiri.
"Ah ya, tidak. Oh ya! Apa ada yang pernah melawannya dan menang? Bahkan aku pun ingin tahu cara mengalahkannya."
"Jangan pikirkan itu dulu! Carilah teman dengan kelas yang sama denganmu untuk pertama tama, kau tidak berpikiran untuk mengalahkan boss Dungeon ini sendirian, bukan?" Dia menatapku dengan curiga.
Heh? Apakah memang last boss dari Dungeon ini memang benar benar sekuat itu?
"T-tentu saja." Aku sedikit mundur dengan itu, tapi aku tetap penasaran.
"Ya. Kau benar. Party rank A kota Cerida ini pernah menantangnya beberapa kali, tapi hanya berhasil menang tiga kali. Dengan itu, banyaknya rank A adventurer di kota ini semakin menipis." Pandangannya mulai menggelap.
"Heh? Yang benar saja? Sekuat itu kah dia? Lalu, bagaimana mereka bisa mengalahkannya dalam "tiga" kali itu?" Aku penasaran.
Dia sepertinya semakin dalam menunduk. Dan perasaannya menjadi buruk.
("Ah, aku menduga bahwa dia ada di dalam party rank A ketika semua itu terjadi. Dan mungkin itu adalah kenangan buruk untuknya.") Aku sedikit paham.
"Ah, anu. Apa kau bisa mendeskripsikannya? Bisakah kau bandingkan dengan monster lain?" Aku mencoba mengganti pertanyaanku.
Dia terdiam, lalu kembali tersenyum seperti biasa. Mungkin mengerti maksudku.
"Kau adalah orang yang pintar, ya? Hmm, kalau aku deskripsikan, dia 10 kali lebih kuat daripada monster minotaur di boss lantai ke 3. Dan 10 kali lebih merepotkan darinya." Jawabnya sambil menimang-nimang.
Hmm, aku tidak bisa membuat minotaur itu sebagai patokan. Dia mati dengan sekali serang olehku tadi.
Bahkan, aku bisa menghasilkan damage 10 kali jauh lebih besar tadi. Jelas itu tidak bisa dibuat patokan.
"Bagaimana jika dibandingkan dengan naga?" Tanyaku memiringkan kepala.
Karena ceritanya sangat menggambarkan bahwa monster itu sangat mengerikan, aku setidaknya harus membandingkannya dengan sesuatu yang pernah kulawan.
"Heh? Kau bertanya dengan sangat aneh. Apa kau gila?! Kau seperti pernah melawan naga sebelumnya!" Teriaknya sedikit menjauh dariku.
Ya! Aku pernah melawannya saat umur 6 tahun! Aku ingin bilang begitu, tapi memang tidak bisa, ya?
"Yahh, tidak. Aku kira ceritamu sangat luar biasa. Apa dia bisa dibandingkan dengan naga? Begitu saja kupikir?" Aku mengangkat kedua tanganku memasang pose tidak tahu.
Dia tertawa pelan, lalu kembali ke posisi semula.
"Analogimu terlalu jauh. Jika dibandingkan dengan naga, dia jauh lebih lemah. Tapi, dia lebih kuat dari wyvern, kerabat naga." Jelasnya.
("Lebih lemah dari naga, ya?") Aku mengangguk tanda mengerti, ketika tiba tiba pintu terketuk.
Sedetik kemudian Cathy muncul sambil menundukkan kepalanya.
"Maaf mengganggu pembicaraan anda, Guild master, Nier. Saya ingin mengingatkan guild master untuk tidak melupakan jadwalnya sore ini." Kata Cathy sambil kembali menunduk. Ahh, sepertinya guild master ini memiliki jadwa tersendiri.
"Oh ya! Kau benar juga. Aku terlalu asyik mengobrol dengan tuan Nier, jadi aku lupa waktu." Dia terkejut sambil menutup mulutnya.
"Jadi begitu, tuan Nier. Selamat sudah menjadi Adventurer Rank A tengah. Saya menantikan pencapaian yang bagus untukmu, tuan Nier.
Aku mengangguk, ketika ingat suatu hal yang harus kutanyakan.
"Tunggu. Satu pertanyaan." Aku berdiri mengikutinya.
"Dimana letak Dungeon, rank S?" Aku bertanya.
Serempak kedua orang yang ada di sana tersentak. Aku tidak tahu kenapa ini bisa menjadi hal yang mengagetkan di sini.
"Tadi kau mengatakan naga, sekarang Dungeon rank S. Apa sebenarnya yang ada dalam pikiranmu?" Ugh, itu cukup menyakitkan, guild master.
"Aku hanya melihat lihat sedikit. Aku juga bukan orang idiot yang berharap untuk mati." Aku menjawab dengan datar.
"Hum. Baguslah jika begitu. Dungeon itu berada di kota Furyuun." Aku tersentak.
"Tunggu tunggu! Bukankah disana hanya ada Dungeon rank B?" Tanyaku menghentikannya menggunakan tangan, sedikit panik.
"Ah, kau belum tahu, ya? Ada 3 Dungeon di sana. Dungeon rank B, Dungeon Rult. Lalu ada Rank A, Dungeon Cole, ditambah Rank S, Dungeon Weiss. Kau belum mengetahui itu?" Tanyanya menelisik.
Heh? Apa itu? Selama ini aku mendatanginya, dan tidak mengetahui itu?
"Guhuum! Jujur saja, aku tidak tahu. Tapi Furyuun adalah kota yang akan aku datangi selanjutnya. Jadi mungkin aku akan mampir." Aku sedikit batuk untuk mencairkan suasana.
Mereka hanya berpandangan, lalu tersenyum.
"Kalau begitu, saya undur diri. Oh ya, namaku Soraya. Aku harap kau mengingatnya." Dia mengulurkan tangannya.
"Huh! Sungguh urutan yang buruk. Kau harus mengenalkan dirimu di awal, tahu!" Aku sedikit mengejeknya, tapi tetap menerima jabatan tangannya.
Sepertinya aku beruntung, mendapat koneksi baru di kota Cerida ini.