Become A Human In Another World

Become A Human In Another World
ACT 6: Bab 13 - Pertempuran di Eldergale (2)



"Baiklah. Masalah kericuhan warga juga sudah teratasi. Dan seperti yang aku duga, kak Edna bisa melakukan semuanya dengan baik." ucap Ren pelan ketika mendapati tanda dari Edna yang melambaikan tongkatnya.


Ren tersenyum sesaat, melambaikan tangan untuk membalas Edna.


"Saatnya masuk ke tahap selanjutnya, kah? Jujur saja, aku merindukan anggota Black Eyes....." gumam Ren perlahan, sambil tersenyum masam.


"Hufft. Kalau ini semua sudah selesai, ada baiknya aku menjemput mereka semua. Aina, dan seluruh anggota. Bagaimanapun, Black Eyes juga keluarga ku, aku tidak bisa meninggalkan mereka, bukan?" tanya Ren sedikit tertawa.


Dia melompat dari atap tempat dia mengawasi Edna, menuju ke pusat kota dengan cepat.


Saat ini, alun alun sebagai pusat kota sedang kosong karena Edna sudah mengatur agar tidak ada orang yang mendekati area tersebut.


Edna juga akan berunding dengan Roy, untuk membicarakan setiap rencana Ren. Jadi, Edna sangat membantu dalam memperlancar rencana. Ren tahu rencana nya sempurna, tapi dia tetap tidak bisa memikirkan apa yang akan terjadi. Oleh karena itu, dia meminta bantuan Edna untuk memastikan semua berjalan sesuai dengan yang Ren rencanakan.


"Baiklah. Jumlah sihir sebanyak ini pasti akan menyakitkan. Yahh, tidak hanya untukku, bahkan semua orang juga akan merasa tidak enak hanya untuk berasa di sini...." bisik Ren.


Tanpa aba aba, di tangannya muncul sebuah buku. Itu adalah sebuah katalis sihir yang setara dengan katalis tingkat atas, yang berguna untuk memperkuat sihir hingga 1.5 kali.


"Ughh.... Walaupun aku sendiri yang membuatnya, ini tetap membuatku terpana.... Ini sedikit mengagumkan mengingat aku yang membuatnya." kata Ren sedikit bergetar.


Aura biru hebat mengelilingi nya, membuat Ren terlihat seperti seseorang yang terbakar api biru. Itu terlihat mengagumkan sesaat, tapi tetap terlihat menakutkan.


Dengan kekuatan sihir sebesar itu, bukanlah hal yang aneh jika hampir semua orang segera menoleh ke arah pusat kota, hanya untuk menyaksikan pilar biru yang perlahan mulai naik. Itu membuat kepanikan sesaat, tapi entah bagaimana Edna berhasil mengerjakan tugasnya.


"Baiklah. Ini bagian sulit nya..." bisik Ren pelan.


Dengan kekuatan sihirnya sekarang, Ren bermaksud untuk membuat penghalang besar yang sangat kuat melindungi seluruh kota. Dan dia tahu, bahwa itu membutuhkan fehl yang luar biasa banyak.


Dan rencana yang dia gunakan adalah menggunakan katalis, untuk meningkatkan kemampuan sihir menjadi 1.5 kali lipat lebih baik yang sekarang dia pegang di tangannya, dan memasang reseptor di seluruh kota.


Itu membuat energi sihir yang dikeluarkan tidak ada yang terbuang percuma, dan dapat dikeluarkan secara maksimal dengan energi sihir seminimal mungkin.


Tapi, Ren mendapat satu hal penting saat meneliti sihir.


Mantra.


Memang terdengar aneh, dan bahkan sihir sendiri bisa diaktifkan tanpa mantra. Tapi, Ren menemukan bahwa Mantra memang bisa memperkuat beberapa sihir, terutama sihir dengan skala besar.


"Hufft. Baiklah.... Bagaimana mengatakannya...." Ren menarik nafas sesaat, sebelum menghembus kan nafas dengan tenang.


Dan setelah itu, ekspresi wajahnya menjadi serius.


"Wahai Roh Cahaya yang Agung! Sebagai Asal mula kekuatan yang lembut, aku memintamu! Balikkan akal sehat alam ini dan patuhi keinginan ku!!" teriak Ren dengan seluruh sihir besar di sekeliling tubuhnya.


Kekuatan yang terpancar semakin besar, dan tampak akan meledak setiap saat. Sampai akhirnya, sebuah lingkaran sihir besar muncul di bawah kakinya.


Warnanya emas, memancarkan cahaya hangat yang terasa menenangkan. Tidak hanya itu, cahaya yang dipancarkan sangatlah terang, hingga membuat pusat kota itu tampak bercahaya, diantara langit mendung yang berarak di angkasa.


Seluruh warga kota terperangah, melihat sihir nan indah yang bukan hanya membuat sihir megah, tapi juga menyihir mereka yang melihatnya.


Hanya kata "Indah" yang bisa mereka ucapkan perlahan sambil berhenti, takjub.


("Aku tidak menyangka bahwa efeknya hingga sekuat ini....") pikir Ren. Saat ini, dia sedang mengawasi sekeliling, karena dia sedang mengisi Fehl nya agar tidak habis di tengah jalan, dengan meminum ramuan MP.


Berkat itu, badannya tampak tersayat sayat, dan darah terlihat mulai keluar. Tapi, setiap tetes darah yang keluar dari tubuhnya langsung menghilang, bagai menguap karena lingkaran sihir hebat di bawah kakinya.


("Aku harus menahan sedikit lagi, agar bisa membuat penghalang yang kuat?") tanya Ren lagi, dalam hati.


Saat ini Ren belum mengucapkan nama sihir, membuat sihir ini tertahan dan belum dikeluarkan. Namun yang unik, MP Ren terus tersedot. Memanfaatkan sifat itu, Ren membuat nya untuk terus memperkuat sihir nya.


SRASSHHH!!!!


Detik demi detik berlalu, menunjukkan kulit Ren yang semakin bermandikan merah, darahnya sendiri yang keluar melalui beberapa sayatan yaang muncul di sekujur tubuhnya.


Tidak hanya itu, setiap kata yang Ren ucapkan memiliki maksud dan arti sendiri sendiri. Dan hanya mengucapkan kalimat barusan, sihir yang dikeluarkan Ren meningkat sekitar 200%!!


Dengan MP Ren yang hampir mencapai 400.000, dan sudah diisi hampir 3 kali, kini sihir yang akan dia keluarkan hampir tidak bisa ditiru bahkan oleh penyihir terkuat kerajaan manapun!


"Dengan ini kulepaskan!!!"


BRUK!!!


Suara tubuh Ren yang sudah tidak mampu untuk berdiri. Dia jatuh, tapi masih memegang katalis sihir di tangannya, menyalurkan sihir sebanyak mungkin kesana.


Ren mengumpulkan segenap kekuatan terakhirnya, mengangkat tangan kecil tampak lemahnya ke atas.


"New Magic: [Absolute Barrier]!!" teriak Ren dengan seluruh sisa kekuatan yang ada.


Segera, cahaya biru terang tadi menguat, dan mulai naik meninggalkan tanah. Selain itu, segel yang terbentuk di tanah tiba tiba naik, melingkari tubuh Ren yang sudah berlutut, naik turun seperti mengejeknya.


Tapi, yang pasti segel segel itu terus memudar seperti terserap ke dalam sihir, dan dalam beberapa detik, segel tersebut menghilang.


Lebih tepatnya, segel itu terserap ke dalam sihir mulai membangun sihir pelindung dengan warna hijau keemasan. Perubahan warna yang terjadi ketika sihir Ren yang awalnya biru berubah menjadi sebuah kubah besar benar benar menghipnotis semua yang melihatnya.


"Ba-baik...l-lah.. Per-tahan....kan... seperti ini...." bisik Ren dengan susah payah.


Seluruh tubuhnya sudah berlumuran darah, dengan luka yang tak terhitung jumlahnya terukir di tubuhnya! Jelas, bagaimanapun Ren, tidak. Semua orang tidak akankuat menahan sihir sebesar itu sendirian. Bahkan, Ren masih bisa menahan sampai saat ini adalah keajaiban itu sendiri.


Berbeda dengan keadaan Ren yang benar benar menyedihkan, Kubah emas kehijauan itu dengan cepat menutup seluruh kota dengan lapisan tebal sihir.


Dengan jumlah sihir sebanyak itu, penghalang yang dibuat Ren mampu menutup sebuah kota dengan luas 5 km persegi! Tidak hanya itu, kemampuan penghalang itu mampu menghalau segaa bentuk serangan baik fisik maupun sihir, bahkan bisa memantulkan semua serangan yang masuk.


Namanya memang mirip dengan sebuah sihir "Absolute Shield". Itu karena Ren memang memikirkan sihir tersebut dalam proses pembuatannya.


Dengan kata lain, ini adalah versi lebih baik dari " Absolute Shield".


Sementara itu, orang orang yang sedang bertempur di garis depan berhenti. Mereka takjub dengan sehuah sihr yang tiba tiba datang, melindungi mereka semua. Walau terkesan lengah dalam pertempuran, memang mereka tidak perlu bertempur lagi.


"Sihir yang indah..." ucap salah seorang disana.


"Ini adalah sihir pahlawan! Apakah ada orang yang memanggil pahlawan kemari?!!"


"Tidak! Ini jauh lebih menakjubkan dari itu!"


"Apakah ini sihir skala dunia?"


"Tidak mungkin! Dia hanya bisa menutupi kota ini, itu berarti skala kota!"


"Apakah begitu? Tapi aku penasaran dengan kekuatan serang semua sihir ini jika dikonversikan ke kemampuan serangan..."


"Benar. Jika itu dikonversikan ke kemampuan tembak....."


"Itu akan menghancurkan 2 kali tempat dengan besar kota ini tanpa sisa. Dan jelas, peta akan tidak berguna, karena seluruh daerah sekitar sini akan berubah geografi tanah nya!"


"Itu sangat masuk akal... Eh!! Guild Master! Apa yang kau lakukan?!!" orang dalam kelompok tersebut terkejut ketika menyadari bahwa Guild Master mereka, Roy Larvest tiba tiba masuk ke dalam pembicaraan mereka.


"Apa yang kalian lakukan bermalas-malasan disini?! Pergi lakukan sesuatu!!!" teriak Roy tegas.


"A-ahh! Baik.... Tapi apa yang bisa kita lakukan? Semua sudah diamankan oleh penghalang itu. Dan, kami memang benar benar terbantu dengan adanya penghalang itu." jawab salah seorang dalam grup itu.


"Haahh?!! Apakah aku harus memberitahumu? Lakukan sesuatu seperti mengamankan warga, mengecrk kerusakan, dan lainnya!" jawab Roy, kini dengan wayah mengerikan.


Dia terlihat kesal, tapi dia melirik Edna, yang terlibat gelisah di sekelilingnya.


"Ada apa, Edna. Apa ada sesuatu yang ada di pikiranmu?" tanya Roy.