Become A Human In Another World

Become A Human In Another World
ACT 4: Bab 15 - Mendekati Akhir



Liu Xiu mengorbankan tubuhnya untuk menghemat potion yang tersisa. Tapi bagaimanapun, itu akan melemahkannya, dan mungkin memperlambat nya.


Tapi beruntung bagi Liu Xiu, karena dia menggunakan pakaian yang benar benar melindunginya dari serangan serangan fatal seperti serangan barusan. Itu membuat dia entah bagaimana masih bertahan sampai sekarang.


?!!


Tiba tiba, [Critical Preception] miliknya kembali berdering nyaring.


Ternyata dibalik serangan bilah angin Elf tadi, tersembunyi pedangnya yang melayang tenang, mengarah ke kepala Liu Xiu.


Liu Xiu dengan terkejut dengan serangan tiba tiba itu. Bahkan setelah mengunakan [Critical Preception] dia tidak bisa menghindar begitu saja!


Dalam sepersekian detik saat saat krusial dalam hidupnya, Liu Xiu memilih untuk menggeser sedikit jalan pedang, agar itu tidak mengenal kepalanya. Tapi ketika pedang itu berhasil melewati kepala Liu Xiu dengan jarak beberapa centi, Elf itu secara refleks mengeluarkan lututnya, untuk menyerang Liu Xiu tepat di bagian dada.


Itu adalah serangan yang tidak terduga oleh Liu Xiu, jadi dia bahkan tidak bisa mencegah nya.


Serangan mereka merepotkan karena mereka sejatinya tidak ingin menyerang Liu Xiu, jadi tidak ada nafsu membunuh yang keluar dari setiap serangan mereka. Itu membuat Liu Xiu selalu terlambat untuk bereaksi.


Liu Xiu terpental ke atas, menabrak langit langit. Tapi segera disusul oleh Elf itu untuk menendang nya kebawah, lagi.


Tapi di bawahnya sudah ditunggu oleh Beast Reinkarnator yang tadinya masih berjalan linglung. Sayangnya Beast itu kini sudah mampu untuk berdiri, bahkan melompat untuk menyambut jatuhnya Liu Xiu, dan melemparkan nya ke tembok dengan sekuat tenaga.


"Bughhh!!! Sial...." Liu Xiu merengkuh pelan sambil mengeluarkan beberapa gelas darah dari mulutnya.


"Jika aku tidak memakai baju pelindung ini, sudah pasti aku akan mati!!" ucap Liu Xiu sambil meminum beberapa potion untuk menyembuhkan lukanya. Beruntung, kedua orang yang tersisa tidak terburu buru untuk menyerangnya langsung.


"Sisanya 2 orang, kah? Tapi mereka benar benar kuat. Aku akui, mereka mungkin ada pada level Suzu jika mereka tidak dikendalikan." bisik Liu Xiu sambil mengelap darah di pinggir bibirnya.


"Ha ha ha! Kau pikir dengan kenaifan mu, kau bisa mengalahkan ku?! Kau bodoh! Tolol! Bajingan naif!" ilmuwan gila itu tertawa melihat Liu Xiu yang susah payah berusaha tetap bangun.


"Berisik kau!" gerutu Liu Xiu sambil melempar pisau yang tersembunyi di balik bajunya ke sela sela akar yang melilit ilmuwan itu, yang mana itu tepat di perutnya.


Teriakan terdengar, tapi segera salah satu akar menutup mulutnya atas perintah Liu Xiu.


"Itu lebih baik." ejek Liu Xiu.


"Asal kau tahu, aku tidak terlalu naif agar berpikir untuk menyelamatkan semua orang. Tapi aku berpikir, hanya inilah yang bisa aku lakukan untuk orang orang yang sudah mati."


"Hanya berdoa dan tidak melakukan apapun? Omong kosong! Itu hanya orang orang bodoh berharap keajaiban terjadi. Aku akan mengulanginya untukmu. Lebih baik kau melakukan sebuah tindakan nyata daripada doa semata." kata Liu Xiu. Amarahnya tergambar jelas dalam setiap kata yang dia lontarkan.


Dia menatap dua orang yang tersisa. Tapi itu hanya membuat kemarahan lebih memuncak.


Sebenarnya Liu Xiu ingin istirahat lebih lama, tapi tampaknya dia musuhnya tidak mengizinkan nya. Kedua orang itu segera menyerang Liu Xiu bersamaan dari kanan, kiri, atas, bawah, bahkan segala penjuru Liu Xiu.


"Sial!!" Liu Xiu memekik pelan ketika lengan kirinya tersayat pedang si Elf.


Gerakan Liu Xiu sekarang jauh lebih lambat dari gerakan awalnya, jadi dia sedikit memaklumi itu. Tapi....


"Lukaku membesar?!!" bisik Liu Xiu terkejut. Luka yang awalnya hanya terlihat seperti luka gores sekarang membesar seperti luka sayat, dan sepertinya akan semakin membesar lagi.


"Aku harus menyelesaikan ini dengan cepat!!" ucap Liu Xiu.


Dengan begitu, dia harus memfokuskan diri. Liu Xiu akan menggunakan kecepatan maksimalnya lagi, tapi ini untuk waktu yang cukup lama. Pasalnya, kalau tidak melakukannya, Liu Xiu berpikir tidak akan cukup kemampuan nya yang biasa untuk menjatuhkan meraka berdua.


Liu Xiu melakukan pernafasan dengan baik sesaat, ketika kedua musuhnya datang mendekat dengan cepat.


Dia mengingat latihan menahan nafas nya dengan Ruly dulu, dan mencoba kembali mempraktekkan nya.


"Release!!" bisik Liu Xiu pelan sambil mulai membuka matanya.


Dia sedikit tidak percaya tapi dia berhasil melakukannya. Seperti yang pernah dia rasakan, dunia seakan menjadi lebih pelan, dan gerakan cepat kedua orang yang datang ke arahnya menjadi lebih lambat!


"Ini luar biasa. Aku sangat berterima kasih padamu, kak Ruly!" kata Liu Xiu sambil tersenyum.


Dia segera bergerak menggunakan kecepatan yang biasa dan memukul kedua musuhnya di berbagai tempat. Mereka berdua tidak bergerak, karena sejatinya waktu Liu Xiu bergerak jauh lebih cepat daripada mereka berdua, membuat mereka terlihat seperti berhenti.


Tapi setelah melakukan beberapa pukulan, Liu Xiu berhenti, lalu mengembalikan nafasnya menjadi seperti biasa.


Tiba tiba....


BAMMM!!!


Suara kerasa terdengar. Itu adalah suara yang dihasilkan oleh kedua orang yang menabrak tembok dengan keras, sedikit menghancurkan nya.


"T-Tidak mungkin!! Kecepatan macam apa itu?? Itu gila!! K-kau?!!" ilmuwan itu terbata bata melihat apa yang baruan terjadi di hadapan matanya.


"Hufft. Dengan begini, tugasku selesai." kata Liu Xiu pelan sambil menghampiri Beast berambut putih, dan juga Elf yang masih terbaring dengan pedang di tangannya. Mereka berdua sekarang tidak sadarkan diri, tapi Liu Xiu sudah menahan diri untuk tidak membawa mereka ke tahap yang berbahaya.


Setelah meminumkan potion kepada mereka berdua, Liu Xiu mengumpulkan dia orang itu di satu tempat, menidurkannya.


"Baiklah. Ini adalah saatnya aku mengurus mu." ucap Liu Xiu sambil berbalik.


"Hii!!" ilmuwan itu merasakan hawa dingin yang menyelimuti tubuhnya.


Itu adalah tatapan penuh kebencian di mata Liu Xiu, tapi dia juga melirik ke arah tujuh orang yang pingsan disekitarnya. Dan bisa dibilang, dia khawatir pada mereka.


("Entah bagaimana aku berhasil mengeluarkan kelebihan dosis Dark Magic dari mereka. Tapi jika mereka tidak berhasil mengendalikan Dark Magic yang tersisa di dalam tubuh mereka, mereka sudah pasti mati!") pikir Liu Xiu sedikit meringis.


Dia berpikir sesaat, lalu menghela nafas, terlihat lelah.


"Baiklah. Aku akan berbaik hati padamu, karena aku sedang terburu buru." kata Liu Xiu sambil berjalan pelan ke arah ilmuwan itu.


"Ya! Bagus!! Terima kasih!! Kalau kau melepaskanku, aku akan memberikanmu informasi sebanyak apapun yang kau inginkan! Aku akan mengikuti mu terus! Aku juga akan memberikan banyak uang dan kekuasaan!" kata ilmuwan itu seraya mengiming-imingi Liu Xiu.


Ilmuwan itu tersenyum ketika Liu Xiu mendekatinya dengan tangan yang menyentuh akar akar itu.


Tapi....


"Semua kejahatan yang ada, akan selalu kembali ke muasalnya! Sedotlah semua keburukan yang ada di dunia ini, dan terimalah pengorbanan ku ini!!" teriak Liu Xiu dengan lantang.


Ilmuwan itu terlihat bingung dengan apa yang Liu Xiu katakan, tapi Liu Xiu hanya menutup matanya sambil terlihat fokus.


Beberapa saat kemudian, sebuah ledakan cahaya terjadi di tangan Liu Xiu.


"A-Apa? Apa ini?!" ilmuwan itu berteriak ketakutan ketika itu semua terjadi. Dia merasa hal buruk akan terjadi. Untuk itu, dia mencoba meronta ronta untuk berusaha lepas dari ikatan akar akar itu.


Sementara itu Liu Xiu semakin serius, mengulang kalimat tadi sambil terus menutup matanya.


Dengan begitu ledakan cahaya terjadi lagi, dan itu terjadi berulang ulang hingga sekarang ruangan itu penuh dengan cahaya. Cahaya itu meluas, bahkan hingga ke luar ruangan, dan hampir ke seluruh hutan.


Itu bahkan terasa sampai ke Pohon Dunia, dimana para warga ditempatkan dengan tanah yang tiba tiba bercahaya.


Xi yang melihat itu segera menganalisis apa yang terjadi, sambil melihat tanaman yang mulai tumbuh semakin tinggi dengan sendirinya.


"Sihir ini?! Jangan bilang?!!" teriak Xi. Dia sepertinya tahu tentang cahaya yang meliputi seluruh hutan ini. Xi segera berlari keluar, dan merasakan hal yang sama, sihir yang sama dengan sihir miliknya.


Berbeda dengan Liu Xiu yang masih fokus untuk melantunkan mantra yang sama, ilmuwan yang menjadi pusat cahaya itu semakin panik.


"Hei hei!! Apa yang akan kau lakukan?!! Ini tidak baik! Ini tidak baik!! Aku tahu ini bukan hal baik!! Hei bajingan!! Jangan diam saja dan jawab aku!!" teriak ilmuwan itu semakin ketakutan.


Sementara itu, cahaya semakin kuat, dan mulai terbentuk kunang kunang kecil yang terbang dari tanah yang bercahaya, menuju langit malam yang indah.


Cahaya itu membentuk siluet seseorang, sebelum akhir nya itu terbang melayang menuju ke arah Liu Xiu, seperti merasuk ke dalam tubuhnya.


Liu Xiu sedikit merasakan itu semua, dan mulai membuka mata.


Tapi yang ada di hadapannya bukan lagi ruangan gelap dan ilmuwan gila yang terkurung di sebuah akar. Itu berubah menjadi ruangan putih yang penuh dengan orang orang, seperti menunggu Liu Xiu dengan penuh senyum.


"A-Apa, ini?!!" tanya Liu Xiu pelan.


"Selamat datang, Liu Xiu." kata salah satu dari mereka mulai maju kedepan. Itu adalah seorang Kesatria yang menggunakan zirah penuh di seluruh tubuhnya.


"Zirah itu..." gumam Liu Xiu sesaat.


"Ahh, maafkan aku." Kesatria berzirah itu melepas pelinding kepalanya segera. Terlihat wajah tampan berambut pirang dengan potongan pendek yang muncul dibalik pelindung kepala itu.


"Perkenalkan, saya adalah pahlawan terdahulu, atau mungkin bisa dibilang pahlawan dari dunia lain, Albert." katanya.


Itu membuat Liu Xiu terkejut mendengarnya.


("Pahlawan? Selain itu, dunia lain? Apakah aku tidak salah dalam mendengarnya?") tanya Liu Xiu dalam hatinya. Tapi dengan skill [Poker Face] miliknya, itu tidak mungkin mudah terbaca dari luar.


"Pasti kau bertanya tanya apakah itu benar adanya? Tapi maaf, itu benar." lanjut orang bernama Albert itu.


Kini Liu Xiu mengangkat alisnya, tidak bisa menyembunyikan keterkejutan nya.


"Aku adalah pahlawan dari dunia lain, yang dipanggil ke dunia ini untuk mengalahkan raja iblis yang jahat. Pastinya setting seperti itu sudah sering didengar oleh kami orang dunia lain, tapi itu mungkin asing bagimu."


"Seperti yang kalian tahu, raja iblis adalah iblis yang memiliki kemampuan untuk mengendalikan dan meningkatkan atau membuat iblis lain. Dia datang untuk menghancurkan dunia." lanjutnya. Liu Xiu tidak bisa mengikuti pembicaraan ini menjadi bingung.


"Tunggu tunggu tunggu! Kau bilang raja iblis? Tidak ada raja iblis di dunia ini!" kata Liu Xiu menyela cerita Albert.


Itu membuat Albert memasang wajah bingung.


"Apa maksudmu? Tidak ada Raja iblis? Bagaimana mungkin? Itu seharusnya diwariskan dengan baik dari 500 tahun lalu, loh!! Selain itu, bukankah kalian sudah mendengar cerita tentang Albert yang pemberani bersama dengan partynya berangkat menyelamatkan dunia?" tanya Albert sedikit gelisah.


"Tidak ada hal semacam itu." jawab Liu Xiu spontan.


"Ahh, jadi untuk apa aku berjuang selama itu? Aku kira aku sudah memiliki patung besar sendiri yang menggambarkan sosok gagah ku!" kayanya sambil sedikit sedih.


Tapi jangankan Liu Xiu, bahkan orang orang yang berkumpul di sana tidak tahu apa yang dibicarakan Albert.


"Umm, Albert. Aku tidak mengatakan bahwa kau berbohong, atau kau hanya bermimpi. Aku tahu kemampuanmu saat aku melawan mu tadi. Jadi, bolehlah aku bertanya tentang detil yang terjadi tentang Raja iblis itu?" tanya Liu Xiu mencoba menghibur nya.


"Heh? Jadi kau sudah tahu siapa kami?" tanya Albert.


"Tentu saja! Aku mengingat kalian semua. Kau adalah undead kesatria yang aku lawan sebelum aku membuka pintu utama, mereka adalah orang yang aku bunuh saat di lorong, dan sisanya mereka yang bekerja di luar." jelas Liu Xiu dengan wajah yang sulit.


"Tapi memikirkan bahwa aku membunuh kalian, aku merasa kurang pantas untuk bertemu kalian disini." kata Liu Xiu dengan tawa pahit.


"Tidak, Liu Xiu. Kau bukan membunuh kami." seseorang mulai maju.


"Eh?"


"Kau menyelamatkan kami, dari cengkeraman bajingan tua itu." lanjut yang lainnya.


"Kau membunuh kami, dalam bentuk undead, mendoakan kami, dan bahkan menyucikan jiwa kami. Kami tidak bisa tidak berterima kasih padamu." jawab yang lainnya.


"Ya! Itu benar!"


"Kau pahlawan kami!"


"Terima kasih, Liu Xiu."


"Berkat kau, kami sudah tidak terikat dengan dunia ini lagi!!"


Semua sorak sorai itu terdengar memuji Liu Xiu. Liu Xiu sedikit terkejut, tapi dia masih melongo, menatap dengan tatapan heran.


"Aku tidak melakukan hal sebegitu banyak." jawab Liu Xiu pelan.


"Aku bahkan tidak bisa menyelamatkan kalian." lanjutnya.


"Tidak, Liu Xiu. Faktanya kau menyelamatkan kami. Untuk kematian kami, itu tidak bisa dihindari karena kami mati bahkan sebelum kau lahir, Liu Xiu. Untuk bisa membebaskan kami dari dunia ini, itu adalah anugrah yang luar biasa." orang tadi tersenyum tenang.


Sedangkan, Liu Xiu tidak bisa berkata kata mendengar itu semua.


"Terima saja, Liu Xiu. Faktanya, kau susah memurnikan jiwa kami. Kau juga memutuskan ikatan kamu dengan dunia sehingga kami bisa pergi ke dunia selanjutnya dengan tenang. Beberapa dari mereka disini juga ingin bertemu dengan anak dan istrinya di alam sana, kau tahu?" sambung Albert.


Dia sudah dalam kondisi baik sekarang, jadi dia mulai bisa merangkai kata untuk semua.


Liu Xiu melihat ke sekelilingnya, dan tahu mereka semua menatap Liu Xiu dengan rasa hormat dan penuh terima kasih. Itu adalah suatu hal yang tidak biasa bagi Liu Xiu. Dan dengan semua perasaan hangat yang mengalir ke hatinya, Liu Xiu tidak sadar tersenyum.


"Itu bagus, jika kalian bahagia dengan itu, aku juga akan meninggalkan ini semua tanpa perasaan bersalah." jawab Liu Xiu.


"Ya. Tapi mungkin karena kami sudah tidak memiliki keinginan atau penyesalan lagi, kami mungkin akan segera pergi." kata salah seorang yang terlihat seperti tetua disana.


"Humm itu benar. Jika sebuah jiwa tidak memiliki urusan apapun di dunia, maka jelas mereka akan pergi ke dunia selanjutnya." lanjut Albert.


"Oleh karena itu, kami pamit. Tapi kami akan memberi sedikit kenang kenangan, semoga ini akan membantumu suatu saat nanti." yang lainnya tersenyum, lalu menjabat tangan Liu Xiu.


Orang lain di sekitar datang mendekat, berkerumun di sekitar Liu Xiu, tertawa bersama.


Tak lama setelah itu, mereka mulai bercahaya, dan menghilang menjadi partikel partikel cahaya yang menari sesaat di udara, dan ada beberapa yang masuk ke tubuh Liu Xiu. Sisa cahaya kemudian menyebar, membuat salju cahaya yang indah.


"Itu cukup mengharukan." kata Albert.


"Tunggu! Kenapa kau masih ada disini?!" teriak Liu Xiu yang menyadari bahwa Albert masih berdiri di hadapannya.


"Kau tahu, aku masih memiliki beberapa penyesalan, itulah kenapa jiwaku belum bisa pergi ke alam selanjutnya." jawabnya mudah.


"Ohh. Karena kau masih ingin patung besar mu?"


"Bukan itu, bodoh!!"


"Jadi?" tanya Liu Xiu sambil menyilangkan tangan menatap Albert dengan curiga.


"Aku ingin menjelaskan beberapa hal yang aku ketahui. Awalnya aku sudah tenang ketika jiwa ku kau sucikan. Tapi ketika mendengar bahwa tidak ada Raja Iblis di dunia ini membuatku lebih penasaran." jawab Albert.


Dan sebenarnya, Liu Xiu juga penasaran dengan itu. Dia cukup bersyukur Albert tidak menghilang bersama yang lainnya.


"Pertama tama, mari kita dengan ceritaku terlebih dahulu agar kau percaya." kata Albert.


"Tidak. Itu akan lama. Orang orang yang masih hidup akan membutuhkan pertolongan ku, kau tahu?" Liu Xiu sedikit mengangkat tangannya, menunjukkan rasa khawatirnya.


"Santai saja. Ini adalah ruang berbeda yang tidak terpengaruh konsep waktu. Walaupun kau disini selama ratusan tahun, itu tidak akan mempengaruhi waktu yang ada di luar. Bisa dibilang, waktu disini berhenti." jawab Albert.


Mendengar itu, Liu Xiu bisa tenang sekarang.


"Baiklah."


"Bagus! Kalau begitu, lebih baik aku mulai dari mana?" tanya Albert sambil tersenyum.