
Ditambah dengan cahaya bulan yang menerawang masuk dari sela sela puing, membuat ini menjadi lebih indah.
Liu Xiu segera mengecek keadaan ketujuh wanita yang sudah dia beri potion tadi, tapi sepertinya tidak ada yang dalam keadaan baik. Semuanya dalam keadaan kritis, dengan tubuh yang mulai diwarnai hitam.
"Sial! Apakah aku harus kehilangan mereka setelah semua yang aku lakukan?" kata Liu Xiu sambil mengangkat mereka satu per satu, mengumpulkan mereka.
"Itu membuatku merasa tidak berguna setelag menyelamatkan mereka, jadi tolong jangan lakukan itu."
Liu Xiu dengan rutin mengecek keadaan semua orang. Dan yang sekiranya berbahaya, dia meminumkan potion penyembuh pada mereka satu persatu. Walaupun mustahil untuk mereka meminumnya dalam keadaan tidak sadar, tapi Liu Xiu melakukannya dengan berbagai cara.
Seperti mencekoki mereka.
Terdengar aneh memang, tapi itu benar benar terjadi
DRAP DRAP!!
Terdengar suara langkah kaki besar yang menggema di seluruh hutan. Liu Xiu tersenyum, sambil memandang lubang yang tercipta. Dan... Brak!!! Bangunan itu diruntuhkan oleh pemilik langkah kaki itu, dan bangunan itu berubah menjadi beratapkan langit.
Liu Xiu segera bergerak menendang semua puing yang jatuh, sehingga tidak menimpa siapapun.
Selain itu, dia berniat untuk melindungi kebun bunga itu, karena dia tidak ingin keindahan kebun bunga itu terganggu oleh puing.
"Anda memang luar biasa, tuan Liu Xiu." suara berat yang berwibawa terdengar keras.
"Ya, Pulan. Kau datang tepat waktu. Bisakah kau membantuku membawa mereka semua? Ini benar benar darurat!!" kata Liu Xiu sambil menunjuk ketujuh wanita itu.
("Wanita itu, kalau tidak salah, mereka yang dikendalikan oleh Ilmuwan itu. Apakah dia ingin menyelamatkan mereka? Itu cukup aneh.")
"Jika itu permintaan anda, tuan." kata Pulan sambil menunduk.
Liu Xiu segera bergerak cekatan untuk memindahkan semua wanita itu ke atas tubuhnya dalam beberapa kali lompatan. Setelah itu, Liu Xiu memberi tanda untuk segera berlari.
Pulan berlari, tapi yang berada di atasnya sangat nyaman. Tidak ada goncangan yang mengerikan, padahal cara Pulan berlari juga tidak sangat hati hati. Itu membuat Liu Xiu sedikit paham kenapa Xi bisa menaikinya dengan mudah.
Oleh karena itu, Liu Xiu segera sampai ke Pohon Dunia dengan cepat.
"Selamat datang, pahla-"
"Xi! Tolong kemari cepat!!" teriak Liu Xiu dengan nada khawatir. Itu membuat Xi sedikit bingung, dan segera melayang menghampiri Liu Xiu.
"Kenapa? Humm?" tanya Xi ketika melihat ketujuh wanita di atas Pulan.
"Apakah kau memiliki sihir untuk menyelamatkan mereka? Tolong lah!! Hanya mereka yang bisa aku selamatkan dari orang itu!!" ucap Liu sambil melompat membawa meraka ke teras yang ada di Pohon Dunia.
"Hummm... Apakah karena mereka semua perempuan, jadi kau ingin menyelamatkan nya? Ohh begitu... Aku sangat mengerti..." jawab Xi.
Dari nadanya, dia terdengar kesai. Bahkan dia terang terangan menyilangkan tangan sambil cemberut.
"Hahh?!! Aku tidak mengerti maksud mu, tapi hanya ada mereka yang tersisa! Setidaknya, aku bisa menebus rasa bersalahku dengan menyelamatkan mereka!!" jawab Liu Xiu setengah berteriak, sementara Xi hanya menghasilkan suara "Hmmphh!!" sambil memalingkan muka.
Tapi beberapa saat kemudian, Xi menyerah dan mengambil nafas.
"Baiklah. Aku percaya padamu. Biar aku lihat..." Xi mengangguk sambil mendekat ke ketujuh orang yang pingsan itu.
"Humm. Jadi begitu. Baiklah ini mustahil."
"Hah?!!"
"Uhmm.... Bagaimana mengatakannya, untuk menyelamatkan mereka, kita harus membuat mereka beradaptasi dengan Dark Magic itu sendiri. Sementara itu, aku yang tahu bagaimana cara menyelamatkan mereka tidak bisa bersentuhan langsung dengan Dark Magic. Ini adalah perputaran yang menjengkelkan." jawab Xi sedikt sebal.
Liu Xiu meringis mendengar cerita Xi, tapi dia masih mengecek keadaan setiap orang dengan baik.
"Mungkin ada, tapi itu berada di luar jangkauan ku. Maafkan ketidakberdayaan ku ini." jawab Xi sambil menunduk sedih. Walau sikapnya di awal seperti kesal dengan Liu Xiu, tapi Xi juga berniat untuk menolong mereka semua sejak pertama kali melihat mereka. Jadi ini juga menyakitkan untuknya.
("Sial. Ini karena aku tidak bisa menggunakan sihir!!") teriak Liu Xiu dalam hatinya.
Tapi saat muncul keputus asaan dalam hati Liu Xiu, tiba tiba muncul sebuah cahaya, benar benar cahaya dari Pohon Dunia.
Cahaya itu bersinar terang, dan menyelimuti Liu Xiu, Xi, Pulan, dan bahkan ketujuh wanita sekarat yang dibawa oleh Liu Xiu. Liu Xiu terheran dengan itu semua, dan menatap Xi dengan mata penuh tanya. Tapi Xi hanya menggeleng, seperti mengatakan bahwa ini bukan pekerjaannya.
Jadi Liu Xiu hanya menatap penuh tanya ke atas langit, dan mencoba menebak nebak kemana mereka akan dibawa pergi.
("Yang menurut ku cukup aneh adalah cahaya itu. Cahaya itu memiliki warna yang sama dengan gelembunh pelindung di sekitar kami, jadi kemungkinan terbesar ada seseorang di atas sana. Tapi bahkan Xi tidak tahu siapa, bagaimana mungkin ini bisa terjadk?") tanya Liu Xiu dalam hati.
Mereka terus bergerak, dan benar saja. Mereka dibawa ke tempat cahaya bersinar terang iu, tepatnya di ujung daun Pohon Dunia.
Itu memakan waktu cukup lama untuk sampai di sana, karena memang sangat, tidak. Terlalu tinggi untuk bisa dilihat oleh mata. Karena secara teknis, itu benar benar tertutup awan.
Mereka sangat terkejut ketika sampai di puncak pohon itu.
Ada sebuah altar besar yang yang sangat indah, dengan beberapa air mancur yang menhiasi altar itu. Dan juga, tentu dengan beberapa tangga dan bangunan mirip katedral.
Itu membuat mereka tahu tujuan mereka selanjutnya.
Liu Xiu sebenarnya ingin menjelajah sedikit lebih jauh, karena ini adalah tempat yang belum pernah dijamah oleh siapapun, bahkan Xi yang merupakan Fairy sendiri.
Tapi itu terlihat seperti tidak menghormati Xi, jadi Liu Xiu mengurungkan niatnya.
"Ini benar benar luar biasa!!" kata Liu Xiu.
"Ya. Ini pertama kalinya aku ke sini." Xi hanya menjawab dengan mulut ternganga, takjub dengan itu semua. Mendengar itu, Liu Xiu hanya tersenyum kecut, karena ini sudah ke 4 kalinya Xi mengatakan hal yang sama.
Ngomong ngomong, Pulan memilih untuk tidak ikut, dan menjaga ketujuh tubuh wanita itu karena dia merasa asing dengan tempat ini.
Mereka berdua berjalan, tapi sepertinya terlihat Xi yang paling takjub melihat itu semua.
Dia bahkan tidak memperdulikan jalan di depannya, dan hanya berjalan menaiki tangga perlahan sambil melihat ke sekeliling dengan mata yang berbinae. Itu membuat Liu Xiu sedikit menarik nafas, dan segera berdiri di depan Xi.
"Hei." Liu Xiu menarik pipi Xi, berusaha menyadarkannya dan mengembalikannya ke dunia nyata.
Apalagi dengan tubuh Xi yang pendek, tepat dengan posisi tangan Liu Xiu membuat Liu Xiu mudah melakukannya.
"Kyaa!!"
Mendengar itu, Liu Xiu tertawa karena Xi bisa mengeluarkan suara "kyaa" yang begitu estetik.
"Huhh!!? Apa yang kau lakukan?!! Ini bukan waktunya untuk bercanda!!" teriak Xi seraya memalingkan wajahnya yang kemerahan dan sedikit bersuara "Hmmphh!"
"Yahh, kau tahu? Kau benar benar terlalu fokus disini, bahkan kau kehilangan dirimu sendiri."
"Itulah kenapa aku menyadarkan mu." lanjut Liu Xiu sambil tertawa. Tapi setelah itu, Liu Xiu meminta maaf dan mengajak nya untuk melanjutkan ke pintu Katedral.
BUKK!!
Pintu itu sedikit mengaduh ketika didorong oleh Liu Xiu dan Xi.
Saat dibuka, terlihat suasana Katedral biasa yang indah, dengan beberapa baris kursi yang berjejer rapi, dan seseorang yang menunggu di pelataran di paling depan.
Itu adalah sosok yang serba hijau dengan pakaian, rambut, dan bahkan warna pupil berwarna hijau.
Berbeda dengan yang lainnya, kulit nya normal seperti gadis biasa. Bisa dikatakan itu adalah sebuah kecantikan alami yang sempurna.