
Untuk apa kekuatan ku ini?
Aku benar benar tidak bisa memikirkan sesuatu yang tepat. Apakah kekuatanku ini untuk mengubah gambaran orang tentang manusia? Tidak. Itu adalah tujuan keduaku.
"Hmm mungkin karena aku ingin melindungi?" Jawabku spontan.
"Eh?!" Dia bingung Aku tahu ini aneh, tapi maafkan aku!
"Yahh, aku adalah seorang kakak, dan lagi, aku adalah laki laki. Aku agak tidak menyukai Bors, jadi jujur saja aku tidak bisa menyerahkan keluarga ini padanya."
"Tapi karena aku adalah manusia, aku harus menjadi lebih kuat dengan cara lain. Dan aku ingin semua orang tahu itu." Aku mengingat kembali itu.
Saat saat aku mati, perasaan ingin melindungi orang-orang yang dicintai. Perasaan itu, dan tentu saja, perasaan kehilangan itu.
Perasaan tidak bisa bertemu dengan mereka, orang yang disebut teman, keluarga, orang tua.
Aku benar benar tidak ingin merasa kan perasaan itu lagi.
Selain itu, aku juga tidak ingin merasakan orang-orang tedekatku merasakan perasaan kehilangan lagi.
Karena itu menyakitkan.
"Ohh, jadi karena itu kamu menantang ku dalam duel dan memperlihatkan kekuatanmu pada orang orang." Jawab Suzu mengangguk. Heeh, tidak kusangka dia mengetahui rencanaku.
"Hum. Kau luar biasa. Karena kamu adalah murid terkuat akademi ini, akan mudah bagiku jika terlihat "manusia itu setara dengan yang terkuat di akademi" Itu akan menyenangkan ku." Jawabku.
"Yahh, aku juga ingin berlatih bersamamu, Suzu. Setelah sekian lama." Aku tersenyum seperti biasa.
Dia juga tahu aku benar. Dia mengangguk mengerti. Sepertinya dia banyak diam hari ini.
Oh ya! Aku harus memulai beberapa investigasi!
"Hei, Suzu. Apa kamu tahu tentang dewa dewa dunia ini?" Aku langsung menuju inti.
Sebenarnya, aku agak atheis di dunia ini. Karena aku sudah pernah bertemu dengan malaikat sebelumya, aku kini agak bingung harus menyembah Tuhan yang mana!
Di dunia lamaku, ada banyak agama, dan aku bisa memilih salah satu, menyembah tuhan yang aku percayai. Tapi jelas berbeda dengan dunia ini.
"Eh? Kenapa tiba tiba kamu ingin mempelajari sejarah tentang dewa dewa?" Tanya Suzu heran.
"Ah, ya. Aku ada sesuatu yang harus aku ketahui. Dan itu sangat mendesak!" yahh, mana mungkin aku mengatakan: Aku baru saja menjelajahi Dungeon Rank-S, dan ada sesuatu yang aneh di sana! Jelas itu tidak mungkin!
"Aku tahu ini egois, tapi kumohon!" Aku mencoba memohon pada Suzu. Aku jelas harus mengetahui ini.
Sebenarnya, aku sudah pernah mencari tentang dewa dewa. Tapi hal yang aku ketahui hanya sedikit. Suzu yang siswa akademi menurutku pasti tahu lebih banyak dariku.
"Ah, um. Baiklah, tapi. Menjauhlah sedikit!" Dia mendorong wajahku menjauh ketika aku memohon di sampingnya.
"Baiklah akan aku mulai." Suzu mengambil bantal duduk, dan mulai duduk menceritakan.
Humm! Aku sudah sangat menantikan ini!!
"Baiklah. Untuk pertama-tama, bisakah kamu mengambilkan sebuah buku besar berjudul "The Goddess" disana?" Kata Suzu menunjuk sebuah buku tebal di sudut ruangan.
"Hmmm!" Aku menggeram, menunjukkan ketidaksenanganku. Dan anehnya, dia hanya terkikik.
"Akan aku mulai." Dia mulai menyentuh buku itu.
"Para dewa disini adalah, dewa yang memberi unsur unsur kehidupan di dunia ini. Mereka menciptakan tempat untuk kami hidup, dan mereka memberi semua dengan kemuliaan mereka."
"Pertama, tanah tempat kita berpijak. Lord of Geo, Agrias. Dia mengembangkan tanah, membuat dunia ini memiliki tempat untuk tinggal, untuk hidup."
"Kau tahu, Agrias adalah dewa yang diperkirakan paling lama hidup lho! Selain itu, namanya menjadi salah satu kewajiban untuk menggunakan sihir Geo, misal saja [Agrias Lunidiass], sihir yang aku gunakan tadi." Jelasnya.
Ahh, mungkin itu sebabnya dia membubuhkan nama Agrias di nama sihirnya. Tapi dia melepaskan [Geo Proyektil], itu tidak membutuhkannya, kan?
"Kedua, makhluk hidup membutuhkan udara. Maka, sang Wind Traveller, Threa memberikan angin sejuk yang lembut, membuat makhluk hidup yang ada di dunia ini bisa bernafas dengan tenang."
"Ketiga, mereka membutuhkan air untuk minum. Jadi, Princess of Water, Ruinea mengalirkan air di tanah Lord of Geo."
"Lalu, dewa memikirkan tentang makanan kami. God of Nature, Lofisia sang dewa keempat memberikan tumbuhan-tumbuhan, membuat dunia yang awalnya hanya tanah dan air, dipenuhi dengan tanaman. Baik itu yang bisa digunakan, maupun yang berbahaya."
"Dewa Lofisia memberikan kedua jenis tumbuhan, agar makhluk hidup bisa mengenal apa itu bahaya, dan menjauhinya. Tidak ada maksud buruk diantara mereka."
"Tidak hanya sampai disitu, para dewa juga memikirkan tentang keseimbangan gizi. Dewa para binatang, Grouce menyediakan beragam macam binatang yang dapat memenuhi kebutuhan makhluk hidup saat itu."
"Dewa Groce tidak menaruhnya hanya di daratan, tapi juga di lautan. Kekuatan dewa Grouce sangat besar, bahkan dia membuat banyak sekali hewan, bahkan tidak diketahui jumlahnya."
"Tapi sepertinya memang kekuatan dewa sangatlah besar?" Kini Suzu memulai analoginya sendiri.
Ahh, tapi kalau begitu, bukankah dunia ini diciptakan oleh para dewa? Tidak. Itu tidak mengatakan "Dunia" ini. Itu mengatakan bahwa dewa itu membuat tanah dan yang lain.
Hmm, ada banyak persimpangan disini. Aku harus mencocokkannya.
Suzu mengambil teh sebentar, lalu kembali melanjutkan ceritanya.
"Dewa ke enam yang turun tangan adalah dewa Harion, Dewa Matahari. Dia menciptakan matahari untuk menghangatkan seluruh dunia, membebaskan dunia dari kegelapan, juga kedinginan malam."
"Ada beberapa dewa yang turun ke dunia ini, mengawasi langsung. Diantaranya adalah dewa Sorue, sang Dewa Api." Pembicaraan berhenti sebentar ketika Suzu mengambil teh lagi.
"Dewa api mengajarkan makhluk di dunia ini menggunakan api, dan mulai memasak untuk hidup."
"Lalu dewa pengetahuan, Fischa juga pernah ke dunia ini. Dia bahkan menghabiskan waktu sangat lama. Dia juga membaur, bahkan menua dan terus memberikan ilmu sebelum dia kembali ke dunia atas."
"Atas pengajarannya tersebut, sekarang ada sistem Akademi. Itu bertujuan membuat semua orang menjadi lebih pintar."
Tunggu! Aku sedikit curiga dengan ini. Tapi aku tidak ingin menyela cerita Suzu sekarang.
"Lalu yang terakhir, God of Demon, Auzriel. Dia menciptakan sihir, membangun kerajaan dan saluran sihir yang sangat besar agar bisa digunakan makhluk hidup."
"Tujuan Demon God adalah untuk menghancurkan dunia ini. Membuat dunia kacau, bahkan memecah belah makhluk hidup di dunia ini."
"Akhirnya, terjadilah perang antar ras, yang membuat dunia ini porak poranda. Dan akhirnya, para dewa sebelumnya turun tangan untuk menyegel Demon God." Suzu tersenyum senang, sepertinya dia suka legenda para dewa.
"Dan sihir yang sebenarnya dibuat untuk senjata, kini dibuat sebagai sesuatu yang berguna dan dapat digunakan untuk kehidupan sehari hari." Suzu menutup buku itu, menandakan cerita berakhir.
Tapi, ada banyak kejanggalan dalam cerita ini.
"Suzu, apa ini dongeng?" Tanyaku padanya, yang disambut ekspresi datar dari wajahnya.
"Ini bukan dongeng! Ini legenda!" Teriaknya marah.
Ahh, aku tidak bisa berdebat dengan Suzu sekarang. Tapi, aku memiliki banyak pertanyaan tentang cerita itu. Adakah sesuatu yang lebih tinggi dari dewa? Dan lalu, siapa sosok Demon God ini?
Dan yang paling menarik adalah pernyataan bahwa mereka tidak membunuh Demon God, tapi menyegelnya. Kalau untuk mencegah kehancuran dunia, bukankah itu berbahaya?!
Tidak mungkin Demon God terlalu kuat untuk mereka berenam, dan tidak mungkin Demon God akan sekuat itu.
Aku juga punya hipotesis bahwa sang dewa api Sorue dan Dewa Pengetahuan Fischa, mereka berdua bukanlah dewa.
Mereka hanyalah manusia yang bereinkarnasi. Dengan kata lain, sama sepertiku.
Jadi, Dewa yang sebenarnya berjumlah 7, Agrias, Threa, Ruinea, Lofisia, Grouce, Harion, dan Auzriel. Aku setidaknya yakin itu semua.
Dan sepertinya, dewa dunia ini dan duniaku jauh berbeda.
"Hei, Suzu. Apa kamu tahu sebuah gelar dengan nama "Apostle"?" Aku menanyakan tentang Rasul itu pada Suzu. Siapa tahu ada catatan di sana.
"Heh? Nama aneh seperti itu belum pernah ada dalam daftar title!" Suzu berteriak. Yah, sudah jelas yah!
Yahh, aku tidak punya dendam khusus untuk "Apostle" itu, jadi aku juga tidak perlu terburu. Aku agak menantikan hasil penyelidikan Paman Childe tentang orang yang mengkhianati kami.
Ups! Sepertinya aku terlalu larut dalam pikiranku sendiri. Aku tidak boleh seperti ini!
Ah, benar. Sepertinya sudah waktunya aku menghentikan ini. Aku lebih baik menghabiskan waktu bersama Suzu lebih lama.
"Baiklah, Suzu. Aku pusing. Tolong ajak aku jalan jalan!"