
"Ini gawat..." Liu Xiu menggumam pelan.
Dia bersikap untuk mengambil langkah seribu dari wanita yang ada di depannya. Pasalnya, wanita itu terlihat benar benar marah.
"Biar aku jelaskan dulu! Kau tolong-"
BZZZTTTT!!!
Liu Xiu berusaha untuk mencegah wanita itu semakin mengamuk. Tapi, wanita itu tidak memperdulikannya, dan justru memberikan serangan petir kehijauan yang segera meledakkan tempat Liu Xiu berdiri.
Liu Xiu harus bergerak cepat ketika itu terjadi. Da tidak ada cara lain selain kabur.
Dengan begitu, Liu Xiu segera berlari secepat mungkin yang dia bisa. Dia meliuk ke kanan dan kiri, menghindari rentetan serangan wanita itu. Walau Liu Xiu sudah berjalan sangat jauh dikarenakan kecepatannya yang memang terlalu cepat, tapi dia selalu diarahkan kembali ke wanita itu oleh pepohonan.
Seakan hutan memihak wanita itu, selalu ada hambatan ketika Liu Xiu berlari, membuatnya berbelok dan kembali. Liu Xiu juga tak urung geram dengan itu.
Sampai tiba tiba, jatuh sebuah pohon di depan Liu Xiu untuk ke sekian kalinya.
"Aku tidak akan berbelok!!!" teriaknya sambil mengayunkan pedang Azantium di tangannya dengan cepat. Itu membelah Pohon besar itu dengan sempurna, sebelum akhirnya belahan itu membukakan jalan untuknya.
Wanita itu juga melihat kejadian, melihatnya terkejut. Karena pohon itu bahkan membutuhkan pedang suci untuk memotongnya, maka dia mengira pedang yang dibawa Liu Xiu bukan pedang biasa.
Kejar-kejaran itu menghancurkan hutan sangat luas, dan membuat langit malam penuh dengan ledakan dan cahaya cahaya yang mengerikan.
"Hentikan! Mari kita gencatan senjata!!" teriak Liu Xiu ketika bertemu dengan wanita itu untuk ke sekian kalinya.
Wanita itu masih tidak menggubris, justru kembali menyerang Liu Xiu dengan beberapa sihirnya. Berbeda dengan serangan yang awal, kini Liu Xiu menerima semua serangan itu, dan mementahkannya.
"Kau tahu, membunuhku sangat mudah. Kau hanya perlu satu serangan untuk melakukannya."
"Tapi untuk melancarkan satu serangan itu bukanlah yang mudah. Jadi, daripada kerugian yang dimiliki hutan ini semakin banyak, aku akan menyerah dan meminta maaf. Aku yakin ini adalah kesalah pahaman di antara kita." kata Liu Xiu sambil mulai mengangkat tangannya.
Tiba tiba, rusa itu datang entah dari mana. Dan Liu Xiu, walaupun dia terlihat mengangkat tangan, dia sudah bersiap apapun yang terjadi.
(Putri. Manusia itu terlihat menyerah. Apa bukanlah lebih baik kita mendengarkannya dulu?) rusa itu berbicara dengan menggunakan bahasa kuno.
(Tapi dia sudah melukaimu, Pulan. Aku tidak bisa memaafkannya.)
(Dia bilang ada kesalah pahaman. Mungkin itu benar. Saya juga tidak mengira bahwa ada manusia yang bisa mengalahkan saya, saya merasa benar benar terlalu lemah untuk menjadi penjaga hutan ini.) jawab rusa itu lagi.
Liu Xiu mendengar itu semua, membuat dia berpikir bahwa wanita yang dipanggil putri ini tidak mengerti bahasa normal, dan hanya bebicara bahasa kuno.
(Benar. Maafkan aku, putri. Aku benar benar tidak sengaja melukai teman anda.) Liu Xiu tiba-tiba masuk ke percakapan dengan bahasa kuno.
"Kau bisa bahasa kuno?!" teriak putri itu, kini dengan bahasa normal.
"Tentu. Aku bisa. Apakah itu aneh? Yahh, mungkin bisa dibilang aneh. Tapi tolong maklumi bagian itu. Dan aku juga ingin menjelaskan bagaimana ini semua bisa terjadi." jawab Liu Xiu dengan tenang.
Rusa itu dan sang putri saling berpandangan, dan rusa itu sedikit memberikan tanda mengangguk.
"Kau membuatku tampak bodoh untuk menggunakan bahasa kuno, bertujuan membingungkan mu. Baiklah. Jelaskan apa yang terjadi disini!" kata sang putri sambil menyilangkan tangan.
***
"Jadi kau bilang kau mengira bahwa Pulan adalah rusa biasa, dan kau menyerang dia untuk memburunya?!" tanya si putri itu.
"Dia sangat berbeda dari rusa biasa!! Kau bahkan tahu dengan melihat ukurannya, bukan? Bahkan mana mungkin ada rusa yang bisa menggunakan sihir seperti Pulan? Aku benar benar tidak bisa menerima itu." kata putri itu sambil sedikit menggerutu.
"Tapi memang kenyataan nya begitu." Liu Xiu sedikit mengambil nafas, lelah.
Seketika angin pelan berhembus dari belakang Liu Xiu, membuatnya sedikit terkejut. Namun, yang ada selanjutnya adalah ekspresi aneh dari sang putri, menatap Liu Xiu seperti orang asing yang aneh.
"Dia tidak berbohong? Bagaimana mungkin?" tanya putri itu pelan.
"Baiklah. Kalau begitu, apa urusanmu datang ke Hutan Ajaib? Apa kau ingin mencuri sesuatu? Atau kau ingin melakukan sesuatu? Jawablah dengan jujur, karena aku tahu jika kau berbohong!" tanya putri masih dengan nada keras.
Liu Xiu mengangguk perlahan, sambil tersenyum senang. Dia berpikir akhirnya bisa mengendalikan pembicaraan.
"Aku disini mengerjakan Quest dari Adventurer Guild."
"Tunggu! Quest?" putri itu dengan cepat menyambar kertas yang barusan dikeluarkan oleh Liu Xiu. Itu membuat Liu memiliki beberapa dugaan dan tersenyum.
"Tampaknya orang yang membuat permintaan itu tidak mengerti cara menulis dalam bahasa biasa. Jadi dia menulis Quest dengan huruf kuno. Jelas saja tidak ada yang mengerti, membuat Quest itu terpinggirkan dan tidak pernah ada yang mengambil." jelas Liu Xiu panjang lebar.
Dia terlihat sangat puas dengan itu, sedangkan putri di depannya menunduk dengan wajah merah karena malu. Pasalnya, dia yang menulis Quest itu.
"B-berisik! Ah, kalau begitu..." putri itu menyadari sesuatu.
"Kau datang untuk membantu kami?" tanyanya setengah berteriak. Liu Xiu sudah menyadarinya sejak mengetahui bahwa rusa itu, Pulan, bisa berbicara dan merupakan binatang ajaib.
Karena berdasarkan beberapa cerita, Hutan Ajaib berisi sesuatu yang tidak masuk akal dan beberapa hal lainnya.
"Tapi ada suatu masalah. Disini tertulis kami membutuhkan party, tapi kau seorang diri. Apakah kau tidak bisa membaca?" tanya putri itu masih dengan nada ketus.
Liu Xiu tampak berpikir sejenak. Dia melihat pedang Azantium di tangannya, dan Zadkiel yang dia sembunyikan di sakunya. Lalu dia menengok ke sekeliling, dan membandingkan kerusakan yang dihasilkan sihir putri itu dengan Zadkiel miliknya.
"Apakah aku saja kurang? Aku belum mengeluarkan seluruh kemampuanku di pertarungan tadi loh!!" kata Liu Xiu sambil mengangguk dan menutup mata senang.
("Itu bahkan belum seluruh kekuatannya? Apa dia benar benar manusia?") tanya sang putri sambil memandang Pulan yang sama terkejutnya.
"Uhun! Baiklah. Kalau begitu, kita akan berangkat ke desaku terlebih dahulu. Dari sana, aku akan menceritakan semuanya, dan termasuk apa isi Quest itu, dan juga alasan kenapa aku tidak bisa melakukannya sendiri. Kalau begitu, ikuti aku!" kata putri sambil melompat naik ke atas Pulan.
Sepertinya dia benar benar sudah memaafkan Liu Xiu, dan tidak memikirkannya lagi. Dan melihat Pulan sendiri, dia sudah sembuh total.
Itu memperlihatkan betapa luar biasanya sihir penyembuhan milik putri itu.
Liu Xiu juga berpikir demikian. Sekaligus dia sedikit penasaran dengan apa yang terjadi saat dia melawannya tadi. Dia ingin menanyakan bagaimana dia bisa menggerakkan hutan sesuai keinginan nya.
"Ini bertambah menarik." bisik Liu Xiu pelan sambil mulai melompat, mengikuti putri itu.