
Kembali ke PoV Liu Xiu...
("Ugh... Ini menyakitkan!!") teriak Liu Xiu dalam hati, ketika perutnya ditusuk oleh seseorang. Dia setidaknya membuat tepung yang dia bawa sebagai tameng, tapi itu tidak ada gunanya.
Tepung bertaburan, membuat tubuh dan tangan si penusuk bermandikan warna putih.
"Sial! Apa yang dia bawa?!!" teriak orang yang menusuk Liu Xiu, sambil berteriak mundur, bersiaga dengan apa yang dibawa Liu Xiu. Itu memberikan celah, membuat Liu Xiu bersiap untuk kabur, tapi...
BUGG!!!!
Seseorang melompat turun, sambil memukul tengkuk Liu Xiu dengan keras.
Liu Xiu tahu, serangan barusan cukup berbahaya. Itu karena Liu Xiu bisa langsung pingsan jika dia tidak menghindar sedikit agar pukulan tadi mengenai titik yang tepat.
Sedikit sempoyongan, Liu Xiu masih berusaha mempertahankan keseimbangan. Tapi pada akhirnya, dia bisa berhasil sadar ketika sedikit menggigit bibirnya.
"Ughh..... Bajingan sekalian. Kau pikir aku begitu lemah hingga bisa membunuhku begitu saja?" tanya Liu Xiu berpura pura bodoh.
"Aha ha ha ha! Dasar tolol! Kau pikir kami datang untuk membunuh mu?!" teriak salah atau orang, yang tadi menusuk Liu Xiu
"Diam, Dyure. Kau terlalu berisik." bentak Elf yang memukul tengkuk Liu Xiu ke yang lain.
"Baik, Senior." jawab Elf yang dipanggil Dyure itu.
Liu Xiu sedikit bingung melihat sedikit konflik antara dua rekan yang ada di hadapannya, tapi dia dengan cepat menggelengkan kepala.
"Aku tidak tahu apa yang kalian inginkan, tapi aku yakin kau salah menyerang orang kali ini. Tapi setidaknya, aku tanyakan ini. Siapa kalian?!!" Liu Xiu sedikit merintih kesakitan, memegang tengkuknya.
Liu Xiu menatap orang yang memukul tengkuknya tadi, memaku sosoknya dalam ingatannya.
Dia menggunakan jubah hitam, yang menutupi fitur tubuhnya. Tapi dari beberapa fitur yang menonjol dari jubah itu, Liu Xiu bisa tahu bahwa dia adalah Elf. Tidak hanya dia, tapi orang yang menusuk Liu Xiu juga seorang Elf. Itu membuat Liu Xiu sedikit lega karena sesuatu.
"Humm. Seperti yang dikatakan informasi kita, dia memang kuat. Aku sedikit menganggapnya remeh." elf yang dipanggil Senior itu berkata dengan dingin, lantas berbalik
Liu Xiu segera bersiap, mengambil belati di belakangnya. Berjaga jaga jika mereka berdua akan bergerak untuk menyerangnya lagi.
?!!
"A-ada apa, ini?" tanya Liu Xiu sedikit tergagap, karena merasa pandangannya mulai kabur, sedikit demi sedikit.
"Jangan bilang, ini?!"
"Racun, kau tahu?" si Senior berjalan pelan, sambil menggulung jubahnya, terlihat bersiap siap.
Liu Xiu mendecak pelan, mengetahui tubuhny yang terasa semakin berat. Tidak hanya itu, penglihatan Liu Xiu juga semakin kabur, ketika kesadarannya juga perlahan mulai menghilang.
("Cih! Aku tidak tahu kalau mereka akan menggunakan racun seperti ini! Setidaknya, aku harus tetap sadar!! Kalau tidak...!!!") pikiran Liu Xiu berteriak, mencoba mencari jalan keluar.
"Uwahh, untung aku mengikuti saran senior! Kalau tidak, kita akan kewalahan melawannya!" kata Elf bernama Dyure tadi.
Elf yang dipanggil senior hanya diam, tersenyum menatap Liu Xiu yang masih berusaha mempertahankan kesadarannya.
("Sial sial sial! Aku tidak tahu aku sudah di awasi sejak lama. Dari wajahnya, dia terlihat sudah mengincar ku. Apakah aku melakukan sesuatu yang membuatnya kesal hingga harus mengincar ku sedemikian rupa? Aku kira tidak.") pikir Liu Xiu sambil berusaha mengingat dan menghibur diri sendiri.
"Kalau begini!" Liu Xiu sedikit berteriak, mencoba melawan efek racun di dalam tubuhnya. Tapi, itu tak ada gunanya, karena beberapa saat kemudian dia jatuh, kehilangan kesadarannya.
***
"Ugh... Dimana ini?"
Gelap. Tidak ada apapun yang bisa Liu Xiu lihat. Sepertinya, matanya ditutup, tidak. Dia hanya bisa menyadari satu hal, bahwa dia sedang berada di sebuah ruang kecil, yang membatasi ruang pandangnya.
"Yang berarti, kepalaku ditutup sesuatu seperti karung, kah? Eh? Aku bisa berbicara? Itu artinya mulutku tidak ditutup? Bukankah itu terlalu ceroboh?" kata Liu Xiu.
Dia sedikit tertawa, ketika dia berusaha menggerakkan tangannya.
Dia berusaha menengok ke sekliling, mencoba mendengarkan suara.
Ada cukup banyak nafas yang bisa didengar Liu Xiu, membuatnya yakin dia sedang dikumpulkan dengan beberapa orang lainnya. Selain itu, sesuatu yang dia duduki sekarang terasa tidak stabil, membuatnya yakin dia sedang berada di dalam kereta kuda.
("Aku ingin tahu apakah rencanaku berjalan dengan baik atau tidak.") pikir Liu Xiu. Dia lantas berdiri, bersiap untuk berkeliling.
"Hachuuu!!" sebuah suara kecil terdengar.
("Ahh, itu sudah cukup untuk membuktikan nya.") pikir Liu Xiu yang membuatnya duduk kembali.
Apa yang ingin Liu Xiu pastikan? Itu adalah rencananya. Sejak awal, dia memilih tepung dan lada bubuk karena sesuatu yang khusus pada bumbu itu.
Ada beberapa benda yang memiliki karakteristik berbeda dengan dunia Liu Xiu sebelumnya.
Contohnya saja tepung, dia akan menempel ke permukaan yang berbatu atau tanah, membuatnya tidak akan hilang bahkan jika terkena air. Setidaknya hingga beberapa hari kedepan.
Itu adalah bahan yang cocok untuk dijadikan penanda. Oleh karena itu, Liu Xiu sengaja menangkis serangan yang pertama menggunakan tepung, dan membuat tepung itu berhamburan dan memberi bekas di tanah.
Ada beberapa hal yang berjalan tidak sesuai dengan rencana. Seperti para penculik yang menggunakan racun untuk menculiknya.
Jadi di akhir, Liu Xiu sekuat tenaga membuat lubang dan membiarkan lada bubuk jatuh, memberi jejak bau yang sangat menyengat.
"Hufft. Beruntung mereka tidak menyadarinya. Kalau mereka lebih berhati hati, mungkin saja mereka bisa menggagalkan rencanaku." bisik Liu Xiu pelan.
Liu Xiu mencoba menggerakkan kakinya, menekuk dan mencoba meraih karung yang ada di kepalanya.
"Uhh.... Ini sulit!!" pekik Liu Xiu, masih berusaha meraih karung itu.
Kakinya menekuk, dan entah bagaimana berhasil menggapai ujung karung di kepalanya menggunakan kakinya. Itu karena tubuh Liu Xiu cukup lentur untuk melakukan itu, jadi bahkan orang biasa bisa melakukannya.
Liu Xiu mencoba menarik karung itu, menemukan itu sedikit terhambat di lehernya.
Sedikit menyakitkan, tapi Liu Xiu tetap memaksakan untuk menariknya. Itu sedikit menggores leher Liu Xiu, tapi itu masih sebuah luka ringan. Bagaimanapun, akhirnya karung itu berhasil dilepas dari kepalanya.
"Fuah!! Entah bagaimana aku berhasil melepaskannya. Tapi sekarang...." dia mendengus pelan, kembali duduk dengan posisi yang benar.
Liu Xiu menengok sekeliling, mendapati dirinya berada di tengah tengah kumpulan makhluk yang tampak seperti ulat yang tergeletak di sekeliling.
"Uwahh.... Ini agak mengerikan dan menyedihkan. Tapi, melihat orang orang ini berambut putih bersama sama rasanya agak aneh....." bisik Liu Xiu, sambil berjalan hati hati, agar tidak menginjak yang lainnya.
Dia mengamati satu persatu wajah orang orang itu, memastikan tidak ada wajah yang dia kenal diantara orang orang itu.
Liu Xiu khawatir, kalau kalau Beta ditangkap oleh orang orang ini. Karena dia tahu, Beta adalah orang yang tidak akan berdiam diri mengetahui Liu Xiu ditangkap.
"Ahhh..." Liu Xiu mengaduh perlahan, merasakan nyeri di perutnya.
Dia menengoknya lagi, dan mendapati bajunya yang sedikit berwarna merah karena darah.
"Oh ya. Aku tertusuk." katanya sambil kembali duduk, meringis sakit.
Bagaimanapun kekuatan Liu Xiu, tubuhnya tetap manusia biasa. Dia memang bisa memperkuat tubuhnya hingga beberapa batas tertentu, tapi jika tidak, dia tetaplah rapuh.
"Baiklah. Aku harus memikirkan apa yang akan aku lakukan selanjutnya."
"Setelah sampai di sana, mungkin aku akan dikumpulkan dengan yang lain. Itu salah satu kemungkinan, tapi bisa jadi hanya kelompok ini jumlah maksimal yang mereka miliki. Aku harap begitu."
"Tapi aku lebih berharap jika dibawa ke pusat, dan bertemu dengan anak anak yang lainnya." bisik Liu Xiu memikirkan langkah selanjutnya.
Memikirkan itu membuat Liu Xiu merengut, tampak lelah.
"Ahhh! Aku tak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya, tapi aku sudah siap untuk apapun itu!" teriaknya dengan semangat.