Become A Human In Another World

Become A Human In Another World
ACT 5: Bab 25 - Menjadi Penonton



Liu Xiu masih berlari dan melompat dari satu dahan ke dahan yang lain. Kadang dia berlari, melewati pepohonan lebat atau bahkan menerobos tebalnya semak yang menghalangi jalannya.


Dia sudah terbiasa dengan perasaan tidak mengenakkan dari Dari Magic, tapi kali ini berbeda.


("Rasanya seperti saat melawan makhluk hitam yang dibuat oleh Gereja! Ugh... Aku tidak tahu apakah hutan ini akan bertahan...") pikir Liu Xiu sambil terus memacu kakinya untuk berlari lebih cepat.


Dia sedikit mengingat kejadian saat dia dan Edna bersama, melawan monster hitam dan Seven Knights.


Saat dia membunuh ibunya.


Liu Xiu mengingat bagaimana dia bahkan tidak bisa memakamkan ibunya dengan layak. Bahkan yang tersisa darinya hanyalah liontin biru, bagaikan es yang mengamuk hari itu.


"Kalung ini juga salah satunya, kah?" bisik Liu Xiu pelan sambil memegang kalung di dadanya.


Kalung berwarna hitam, dengan corak rantai yang cukup mengerikan, tapi dengan bentuk 2 limas segi empat yang terbalik. Cukup mengerikan, tapi itu juga indah dari beberapa sisi.


Selama ini Liu Xiu menyembunyikan kalung itu dalam bajunya, dan hanya terlihat jika dia bertelanjang dada.


Beruntung tadi Rhion tidak bertanya apa apa tentang kalung itu. Mungkin tidak tertarik.


Tapi yang jelas, Liu Xiu tidak bisa melepaskan kalung itu begitu saja. Bahkan walaupun Liu Xiu bergantung terbalik, atau berusaha menarik kalung itu sekuat tenaga, tetap tidak ada yang terjadi.


"Kalau saat ini kejadian yang mirip dengan saat itu terjadi kembali, apakah aku bisa melindungi yang lain?" tanya Liu Xiu pelan, sambil memegang kalung dengan tangan kanannya.


Dia membisu sesaat, ketika memori memori tidak mengenakkan mulai masuk ke kepalanya.


"Hah! Tidak ada gunanya memikirkan itu! Yang terpenting sekarang, aku harus mendapat informasi. Siapa yang mengeluarkan sihir sebesar dan seperti ini? Setidaknya itu akan menjadi kunci tentang Gereja dan Kultus!" kata Liu Xiu tegas.


Dia terus berlari, menyusuri hutan sambil terus merasakan sihir dan aliran mana yang semakin kusut di hutan itu.


Semua berjalan baik, sampai.


TRIINGG!!!


Skill [Critical Perception] Liu Xiu berbunyi!


Itu membuat Liu Xiu terkejut sesaat, tapi kemudia dia menyadari, di hadapannya ada batu seukuran genggaman tangan yang mengarah ke tubuhnya!


Sesaat, Liu Xiu berpikir. Kenapa batu seperti ini bisa membunyikan skill darurat miliknya, dan dia menyiapkan belati kecilnya.


Dan saat Liu Xiu dengan cepat membelahnya...


BOOMMM!!!!


"HWAAAA!!??" teriakan Liu Xiu sedikit menghilang ditelan suara ledakan yang sangat besar itu.


Tanah di tempat Liu Xiu awal berdiri menghilang meninggalkan tanah kering nan hancur yang berasap, dan beberapa pohon juga menghilang. Ada yang layu, dan bahkan ada yang menghilang tanpa jejak.


"Uhuk uhuk! Apa apaan itu? Itu mengerikan! Tubuhku akan hancur jika terkena itu secara langsung!" teriak Liu Xiu sedikit tidak terima.


Walaupun sejatinya dia tidak akan langsung mati terkena serangan tadi, tetap saja itu sangat berbahaya.


Bahkan Elf akan kehilangan beberapa bagian tubuhnya, jika pelindung sihir yang ada tidak terlalu bagus.


Sudah sangat dekat dengan pusat sihir itu, tapi ada halangan seperti ini yang membuat Liu Xiu terhenti.


Tapi ada beberapa hal yang aneh.


Hutan ini sangat sepi, bahkan suara jangkrik atau nyamuk tidak lewat sama sekali, bahkan Liu Xiu juga bisa melihat beberapa monster berlari ketakutan dan melarikan diri dari arah Liu Xiu tuju.


"Apa yang sebenarnya sedang terjadi?" tanya Liu Xiu oelan, sambil menatap ke sekeliling, memeriksanya sekali lagi. Namun sekeras apapun dia mencoba mencari hal baik, haju ada hal buruk yang terus muncul di matanya.


"Tapi bagaimanapun, aku harus segera-" Liu Xiu tidak bisa menyelesaikan kata katanya. Karena saat dia berbalik, ratusan duri yang mirip dengan yang Liu Xiu pecahkan sedang melayang!!


"HIII!!" Liu Xiu memekik pelan, ketika mengetahui ajal yang sangat dekat berada di hadapannya.


Dengan begitu, Liu Xiu tidak bisa menahan diri lagi. Menggunakan kekuatannya, dia membuka gerbang pertama untuk menaikkan kemampuan fisiknya secara drastis, dan menghancurkan duri duri itu satu persatu, lantas segera menjauh sebelum duri itu meledak.


Liu Xiu memang bisa menjadi sangat cepat dan meledakkan semuanya, tapi...


"HWAAA!!! INI JELAS MUSTAHIL!!!" teriak Liu Xiu ketika dia mendongak ke langit, dan mendapati duri duri itu seperti tidak berkurang jumlahnya dan justru seperti bertambah.


Dengan sedikit berteriak, dia mengubah strategi menjadi melarikan diri.


Lari adalah hal yang mudah. Tapi memperkirakan sampai mana dia harus berlari adalah perkara berbeda.


Sambil terus melihat ke belakangnya, Liu Xiu melarikan diri dari duri duri yang meledakan nya dengan diiringi suara bagaikan perang dengan tembakan atau ledakan dimana mana.


Itu bertahan beberapa menit, sampai akhirnya Liu Xiu menemukan batas penggunakan sihir itu, dan menunggu disana sambil mengamati keadaan.


"Benar benar sihir yang mengerikan. Dari mana pemilik sihir ini merapalkan mantra? Dan lagi, berapa banyak Fehl yang dia miliki?" pikir Liu Xiu sambil melipat tangan, melihat lingkaran besar hutan yang sudah mulai berubah menjadi tanah lapang berdebu.


Beberapa saat kemudian, hujan duri peledak itu mulai berhenti. Liu Xiu mulai melanjutkan perjalanan.


Tapi kini dia tidak fokus berjalan lurus melainkan berjalan sedikit memutar seraya dengan fokus mengawasi sekeliling, termasuk perubahan terhadap mana di udara atau Fehl milik orang lain.


Dia memutari lingkaran tanah berdebu itu, dan bergerak ke arah hutan yang lebih dalam, tapi tetap dipinggir tempat ledakan.


Kenapa? Karena dia merasakan perasaan tidak enak dari arah sini, jadi Liu Xiu menyimpulkan sang peramal mantra ada disana.


Namun, itu hanya sesaat, karena...


"Apa apaan itu?!!" teriak Liu Xiu saat melihat seekor Wyvern yang terbang diatasnya.


Itu adalah hewan yang kecil jika dibandingkan dengan naga, tapi sangat besar bagi manusia biasa seperti Liu Xiu atau orang orang lainnya.


Memperkuat matanya dengan skill, Liu Xiu bisa tahu ada seseorang yang menunggangi hewan itu.


Tidak hanya mengawasi di bagian atas, Liu Xiu juga menonton ke bagian tengah lapangan kosong itu, menemukan ada orang yang mengibaskan pedang, untuk mengusir debu.


"Heh... Ada yang bertahan di serangan brutal tadi. Aku yakin dia cukup kuat untuk mengalahkan naga seorang diri." kata Liu Xiu pelan, merasa terhibur.


Mendapat kesempatan itu, Liu Xiu mendekat perlahan, sambil menjaga agar tidak ada yang menyadarinya.


Dia menggunakan banyak skill yang sudah sekian lama tidak Liu Xiu pakai, seperti [Stealth] dan [Sneak]. Tapi kebanyakan dia memakainya secara tidak sengaja.


"Humm. Ada seorang Beast disana, dengan senjata tombak dan pedang? Cukup aneh. Tapi aku tahu, senjata senjata itu benar benar luar biasa kuat. Setidaknya, setara dengan Admantium, atau pedang suci." kata Liu Xiu sambil perlahan berhenti.


Dia mencari sebuah batu yang mencuat untuk menutupi tubuhnya, dan sekeras mungkin menghilangkan keberadaannya.


"Tidak hanya itu. Ada Elf di belakangnya. Dan melihat kapasitas Fehlnya, dia benar benar mengejutkan."


"Memiliki 100 ribu, itu benar benar luar biasa! Walaupun itu hanya sekitar seper enam total Fehl milikku dulu, tapi itu tetap luar biasa. Dan aku yakin Suzu bisa menyamai jumlah Fehl miliknya kelak." lanjut Liu Xiu sambil mengangguk yakin.


"Tapi katalis nya, katalis apa itu? Aku bisa merasakan sihir yang sangat kuat dari sana. Apakah itu semacam barang langka?" tanyanya lagi.


Katalis adalah barang yang digunakan penyihir untuk menyalurkan energi sihirnya.


Sebenarnya memang tanpa katalis saja sihir bisa dikeluarkan, seperti yang biasa dilakukan Liu Xiu dulu. Tapi dengan menggunakan katalis, sihir menjadi lebih kuat dan Fehl yang dibutuhkan menjadi lebih kecil.


Liu Xiu mendongak lagi, mengamati Wyvern yang terbang tenang di atas, dan mendapati...


"Ada seseorang yang melompat dari atas!!" teriaknya senang.


Dan ketika Beast di bawah yang merupakan Luna menerima serangan itu, Liu Xiu memuji kekuatannya, dan kekuatan pedangnya.


Dia juga mengomentari beberapa hal ketika Wyvern itu turun, dan tentang seseorang yang duduk di atas Wyvern itu.


Liu Xiu menjadi penonton, sampai dia menyadari.


"Bukankah itu ras Demon? Bagaimana mungkin?" tanya Liu Xiu setengah berteriak.