Become A Human In Another World

Become A Human In Another World
ACT 1: Bab 17 - Sebuah Petunjuk



Aku masih sedikit berkeliling di kantor Guild. Siapa tahu ada sesuatu yang akan berguna.


Sampai aku mengingat sesuatu yang menarik.


"Hei, kau tahu, ini adalah kantor kepala guild. Aku dengar ada skill khusus yang didapat petualang ketika lulus dari ujian Guild. Skill apa itu?" tanyaku padanya.


Mungkin ada sesuatu event khusus untuk ini?


"Ya! Skill itu bernama [Map Exploration]. Itu skill yang sangat berguna lho! Aku sangat menyukainya!" dia melompat dari kursinya.


"Terutama ketika membuka daerah baru, itu seperti mendapat update terbaru! Oleh karena itu aku suka berpetualang!" katanya bersemangat.


"Up...date?" Tanyaku pura pura bingung.


"Ah, kau tidak mengerti, ya?!" dia bertanya sambil menggaruk kepalanya.


Tapi, jika seperti apa yang dia katakan tadi, ini meupakan skill yang luar biasa!


Aku pernah bermain game Adventure, yang mana jika kita melakukan suatu perbuatan, kita bisa membuka peta baru.


Dan jelas itu sangat penting!


"Oh ya! Apa kau tahu, jika kau beruntung, kau akan mendappat skill langka, yaitu skill [All Map Exploration]! Itu skill yang sangat luar biasa, lho!" katanya sambil mengambil sebuah buku, dan memberikannya padaku.


"Benarkah?!" aku semakin tertarik.


Yahh, aku yakin aku akan mendapat itu, karena mungkin Zadkiel mengaturnya agar keberuntunganku luar biasa tinggi, kau tahu?!


"Cara pakainya, kau tinggal baca mantra yang ada di dalam buku itu, lalu kau bisa mendapatkan skill nya!" ajar Seuird padaku yang masih memegang buku itu dengan mata tertarik.


Aku segera melirik buku itu. Buku itu sudah terlihat tua, tapi aku selalu inat untuk tidak menilai buku dari sampulnya.


Tapi, jika semua buku disini berisi hal hal seperti ini, aku sangat ingin membawanya kembali!


"Wahai sumber kekuatanku, bukakanlah jalan untuk orang orang yang berilmu!" aku kata katanya!


Benar benar chuunibyou. Serius. Aku tidak ingin mengulanginya lagi!!


Buku itu mulai bersinar terang, huruf huruf yang barusan saja kubaca menjadi menyilaukan.


Dan samar samar, aku melihat huruf huuruf itu melepaskan diri dari buku, dan muali berterbangan ke arahku.


Skill: [All Map Exploration] acquired.


Sudah kuduga aku akan mendapat ini.


Aku belum mengecek ulag statusku, tapi sepertinya Zadkiel lagi lagi membantuku. Aku yakin ada banyak skill, dan stat yang melesat!


Haruskah aku mengecek status nanti?


"Bagaimana? Apa kau sudah mendapatka skill nya?" tanya Seuird sambil berdiri, menghampiriku.


Aku juga sudah kembali sadar, menutup buku, berjalan pelan ke arah Seuird mengambil pada awalnya, mengembalikannya.


"Aku juga mendapatkannya! Sayang sekali hanya sebuah skill biasa," kataku menaruh buku itu kembali ke rak.


Rak itu cukup tinggi bagiku, membuatku sedikit kehilangan keseimbangan dan menyenggol beberapa buku yang ada di sebelahnya.


Aku tidak sengaja menjatuhkan beberapa buku di sana, dan sedikit membaca sampulnya.


"Ini?!" Aku terkejut melihat buku ini.


Buku ini tidak ada di perustakaan rumah! Buku dengan judul "Bangsa Iblis", yang tidak dapat ditemukan dengan mudah ada di sini.


"Ahh! Apa kau tertarik dengan itu? Itu adalah buku untuk pembelajaran di Akademi Dasar. Tapi karena kau tidak masuk ke dalam Akademi, kau pasti tidak mengetahuinya!" Seuird segera menyela.


"Ini, apa aku boleh membawa pulang ini? Aku belum mengetahui apa yang dikenal dengan bangsa Iblis!" aku berteriak, yakin.


Tujuan utamaku adalah, tentu saja mencari petunjuk tentang Suzu, karena bagaimanapun, bangsa Elf bukanlah bangsa yang memiliki banyak musuh.


Dan satu satunya yang memusuhi bangsa ini adalah musuh dunia, pemuja iblis.


Dan bajingan penculik tadi memiliki nama perkumpulan yang terengar aneh. (De Moon Freedom).


Namanya terdengar cukup, tidak. Sangat menakutkan karena sepertinya mengandung beberapa flag di dalamnya.


Dan jika mereka benar benar yang menculik Suzu, aku akan, tidak. Aku pasti menghancurkan tempat dimana perkumpulan itu berada, hingga habis tidak tersisa.


"Ya! Kau boleh membawa semuanya! Aku akan mengambilkan beberapa buku lain tentang bangsa Iblis! aku suka dengan orang yang suka mencari ilmu sepertimu," katanya tiba tiba sambil menghilang pergi.


Aku kembali fokus ke bukuku, dan membaca beberapa bagian utama.


Ini mengatakan bahwa para Demon ini adalah makhluk ciptaan dari Demon God, sosok yang luar biasa. Aku terus memperhatikan hingga akhrnya, pintu terketuk.


"Halo! Aku diminta menjemputmu, Ren!" kak Ruly datang, sambil melambaikan tangannya padaku.


Aku segera berlari, mendekati kak Ruly yang berada di ambang pintu, lalu segera bersujud dengan posisi semnpurna padanya.


"Kak Ruly! Aku sungguh minta maaf! Aku tidak bisa menjaga Suzu dengan bnar! Maafkanlah aku!" aku bertriak keras, bersujud pada kak Ruly. Kak Ruly memgambilku, dan menyuruhku berdiri.


Di wajahnya terdapat ekspresi tidak enak dan lainnya.


"Aku sudah diberitahu ayah, tapi aku tidak menduganya sampai seperti ini," dia menggeleng.


"Jika kau terus menyalahkan dirimu, bantu kami untuk menemukan dan menyelamatkan Suzu secepatnya! Kau bisa mulai mencari petunjuk!" katanya sambil mengambil buku ras Iblis dari tanganku.


Aku memandanginya, dan merasa bahwa dia benar.


Meratapi beberapa hal yang sudah terjadi benar benar tidak ada gunanya. Yang harus aku lakukan sekarang adalah berusaha!


"Ya! Aku berjanji, aku akan menyelamatan Suzu, apapun yang terjadi. Walau nyawaku menjadi taruhannya!" kataku yakin.


Aku akan menerima ini sebagai quest. Dan jika aku gagal dalam menjalankan quest, maka jangan panggil aku Ren!


"Baguslah kalau begitu! Aku akan mengantarmu pulang sambil membawa buku ini!" kata Seuird sambil mendekat ke arah kak Ruly.


Jangan jangan, kau Seuird?!


"Guhum! Aku lupa tadi siapa yang hampir membunuhku ya?!" aku berteriak sambil sedikit merlirik ke arah Seuird. Seuird nyengir membalasnya.


Apa arti sengiran itu?! Aku ingat aku hampir mati tadi!!


***


Aku sudah kembali ke dalam habitatku, perpustakaan. Aku harus memfokukan diriku dalam penelitian ini, unuk mendapat informasi yang tepat.


Dengan infomasi yang cukup aku bisa mengetahui dimana aku harus memulai pencarian.


Aku ingat dengan skill yang kudapat tadi, dan segera menggunakannya. Kini waktu sudah berubah menjadi senja, jadi suasana sangat menyenangkan bagiku.


"[All Map Exporation]!" aku mencoba mencari tempat perkumpulan itu, menggunakan skill, tapi aku tidak bisa menemukannya.


Sepertinya tidak dalam jangauan peta milikku. Tapi, aku bisa mengotak atik skill itu.


Skill ini sangat luar biasa! Ada sebuah minimap muncul di sebelah kiri pandanganku.


Jika aku memfokuskan pandanganku ke arah sana, peta itu akan membesar, dan memperlihatkan daerah yang sudah terbuka, dan daerah yang belum terbuka dengan warna hitam.


Selain itu, aku bisa memberi penanda unuk beberapa, mungkin ratusan, atau ribuan orang. Aku sangat menyesal tidak mendapat skill ini dari awal.


"Aku tetap tidak bisa menemukanya, ya? Kalau begitu, sepertinya memang aku harus mencarinya secara manual?" aku mengambil sebuah buku, dan mulai membacanya.


***


Ras Iblis adalah Ras yang sangat kuat. Karena itu, mereka mereka disegel oleh dewa-dewa yang lain dan juga dengan Demon God


Tetapi ada beberapa orang yang menganggap bahwa Demon God adalah dewa yang sebenarnya. Mereka adalah para pemuja Demon God. Mereka biasanya beranggapan bahwa dunia ini sebenarnya salah.


Dan pemimpin sebenarnya dunia ini adalah Demon God yang mulia.


Mereka banyak melakukan hal-hal yang mengerikan. Seperti memanggil para demom atau membuat beberapa kerusuhan, dan yang lain-lain.


Paling sering ditemukan mereka terlibat dalam kasus pembunuhan yang di mana korbannya ada pada rentang umur 5-10 tahun.


Ini sangat meresahkan, karena di dunia ini, umur 5-10 merupakan umur yang sangat rentan.


Karena mereka mulai bertumbuh dengan cepat, serta labil dalam emosi. Mungkin kalau di duniaku sebelumnya, mereka disebut sebagai fase peralihan, atau remaja.


Selain itu, yang paling mengerikan adalah mereka memanggil parabdemon kelas atas.


Biasanya Demon berubah atau berevolusi menjadi Demon king atau Demon Lord!


Apapun itu kekuatan mereka sangat sangat luar biasa!


Cara pemanggilan nya adalah dengan menyerahkan beberapa tumbal dengan umur 5-10 tahun.


Dan katanya mereka membutuhkan suatu tumbal khusus dengan kekuatan dewa. Dan itu menyebabkan robekan kecil dalam segel yang dibuat para dewa.


Lubang itu dimanfaatkan para Demon untuk pergi ke dunia ini. Tapi, karena saking kecilnya lubang itu terbuka maka hanya beberapa, bahkan 1 Demon yang bisa keluar.


***


"TUNGGU!!! TUMBAL!!!" aku berteriak di dalam perpustakaan itu.


"Dan lagi umur 5 sampai 10 tahun? Bukannya mereka umur yang mirip denganku?! Dan tentu, umurnya sangat mirip dengan Suzu!" Aku berteriak panik melihat apa yang aku temukan.


"Apa jangan-jangan mereka para perkumpulan itu yang menculik Suzu dan akan menjadikan tumbal? Tapi kondisi apa yang membuat mereka menculik Suzu?" Aku kembali bingung.


Aku memutar otak dengan keras mencari kemungkinan apa yang bisa terjadi jika mereka menculik Suzu.


"Oh ya! Fehl! Suzu memiliki lebih banyak Fehl dari anak biasa." aku dengan segera menemukan jawabannya.


Tidak, tunggu. Kalau memang Fehl sebagai faktornya, kenapa dia tidak menangkap ku sejak awal?


"Apa jangan jangan mereka sudah melihat dari awal, siapa saja yang memiliki Fehl banyak?" hipotesis ku mulai banyak bermunculan.


Berarti, mereka sudah ada di sini sejak bertahun tahun yang lalu!


Tunggu. Aku ingat kak Edna juga memiliki cadangan Fehl yang banyak dari awal. Apakah berarti kak Edna juga akan diincar?


"Bukan itu! Yang paling menjadi masalah adalah Suzu sekarang!" aku mengobrak-abrik buku yang ada.


Aku tidak yakin apa yang dimaksud tumbal disini. Tapi jika aku tidak salah, itu berarti memberikan nyawa, bukan? Apa aku salah?!


"Yang berarti keadaan Suzu bukannya bahaya sekarang?!" aku berteriak panik.