
Liu Xiu masih menatap marah ke Beast itu, sambil terus memegang perutnya yang mulai mengeluarkan darah. Badannya pun terasa nyeri, ketika terlihat listrik masih sedikit menyambarnya dari kerangkeng itu.
Untuk membuat kesan kebencian yang dalam, Liu Xiu terus menatap ke arah pintu, sampai akhirnya pintu sebagai satu satunya sumber cahaya tertutup, dan kegelapan kembali datang ke sekelilingnya.
Setelah benar benar tidak ada penjaga di dalam, orang berada dalam satu sel dengan Liu Xiu mendekat. Tidak hanya itu, yang lain juga terlihat kasihan, mencoba mengecek keadaan Liu Xiu.
"Apa kau baik baik saja?" tanya orang satu sel di sebelah Liu Xiu.
Mengetahui itu, Liu Xiu tahu sekarang benar benar tidak ada pengawas.
"Hahh...." Liu Xiu sedikit menghela nafas, dan seketika, Liu Xiu melepas topengnya.
"He?"
Topeng? Tentu saja!
Sejak awal, dia berakting, terutama saat ditendang Beast tadi.
Tidak mungkin, Liu Xiu tidak dapat menghindari tendangan yang lambat itu. Memang, itu cukup untuk membuat luka di perut Liu Xiu terbuka lagi, tapi itu tidak akan cukup untuk membuat Liu Xiu bergerak, bahkan terpental sejauh itu.
Dengan kata lain, Liu Xiu bergerak atas kemauan dirinya sendiri, dan dia melemparkan dirinya ke besi itu atas kehendaknya.
Memang, itu menyakitkan. Tapi dia memiliki beberapa kemampuan untuk menahan serangan sihir, jadi itu adalah harga yang berani dia tanggung untuk tahu seberapa kuat sihir kerangkeng itu.
"Ehh? Apa kau tidak apa apa?" tanya orang di sebelah Liu Xiu dengan nada tinggi, penasaran.
"Jika aku tidak apa apa, berarti gelap sudah merusak matamu. Kau lihat lukaku ditendang, dan aku disetrum dengan sihir, bukan? Dan lagi, aku adalah manusia, kau tahu?" tanya Liu Xiu dengan datar.
Itu membuat lawan bicaranya cemberut, tapi dia menyobek sesuatu. Butuh waktu cukup lama, tapi Liu Xiu hanya membiarkannya.
"Ambillah ini, setidaknya itu bisa membalut lukamu." kata orang itu.
"Kain apa ini?! Jangan bilang kau..."
"Sudahlah jangan cerewet dan pakai saja!!" mendengar orang itu mulai kesal, Liu Xiu hanya menurut. Setidaknya, kain itu bisa melilit perut Liu Xiu, mencegah darah kembali keluar.
Tapi melihat itu, keadaan di sekeliling mulai sedikit mencair. Liu Xiu sedikit tersenyum, ketika itu terjadi, dan mulai menghadap orang di sebelahnya dengan benar.
Di sebelahnya adalah seorang Priest, yang berambut putih (tentu saja) dan sayap yang disembunyikan.
Sekilas, dia benar benar terlihat seperti malaikat, asalkan menggunakan pakaian yang bagus, bukannya kain yang tampak compang camping seperti ini.
Liu Xiu sedikit menimang nimang, kenapa Priest ini bisa berada di satu sel dengannya. Tidak, sejak awal, kenapa hanya dia dan priest ini yang dikurung di dalam sel?
"Humm. Baiklah. Terima kasih atas kain yang kau berikan. Mungkin akan lebih baik jika kau menyembuhkan ku, karena kau seorang Priest. Tapi setidaknya itu sudah cukup." kata Liu Xiu mencoba memulai percakapan.
"Hufft. Kau harusnya sudah tahu. Kita semua tidak bisa menggunakan skill, bukan? Dan aku tidak bisa menyembuhkan mu tanpa itu." jawab wanita itu masih sedikit kesal.
Liu Xiu terdiam sesaat, mengingat sesuatu.
("Itu benar. Skill harusnya di segel, bukan? Tapi kenapa? Kenapa waktu itu aku bisa mendengarkan percakapan mereka dengan jelas?") pikir Liu Xiu.
Itu membuat Liu Xiu dian beberapa saat, mengabaikan Priest yang ada di sebelah nya.
"Hei. Jangan tiba tiba diam... Kau tampak menakutkan, tahu?" katanya.
"Apa itu? Mengatakan bahwa orang lain menakutkan, apakah itu pantas diucapkan untuk orang yang baru saja bertemu?!" kata Liu Xiu berpura pura marah.
"Aku benar benar tidak ingin mendengarnya dari mu." ejek Priest itu sedikit kesal.
Liu Xiu tidak menjawab, dan hanya diam sambil menatap tajam.
"Kau. Priest disana. Coba sembuhkan aku." kata Liu Xiu cepat.
"Heh? Apa yang kau maksud? Bukanlah aku sudah bilang semua skill kita disegel? Dan juga, namaku bukan "Priest disana"!! Namaku Shun Lia!! Panggil namaku dengan benar!!" teriak Priest itu, sedikit marah.
Shun Lia, memalingkan wajah, tampak kesal. Tapi Liu Xiu hanya menghela nafas, mengalah.
"Baiklah, Shun Lia. Boleh kalau aku panggil Lia? Aku pikir itu akan lebih mudah. Dan juga, apakah aku harus memperkenalkan diri terlebih dahulu?" tanya Liu Xiu sambil memperbaiki posisi duduknya.
"Lakukan sesukamu." jawab Lia.
"Baiklah. Namaku adalah Liu Xiu. Aku adalah manusia, dan aku adalah Adventurer. Ngomong ngomong, aku adalah Adventurer yang ditunjuk oleh kota Fuheng, kau tahu?" kata Liu Xiu sambil tersenyum misterius.
Jelas, hampir semua orang terkejut mendengar itu. Bukan hanya yang memperhatikan cerita Liu Xiu, tapi bahkan yang tertunduk tidak peduli sekarang juga mengangkat wajahnya.
"Tunggu. Katamu, kau adalah Adventurer? Dan lagi, perwakilan dari kota besar seperti Fuheng? Bukankah kau seharusnya sangat kuat?" tanya Shun Lia dengan wajah bingung.
"Entahlah. Jangan pikirkan itu, lebih baik pikirkan yang sekarang." Liu Xiu mendekat, lantas duduk di sebelah Lia.
"Sekarang, coba sembuhkan aku." ucap Liu Xiu lagi.
Lia menghela nafas, tampak lelah. Tapi mau bagaimana lagi, Liu Xiu tampak memaksa, dan kalau tidak menunjukkannya langsung, Lia berpikir Liu Xiu tidak akan percaya.
"Baiklah baiklah!" dengan begitu, Lia mendekat, mengarahkan tangannya ke luka Liu Xiu, walau dengan setengah hati.
Beberapa orang penasaran, dan mengamati Liu Xiu dan Lia dengan cermat.
"[Heal]!" ucap Lia, setelah mengarahkan tangannya. Tidak ada yang terjadi, bahkan setelah mereka semua menunggu selama beberapa detik. Lia menghela nafas, seperti sudah menduga ini, dan bersiap menarik tangannya.
"Tunggu!" Liu Xiu berteriak, menahan tangan Lia agar tidak menjauh dari luka nya. Sontak, Lia ingin memberontak, tapi tiba tiba terjadi sesuatu yang mengejutkan.
Dari tangan Lia, tiba tiba muncul sebuah sinar, yang mulai menyembuhkan luka Liu Xiu!!
"Bohong.... Ini tidak mungkin!" bisik Lia dengan wajah tidak percaya.
Memang, bahkan orang-orang yang ada di sekeliling melongo, melihat sebuah keajaiban yang terjadi di hadapan mereka. Beberapa dari mereka segera berdiri, dan mencoba beberapa skill mereka. Tapi tetap, itu tidak bisa diaktifkan.
"Pertahankan seperti ini terus. Sebentar lagi, lukaku pulih." kata Liu Xiu, sambil mulai melepas tangan Lia perlahan.
"Bagaimana mungkin? Apa yang kau lakukan? Bagaimana ini bisa terjadi?" tanya Lia, benar benar bingung. Sementara itu, Liu Xiu hanya tersenyum misterius, sambil mengangguk puas.
"Aku akan jelaskan nanti. Juga pada kalian semua." kata Liu Xiu, sambil menengok ke luar kerangkeng.
Ada banyak orang yang terlihat cerah mendengar itu. Tapi ada juga yang menatap Liu Xiu dengan wajah curiga. Bagaimanapun, Liu Xiu baru saja datang ke penjara ini, dan mengatakan beberapa hal baru. Tentu, orang yang berhati hati tidak akan mempercayainya begitu saja.
("Humm. Kalau mereka adalah anak anak di kehidupan yang sebelumnya, aku penasaran apakah umur mental mereka berkembang atau tidak. Tapi aku harap, mereka berkembang secara mental.") pikir Liu Xiu, sambil sedikit tersenyum.
Sementara itu, luka di perut Liu Xiu mulai menutup. Beberapa luka kecil lainnya juga mulai pulih, bahkan Liu Xiu merasa lebih sehat dari biasanya.
("Memang luar biasa. Seperti yang diharapkan dari seorang Priest, dia memiliki kemampuan menyembuhkan yang diluar nalar. Apakah dia bisa menggunakan [Sanctuary]?" tanya Liu Xiu dalam hatinya.
Luka luka Liu Xiu sudah hilang. Dia lantas berdiri, menggerakkan bahu tangannya, mencoba beberapa gerakan.
Liu Xiu mengangguk puas, dan tersenyum mengacungkqn jempol.
"Benar! Ini bagus! Sudah kubilang kau bisa melakukannya!"
Terjadi hening sesaat. Semua orang masih saling berpandangan dengan tidak percaya. Terutama Shun Lia, yang masih belum bisa sadar dan terus menatap tangannya kebingungan.
"Apakah karena ini kau dikerangkeng seperti ini?" tanya Liu Xiu berusaha memulai pembicaraan, lagi.
"A-aku tidak tahu. Sejak pertama kali aku dibawa kemari, langsung dimasukkan kesini. Itu mereka hanya kesal padaku, tapi aku pikir ada sesuatu yang khusus sekarang." jawab Shun Lia sambil masih sedikit bingung.
Liu Xiu tidak mengerti, dan mencoba menganalisis lagi. Apa yang membuat Lia berbeda.
"Hummm, apa kau pernah diberi tahu sesuatu tentang energi kehidupan, atau bahkan kau pernah mempelajari nya?" tanya Liu Xiu.
"Yahh, setelah kau mengatakannya, seperti nya memang pernah. Saat aku pertama kali sampai di Kerajaan Afsel, ada orang aneh yang mengatakan bahwa energi kehidupan yang sangat tinggi, dan ingin menjadikanku sebagai muridnya."
"Tapi karena terdengar seperti sebuah penipuan, aku tidak menjawab dan hanya berlari pergi." cerita Shun Lia sedikit memutar matanya.
Mendengar itu, Liu Xiu hanya menepuk jidat, lelah. Tapi berkat itu, dia mengerti alasan kenapa Lia berada di sel ini sekarang.
("Itu pasti karena dia adalah Priest, jadi jelas sihirnya berada diatas rata rata, ditambah energi kehidupannya, membuat dia dikira seorang ahli yang berbahaya, kah?") tanya Liu Xiu dalam hatinya.
Tapi dia bersyukur, kesalahan kecil dari musuh bisa berguna seperti ini, dia tidak tahu apakah ini hanya keberuntungan saja.
Liu Xiu menghadap ke luar sel, dan mendapati banyak orang yang menatapnya dengan heran, seperti meminta beberapa penjelasan.
Liu Xiu yang sudah berdiri mengangkat kedua tangan, menghadap ke orang orang itu.
"Hufft. Baiklah baiklah. Aku akan berusaha menjelaskannya. Tapi jujur saja, jika aku menjelaskan ini, ada harga yang harus dibayar untuk tubuhku..." kata Liu Xiu.
Apa tujuannya? Jika orang mengira Liu Xiu berkorban untuk memberi tahu kan ini pada mereka, simpati mereka jelas akan bertambah.
Selain itu, Liu Xiu ingin memberi tahu mereka sebuah kenyataan.
"Kalian pasti bertanya tanya, bukan? Bagaimana? Kenapa? Siapa aku? Atau bahkan pertanyaan pertanyaan lainnya, bukan? Yahh, itu salah satu tujuanku disini, tapi mungkin kalian semua sudah tahu." Liu Xiu tersenyum dan mengambil nafas.
("Yahh, ini sudah saatnya untuk memberitahu bahwa mereka semua adalah Reinkarnator.")