The Emperor God Wife Is Naughty

The Emperor God Wife Is Naughty
99. Api Mulai Berkobar



Xie Ran membuka matanya. Melihat sepasang mata indah dan wajah tampan yang sangat ia kenal. Senyumnya muncul, sebelum ciuman singkat mendarat di bibirnya di pagi hari yang cerah.


Sinar matahari menyeruak masuk, memberi pencahayaan dari jendela menerangi ruangan dan pergantian udara. Xie Ran menghirup udara segar, suasana hatinya sedang baik sekarang.


Awalnya Xie Ran pikir, ia tidak akan bisa tidur semalam, karena Qu Xuanzi terus memeluknya, bahkan ketika akan tidur. Xie Ran selama ini selalu suka kebebasan, bahkan ketika tidur lebih suka berguling dan berputar tanpa posisi yang baik. Hanya saja, kali ini berbeda. Meski bukan pertama kali, Xie Ran merasa jauh berbeda dari sebelumnya. Bahkan hatinya ... sedikit lebih terbuka.


Mungkin karena dulu masih canggung. Sangat canggung sampai tidak bisa berkata-kata dan selalu kabur.


Xie Ran menjadi lebih jujur. Lebih tepatnya, tubuhnya yang bertindak sangat jujur dibanding otaknya yang terus menolak. Ia sampai bingung harus melakukan apa, dan sering kali pikirannya kosong ketika berdekatan secara intim dengan Qu Xuanzi.


Tapi berbeda ceritanya bila Xie Ran yang mengambil inisiatif—seperti hari itu.


Ketika Xie Ran baru keluar kamar mandi setelah bersih-bersih, ia melihat Qu Xuanzi yang diam di dekat jendela dengan wajah dingin dan jauh itu. Sama sekali tidak berbeda dari hari biasa, namun sedikit mencair dari hari pertama mereka bertemu.


"Dia ada di sini." Itu bukan pertanyaan, melainkan pernyataan dari Qu Xuanzi. Ia telah merasakannya sejak kemarin, dan telah melihatnya dalam bayangan. Tapi ia tidak peduli.


Namun Xie Ran malah menatapnya bingung. Dia siapa? Siapa yang dimaksud?


Menyadari kebingungan Xie Ran, Qu Xuanzi menoleh melihatnya dan tersenyum sekilas. "Hanya pengganggu."


"Ada banyak aura iblis di tempat ini. Aku telah memeriksanya, yang terkuat adalah Mo Shenxi di kamp militer. Aku telah mengambil kesepakatan dengan Kaisar Zhong, untuk menyingkirkan Keluarga Tang dan mencegah pemberontakan. Sekalian, membalaskan dendam."


Qu Xuanzi mengangguk paham, tampak tidak memiliki minat apa pun. "Dia sering menemuimu?"


"Tidak sering, tidak jarang juga. Tapi waktu itu aku menyerahkannya pada Mei Liena, aku tidak punya banyak waktu untuk mengurusnya." Xie Ran tidak perlu berbohong. Ia menceritakan segalanya tanpa menutupi apa pun ... selain mengenai Zhong Guofeng yang memintanya menjadi permaisuri. Xie Ran pikir itu tidak perlu, karena tidak ingin suasana hati Qu Xuanzi menurun. Apalagi mengingat hari-hari di Kota Shuiyang ....


Pintu tiba-tiba diketuk hingga Xie Ran harus berbalik menerima tamu tak diundang. Ketika sedikit membuka pintu, ia melihat Tang Yueying tersenyum lebar penuh arti.


"Adik Ran'er, apa tidurmu nyenyak?"


Xie Ran memasang senyum paksa. "Sangat nyenyak."


Tang Yueying mengangguk canggung seolah menunggu sesuatu. Ia telah memberi Xie Ran racun, seharusnya hari ini bekerja. Tapi ....


Kenala Xie Ran masih bisa berdiri dan terlihat baik-baik saja? Apa ia salah memasukkan bunga berkabut ke amar orang lain?


Tidak mungkin! Ia jelas-jelas memasukkannya ke dalam lemari Xie Ran. Bagaimana bunga berkabut tidak mempengaruhinya?


"Aku membawakan kue untukmu. Aku membuatnya sepanjang malam, berharap Adik menerima niat baikku." Tang Yueying merasa canggung karena Xie Ran tidak membawanya masuk, sehingga terpaksa mengeluarkan keranjang di tangannya untuk diberikan pada Xie Ran langsung.


Mata Xie Ran menyala dengan kilatan gembira. Kue enak datang!


Ia langsung mengambil keranjang kue tanpa tahu malu dan tersenyum senang. "Terimakasih, sudah merepotkan Kakak Sepupu."


"Tidak masalah ...." Tang Yueying masih menunggu Xie Ran mengundangnya, tapi Xie Ran dengan tidak malu melambaikan tangan setelah menerima keranjang kue dan menutup pintu ....


Dia tidak keluar lagi ....


Wajah Tang Yueying menjadi hijau dalam sekejap! Berani sekali orang itu mempermainkannya! Mengabaikannya!


Di dalam, Xie Ran bersuka cita dengan 'niat baik' Tang Yueying yang mengantarnya makanan. Ia meletakkan keranjang kue ke atas meja dan memakannya. Sangat enak seperti biasanya!


Sedangkan Xie Ran bersenang-senang dengan 'hadiah' Tang Yueying, di sisi lain Tang Yueying memiliki wajah gelap ketika pergi ke tempat ibunya berada.


Namun ketika ia akan sampai di tempat di mana ibunya biasa bekerja, pandangannya mendapati sosok wanita cantik yang dipenuhi aura berbahaya melintas. Pandangan mereka sempat bertemu ketika bahu mereka bersebelahan saling melintasi, namun wanita itu hanya meliriknya sekilas seolah tidak ada hal lain yang layak diperhatikan.


Tang Yueying mengerutkan kening, merasa sesuatu yang salah. Ia tidak melanjutkan langkah melainkan berbalik, melihat punggung wanita itu. "Nona Mo, kenapa kamu di sini?"


Ucapan Tang Yueying membuat Mo Shenxi menghentikan langkah, berbalik ke arahnya dan memasang senyum berbahaya yang biasa ditunjukkan. "Apa ada masalah?"


Tang Yueying bicara dengan kikuk. "Nona Mo biasa di kamp militer untuk memantau kondisi, apa yang membuatmu harus datang?"


Mo Shenxi menarik salah satu sudut bibirnya lebih tinggi menambal senyuman iblisnya. Ia berjalan mendekati Tang Yueying, secara perlahan dan tepat membuat Tang Yueying merasa tidak nyaman dan semakin kikuk.


Wanita itu bicara dengan nada acuh tak acuh, "Apa Ying'er membutuhkanku? Jika memang butuh, kamu bisa menemuiku, bisa juga katakan sekarang selagi aku di sini."


Tang Yueying menggeleng pelan. "Tentu aku akan berkunjung, tapi untuk sekarang aku masih ada urusan. Maaf mengganggu Nona." Ia langsung berbalik pergi sambil mengutuk mulutnya yang tidak bisa diajak kompromi.


Seharusnya ia tidak menanyai Mo Shenxi, iblis itu sangat kejam, dia tidak terlalu berani langsung berhadapan. Kecuali kemarin karena mereka telah membuat perjanjian. Jika di hari biasa, suasana akan sangat berbeda.


Namun meski begitu, ia tidak bisa tidak bertanya-tanya mengapa Mo Shenxi ada di sini, di Kediaman Tang, bukannya di kamp sesuai keinginan pertamanya dulu.


Tapi sebelum Tang Yueying pergi lebih jauh, Mo Shenxi memanggilnya membuat Tang Yueying berhenti dan menatapnya.


"Aku lupa mengatakan pada Tang Wei bahwa 'asupan' pasukan ada di kamarku. Menurut temperamennya, dia tidak akan masuk ke kamarku. Akan lebih baik jika kamu yang mengambilnya dan memberikannya pada pelayan untuk dibagikan. Setelah itu, kamu bisa mengambil 'hadiah' kamu."


Tang Yueying menahan napas saat itu, sepertinya menahan diri untuk tidak merasa tertekan sebelum menyetujuinya. "Baik."


Mo Shenxi berbalik pergi. Tang Yueying hanya melihat kepergiannya sampai sosok itu menghilang, rautnya menjadi lebih tegang ketika mengingat tugasnya.


Bagi orang lain, itu bukan masalah besar. Tapi bagi Tang Yueying, itu sama saja merangkak ke jembatan neraka. Kamar Mo Shenxi bukan sesuatu yang dapat orang biasa pertahankan, bahkan Tang Yueying tidak pernah berpikir untuk masuk ke dalam sana untuk kedua kalinya.


Apalagi mengambil 'asupan' yang biasa secara rutin diberikan pada pasukan. Tidak ada yang tahu lebih baik selain dirinya dan Tang Jin, bahkan Tang Wei maupun Tang Yueha dan Cheng Hua tidak tahu, hanya tahu bahwa itu adalah suplemen yang dapat memperkuat fisik pasukan.


Tapi sebenarnya itu adalah jalan menuju neraka ... mengingatnya saja dia tidak bisa menahan diri untuk tidak bergetar.


Ia bergegas, tanpa menyadari sosok kecil yang terbang di udara mengikutinya di antara pepohonan dan menyamarkan diri sebagai hewan yang merayap di pohon.


Ketika sampai di pangkalan, ia pergi ke tempat di mana Mo Shenxi tinggal dan membuka kamar. Bau darah yang kental menyambut begitu memuakkan dan rasa amis yang membuat tubuhnya bergidik. Tang Yueying menahan napas, berusaha menstabilkan kondisi.


Hanya dengan pandangan sekilas, tidak ada yang salah dengan kamar Mo Shenxi. Namun ketika Tang Yueying meraih pintu yang tersembunyi di balik lemari, setelah mendorongnya, bau darah semakin mencuat keluar dari lorong yang gelap.


Bau darah yang tajam, disertai busuk mematikan, hampir membuat Tang Yueying muntah. Ia memaksakan diri masuk, menuruni tangga satu per satu dalam kegelapan. Sampai di dasar tangga, ia disambut dengan beberapa obor di dinding menerangi ruangan yang cukup besar.


Namun seseorang akan sangat berharap bahwa obor itu tidak menyala untuk menerangi bongkahan mayat dari segala penjuru. Beberapa tong berisikan cairan merah dan korosif, mayat-mayat diceburkan ke dalamnya dan direndam dalam keadaan membusuk.


Tang Yueying melaluinya dengan gemetar, tidak bisa membayangkan bahwa wanita cantik penuh pesona itu yang telah melakukan semua ini secara rahasia. Selain Mo Shenxi, hanya dia yang pernah memasuki tempat ini, tidak ada yang lain.


Melalui beberapa tong berisikan mayat yang berjejeran, beserta jeruji yang memenuhi dinding disertai cairan merah lengket yang kental di mana-mana, Tang Yueying berhenti di depan meja keramik besar yang lebih bersih.


Di atas meja, ada banyak botol porselen berisikan cairan mengerikan ciptaan Mo Shenxi. Ada juga kumpulan bola mata manusia yang disimpan sebagai pajangan di sebuah tabung transparan. Seolah itu adalah hiasan.


'Asupan' yang dimaksud Mo Shenxi adalah sebuah cairan dari beberapa botol porselen yang telah dikumpulkan dalam kotak kayu. Tang Yueying langsung mengambilnya hati-hati, seolah itu adalah harta berharga. Ia buru-buru membawa kotak itu keluar dari tempat terkutuk ini untuk menerima 'hadiah' Mo Shenxi.


Sejauh bagaimana Tang Yueying bertindak, semua itu tidak luput dari perhatian sosok kecil yang merayap di dinding. Sosok bersayap, warnanya menyamarkan diri di dinding keruh, sebelum akhirnya terbang keluar tepat sebelum pintu tertutup.


Sampai sekarang, Tang Yueying masih belum menyadarinya.


Sosok kecil itu melesat begitu cepat seperti kilatan merah yang berlalu angin. Kilatan merah itu tidak lain adalah Long Huo, yang dikirim oleh Xie Ran untuk memantau Tang Yueying.


Long Huo memberitahu segala yang ia lihat pada Xie Ran setelah Qu Xuanzi tak terlihat. Baru-baru ini Qu Xuanzi pergi sebelum Long Huo masuk ke kamar, lalu menceritakan semua yang dialami Tang Yueying dan siapa saja yang bertemu dengannya.


Mendengar deskripsi Long Huo, raut serius Xie Ran berubah menjadi senyum tipis seolah ia sama sekali tidak terkejut akan hal itu.


Xie Ran menatap Long Huo dengan santai. "Long Yun sudah menyelesaikannya?"


"Seharusnya dia akan kembali tak lama lagi."


"Bagus, sekarang giliran Tang Yueha yang melakukan pekerjaannya." Kilatan pembunuh muncul di mata Xie Ran. Untungnya ia bergerak cepat sejak kemarin, atau dia akan kehilangan banyak momen untuk memanfaatkan tiap keadaan dengan baik.


Sejak awal Xie Ran selalu merasa ada yang salah pada pasukan sebelumnya. Aura yang berbeda, penuh aura gelap yang terus mengikis kesadaran secara perlahan. Jika Xie Ran tidak pernah bertanya pada Ann Rou mengenai 'harta' iblis ketika menemukan roh pelahap jiwa, dia benar-benar akan dibuat bingung dengan kondisi pasukan yang begitu abnormal.


Orang biasa tidak akan melihat dengan jelas, dan merasa mereka adalah pasukan normal yang penuh semangat juang. Namun, berbeda dari ketelitian Xie Ran ketika Tang Yueying melakukan kecerobohan membawanya ke tempat itu.


Sejak awal, pasukan itu tidak akan pernah hidup ....


Mo Shenxi membuat cairan yang memiliki dua efek berbeda dan bertolak belakang dan membagikannya secara merata. Orang-orang yang meminumnya akan dipenuhi semangat dan ketergantungan tinggi sampai berlatih tanpa henti seperti binatang buas yang gila. Mereka akan merasa tubuh mereka sangat kuat melampaui apa pun yang membuat euphoria tak tertahankan.


Ketika berada pada puncaknya dan euphoria semakin tinggi, mereka akan semakin mengembang dan semakin kuat. Di dalam tubuh mereka akan semakin banyak energi mencapai batas maksimal yang tak bisa dimiliki orang biasa. Hingga sampai saat itu, tubuh mereka akan terus berkembang sampai tidak bisa menampung energi yang masuk.


Awalnya mereka akan sangat kuat, sama kuatnya seperti profesional lanjutan yang membuat kegilaan bertambah. Ketika tubuh tidak dapat menahan energi yang terus bergejoak tak seimbang, tubuh akan meledak. Mereka tidak tahu apa pun dan dipenuhi rasa senang tak tertandingi sampai kematian menjemput.


Namanya adalah pengembang jiwa. Xie Ran tahu itu berkat Qu Xuanzi sebelum kepergiannya. Melihat kondisi mereka, sama seperti yang dikatakan Qu Xuanzi. Tubuh menjadi lebih besar dan berenergi, otak tidak bekerja secara normal dan terus merasa gila berlatih, aliran arteri terus bekerja secara abnormal sampai tingkat mengkhawatirkan.


Meski Xie Ran tidak pandai dalam kedokteran, ia tetap tahu kondisi normal dan tidak normal manusia hanya dengan pandangannya yang terliti. Ia akan tahu mana yang sakit dan tidak, itu sebabnya ia lebih peka oleh kondisi tubuh manusia.


Hanya saja, ia masih tidak tahu bagaimana membedakan iblis berpenyakitan dan tidak. Tapi ia yakin Mo Shenxi ini berpenyakitan sehingga ia harus menetap di sini, tertutup dari dunia. Sayangnya, Xie Ran tidak terlalu yakin dan tidak ingin peduli.


Setelah kedatangan Long Yun, tidak ada hal lain yang dilakukan dan tidak ada berita lain. Sampai akhirnya hari selanjutnya datang, terjadi kegemparan di Kediaman Tang.


Tang Yueha lari menelusuri Kediaman Tang dengan wajah pucat. Langkahnya cepat memasuki aula utama di mana terdapat Tang Jin yang duduk di kursi kepala keluarga dengan arogan bersama para tetua yang berkumpul.


Kedatangan Tang Yueha yang tergesa-gesa membuat mereka bingung. Apalagi ketika Tang Yueha tiba-tiba jatuh berlutut seolah kakinya terkilir, tapi ia terus bertindak panik menatap Tang Jin dengan penuh ketakutan.


"Apa yang terjadi?" Tang Jin mengerutkan kening. Tidak biasanya Tang Yueha bertindak abnormal, gadis itu biasanya pendiam dan tidak pernah membuat masalah sampai keberadaannya mudah dilupakan.


Tang Yueha terengah-engah. Beberapa tetua menenangkannya dan memberinya air untuk menenangkan kondisi Tang Yueha yang sudah seperti melihat sesuatu yang menakutkan.


Tapi Tang Yueha sama sekali tidak bisa tenang dan bicara terburu-buru dengan tataoan horor. "Paman, telah terjadi sesuatu di pangkalan!"


Semua orang menatapnya bingung, bahkan Tang Jin semakin menatapnya dingin tidak peduli apa yang akan dikatakan Tang Yueha. Pangkalan dijaga oleh Mo Shenxi dan Tang Wei, tidak pernah terjadi masalah selama beberapa tahun terakhir karena dua orang ini sangat berhati-hati.


Tapi ucapan Tang Yueha berikutnya membuat semua orang di aula membuka mata lebar-lebar sampai ingin mengeluarkan bola mata.


"Semua pasukan meledak! Tidak ada yang tersisa ... semuanya mati ... Paman sebelumnya mengutusku untuk pergi mencari Mo Shenxi ... namun Mo Shenxi sudah datang terlebih dahulu kemarin dan ... dia meminta Tang Yueying memberi pasukan 'asupan' seperti biasa ... tapi ketika aku datang atas perintah Paman untuk mengantar surat kepada Paman Wei ... tiba-tiba ... ada banyak ...."


Tanpa dijelaskan secara lanjut, mereka sudah tahu apa yang terjadi di sana berdasarkan penegasan Tang Yueha. Mereka semua terdiam, aula mendadak hening dengan wajah pucat seolah darah mereka telah habis.


Tang Yueha bergetar hebat sampai tidak bisa bicara dengan benar. Tatapannya horor, memikirkan genangan darah berserakan membanjiri pangkalan. Ia sangat jelas salah satu kepala berguling ke arahnya, menatapnya dengan mata melotot sedangkan genangan darah membanjiri sepatunya.


Itu adalah pemandangan mengerikan yang tidak pernah dialaminya!


Tang Jin merasa kobaran api mengamuk di dalam tubuhnya, tangannya mengipas beberapa barang sampai hancur di aula. Ia berdiri, mengabaikan tangisan Tang Yueha, memimpin para tetua pergi ke pangkalan.


Tang Yueha dipenuhi horor saat ini membuat siapa pun iba, tapi tidak ada yang membantunya karena urusan pangkalan lebih penting. Tepat setelah semua orang pergi, menyisakan satu-satunya orang di dalan aula, ketakutan di mata Tang Yueha berubah menjadi kepuasan dan ia menunduk menutupi senyum yang tersamar penampilan yang acak-acakan.


Saatnya menonton pertunjukkan!