
"Aku harus kabur! Apapun yang terjadi, aku harus pergi dari sini!" Batinku meronta ketika aku berjalan kembali ke rumah, ke ruang keluarga bagian lantai kedua.
Di luar semakin gelap. Dan tentu saja, batas waktu semakin menipis.
Aku tidak mempermasalahkan kekuatan party yang dibentuk oleh ayahku, tapi aku lebih mempermasalahkan kecepatan mereka mencari kelompok Suzu.
("Aku tidak mungkin untuk mengalahkan mereka, dan juga aku tidak mungkin pergi berlari sekarang.") jelas aku tidak akan bisa melawan penjaga yang ada sekarang. Itu membuang tenaga.
("Setidaknya, kalau terjadi pertempuran aku harus bisa memilih satu diantara mereka!") Aku kembali berpikir.
Seperti yang kuduga, aku ditaruh di sebuah kursi yang berada di tengah ruangan, dan Seuird dan kak Ruly di sekelilingku.
Tapi masih beruntung, penjaga yang membawaku pulang sekarang pergi. Kemungkinan bentrok ku berkurang paling tidak.
("Apa mereka akan menungguku disini? Yahh, aku sudah menduganya juga, sih!") Aku hanya membatin dalam diam.
Baiklah! Akan kucoba negosiasi! Aku memantapkan diri.
"A-Anu, Seuird." aku mencoba bicara perlahan.
"Aku sudah dengar semuanya. Aku tidak akan melepaskanmu!" katanya tegas.
Ughh, dia agak sulit ya?
"Bu-bukan itu. Aku ingin bertanya bagaimana keadaan kak Edna sekarang." aku menunduk ke bawah. Sedangkan kak Ruly berwajah kesal sekarang.
Heh? Kenapa wajah kak Ruly benar benar menyeramkan?
"Yahh, aku tetap menjaganya sekuat tenaga. Aku akan menjaga janjiku padamu!" hmm apa dia aman sekarang? Sepertinya aku bisa berasumsi seperti itu saat ini.
"Kalau begitu, itu tidak apa. Yang menjadi masalah adalah jika kita menambah korban yang diberikan untuk mereka tangkap." kini wajahku berubah suram.
Seuird sepertinya mengamati wajahku, kini mengambil mimik wajah bersalah.
"Yahh, aku juga sudah mendengar bahwa yang bisa menemukan fakta semua ini adalah kamu. Jujur saja, aku juga terkejut bahwa itu semua faktanya." dia menggaruk kepalanya.
"Sayang sekali, kamu tidak diperbolehkan, tidak. Diperintahkan untuk tidak ikut. Jelas aku yakin kamu akan berguna di sana." humm! dia mengatakan kata hatinya!
Sepertinya sedikit lagi aku bisa mempengaruhi Seiurd!
"Kau benar. Apa kalian tidak mempertimbangkan untuk melepaskan ku?" aku memulai invasi.
"Hanya aku yang tahu bagaimana dan dimana mereka. Jadi, bisa dibilang, aku adalah kunci untuk melaksanakan misi ini!" Kataku pelan.
Seuird hanya diam, tapi aku bisa merasakan tatapan khawatir di wajah kakakku.
Apa jangan jangan dia menentang ayah? Ada kemungkinan juga, bukan?
"Maaf, Ren. Aku tidak bisa membantumu!" jawab Seuird sambil menundukkan kepala.
"Tapi! Hanya aku juga sudah berjanji untuk melindungi Suzu, kau tahu!" Aku mulai meninggikan nada bicaraku.
"Sudah kubilang, Ren! Ini perintah!" Kini Seuird berkata dengan tegas.
Aku mendesah perlahan, menoleh ke arah kak Ruly. Kak Ruly hanya memalingkan wajahnya, mungkin merasa dilema.
Dan berarti, hanya aku disini yang bisa membantu diriku sendiri? Yahh, walaupun aku sudah terbiasa untuk melakukan semua sendiri, kan?
("Baiklah. Negosiasi berakhir. Aku tidak akan bisa bernegosiasi dengan mereka. Aku harus memikirkan jalan keluar sendiri. Dengan kata lain, aku harus kabur.") Aku mulai berpikir dalam batinku.
("Pertama, apa ada jalan keluar dari lantai dua?") Aku selalu berbicara pada diriku sendiri.
Jendela? Bukan! Aku tidak akan bisa melarikan diri lewat jendela! Kalaupun bisa, bagaimana aku harus mencoba mengelabuhi mereka?
Apa aku harus berlari untuk menghindari mereka?
Aku hanya bisa melakukannya di tempat yang tersembunyi. Dan tempat seperti itu tidak akan ada sekarang, kecuali aku yang menciptakannya sendiri.
Jadi, aku harus bisa menciptakan kondisi dimana aku harus sendirian!
Apa aku membuat sedikit keributan di luar dengan menggunakan sihir? Kalau begitu, mereka pasti akan sedikit khawatir dengan keadaan di luar. Dan kalau aku beruntung, salah satu dari mereka akan pergi!
Tapi, mengingat kapasitas Fehl ku yang tinggi, akan beresiko jika aku mengeluarkan sihir sekarang.
Bisa saja aku akan jatuh seketika ketika keluar dari penghalang, Karena menggunakan sihir dapat membuat Fehl ku bocor semakin banyak.
Dan jika itu terjadi, aku hanya akan menjadi tidak berguna!
Baiklah. Aku tidak bisa membuat keributan dengan sihir. Jadi, aku hanya bisa mencari tempat dengan kriteria yang aku butuhkan, bukan?
Perpustakaan? Atau mungkin kamarku?
Ah tidak! Kamar mandi! Benar sekali! Aku hanya harus ke kamar mandi, dan mereka tidak akan menemaniku ke dalam. Dengan kata lain, aku bebas melakukan apapun di sana.
Baiklah. Sudah diputuskan aku akan kabur lewat kamar mandi.
Setelah itu, aku harus memikirkan tentang cara selanjutnya.
Sejujurnya, aku ingin hanya melawan Seuird jika bisa. Tapi sepertinya ada kemungkinan kakak mendukungku.
Hmm, apa aku harus menyerang Seuird? Tapi, walaupun terlihat seperi itu, Seuird sebenarnya cukup kuat. Aku tidak boleh menyia nyiakan tenagaku.
Sepertinya aku bisa sedikit merusak kamar mandi? Kamar mandi dekat dengan sungai! Dan itu akan membawaku ke kota.
Dari kota, akan kulaksanakan rencanaku selanjutnya!
Pemikiran ku menemukan titik terang setelah beberapa menit terdiam. Aku tersenyum perlahan.
Senyum yang biasanya tidak ditunjukkan oleh anak umur 6 tahun.
"Hei! Suasana tegang ini membuatku kebelet, tahu! Aku bsia meminta Seuird untuk mengantarku, bukan? Sebaliknya, aku merasa tidak enak untuk meminta kak Ruly menemuaniku. Bisakah, Seuird?" Aku mulai bediri, menatap mereka berdua.
Seuird mengangguk, dan mulai berdiri. Sedangkan, kak Ruly tersenyum penuh arti sambil menatapku tajam. Aku segera berlalu sambil melewati kak Ruly.
Entah kenapa, dia terus menatapku tajam, ketika bibirnya bergerak, tapi tidak mengeluarkan suara.
Aku tersentak, berhenti sesaat. Aku mengerti apa yang dia katakan tadi padaku! Apakah ini, maksudnya?!
"Hei! Ayo cepat!" Seuird sepertinya dalam suasana hati yang kurang baik. Mungkin aku mengganggu waktunya dengan kak Ruly.
Tapi maaf, sepertinya kak Ruly berada di pihak yang berbeda denganmu!
Ya! Kak Ruly dengan jelas mengatakan "hati hati" padaku tadi. Yang artinya, dia tahu apa yang aku rencakan, dan tidak berusaha menghentikannya.
Apapun itu, aku akan membalas budinya karena tidak membeberkannya!
Terima kasih, kakak! Aku berjanji membawa pulang Suzu!
Lorong terlihat sepi kala itu. Mungkin semuanya sedang sibuk untuk mereka yang akan berangkat mencari Suzu dan yang lain.
Sedangkan, toilet berada cukup jauh dari ruang keluarga tadi.
"Kau tidak akan masuk bukan?" Aku menatap Seuird dengan mata mencurigai.
"Ya! Silakan gunakan waktumu sebaik mungkin." Dia menyilangkan tangannya kemudian berbalik.
Dengan begini sepertinya aku sedikit menyingkirkan masalah. Aku segera masuk dan kemudian menyalakan air.
Di sini air dialirkan melalui sebuah batu yang memiliki segel sihir di atasnya.
Jadi dengan menyentuhnya kita bisa mengeluarkan tapi air dari batu ini sangat terbatas.
Aku mendengarkan baik-baik gemercik, tidak. Gemuruh suara air yang berasal dari sungai di belakang kamar mandi.
"Arusnya cukup deras sepertinya. Aku tidak tahu apakah itu akan menghancurkan tubuhku atau tidak nanti."Aku berbicara dengan leluasa ketika berada di dalam kamar mandi.
"Tapi sepertinya ini hanyalah satu-satunya pilihan yang kumiliki. Mau mati sekalipun Aku juga tidak masalah. Toh aku sudah merasakan kehidupan yang menyenangkan di sini," aku sedikit menutup mata memikirkan itu.
"Tidak tidak! Aku tidak ingin mati! Setidaknya sebelum aku melihat dunia luar!"Aku bergidik mengingat aku memikirkan hal yang mengerikan!
Aku mulai sedikit merusak ventilasi. Kayu yang dilubangi agar ada cahaya yang masuk. Cukup kecil, tapi aku yakin aku bisa melewatinya.
"Hyaa!" Teriakanku tertahan ketika aku mencoba melompat melewati ventilasi itu.
Aku menapakkan kakiku ke tanah. Sangat mudah bagiku untuk melewati ventilasi itu. Cukup mengerikan, aku segera mengecek keberadaan Seuird.
"Dia masih tenang di sana ya?"aku menggumam pelan ketika melihat Seuird sedang menatap ke atas, menghitung bintang-bintang!
Aku terkikik pelan melihat itu. Tapi aku tidak bisa terus-terusan bengong di sini.
Aku berjalan pelan menuju suara air yang terdengar jelas. Rasanya seperti mengatakan "hei apa kau yakin?" yang terus menderu bagaikan musik.
"Sudah sejauh ini ada, aku tidak akan bisa mundur lagi. Aku harus bisa menyelamatkan Suzu!" Aku bertekad, sambil melangkah pelan menuju tepi jurang yang mana sungai itu telah menungguku.
Aku menenangkan diri, lompat masuk ke dalam air sungai yang cukup deras!
Aku bisa merasakan tubuhku melayang sesaat, sebelum akhirnya jatuh menghujam air.