The Emperor God Wife Is Naughty

The Emperor God Wife Is Naughty
26. Hanya Alat



Kota Zichen dihebohkan dengan kehadiran lima iblis yang mati di persimpangan. Sebelumnya Kota itu dihebohkan akan hasil dari pelelangan. Segera, berita beralih pada lima mayat iblis yang tergenang darah dalam keadaan mati mengerikan. Tidak ada yang berani melihatnya.


Dua gadis yang menjadi saksi pertama pun sudah terkena demam dan mengalami trauma karena melihat pemandangan tersebut.


Para mayat itu langsung dibawa pihak kekaisaran sedangkan kemunculannya diselidiki lebih lanjut sekaligus mencari pembunuh Iblis itu untuk melakukan kerja sama.


Membunuh lima iblis sekaligus sudah cukup menunjukkan kemampuannya. Datangnya Iblis kemungkinan pertanda sesuatu akan terjadi pada Benua Zhongbu sehingga Kekaisaran harus cepat tanggap akan situasi.


Dalam Dunia Liontin, Xie Ran tidak tahu apa yang terjadi diluar akibat ulahnya. Dia sibuk memulihkan diri karena luka dalam dan kehabisan kekuatan mental.


Pertarungan semalam sangat sengit sehingga menghabiskan banyak tenaga. Tapi hasilnya cukup memuaskan. Itu menunjukkan kekuatannya sudah cukup baik dan akan menerobos tahap profesional dalam waktu singkat.


Dua Naga yang telah mendengar berita kota tersebut segera mencari Xie Ran dan melihat gadis itu tengah di ruang kultivasi memulihkan diri.


Mereka tidak berani mengganggu, apalagi mengingat bagaimana Xie Ran membunuh lima Iblis itu dengan tragis. Tiga dengan satu serangan dan dua lainnya dengan serangan mental mengerikan. Mereka tidak ingin berakhir sama.


Setelah beberapa lama dalam keadaan pemulihan, Xie Ran membuka mata. Mata jernihnya terlihat tenang tanpa emosi seolah tidak pernah terjadi apa pun. Dia pergi dari ruang kultivasi dan berjalan ke arah ruangan inkubasi di mana Naga Azure berhibernasi.


Ketika akan masuk, dia bertemu dengan Qu Xuanzi yang juga akan masuk ke dalam. Mereka masuk ke ruang inkubasi bersama, melihat Naga Azure kecil meringkuk dalam kristal dalam keadaan tidur panjang.


"Apa kondisinya sama seperti Long Huo?" Xie Ran bertanya.


Qu Xuanzi menggeleng. "Luka dalam Naga Azure lebih besar dibandingkan Long Huo. Perbedaannya sangat besar. Naga Azure mengkristal untuk berhibernasi panjang selama ribuan tahun sedangkan Long Huo berhibernasi seperti terlahir kembali selama ratusan tahun. Kondisi Naga Azure yang mengkristal sangat sulit untuk dipulihkan kembali."


"Mengapa Iblis menginginkannya?" Xie Ran bertanya pada dirinya sendiri. Apa Naga Azure memiliki sesuatu yang diinginkan iblis?


"Kesadaran ilahi-ku akan membantunya memulihkan diri untuk beberapa saat. Biarkan dia di sini." Qu Xuanzi mengalihkan perhatian Xie Ran agar tidak terus gelisah.


Xie Ran mengangguk setuju kemudian melirik Qu Xuanzi. "Qu Xuanzi, tentang kedatangan Iblis, apa perlu menyelidikinya?"


"Iblis adalah ras berbahaya, kau tidak bisa menyelidikinya lebih jauh."


"Tapi sejak membunuh lima iblis itu, aku merasa ada sesuatu yang akrab. Seperti pernah merasakan keberadaannya di suatu tempat."


Qu Xuanzi terdiam selama beberapa saat tampak berpikir. Kemudian menatap mata jernih Xie Ran. "Kau ingin tahu sesuatu?"


"Apa?"


"Segel yang mengikat tubuh dan jiwaku dalam liontin memiliki sebagian jiwa Kaisar Iblis. Jika kekuatan Kaisar Iblis dalam segel liontin dilepas, maka Kaisar Iblis akan kembali."


Xie Ran terkejut mendengarnya. Bagaimana ini bisa berhubungan dengan Kaisar Iblis? "Bagaimana kau bisa melepas segel jika konsekuensinya adalah kebangkitan Kaisar Iblis?"


Qu Xuanzi berpikir sejenak. "Awalnya aku juga berpikir seperti itu. Tapi sepertinya Dunia Bawah sudah lebih baik dari sebelumnya. Lima Iblis itu harus menjadi bawahan Tujuh Raja Iblis yang bertugas memimpin Dunia Bawah selagi Kaisar Iblis tidak ada. Naga Azure memiliki tubuh ilahi terkuat di antara ras lain—kecuali Dewa dan Iblis—sehingga bisa digunakan sebagai media kebangkitan Kaisar Iblis, mereka seharusnya sudah memiliki cara."


"Jadi kau tetap melepas segel yang artinya membiarkan sebagian jiwa Kaisar Iblis lepas? Tapi untuk mengalahkan Kaisar Iblis, dibutuhkan Kaisar Langit. Bagaimana jika tidak menemukannya?"


"Kamu tidak perlu memikirkan hal itu. Setelah kekuatanku pulih, aku akan menyelesaikan sisanya." Suara Qu Xuanzi yang awalnya serius melembut.


Tapi Xie Ran tidak menyadarinya karena pikirannya bergelut dengan berbagai kemungkinan yang mengacu pada inti bahwa dia tidak bisa hidup tenang.


"Kau sudah tahu bagian kekuatanmu yang lain?" Xie Ran bertanya.


Dia bukannya ingin mengusir Qu Xuanzi dari hidupnya, dia hanya merasa keadaan semakin genting. Jika Qu Xuanzi bisa menemukan Kaisar Langit, maka Xie Ran tidak perlu khawatir berlebih dan bisa lebih tenang.


Qu Xuanzi mengangguk. Ia telah menyadari sisa kekuatannya yang terpecah di berbagai tempat yang berbeda. Tersisa beberapa pecahan lagi, kekuatannya akan berada pada puncaknya.


"Katakan padaku, aku akan membantu menemukannya. Dengan Long Huo dan Long Yun, kita bisa pergi ke lokasi dengan cepat." Xie Ran ingin cepat menyelesaikan masalah ini dan hidup dengan baik. Dia sudah muak dengan masalah di kepalanya.


"Sebelum itu, kita harus menemukan Tujuh Raja Iblis."


Bulu kuduk Xie Ran meremang seketika mendengarnya. "Tujuh Raja Iblis? Mengapa?"


Qu Xuanzi terdiam sejenak seperti menyembunyikan sesuatu dan berkata dengan samar, "Ada sesuatu ...."


"Apa berkaitan dengan Naga Azure?" Xie Ran penasaran, tapi Qu Xuanzi tidak menjawabnya lagi membuat Xie Ran tidak puas. Sebenarnya apa yang ada dipikiran Qu Xuanzi? Mengapa rahasianya berhubungan dengan Iblis?


"Kamu hanya harus tahu, segel hanya bisa dibuka oleh kekuatan mental murni. Kekuatanmu, bisa membangkitkan dua ras bersamaan."


"Aku?" Xie Ran terkejut lagi. Wah, apa dia memang ditakdirkan sebagai alat? Bukankah nasibnya begitu miris? Kalau begitu, bukankah selama ini Qu Xuanzi melindunginya karena hanya dia yang bisa membuka segel?


"Ranran, aku mengatakannya agar kau tahu dan bisa mengambil keputusan. Aku tidak memaksamu." Qu Xuanzi terlihat sangat serius dengan ucapannya. Dia tidak pernah berbohong, Xie Ran tahu itu. Tapi Qu Xuanzi menyembunyikannya dengan baik sehingga tidak ada yang menanyakannya.


Setelah menatapnya beberapa saat mencoba mencari sesuatu yang janggal, mencoba mencari alasan bahwa pria ini memperalatnya dan akan membayarnya suatu hari nanti, namun dia tidak menemukannya Xie Ran hanya bisa mengangguk samar.


"Aku tahu."


Setelah mengatakan dua kata itu, Xie Ran pergi dari ruang inkubasi dengan perasaan campur aduk. Xie Ran tidak masalah jika diperalat. Dia hanya tidak suka dibohongi.


Qu Xuanzi memang tidak berbohong padanya, hanya tidak menjawab pertanyaannya dan memilih diam. Itu yang membuat perasaan Xie Ran campur aduk.


Selama di Red Room, ia terlatih sebagai alat tempur sejak kecil. Dia tidak peduli jika seseorang menganggapnya sekedar alat asal dibayar dengan setimpal. Tapi dengan satu syarat, orang tersebut tidak ada hubungan dengannya lagi setelah semua selesai. Xie Ran tidak akan mengingatnya lagi. Alasan mengapa dia masih mengingat Red Room, karena itu adalah rumahnya.


Kasus seperti itu tak terkecuali untuk Qu Xuanzi. Jika benar apa yang dia pikirkan sekarang, dia akan membantu pria itu, dan melupakannya sekaligus.


Dua kehidupan ini ... apa nasibnya akan sama?


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Xie Ran berkelana di sekitar kota dengan raut wajah yang sulit ditebak. Suasana hatinya campur aduk. Senang, sedih, gelisah, semuanya. Dia senang mendapat uangnya kembali sekaligus mendapat Naga Azure.


Tapi entah kenapa dia sedih mengetahui bahwa di mata Qu Xuanzi, dia hanya alat dalam kendalinya.


Meski Xie Ran tidak marah, hatinya merasa tidak nyaman sehingga tidak bicara sejak keluar dari ruangan inkubasi. Dia juga gelisah akan misinya kali ini. Terlalu sulit dan melibatkan banyak hal. Ini misi tersulit dalam hidupnya.


Apa Xie Ran terlalu terbuka selama ini?


Segala di dekatnya harus menghilang?


Apa dia mati saja dan menjadi hantu tanpa kekhawatiran?


Memikirkan segala pemikiran konyol itu, membuat suasana hati Xie Ran semakin buruk. Dia menghargai hidupnya sendiri, kecuali jika sudah bosan hidup dan memiliki waktu luang untuk bunuh diri. Tapi saat ini dia tidak memiliki waktu itu.


Xie Ran harus berpikir kembali bagaimana mencari Tujuh Raja Iblis. Apa dia harus berburu Iblis untuk mencari informasi? Mungkin itu bisa terjadi.


Xie Ran membelah lautan manusia di kota dan pergi dengan cepat ke arah tebing. Dia akan menggunakan persepsi Long Huo dan Long Yun untuk mencari Iblis.


Long Huo dan Long Yun kecil duduk di dua bahunya. Melihat keramaian kota dari atas kemudian mengeluarkan teropong. Dia harus mencari sesuatu yang menarik.


Di samping itu, sepasang mata merah melihat keberadaan gadis teropong dengan penuh minat. Senyumnya terukir dengan jahat ketika menyadari bahwa kekuatan gadis itu berada di bawahnya. Dia segera melesat dengan cepat.


Mata Xie Ran berbinar ketika menyadari dua Naga itu mengetahui keberadaan musuh. Mendadak suasana hati Xie Ran membaik kemudian pura-pura duduk sambil melihat pemandangan. Long Huo dan Long Yun bersembunyi.


Ketika pria kurus bermata merah datang dengan tatapan cabul penuh minat, Xie Ran tersenyum lebar diam-diam sambil melihat teropong. Ah, ikannya sudah datang mengambil umpan. Dia akan sangat senang!


Ketika Iblis itu sampai di belakangnya, dengan cepat Iblis itu menarik lengan Xie Ran dengan kasar sedangkan Xie Ran melepas teropong dan menatapnya dengan mata terkejut.


Xie Ran terlihat sangat terkejut. Dia gemetar melihat tangan Iblis itu menjeratnya dengan kasar sampai terasa nyeri, apalagi melihat wajah cabul menyeramkan Iblis itu. Oh ya ampun, bagaimana dia menemukan Iblis cabul!


"Jangan! Jangan sentuh aku! Aku ... aku kurus ... tidak enak dimakan .... Dagingku busuk dan tidak enak, nanti kamu sakit perut! Aku punya kutukan kemiskinan. Nanti kamu jatuh miskin dan jadi pengemis ... Pokoknya jangan sentuh aku! Aku jijik!" Xie Ran bicara random dan histeris seperti habis melihat hantu membuat dua Naga yang sedang bersembunyi memasang wajah gelap. Mengapa Master mereka menjadi sangat bodoh seperti ini?


Iblis cabul itu semakin senang ketika melihat manusia ini begitu ketakutan. Sayangnya ucapannya itu membuatnya kesal dan mencengkram lebih kuat.


"Cantik, mari bersenang-senang!" Iblis itu terlihat sangat serakah dan penuh gairah. Dia menarik lengan Xie Ran yang terus meronta ke pelukannya.


"Pergi! Jangan sentuh aku!" Xie Ran mendorong Iblis itu dengan keras dan menginjak kakinya. Iblis itu mengaduh kesakitan karena ulah Xie Ran.


"Ja**ng! Aku akan menyiksamu!" Iblis itu meraung marah. Cakarnya hendak merobek pakaian Xie Ran, namun tiba-tiba lengannya terpotong sempurna seperti terpotong laser.


Xie Ran mengerjap mata. Dia tidak melakukan apa pun bahkan belum mengeluarkan senjata, bagaimana Iblis itu bisa buntung?


Sedangkan Xie Ran kebingungan, dua Naga sudah berkeringat dingin dan ingin menenggelamkan diri. Kenapa Master mereka melupakan seseorang dan beralih pada Iblis? Apa dia tidak tahu guru besar tertentu melihatnya dengan tidak senang?!


Iblis itu meronta kesakitan sehingga berbagai cacian keluar dari mulutnya. Xie Ran mendekat dan memperhatikan dengan seksama. Dia masih tidak mengerti mengapa tulang Iblis ini begitu lunak sampai terpotong dengan mudah seperti memotong kue.


Di sisi lain dua Naga benar-benar ingin menghilang sekarang. Mereka sudah bergetar dan merasa gemas dengan gadis aneh satu itu yang justru meneliti Iblis.


"Long Huo, Long Yun, apa kalian yang melakukannya? Sudah kubilang, aku saja yang membereskannya. Aku sedang mendalami karakter!" Xie Ran tidak terima. Seharusnya dia yang memotong tangan Iblis ini.


Kepala dua Naga muncul di semak-semak dengan ekspresi rumit sekaligus meminta pengampunan. "Master, bukan aku." Mereka meraung bersamaan dengan serak.


"Jebakan?" Xie Ran membelalakkan mata memikirkan kemungkinan yang terjadi.


Bisa saja orang kekaisaran yang memasang array untuk membunuh Iblis. Tapi jika orang kekaisaran tahu bahwa dia ada disini, bisa gawat! "Di mana jebakan? Long Huo, Long Yun, kalian cari jebakannya. Aku yakin pasti ada array tersembunyi di sini. Aku ingin menghancurkannya!"


"Master ...." Dua Naga sudah menitikkan air mata. Mengapa semenjak mengikuti Xie Ran, mereka merasa menjadi ras paling rendah di sini sehingga harus meratapi nasib setiap hari?


Xie Ran masih tidak sadar bahwa guru besar tertentu telah hadir di belakangnya dengan wajah datar. Xie Ran menggunakan persepsinya untuk mencari jebakan karena dua Naga itu tidak bereaksi dengan benar, dia tidak ingin banyak berpikir. Setelah mencoba menyelidiki, dia merasakan sesuatu yang janggal.


Mata Xie Ran yang awalnya terpejam, sekarang terbuka lebar. "Qu Xuanzi?!"


Dia berbalik dan langsung dihadapkan dengan Qu Xuanzi. Saking terkejutnya ketika berbalik, kakinya terlilit kakinya sendiri hingga keseimbangan terganggu dan tubuhnya jatuh ke belakang.


Xie Ran memejamkan mata berharap tidak sakit ketika jatuh. Tapi dia merasa tubuhnya melayang di udara dengan sentuhan hangat melingkari pinggangnya dan mendekap tubuhnya. Apa dia jatuh ke atas sehingga melayang?


Logika macam apa itu!


Xie Ran membuka mata perlahan, sinar matahari langsung masuk ke matanya memberikan siluet pria tepat di depannya. Bayangan karena cahaya matahari yang tepat di atas menutupi fitur wajahnya sehingga Xie Ran tertegun sebentar.


Semakin lama, wajahnya semakin terlihat jelas yang memiliki kerutan di kening. Xie Ran masih dengan ekspresi polos tanpa dosa seolah tidak pernah melakukan kesalahan. Dia memang tidak merasa melakukan kesalahan. Justru dia sedang usaha.


"Kenapa kau mengerutkan kening?" Xie Ran bertanya dengan bodohnya.


"Kenapa kau tidak melawan ketika dia menyentuhmu?"


"Apa aku harus melawan ketika kau menyentuhku?" Xie Ran membalikkan pertanyaan membuat Qu Xuanzi semakin kesal.


"Jangan mengelak!" Qu Xuanzi mengeratkan pelukannya membuat Xie Ran semakin gugup.


Xie Ran berulang kali menyadarkan diri untuk tidak terjebak dalam situasi ambigu ini. Otaknya berputar mencoba mencairkan suasana agar tidak terjadi kesalahpahaman tidak perlu.


Dia hanya alat. Hanya itu. Dia tidak bisa berharap bahwa Qu Xuanzi memperlakukannya tulus. Dia sudah terbiasa menghadapi situasi diperlakukan istimewa tapi pada akhirnya dibuang dengan tumpukan uang. Xie Ran tidak ingin hal itu terjadi lagi. Jika dia hanya alat, dia hanya ingin tetap menjadi alat dan melupakannya berdasarkan prinsipnya.


Xie Ran meneguk saliva. "Qu Xuanzi, aku sedang bertugas."


"Aku tahu."


"Maka dari itu, aku bisa melakukan apa pun demi tugas."


Qu Xuanzi terdiam. Dia gelisah sejak Xie Ran pergi dengan raut wajah sulit ditebak. Dia tidak tahu apa yang ada dipikiran Xie Ran tapi dia tahu Xie Ran sedang menghindarinya.


Baru saja Qu Xuanzi ingin mengatakan sesuatu, Xie Ran memalingkan wajah ke arah Iblis yang sudah pingsan itu. Dia kembali serius.


"Aku harus mengintrogasinya." Tatapan Xie Ran menajam pada Iblis itu.


Dia menjauhkan diri dari Qu Xuanzi kemudian berjongkok di sebelah Iblis. Sekarang dia tahu, tidak ada jebakan konyol itu. Hanya ada Qu Xuanzi yang memotong tangannya. Xie Ran tidak tahu harus bereaksi bagaimana.


Xie Ran mengambil air dari dalam cincin giok tujuh warna dan menyiram dengan kasar pada Iblis. Iblis itu terkejut, setelahnya dia kembali merasakan sakit di tangan karena buntung.


Xie Ran yang mendengar jeritan Iblis menjadi emosional. Ia langsung menggunakan sihir hipnotisnya untuk membuat Iblis itu mengatakan sesuatu, bukan berteriak.


"Katakan padaku, di mana Raja Iblis? Di mana gerbang Dunia Bawah?" Mata merah Xie Ran menatap Iblis itu penuh intimidasi membuat Iblis itu takut meski sudah terhipnotis.


"Raja Iblis? Ak-aku tidak tahu ... aku hanya bawahan dari Kaki Tangan Raja Iblis. Aku tidak tahu apa pun."


"Di mana mereka?" Xie Ran tidak ingin terlalu banyak omong kosong.


"Ada tujuh Kaki Tangan Raja Iblis. Pertama di dalam Istana bernama Huli Dong'er. Dia menjadi teman baik Putri Kesembilan. Kemudian Bao Jun di Akademi Tianshang sebagai Dekan Departemen Sihir, sisanya Di Yushi, Xiao Haozu, Huai Mao, Yu Zainan, dan Qi Jao."


"Apa peran mereka berlima?"


"Tidak tahu. Mereka berpencar di seluruh Benua Zhongbu dengan berbagai identitas. Aku hanya tahu dua dari mereka karena sering bertemu."


"Istana? Akademi Tianshang? Mengapa mereka tidak menyadarinya?" Xie Ran bertanya-tanya.


"Kaki Tangan Raja Iblis memiliki kekuatan lebih kuat. Bahkan Kaisar tidak dapat melacaknya dengan mudah kecuali dengan cara khusus. Tapi, tidak akan ada yang menyangka bahwa Huli Dong'er menjadi teman dekat kepercayaan Putri Kesembilan. Tidak akan ada yang mencurigai seorang Dekan sekolah ternama di Benua Zhongbu."


Setelah mendengar penjelasannya, senyum jahat merekah di bibir Xie Ran. "Begitu, ya. Katakan padaku, apa ada acara khusus di dalam Istana?"


"Ada! Besok Pangeran Kedua merayakan ulang tahun ke 19 tahun. Banyak orang datang. Pangeran Kedua adalah Pangeran paling dekat dengan Putri Kesembilan. Huli Dong'er pasti datang bersama Putri Kesembilan untuk merayakan pesta."


"Kalau begitu, itu akan menjadi sangat sederhana." Xie Ran tersenyum licik. Dia mengambil belati dan menggorok leher Iblis itu setelah mendapat informasi penting. Dia tidak boleh membiarkan Iblis itu hidup jika ingin aman.


"Master, apa rencanamu?" Long Huo bertanya setelah keluar dari persembunyian.


"Plan A. Aku yakin berhasil dengan mudah." Xie Ran mengulas senyum licik penuh makna memandang perkotaan dari atas.


Pencarian Tujuh Raja Iblis, dimulai.