Become A Human In Another World

Become A Human In Another World
ACT 5: Bab 36 - Party Adventurer Guild (2)



("Apa itu? Seekor Wyvern? Bagaimana mungkin itu bisa ada di sini?!!") Chloe berteriak dalam hati, ketika dia menemukan sebuah lapangan luas di tengah hutan.


Di tengah tengah langit tempat lapangan luas itu berada, ada Wyvern yang sedang berputar, sepertinya akan mendarat.


Segera Chloe memperhatikan orang yang menunggu di bawahnya. Itu adalah seorang Iblis, dengan satu tanduk yang hancur dan berjalan pincang, yang tidak lain adalah Gerudo!


("Bagaimana ini? Jika aku memberikan sinyal, dia akan sadar dan Wyvern akan segera menyambarnya pergi. Tapi kalau tidak, hasilnya juga akan sama!") pikir Chloe.


Sekarang, Chloe benar benar berada dalam dilema besar.


Tapi, Chloe sudah memilih. Dia akan menyerang, sambil memberikan tanda. Bagaimanapun, dia adalah salah satu laki laki di party sementara ini. Dia jelas punya harga diri sebagai laki laki jika membiarkan musuh pergi begitu saja.


"Kalau begitu..."


?!!


Chloe dengan cepat melemparkan puluhan jarum ke arah Gerudo dan juga Wyvern di atas.


Kecepatan lemparannya lebih cepat saat dia mempraktekkan nya di aula Guild, dan sekarang dia jelas berniat untuk membunuh keduanya.


Jleb jleb jleb!!


Hampir semua jarum Chloe berhasil mengenai sasaran. Itu membuat Gerudo merengut karena serangan yang tiba tiba itu.


"RROAGGAHAAA!!!" jeritan Wyvern yang kesakitan juga menggema, membuat sinyal untuk Yin Wang dan Rossie. Dengan begitu, mereka berdua bisa tahu bahwa terjadi sesuatu dengan Chloe dan segera kemari.


Sementara itu, Gerudo melirik jarum yang menancap di tubuhnya dengan tatapan kesal. Jelas, dia marah karena di serang tiba tiba, dan serangan itu hanyalah jarum yang bahkan kesulitan menembus kulitnya.


"Huh? Jarum? Apa kau bodoh? Jarum saja tidak akan melukaiku!!" teriak Gerudo marah.


Tapi dia juga berfikir jernih. Saat ini, prioritasnya adalah melarikan diri. Jadi dia tidak ingin meladeni Chloe sekarang.


Tentu saja Chloe tidak akan membiarkan itu begitu saja. Dia bergerak cepat, untuk menyerang Gerudo ke bagian vitalnya. Tapi Gerudo tidak akan terkecoh, dan langsung melindungi bagian dadanya.


Chloe mendecak pelan ketika targetnya melindungi diri, dan mengubah target serangannya ke arah leher.


Kecepatan Chloe kini setara dengan Luna, jadi Gerudo dalam kondisi lemahnya tidak bisa menghindar kemanapun dalm waktu yang singkat itu.


Srettt!!


Suara itu terdengar, dan Chloe melewati Gerudo, mengambil sikap jika serangannya tidak berhasil.


"Heh? Apa ini?" tanya Gerudo pelan, sambil memegang lehernya yang sedikit mengeluarkan darah.


"Apa ini?! Seranganmu sangat lemah! Bahkan ketika aku memiliki celah seperti itu, kau tidak bisa membunuhku! Aha ha ha ha! Kau seharusnya tahu, bahwa belati kecil seperti itu tidak akan bisa menembus kulit dan dagingku!!" teriak Gerudo senang.


"Cih! Seperti yang Guild Master katakan, dia buka lawan yang cocok untukku, kah?" tanya Chloe pelan.


Chloe adalah Assasin. kemampuannya adalah menemukan titik lemah lawan, dan membunuhnya secara diam diam. Dan juga, tidak mungkin untuknya beraeung untuk menembus armor yang keras. Mudahnya, dia adalah pembunuh.


Kebanyakan Assasin memfokuskan diri ke kecepatan dan kemampuan membunuh dengan cepat, jadi kekuatan mereka kurang, dan senjata mereka juga hanya senjata ringan.


Jadi jelas, lawan yang merupakan petarung seperti Gerudo adalah lawan yang sulit bagi Chloe saat ini.


Ditambah lagi, medan pertempuran yang berupa lapangan luas tanpa banyak tempat bersembunyi juga merugikan Chloe. Walaupun dia bisa dikatakan imbang melawan Yin Wang, tapi dia tidak bisa apa apa ketika berada dalam posisi ini.


"Wha ha ha ha! Kalau begitu, biar aku bunuh kau saja lebih dahulu!!" teriak Gerudo senang.


Dengan begitu, Gerudo maju dengan kaki yang sedikit pincang, mengejar Chloe. Chloe juga tidak melepaskan kesempatan itu, untuk menendang tanah, dan melesat secepat yang dia bisa.


Trakkk!!


Sebuah suara benturan terjadi, ketika Chloe melesat cepat ke arah dada Gerudo, dengan belati kecil si tangannya.


Dia mengincar langsung ke area dada Gerudo, berharap walau senjatanya kecil, tapi dengan kecepatan dan ketepatannya itu bisa menembus jantung Gerudo.


Tapi lagi lagi, Gerudo melindungi dadanya dengan pedang, membuat belati kecil itu hancur berkeping-keping!!


Gerudo terlihat tidak bergeming dengan itu, tapi dia tahu bahwa senjatanya retak, hampir patah. Walaupun begitu, Chloe terlihat menerima dampak yang cukup besar, terlihat bagaimana dia mulai terjatuh.


"Ha ha ha. Lihat mainan kecilmu! Itu hancur! Maafkan aku ya, menghancurkan nya! Bwa ha ha ha!!" teriak Gerudo sambil tertawa terbahak bahak.


"Tidak, ini sudah cukup." kata Chloe pelan sambil terduduk.


"Kenapa? Apa kau menyerah, bocah?!" tanya Gerudo dengan tawa senang.


Chloe hanya diam, sambil sedikit tersenyum. Dia menunjuk ke arah Wyvern yang sudah mulai turun, tampak lelah. Dan saat itulah Gerudo menyadari.


Dugg!!


"Buaaghkkkhhh!!!" jantung Gerudo berdetak keras, dan detik berikutnya, Gerudo muntah darah.


"Seperti yang aku rencanakan." kata Chloe sambil tersenyum pelan.


"Racun?!" tanya Gerudo pelan, sambil memandang tqngannya yang penuh dengan darah yang dia muntahkan tadi.


Seketika, kekesalannya memuncak. Akal sehatnya sekarang tertutup, dan hanya berfokus untuk membunuh Chloe.


"AHHH!! SIALAN KAUU!!! BAJINGAN TIKUS KECIL!!! MATI!!!!" Gerudo berteriak marah, dan menerjang maju sambil menggenggam pedangnya.


Melihat mata pedang yang semakin dekat, Chloe hanya diam dan menutup mata, sebelum akhirnya....


TRAANGG!!!


Suara benturan antar logam terdengar, dan disana berdiri Yin Wang yang menahan serangan Gerudo ke arah Chloe. Chloe sendiri sudah berpindah tempat, mundur cukup jauh untuk mengawasi pertandingan.


Dengan kata lain, yang ada di sana hanya bayangannya saja.


"Bagus sekali Chloe kau menemukan dia!!" teriak Yin Wang senang, sambil menangkis serangan Gerudo, membuatnya kembali mundur.


"Ugh, sialan. Kau memanggil bantuan, kah?? Wyvern!!" teriak Gerudo seketika, berusaha mundur ketika melihat Yin Wang muncul menahan serangannya dengan mudah.


"Fu Fu fu. Jika yang kau maksud Wyvern adalah burung bakar, maka yang kau cari ada disana. Hanya saja, jangan pikir dia bisa kau naiki untuk terbang lagi, ya!" kata Rossie, turun perlahan dengan tongkatnya sambil menutup mulutnya dengan kipas kertas.


Mendengar itu, Gerudo dengan cepat menoleh ke arah Wyvern miliknya, hanya untuk mengetahui bahwa itu sudah benar benar hangus! Bahkan, itu tidak terlihat makhluk apa sebelumnya!


"A-apa kalian sebenarnya?" tanya Gerudo, yang mulai ketakutan.


"Yin Wang, apa perlu kubantu?" tanya Rossie sambil mengarahkan tangannya ke arah Gerudo, bersiap untuk mengeluarkan sihirnya.


"Tidak perlu. Dia sudah sangat lemah, dan ditambah racun Chloe, dia tambah lemah sekarang." jawab Yin Wang sambil memutar pedangnya.


"Yahh, kupikir kau butuh bantuan, pasalnya Chloe saja dibuat tidak berdaya."


"Ugh, itu karena dia adalah lawan yang tidak cocok untuk ku."


Rossie mengangkat Chloe dengan sihir, sambil sedikit mengejek Chloe yang tersenyum pahit.


"Kalau begitu, aku akan memperhatikan dari atas." kata Rossie, terbang ke langit mendung yang mulai gelap.


"Ya. Begitu lebih baik. Dengan begitu, aku bisa mengeluarkan kekuatanku lebih sempurna! Undine!!" Yin Wang berteriak, dan menarik pedang berwarna biru di belakang punggung nya.


Seketika, air hujan yang mulai turun berkumpul ke pedang Yin Wang.


Gerudo merasa takut, tidak seperti pertarungan selama ini yang dia hadapi. Dia tahu, jika terkena serangan ini, dia pasti akan mati. Oleh karena itu, dia memilih untuk menjatuhkan pedangnya, dan berlari tak tahu arah.


"Ini akan menyakitkan, jadi tolong tahan ya!" bisik Yin Wang pelan, sambil memberikan tebasan cepat, meninggalkan jejak air di setiap Yin Wang menggerakan pedangnya.


Bagaikan menghentikan waktu, Gerudo berhenti. Bahkan butiran hujan juga terlihat berhenti, seperti jurus Yin Wang barusan berguna untuk menghentikan waktu.


Sesaat setelah memberikan tebasan, dia segera beranjak pergi dari sana dan bergabung dengan Chloe dan Rossie, dengan pijakan sihir yang dibuat Rossie.


"Hei. Dia belum mati, lho!!" kata Rossie ketika Yin Wang datang.


"Kau pikir aku sangat bodoh untuk membunuhnya disaat aku berada di dekatnya? Aku hanya mengunci kematiannya dengan tebasan tadi, dan serangan sebenarnya akan datang....."


Tik!!


Yin Wang menjentikkan tangannya, dan garis air yang terhenti saat Yin Wang menggerakkan pedang mulai bergerak, dan menebas melalui jalur, ke arah kepala, tubuh dan semua bagian Gerudo.


Gerudo bahkan tidak sempat berbicara, karena bagian bagian tubuhnya sudah terpotong kecil kecil, dan...


BZZZTTT DOR DOR BAM BAMM!!!


Terjadi ledakan besar disertai dengan petir petir biru yang saling menyambar, tanda Iblis itu mati.