
"Ahh, aku belum sempat bertanya tentang keuntungan yang kudapatkan ketika menjadi rank S Adventurer. Tapi menurut perkiraan ku, itu akan jauh lebih baik daripada rank A." Aku hanya bisa menggerutu ketika berjalan di jalanan kota Cerida.
Aku sudah pergi beberapa waktu lalu dari Adventurer Guild ketika Soraya pergi meninggalkan kami. Tentu dengan iringan selamat dari Cathy.
Dan sekarang, aku kembali dari penyamaran ku sebagai Nier, kembali menjadi Ren. Dan pasti, aku juga menutupi jati diriku.
Aku berniat kembali ke kereta, karena waktu sudah menunjukkan semakin sore. Walau target kami sampai di Furyuun pada malam hari, tapi aku ingin menikmati sore di Furyuun. Selain itu, jarak dari Cerida ke Furyuun tidaklah jauh.
"Paman Kurls!" Aku berlari menghampiri pria paruh baya yang sedang mengaitkan tali kembali ke kuda.
Mendengar suaraku, Aina segera melompat keluar kereta. Dia sedang dibalut dengan perban, jadi tidak bisa berjalan dengan baik.
Tapi dia justru berlari kemari.
Sebab itu, dia sedikit terhuyung dan jatuh. Untung aku bisa menangkapnya sebelum dia benar benar jatuh ke tanah.
"Selamat datang kembali, kakak! Aina sudah sangat lama menunggu kakak!" dia memelukku sambil tersenyum di bawah balutan perban yang hampir menutupi mata kirinya.
"Umm, seperti nya aku tidak pergi terlalu lama. Bagaimana dengan luka lukamu? Selain itu, apa paman Kurls melakukan sesuatu padamu?" aku mengelus kepalanya.
Uwahhh!!! Rambutnya benar benar lembut! Aku sangat tahu ini! Aku ingin terus mengelusnya!
"Tidak! Dia sangat baik. paman Kurls merawatku dengan baik. Luka luka ku juga sudah dia tutup!" teriaknya senang.
Aku tersenyum lega. Seperti yang aku duga dari paman Kurls! Aku sangat senang mendengar itu.
"Ah, selamat datang kembali, tuan Ren. Maafkan saya karena tadi tertidur ketika anda datang, tolong maafkan saya atas ketelodaran saya." Katanya membungkuk dalam dalam.
Aku melihat ke belakangnya. Terlihat kereta kuda yang sudah rapi, dan kuda yang tampak senang terparkir di sana.
"Tidak tidak. Kau juga pasti perlu istirahat, bukan? Selain itu, sepertinya kamu sudah akrab dengan Aina? Aku senang kamu bisa merawat nya dengan baik. Aku agak bertanya tanya, sebelum ini, siapa yang kamu bawa sebelum aku?" Aku menaruh tangan ke dagu, mencoba terlihat berpikir.
"Sebelum anda, saya menjadi supir dari Tuan Muda Bors, Tuan muda." Katanya membungkuk.
("A-ah, dia ya?") Mungkin ekspresi bermasalah ku terlihat jelas, membuat Kurls tertawa pelan melihat ini.
"Nah! Kau memanggilku "Tuan Muda" lagi, ya! Kalau begitu," aku melompat naik menuju kereta kuda, dan mengendalikan kuda itu dengan mudah.
"Ayo naik! Aku ingin sampai ke Furyuun sebelum gelap!" Aku berteriak pada Kurls untuk mengajaknya pergi.
"Anda memang tidak bisa berubah, ya?" Jawabnya dengan menggelengkan kepala.
Aina hanya melihat kami dengan aneh.
Kami segera berangkat setelah itu, dengan dua kusir di depan, dan kereta yang diisi Aina. Cukup, tidak. Sangat aneh memang, tapi aku senang bisa menjadi kusir. Karena angin yang datang sangat menyegarkan.
***
"Nak Ren, kamu sepertinya harus segera masuk ke dalam kereta sekarang. Apa kamu tidak ingat apa yang terjadi beberapa bulan lalu?" Paman Kurls mengungkit perjalananku sebelumnya kemari.
Saat itu, kami diberhentikan karena membawa kereta yang kosong. Setelah beberapa penjelasan, akhirnya kami berhasil pergi.
"Ah, uhm baiklah." Aku segera menghentikan kuda, lalu melompat turun dan masuk ke dalam kereta.
Perjalanan yang menyenangkan. Jalan nya tidak, memang. Tapi pemandangan dan pengalaman sekitar yang aku dapatkan, itu sangat menyenangkan.
Tak terasa kami sampai dengan cepat, walaupun jarak Cerida dengan Furyuun tidak jauh.
Aku berjalan masuk ke dalam kereta karena akan terjadi masalah jika aku tetap di atas tempat kusir.
"Oh ya, kurasa aku belum mendengar suara Aina. Apa dia tertidur?" aku membuka pintu. Terlihat Aina yang tertidur dengan tenang.
Ahh, rasanya sangat nyaman ketika melihatnya tidur seperti ini.
Tapi mau bagaimana lagi, aku ingin mengurus luka lukanya dan melepas "Seal" nya. Aku harus melakukan nya di sini, karena nanti aku akan sibuk untuk melakukan beberapa urusan.
Selain itu, aku akan meminta paman Kurls untuk membuatkan atau mungkin mencarikan pakaian bangsawan untuknya.
Karena kemungkinan besar, aku akan membawanya ke Akademi.
Jika aku membawanya ke akademi, aku hanya bisa membuat dua penyamaran, yaitu Aina sebagai saudaraku atau Aina sebagai pelayanku.
Aku tidak ingin di cap aneh, jadi aku akan sebisa mungkin menghindari pilihan kedua.
"Aina. Bangunlah. Kita segera sampai." Aku menepuk lembut kepalanya.
Uhh, jika aku terus melakukan ini, aku akan ketagihan untuk bisa menyentuh rambutnya! Ini bahkan lebih halus dari kapas!
Rambut Aina, mengerikan!
"Uhmm?" dia menggeram pelan ketika mendengarku, lalu melihat ke sekeliling.
Sampai akhirnya dia melihatku, lalu wajahnya terlihat panik..
Dan sedetik kemudian, dia bersujud.
"Ma-maafkan aku, tu-tuan! A-aku te-tertidur!! To-tolong jangan hu-hukum aku!!" dia berteriak sambil tergagap.
Oi oi! Kau pikir siapa aku? Tidak, tunggu. Apa ini juga salah satu efek trauma dari masa lalunya? Apa ada sesuatu pada zaman dahulu?
Oh ya, kupikir aku belum melihat luka dibalik bajunya? Apa ada sesuatu?
"Jangan menangis. Sekarang aku bukanlah tuanmu. Kamu sudah bebas sekarang. Sekarang kamu sedang mengikutiku sebagai teman seperjalanan!" aku. erusaha menghiburnya.
Entah di kehidupanku dulu atau sekarang, jujur saja aku tidak ahli dalam menghibur.
Malah terlihat mengerikan.
Tapi setidaknya aku sudah berusaha, bukan?
"Ka-Kakak?" dia mengangkat wajahnya pelan, melihatku. Humm, sepertinya kesadaran nya mulai kembali.
"Ka-"
"Tunggu! Kita tunda apapun yang ingin kau lakukan padaku. Saat ini, aku ingin mengecek tubuhmu." Aku mengatakannya, dan wajahnya memerah, seperti akan meledak.
A-Ahh, seperti nya aku salah menggunakan kata kata.
"A-Aku tidak tahu kalau kakak sebenarnya memiliki hobi seperti itu. Tapi jika kakak yang meminta-" dia mulai melepas pakaian atas nya.
"Tidak, maafkan aku. Ini salahku. Maksud ku, aku ingin menyembuhkan luka luka mu." aku berusaha mati matian berwajah datar untuk bisa menyembunyikan rasa malu.
Skill [Poker Face] terima kasih!!!
"Jadi?" uhh, anak ini. Dia masih saja bertanya!
"Pakailah lagu pakaianmu. Itu mulai mengerikan." aku masih tetap berusaha berwajah datar. Hufft, paling tidak, aku berhasil melalui ini.
Aina juga langsung memakai pakaian nya yang sudah sedikit turun. Aku harus menggaris bawahi ini. Hanya sedikit! Ya!
"Jadi, kakak lebih suka yang besar ya?" dia menggumam pelan.
"Ahh, berisik! Persetan dengan itu, aku akan mulai untuk menyembuhkanmu!" kini aku benar benar tidak bisa menahan diri untuk tidak menjawab.
Beruntung, wajahku masih bisa bertahan seperti awalnya!
Baiklah. Sekarang, aku butuh sihir yang bisa mengembalikan luka apapun menjadi sebelumnya. Ini adalah sihir yang harus bisa mengembalikan bagian tubuh sekalipun.
Di dunia ini, sihir penyembuhan hanya bisa menutup luka biasa, menghentikan pendarahan, atau paling kuat menghilangkan penyakit.
Sebetulnya, bahkan aku tidak paham bagaimana sihir penyembuhan bisa menyembuhkan penyakit. Jujur, itu aneh.
Tapi aku pernah membaca, sebuah sihir penyembuhan yang besar mampu mengembalikan bagian tubuh yang hilang. Tapi jelas, sihir itu tidak ada di dunia ini sekarang, dan dianggap sebagai sihir mitos.
Bahkan dikatakan bahwa sihir itu hanya bisa dilakukan oleh Pahlawan dari dunia lain.
Walau begitu, aku bisa membuatnya kembali.
Aku mengetahui struktur manusia, dan apa yang menyusun nya. Jadi aku berharap bisa melakukannya.
Dengan kata lain, Aina adalah percobaan pertamaku.
"Baiklah, Aina. Aku akan memulainya!" aku sedikit berkata keras. Aku berusaha fokus untuk mengerahkan sihir cahaya ku ke arah Aina.
("Semoga ini berhasil!") aku hanya bisa berharap demikian.
Tapi sedetik kemudian, muncul cahaya sangat terang. Bahkan aku mengira itu adalah ledakan nebula yang sampai di tanganku!
Jelas itu mengejutkanku, bahkan cahaya terang sampai menembus keluar kereta, membuat kuda kuda berteriak.
Sontak, paman Kurls menghentikan kereta dengan segera.
"Apa yang terjadi, tuan muda?!!" teriak Paman Kurls sambil melongok ke dalam kereta. Jujur saja, aku masih buta saat ini, sampai bahkan semua dunia terasa putih!
Apa aku mati sekali lagi karena sihirku?
Tapi setelah beberapa saat, aku tidak mendengar lagi suara Kurls. Dia diam? Dan beberpaa detik kemudian, aku berhasil mendapatkan penglihatan ku kembali.
"Paman Kurls? Ai-aina?!!" aku tidak bisa untuk tidak berteriak untuk ini!!
Perban mulai turun dari kepalanya, dan telinga yang sedikit hilang sudah mulai kembali. Beberapa goresan mengerikan di wajahnya sudah menghilang. Aku tidak tahu dengan luka yang tertutup perban di tangannya, tapi aku berharap itu sama dengan yang ada di kepalanya.
(Ket: Ya ya Author tahu ini karakter dari light novel JP, tapi Aina ini sebenarnya terinspirasi dari dia. Dan Author ga bisa nge-gambar sendiri :D)
•
•
Aku benar benar tidak bisa berkata kata. Sama dengan paman Kurls yang sedari tadi terdiam. Karena memang, seluruh tubuh yang hilang dikembalikan kembali, dan semua luka Aina menghilang!
"Tuan muda, aku tidak tahu apa yang anda lakukan, tapi sepertinya anda melakukan hal yang gila!" Kurls memuji setengah meledekku.
Aku hanya tidak bisa bereaksi dengan itu.
"Ka-Kakak?" Aina tidak tahu apa yang harus dia lakukan. Dan itu adalah reaksi yang wajar.
Ini adalah sebuah sihir yang mengerikan.
Akan kunamakan, [Sanctuary]