
"Permisi." Liu Xiu memastikan untuk mengetuk pintu sebelum masuk, dan menapakkan kaki kedalam ruangan besar itu.
Dia melihat ke sekeliling, dan menemukan beberapa orang yang tidak dia kenal berada di sini. Tampaknya beberapa petualang terkenal? Mungkin saja.
Ada juga Rossie yang baru saja masuk, tampaknya perhatian tertuju padanya.
("Bagus, Rossie! Kau mengurangi perhatian yang masuk ke arahku!") pikir Liu Xiu sedikit berterima kasih pada Rossie.
"Hei! Apakah kalian akan terus membuat kami menunggu?" seseorang di tengah aula tiba tiba mengangkat suaranya.
Dia adalah seorang Beast dengan rambut abu abu. Sepertinya dia adalah Beast kucing, terlihat dari telinga kucingnya yang sedikit keluar dari kepalanya, dan juga ekor yang menjuntai di belakang.
Dia adalah petarung dengan gaya bertarung menggunakan pedang, dilihat dari senjata yang menggantung di belakang pundaknya.
("Humm? Kedua pedang itu memiliki warna yang menarik. Apakah itu pedang ajaib? Aku pernah dengar yang seperti itu.") pikir Liu Xiu melihat itu.
Pedang ajaib. Seperti namanya, itu memiliki keajaiban di dalamnya.
Contohnya saja, pedang ajaib Shylph. Itu dipercaya memiliki sebagian jiwa roh angin di dalamnya, membuat pedang itu akan mengeluarkan angin sesuai dengan keinginan pengguna nya.
Dan dilihat dari warna bilahnya, pedang yang dibawa Beast itu berwarna biru, yang dinamakan pedang ajaib Undine yang membawa jiwa roh air, dan pedang ajaib Iftrit, yang membawa jiwa roh api.
Tidak hanya itu, ada sebilah pedang panjang lagi yang berada di pinggangnya, terlihat kuat seperti dibuat dari Adamantium.
("Wohh! Itu pasti barang kerajinan apa Dwarf! Aku sangat ingin bertemu dengan mereka suatu saat nanti!") hati Liu Xiu benar benar semangat sekarang ini.
"Hei hei. Pendekar Roh, Yin Wang, kau tidak perlu terburu buru. Apakah sebegitunya kau takut pada keramaian?" tanya Rossie yang kini bergerak maju membuat orang orang minggir seketika.
"Ugh... High Elf Rossie. Aku pasti akan mencincang mu hari ini!" kata Beast yang bernama Yin Wang itu.
"Aha ha ha! Ya ya ya. Kau sangat menarik, jadi aku akan meladenimu lagi. Inilah rasanya memiliki kucing peliharaan? Apakah kau siap untuk kekalahan ke ratusan kalinya?" tanya Rossie sambil menutup mulutnya dengan kipas kertas yang selalu dia bawa.
"Hei! Apa kau harus mengingat banyaknya aku kalah darimu?!" teriak Yin Wang memberi tanggapan.
("Ahh, tampaknya ini akan menjadi sesuatu hal yang merepotkan. Tapi High Elf tadi mengatakan apa? Orang itu Pendekar Roh? Rasanya agak berbeda dengan Pendekar Roh yang aku kenal...") pikir Liu Xiu tidak tertarik.
"Lagipula, bagaimana mungkin di tempat ini ada Manusia sepertinya? Apakah kau cukup hebat jika ada di tempat ini?" tanya Yin Wang, sambil tiba tiba menunjuk ke arah Liu Xiu.
"Eh? Aku??!!"
"Jangan begitu, Yin Wang. Dia adalah Adventurer yang menjadi perwakilan kota Fuheng, loh! Dan setidaknya, dia lebih pintar dari kera yang dipilih kota Huang Xi." kata Rossie sedikit terkikik.
("Aku tidak tahu, harus bersikap apa sekarang...") pikir Liu Xiu sambil tersenyum lelah.
Tapi tiba tiba hal yang tidak terduga terjadi.
Seseorang yang sedari tadi diam di pinggir arena melemparkan sebuah jarum tipis ke arah Liu Xiu dan Yin Wang!
"Whoa!!" Yin Wang sedikit terkejut dengan serangan tiba tiba yang sangat cepat itu. Tapi tangannya juga jauh lebih cepat, untuk mengambil pedang, dan dengan teliti menahan serangan jarum itu.
Itu tidak mungkin dilakukan oleh pemula, dan jelas menunjukkan bahwa Yin Wang merupaka Pendekar yang luar biasa.
Sementara itu, Liu Xiu tidak bergerak dengan itu.
Bagaimanapun, Liu Xiu sudah pernah berhadapan dengan King of Hell Bee, yang kecepatannya 10 kali lipat dari lemparan jarum ini. Jadi jarum yang diarahkan padanya bukanlah hal yang sulit.
Liu Xiu hanya menghindarinya dengan gerakan minimal, agar itu tidak mengenainya atau apapun.
Dia tahu, bahwa jarum itu beracun. Jadi menyentuhnya hanyalah suatu hal yang ceroboh.
Setelah serangan itu, Liu Xiu hanya diam, dan memperhatikan sekeliling, terutama orang yang melempar jarum itu. Dia tidak bersiap untuk bertarung, karena bahkan orang itu tidak melempar dengan niat membunuh, dan menurut Liu Xiu, justru ada perasaan senang di dalam lemparannya.
"Hei!! Siapa yang berani melemparkan ini?! Bajingan kau keluar!!" teriak Yin Wang segera setelah jarum itu jatuh ke lantai dengan suara berdentang.
Sett!!
"Itu aku. Kenapa?" tanya seorang laki laki yang tiba tiba muncul di tengah tengah aula, diantara Yin Wang dan Rossie.
("Uwahh, aku pikir orang yang merepotkan akan bertambah.") pikir Liu Xiu ketika menatap ketiga orang yang berkumpul itu.
"Chloe si Assasin! Apa yang ingin kau lakukan disini?!! Dan lagi, menyerang ku tiba tiba. Apa yang kau inginkan?! Jangan kau pikir kau rank-SS dan aku takut denganmu!" Yin Wang berteriak tidak terima.
Dia menggerakkan jubah hitamnya, dan sedikit membuka masternya yang menutup sebagian wajahnya. Kemungkinan itu semua dia gunakan untuk menghilangkan suara setiap gerakannya.
"Ahaha! Bodoh! Aku tidak melemparkan itu hanya padamu, tapi juga pada bocah manusia dari Fuheng itu, kau tahu?!!" jawab Chloe sambil tertawa.
"Be-benarkah?! Apa yang kau pikirkan? Kau ingin dia mati, kah?" sekarang Yun Wang mencengkram kerah Chloe, menggoyangkannya marah.
"Yah yah. Tenang saja. Dia tidak mati. Justru reaksinya lebih baik darimu. Dia tidak perlu repot repot menangkis serangan ku, dan hanya menghindari se simpel mungkin. Itu mengatakan kemampuan nya lebih baik darimu." jawab Chloe.
"A-a- apa?! Beraninya kau merendahkan ku?! Mari sini ku bakar kau jadi abu!" jawab Yin Wang marah sambil mengambil pedang merah dari belakang punggungnya.
"Hah? Apa kau semut berisik? Dalam pertarungan satu lawan satu melawan mu, aku lebih unggul, tahu?!!" balas Chloe sambil mengambil belati kecil di belakangnya.
"Ara ra ra! Semua ini semakin lama semakin menyenangkan!!" sementara itu, Rossie justru terlihat senang.
Keadaan menjadi tegang sesat, ketika semua mata tertuju pada pertikaian yang terjadi di depan sana.
Liu Xiu juga tidak mengerti, bagaimana mereka bisa memutuskan untuk bertarung tiba tiba. Apalagi namanya sempat disebut tadi, jadi dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan sekarang.
"Chloe si Assasin! Pendekar Roh Yin Wang! Cukup sampaikan disana! Dan High Elf Rossie, kau harusnya tidak mendukung ini!" teriakan seorang wanita terdengar menggema di telinga semua orang.
Sontak, semuanya menoleh ke asal suara, sedikit menahan nafas.
Di asal suara, tepatnya tengah tengah panggung di aula itu, terdapat sesosok wanita yang sedang berdiri, sambil. menunjuk ke arah ketiga kerumunan Adventurer tingkat tinggi itu.
Dia membawa tombak panjang, dengan ujung yang indah dengan beberapa hiasan seperti mata di beberapa tempat.
Selain itu, tombak itu juga terlihat seperti sebuah katalis sihir, yang menandakan dia adalah seseorang dengan dia pekerjaan.
("Uwahh, pekerjaan yang mirip dengan Suzu!!") pikiran Liu Xiu otomatis mengingat itu ketika melihatnya.
"Hufft. Jika Guild Master berkata begitu."
"Yahh, itu harusnya kata kataku."
"Aku punya beberapa alasan untuk menurut pada Guild Master, jadi baiklah."
Chloe, Yin Wang, dan Rossie segera tunduk, dan menurut, serta dengan segera memberi jarak satu sama lain.
"Ya. Ini lebih bagus. Kenapa? Karena aku tidak ingin membuang waktu untuk kalian. Kita punya banyak masalah sekarang. Dan juga, informasi ini bersifat rahasia." sekarang perempuan yang terlihat seperti Guild Master itu tampak serius.
"Jika kalian tidak bisa menjaga rahasia, tolong keluar sekarang. Kalau tidak..."
"Kalian yang membocorkan rahasia ini, harus mati. Bahkan seluruh keluarga, dan kenalan. Selain itu, aku akan memberikan sihir tingkat dunia untuk melupakan keberadaan kalian." lanjut si Guild Master dengan nada mengancam.
Intimidasinya luar biasa, bahkan beberapa orang mulai berlutut.
Tapi, ancaman yang dia berikan juga sama menakutkannya. Dan dari wajahnya, dia terlihat sangat serius.
Berkat itu, banyak dari mereka keluar dari ruangan itu. Dan sebelum mereka keluar, Guild Master memberikan sihir pelupa ingatan kecil pada semua orang yang keluar, memastikan mereka tidak berbicara sesuatu yang tidak tidak.
Yang tersisa di dalam ruangan itu kini hanya 7 orang, termasuk Liu Xiu dan 3 orang yang membuat kerusuhan di awal, dan beberapa orang yang bertahan dari intimidasi Guild Master.
"Humm! Bagus. Kalau begitu, saatnya kita memulai rapat yang sebenarnya!!!" kata Guild Master itu merubah karakternya menjadi lebih ceria.
Itu membingungkan bagi Liu Xiu, tapi ada hal yang lebih mengejutkan baginya di tengah ruangan.
Seketika, ruangan besar yang awalnya hanya tempat kosong itu bergetar, dan tanah di bagian tengah mulai terasa naik. Ketiga orang yang awalnya berada di atasnya segera melompat turun, untuk menghindari sesuatu yang tampaknya akan terjadi.
"Jreng!!! Silakan duduk di manapun yang kalian suka!" ucap Guild Master dengan ceria.
Semua takjub melihat sihir yang luar biasa dari Guild Master yang bisa menyembunyikan benda sebesar itu dengan mudahnya. Tapi Guild Master itu bertepuk tangan sebentar.
"Ya! Semuanya! Hari ini kita kedatangan tamu penting. Karena ini menyangkut masalah kota Li Tian juga, maka keluarga Li akan berada di sini!!" kata Guild Master.
("Jangan bilang?")
"Siapkan masuk, nona Li Yuan Yi!"