Become A Human In Another World

Become A Human In Another World
ACT 4: Bab 19 - Sova



Itu adalah sebuah kecantikan yang sempurna, dengan gaun hijau dan rambut hijau terurai. Kulitnya putih, bagaikan Serta matanya yang jernih ditambah dengan pupil hijau yang teduh menambah kesan anggun dan indahnya sosok itu. Tapi hanya ada satu masalah.


"Kenapa ada anak kecil disini?" tanya Liu Xiu spontan.


"Aku bukan anak kecil, bodoh!!" terdengar suara melengking yang terdengar seperti suara seorang anak.


Yahh, sosok anggun itu bisa dibilang tidak terlalu tinggi, mungkin hanya 120 cm, mirip dengan Xi yang ada di ada di sebelah Liu Xiu. Jadi jelas, siapapun pasti akan mengenalnya sebagai anak kecil.


"Kau tahu, aku mengambil bentuk ini agar aku bisa bergaul dengan kalian. Jadi aku mengambil bentuk Fairy."


"Tapi kenapa aku justru dibilang seperti anak kecil. Itu sedikit menyebalkan." kata sosok itu sambil menggembungkan pipinya dan menyilangkan tangan.


Mendengar itu, Liu Xiu dan Xi berpandangan, dan berjalan sedikit demi sedikit ke depan.


"Yahh, baiklah. Maafkan aku. Tapi bagaimanapun, semua orang akan melihatmu sebagai anak kecil dalam bentuk seperti itu. Bagaimana mengatakannya, aku merasa aura yang dikeluarkan berbeda dengan para Fairy." kata Liu Xiu sambil mengangkat pundaknya.


"Kalau begitu," suaranya sosok tadi mulai menghilang, bersamaan dengan tubuh yang tertutup kabut. Dua orang yang ada di sana hanya menatap heran, tapi tetap waspada.


"Bagaimana dengan ini?" tanya sebuah suara yang berbeda.


Kabut menghilang, dan sosok yang muncul dari balik itu adalah orang dengan deskripsi yang sama, tapi dengan suara dan bentuk tubuh yang berbeda.


Bisa dibilang, ini adalah versi dewasa dari anak tadi.


"Bukanlah ini adalah bentuk yang bagus, wahai pemuda? Apakah kau tertarik bermain dengan kakak?" tanya sosok itu sambil mencoba mendekati Liu Xiu, menggodanya dengan mengelus lembut bibir Liu Xiu.


"A-a-apa itu?!! Bagaimana mungkin kau bisa menumbuhkan asetmu secepat itu? Apakah ada trik khusus?" teriak Xi sambil menunjuk sosok itu dengan wajah memerah.


Sedangkan Liu Xiu, dia menatap datar wanita yang menempel padanya.


"Kau tahu! Trik itu tidak akan berguna padaku. Bahkan jika kau menggunakan skill [Seduce] sekalipun." kata Liu Xiu sambil berkacak pinggang, menyombongkan diri.


Mendengar itu, sosok wanita itu jatuh, dan sedikit memukul lantai.


"Itu tidak berhasil?! Aku jadi penasaran apakah kau tidak tertarik dengan wanita?" tanya sosok itu.


"Liu Xiu, kau sampah." Xi juga ikut ikutan berpikiran hal yang sama.


"Tunggu kalian bodoh!! Hilangkan pikiran seperti itu, oke!! Dan kau berhenti mempengaruhi Xi lebih jauh. Dia masih terlalu polos!" tweiak Liu Xiu.


"Dan melihat skill tadi dan penampilan mu, bukankah sebaiknya kau langsung bicara pada kami ke intinya saja, Dryad?" tanya Liu Xiu langsung mengungkap jati diri sebenarnya sosok misterius itu.


"H-h-h-hahhh?!!!! Dryad?!! I-Itu berarti?!!" Xi berteriak histeris.


"Hooooh!! Matamu bagus juga!! Dan Fairy disana, tolong jangan pingsan. Aku benar-benar tidak bisa merawat orang, kau tahu?" jawab Dryad itu yang mulai berdiri lagi.


"Tidak ada. Aku hanya sering membaca, dan tahu siapa itu Dryad." jawab Liu Xiu ringan.


"Dan aku ingin memperjelas saja, apakah kau adalah sosok Dryad dari pohon yang disebut Pohon Dunia ini? Dan kalau boleh aku tahu, siapa namamu, dan bagaimana aku harus memanggil mu? " tanya Liu Xiu lagi.


"Yahh, bisa dibilang itulah aku. Untuk nama, kau bisa memanggilku Sofa. " jawab Dryad itu, yang ternyata bernama Sova.


Dryad, adalah Raa khusus yang tersembunyi, yang tidak termasuk dalam ras besar.


Ini adalah ras yang terbentuk dari keinginan sebuah pohon, yang biasanya pohon yang sudah berumur sangat tua. Bisa dibilang, Dryad adalah Roh dari pohon itu sendiri.


Dan mengetahui bahwa Roh Pohon Dunia sedang berada di hadapannya, Xi berlutut segera.


"M-maafkan perilaku saya. Saya tidak tahu bahwa sosok ini adalah sosok anda! Hei, Liu Xiu! Ayu berlutut juga!" kata Xi sambil berlutut pada Sova. Suaranya juga terdengar bergetar antara takut dan hormat.


"Tidak perlu melakukan itu, nak Fairy. Aku sendiri yang seenaknya memanggil kalian kemari, jadi jangan menunduk seperti itu juga." jawab sosok Dryad itu.


Liu Xiu sedikit tersenyum mendengar itu. Pasalnya, itu adalah kepercayaan Fairy di desa ini menyembah Pohon Dunia.


"Dryad, salah satu ras terlangka yang bahkan keberadaannya diragukan adanya. Aku sangat beruntung bisa bertemu satu dalam hidupku. Tidak, bahkan aku tidak tahu apakah ada Dryad lain di dunia ini. " kata Liu Xiu senang.


"Kau benar. Memang sebuah kehormatan untuk bisa bertemu denganku, tapi santai saja. Aku tidak akan melakukan beberapa hal aneh." jawab Sova.


"Bagaimana mungkin kau melakukan sesuatu yang aneh pada penyelamat mu?" kata Liu Xiu sedikit mengejek.


Sova yang mendengar itu tertawa lepas.


"Entahlah, aku hanya bergerak sesuai kata hati ku." jawab Liu Xiu ringan.


Melihat Liu Xiu yang bisa berbincang seperti biasa dengan Sova membuat Xi memandang Liu Xiu kagum, dan dia sendiri juga mulai berdiri dengan takut takut melirik ke arah Sova.


"Oh ya! Bagaimana dengan ketujuh orang itu?!" teriak Xi tiba tiba.


"Tenang saja." jawab Liu Xiu tenang.


"Heh? Apa maksudmu? Bukankah tadi kau yang sangat khawatir pada mereka semua? Kenapa jurus kau menghentikan ku sekarang?" tanya Xi bingung.


"Karena ruangan ini kebal akan aturan waktu, bukan?" tanya Liu Xiu menatap Sova.


"Hehh menarik..." Sova menatap tajam Liu Xiu dengan mata yang terlihat penasaran, seperti menemukan sebuah mainan yang menarik.


Xi sedikit tidak bisa mengikuti apa yang mereka berdua bicarakan. Jadi dia hanya diam sambil mendengarkan baik baik.


"Jadi akan aku tanya sekarang. Apakah kau ada cara untuk menyelamatkan mereka semua?" tanya Liu Xiu.


Sekeliling tiba tiba menjadi hening, dan suasana jadi agak tidak mengenakkan. Sova memberikan tatapan mengintimidasi ke arah Liu Xiu tapi Liu Xiu bahkan tidak bergeming sedikit pun, walaupun Xi yang melihat saja ketakutan hingga lututnya bergetar.


"Yahh, karena kau tahu, waktu tidak mempengaruhi kita, kau tidak seharusnya terburu buru." kayanya menjentikkkan tangan.


Seketika, muncul sebuah meja dan kursi, beserta cangkir yang sudah terisi air yang terlihat mirip dengan teh. Itu tepat di tempat mereka berdiri. Sova mempersilakan mereka, dan mereka duduk dengan hormat.


"Pertama akan aku jelaskan tentang siapa aku. Nak Fairy. Apa yang kamu rasakan ketika kamu berusaha naik ke atas pohon ini?" tanya Sova sambil meminum teh di tangannya.


Xi yang mendengar itu segera duduk dengan sikap dan punggung lurus. Sepertinya dia benar benar grogi.


"Ya, saya merasa tertekan setiap saya naik semakin jauh. Itu seperti saya merasa bahwa saya merasakan kepala saya semakin pusing, dan beberapa gejala tidak mengenalkan lainnya. Itu tidak berguna bahkan setelah aku menggunakan beberapa obat untuk menembus ke atas." jelas Xi.


Mendengar itu, Sova tertawa terpingkal-pingkal.


"Kau tahu kenapa?" tanya Sova sambil melirik Liu Xiu. Dan Liu Xiu hanya mengangkat bahu, tidak tahu.


"Itu karena keilahian ku." jawab Sova singkat.


Itu membuat semua orang terdiam, dan wajah Liu Xiu tiba tiba menjadi serius. Liu Xiu juga sedikit tersenyum, terlihat tertarik dengan topik ini.


"Bagaimana bisa itu mungkin? Keilahian? Bukankah itu sama mengatakan bahwa kau adalah dewa yang memiliki hal semacam hal hal ilahi?" tanya Liu Xiu, mencoba memancing Sova untuk mengatakan lebih banyak hal lagi.


"Ha ha ha! Kau tahu, aku melindungi kalian setiap saat disini." kata Sova sambil tertawa.


"Kalau aku tidak melindungi kalian dari keilahian ku-" seketika Sova menjentikkan jarinya, dan tiba tiba Xi mengerang.


Liu Xiu yang terkejut segera menolong Xi, yang mulai terjatuh ke lantai sambil memegang kepalanya dan juga bagian dada nya. Liu Xiu juga sempat menepuk beberapa kalo pipi Xi, tapi itu tidak membawa perubahan yang baik.


"Ada apa ini?!!" kata Liu Xiu marah.


"Ahh, maaf maaf. Aku sepertinya berlebihan." kata Sova sambil menjentikkan jarinya lagi.


Seketika teriakan Xi berhenti, dan dia mulai menarik nafas panjang berkali kali, seperti berusaha menenangkan diri. Xu kembali duduk di kursi, dibantu oleh Liu Xiu yang terus mengecek keadaan Xi.


"Apakah kau baik baik saja?" tanya Liu Xiu.


Itu dijawab hanya dengan anggukan kepala, tapi hanya dengan itu Liu Xiu sudah bersyukur.


"Apa itu? Kenapa kau lakukan itu pada Xi? Itu berbahaya, kau tahu? Sebuah serangan di bagian kepala dan jantung itu benar benar mengerikan." kata Liu Xiu sedikit mencobur Sova.


"Bukan begitu, bodoh! Aku hanya melepas pelindung yang aku buat untuk kalian. Itu membuat dia merasakan Keilahian yang kuat dariku." kata Sova.


"Konon, orang yang merasakan Keilahian dalam jarak dekat seperti ini akan langsung mati dalam beberapa detik. Tapi mungkin karena sudah lama tinggal di bawah, dia sedikit kebal terhadap Keilahian, membuat dia dapat bertahan cukup lama." lanjut Sova sambil tersenyum.


Liu Xiu sedikit mendecak pelan. Tapi dia berfikir bahwa tidak mungkin Sova melakukan hal itu jika dia tidak memiliki sesuatu untuk mengembalikannya.


"Lalu, kenapa Xi yang kau buat sebagai bahan percobaan? Bukankah aku yang tidak percaya bahwa kau memiliki Keilahuan?" tanya Liu Xiu.


"Aku tidak melepaskan pelindung itu hanya pada Xi, bodoh! Aku juga melepaskan pelindung itu padamu!" jawab Sova.


"Eh?"