
"Sepertinya akan tidak sopan untuk saya menanyai namamu. Jadi saya akan memperkenalkan diri. Panggim saja saya Weiss, karena saya sudah lama menanggalkan nama keluarga saya." dia memperkenalkan diri.
Weiss, sudah kuduga dia akan muncul di sini.
Dia pasti akan datang karena ada potion MP 100% disini, dan tidak mungkin pihak pasar gelap tidak mengenalnya.
Dan tebakanku, dia pasti akan mengeluarkan berapapun biaya untuk potion 100% itu.
Tadinya aku hanya sedikit jijik ketika mendengar betapa aneh nya dia dari cerita Aina, tapi orang ini benar benar lebih menjijikkan ketika kami bertemu langsung.
"Weiss, mungkin aku akan mengingat namamu." aku hanya mengangguk.
"Sudah kudu-" kata katanya terpotong moderator.
"Baiklah! Saatnya masuk ke barang utama kami! Barang utama adalah potion MP 100%!" moderator itu berteriak bersemangat.
Semua orang juga terlihat berbinar, termasuk Weiss. Kalimatnya segera terhenti.
"Saya akan menghubungimu lagi nanti. Sekarang, bagaimana kita berlomba untuk mendapatkan benda itu?" tanyanya.
"Ide yang bagus!"
***
Akhirnya, aku dan Weiss bertarung harga untuk mendapatkan kelima potion itu.
Tentu saja, aku tidak sebodoh itu untuk membeli barangku sendiri, tapi aku hanya berpartisipasi untuk memeriahkan harga.
Dan seperti dugaanku, Weiss akan mengeluarkan uang berapapun untuk potion itu.
Pada akhirnya, dia membeli semua potion milikku.
Potion pertama dihargai 7 Platina, kedua 12 Platina, dan ketiga, keempat dan kelima secara berurutan adalah 13, 16, dan 17 Platina.
Jadi total aku mendapatkan 55 Platina.
Aku pikir ini adalah mimpi karena bisa mendapat uang sebanyak ini. Tapi sepertinya itu hanya sebagian bagi Weiss ini.
Mungkin aku harus mengeruk kekayaan dari Weiss ketika kejatuhannya nanti.
"Hei! Sambil menunggu, saya mengundang mu untuk makan di atas. Saya ingin membicarakan beberapa hal denganmu." dia sepertinya tertarik denganku.
Hmm, bahasa yang dia gunakan sangat aneh. Setengah sopan, setengah tidak.
"Baiklah. Sepertinya bukan hal yang penting, tapi aku akan mengikuti mu. Lagipula, sebelum pengambilan aku tidak memiliki jadwal apapun." aku hanya menggeleng sambil mengangkat tangan.
Sepertinya keberuntungan memang selalu berpihak padaku. Dengan begini, aku bisa lebih leluasa menjebaknya.
Aku dan Weiss pergi ke bar di bagian atas pelelangan. Itu akan lebih mirip dengan kasino di dunia lamaku.
"Baiklah. Kita sudah disini, apa kita tidak akan memesan sesuatu?" aku bertanya sambil mengangkat tangan, memesan pelayan.
Dia memesan alkohol yang menurut ciri cirinya mirip dengan Vodka, jadi aku memesan yang agak mirip Wiski.
"Alkohol disini benar benar enak. Aku yakin peraciknya bagus." aku menimang nimang gelas kecil di tanganku.
"Humm. Sudah kuduga kau memang memiliki selera yang bagus. Kau pasti orang luar Furyuun, bukan? Tidak. Walaupun kau orang luar sekalipun, pasti setidaknya kau pernah mendengar namaku walau sekali." dia mulai kembali memancingku.
"Benarkah? Aku tidak terlalu peduli dengan nama orang sebelumnya jadi aku tidak terlalu mengenalmu." aku hanya memicingkan mata.
Dia sepertinya sedikit curiga, tapi tersenyum.
"Yahh, orang biasa pasti sudah pergi dari tadi ketika melihat wajahku!" dua mulai membual.
"Kau tahu? Aku adalah kepala sekolah Akademi." dia mulai jujur.
Benar benar, apa dia sebegitu yakin dengan kemampuannya hingga membeberkan identitas nya sedemikan mudah? Atau jangan jangan dia hanya bodoh?
"Hoo? Apakah aku harus takut dengan itu?"
Aku mendecak, ketika dia sedikit terkejut.
"Hahaha! Benar benar menarik! Aku senang bisa bertemu denganmu! Jadi, siapa namamu dan apa yang kau lakukan di Furyuun?" dia mulai menginterogasi ku.
"Nama? Nama kah? Panggil saja aku Shin. Walau aku bilang begitu, kau tidak bisa memastikannya bahwa aku berbohong, bukan?" aku sedikit menyindirnya.
"Apa maksudmu?"
"Kau tahu? Aku jauh lebih kuat darimu. Jika kau tidak percaya, gunakan [Evaluator] mu padaku." aku mencoba membuatnya takut.
Dan benar, dia menggunakan skill nya, tapi jelas aku mudah memblokirnya.
"Kau lihat?"
"Apa? Kau memblokirnya!" aku pun tahu, bodoh!
"Hingga tidak bisa melihat status musuhmu, itu sudah menandakan betapa jauh kita berdiri. Mana mungkin aku takut pada orang sepertimu." aku kembali meneguk Wiski ku.
Suasana menjadi hening, sepertinya aku terlalu berlebihan.
"Yahh, tujuanku kemari hanya untuk melakukan suatu pekerjaan yang berhubungan dengan "anak anak" barusan." aku mengangkat kedua jari di masing masing tangan, menggerakkannya di atas kepalaku.
"Sudah kuduga! Saya juga memiliki pemikiran yang sama! Kau tahu ada keindahan tersendiri yang ada pada wanita berusia segitu?" katanya seperti melupakan masalah tadi.
Heh? Apa?! Dia masih berpikir aku sama sama bejat sepertinya? Maaf, tapi tidak!
"Yahh, terserahlah kau mau berkata apa. Aku tidak peduli. Aku tidak ada urusan lagi denganmu, jadi selamat tinggal." aku benar benar harus pergi dari sini!
Aku akan gila jika terus bersamanya!
"Tunggu! Siapa yang mempersilakan mu pergi?" Weiss mulai mengeluarkan sihir, menahanku pergi.
Sihir yang lemah, tapi dia cukup baik untuk menyusupkan sihir tanpa mantra. Walau aku juga bisa melakukannya, tapi itu adalah pengetahuan yang perlu dicari sendiri. Itu sangat sulit.
"Bukankah aku sudah memperingatkan mu? Aku jauh lebih kuat darimu. Jika kau tidak berhati hati, besok hanya namamu yang muncul di Akademi loh!" aku mengancamnya.
"Huh, hanya dengan skill bodoh itu tidak akan menipu saya. Saya tahu ada orang yang memaksimalkan [Evaluator Block] nya untuk menggertak!" dia mulai membuat sihir.
"Selain itu, saya tidak merasakan sihir atau kemampuanmu sedikit pun. Bisa jadi kau hanya besar omong saja!" dia seperti tidak terima.
Hmm, berarti aku cukup baik untuk menyamarkan keberadaan ku, sampai energi sihirku tidak terasa.
"Kalau begitu." aku mengaktifkan [Dragon Intimidate] padanya, yang langsung membuatnya terduduk, diam dengan wajah yang pucat.
"Itu baru sedikit dari kekuatanku. Apa masih ada pertanyaan?"
"K-kau, ras apa kau?" dia mulai terbata bata, tapi mendapatkan gaya bicaranya kembali.
"Aku? Aku ini manusia loh!" aku tersenyum sambil berkata jujur.
Dia terbelalak, mengangkat tangan seperti ingin menyerang ku, tapi dia mengurungkan niatnya. Sepertinya harga dirinya terlalu tinggi ketika mengetahui aku manusia. Tapi mengingat Intimidasi ku, dia mengurungkan niatnya.
"Apa kau, ada hubungannya dengan organisasi itu?" dia mulai menyebutkan sesuatu yang berguna.
"Aku tidak tahu organisasi apa yang kau maksud!" ya! katakanlah! Katakanlah tentang organisasi itu!
"Yahh, kau tahu? "Demon God Cult"?"
Baiklah. Dia mengatakan sesuatu yang menarik. Tapi dia hanya mengetahui sampai batas tertentu, jelas aku tidak tahu apakah informasi itu akan berguna.
"Entahlah. Siapa orang bodoh yang akan membeberkan informasi tentang dirinya sendiri?" aku sedikit mengejeknya.
Dia sedikit tersentak. Aku lihat wajah kesalnya, dan tangannya mengepal keras.
"Baiklah. Sesi pertanyaan selesai, selamat tinggal." Aku menaruh satu keping emas di meja, untuk membayar Wiski yang aku minum. Segera aku meninggalkan tempat itu, karena aku sudah mengambil keputusan.
Sedangkan Weiss yang kutinggal sedikit mendecakkan lidahnya.
"Ya. Sudah kuputuskan!" aku berjalan yakin.
"Aku akan menghancurkannya, dari kehidupannya, harga dirinya, pangkatnya, kekuasaannya, dan yang terakhir." aku tersenyum.
"Aku akan menghancurkan mentalnya."