
Semilir angin bertiup menggoyangkan dedaunan pohon di musim panas yang cerah. Seorang pelayan berjalan membawa secarik surat ke arah gadis yang tengah bersantai mengenakan masker yang ia buat semalaman serta timun di matanya.
Begitu pelayan itu sampai, ia tertegun melihat gadis itu yang tampak aneh. Timun di mata dan wajahnya menjadi sangat putih seperti hantu. Untung saja dia tidak terlalu terkejut sampai berteriak hantu.
"Berikan." Xie Ran menjulurkan tangannya meminta secarik surat itu. Setelah pelayan itu menyerahkan surat dan pergi, Xie Ran melepas timun di mata, mulai membaca.
Nama pengirimnya adalah Walikota Di. Xie Ran tersenyum sinis dalam hatinya dan membuka isi surat. Ia membacanya dalam hati, tidak memiliki ekspresi lain karena masker yang ia kenakan tidak ingin retak. Padahal dalam hatinya sangat ingin tertawa membaca isi pesan tersebut.
Long Ying muncul dalam bentuk naga kecil di bahunya, ikut membaca. Kemudian ia tertawa lepas, persis seperti apa yang ingin Xie Ran lakukan. Setelahnya, Long Huo dan Long Yun ikut keluar lalu membaca surat itu.
"Apa Di Yushi ini kemasukan air? Dia seharusnya sudah tahu keberadaanmu dan Tuan Dewa, tapi dia masih berani mengundangmu ke perjamuan. Betapa besar nyalinya." Long Ying mencibir.
"Sepertinya itu jebakan," ujar Long Huo.
"Master, apa akan datang? Kemungkinan besar Di Yushi sudah mempersiapkan segalanya dengan matang, baru mengundangmu datang ke sarangnya," kata Long Yun.
Xie Ran tetap tenang, meletakkan surat itu di meja dan kembali bersantai. "Aku ingin lihat apa yang bisa dia lakukan."
Ketiga naga itu terdiam melihat betapa santainya Xie Ran. Jangan bilang ... Xie Ran sudah mengantisipasinya(?)
"Master, apa kau sudah menebaknya sejak awal?" Long Huo bertanya.
"Tidak, aku justru sengaja menonjol dan membuatnya mengundangku. Permainan kemarin adalah langkah pertama. Aku yakin si marga Lin itu sudah merekomendasikanku masuk ke daftar hitam. Mencaritahu nama dan latar belakangku, kemudian mencari kelemahanku. Di Yushi akan membuat janji dengan si marga Lin bahwa dia akan menyingkirkanku dan membantu mendapatkan Qu Xuanzi. Tapi, dia tidak tahu bahwa Di Yushi hanya ingin menangkapku dengan menggunakan tangannya."
"Master, bagaimana kau bisa terpikirkan hal ini? Bagaimana jika salah tebak?" Long Ying terpana.
"Aku bukannya asal tebak. Hal seperti ini sudah ada di kehidupanku sebelumnya, aku hanya memainkan peranku. Aku sudah memikirkannya semenjak si marga Lin itu datang. Di tubuhnya memiliki aura iblis, pernah melakukan kontak dengan iblis sebelumnya. Pemimpin iblis di tempat ini adalah Di Yushi, sedangkan posisi si marga Lin tidak mungkin hanya berkontak dengan bawahan Di Yushi. Walaupun hanya berkontak dengan bawahan Di Yushi, tidak mungkin keluarganya tidak memiliki hubungan dengan Di Yushi. Jadi, aku memprovokasinya untuk membuat kegaduhan dan menyerangku. Dengan ini, namaku akan tercetak di benaknya dan sampai di telinga Di Yushi," jelas Xie Ran diam sejenak dan menyentuh wajahnya yang putih seperti hantu. "Maskerku retak karena terlalu banyak bicara, kalian diskusikan saja sendiri."
Ketiga naga itu hanya diam patuh. Mendengar penjelasan dan analisis Xie Ran, pikiran mereka tercerahkan serta dibuat kagum. Master mereka yang terbaik!
Xie Ran yang sibuk dengan maskernya yang retak tidak memperhatikan betapa semangat ketiga naga itu menyebabkan masalah di kemudian hari. Baru kemudian ia teringat Xiao Caihong kecil yang sudah menjadi manusia dan tidak mau menjadi ular lagi. Seharusnya bocah itu bermain bersama hewan suci yang dihukum.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Malam telah tiba, Xie Ran bersiap berkunjung ke kediaman walikota untuk menerima 'undangan' yang dilaksanakan malam ini. Qu Xuanzi juga ikut—karena juga diundang—dan mengenakan topeng setengah wajah sedangkan para hewan suci dilepaskan dari hukuman sementara, mengintai dari jauh. Xiao Caihong juga ikut setelah lama merengek.
Sebenarnya alasan Qu Xuanzi berinisiatif ikut bukan karena diundang, melainkan menjaga Xie Ran dari serigala liar yang lapar. Ditambah, mungkin ia bisa membantu Xie Ran menghadapi Di Yushi, meski ia tahu Xie Ran tidak butuh bantuannya untuk menghadapi Di Yushi. Meskipun Di Yushi sedikit lebih kuat dari Bao Jun, pada umumnya kekuatan Xie Ran dan Di Yushi imbang. Xie Ran kalah melawan Bao Jun karena kelelahan menghadapi Naga Laut.
Ketiganya sampai di kediaman walikota sehingga menjadi pusat perhatian. Dengan adanya Qu Xuanzi, para pria itu tidak berani melirik Xie Ran karena merasa terancam. Sedangkan para wanita itu tetap terpaku pada Qu Xuanzi yang masih berkharisma meski mengenakan topeng. Sepertinya topeng itu bukan menutupi wajah tampannya melainkan menghiasnya.
Xie Ran tidak memperhatikan reaksi orang-orang, ia justru berfokus pada rencana di otaknya dan memindai tiap orang menggunakan sistem. Ia menemukan beberapa iblis dan banyak orang yang berada di tahap profesional akhir, itu bukan masalah. Yang menjadi masalah adalah beberapa iblis yang sepertinya sama kuat seperti ketika pertempuran di Tianshang. Mereka menyamar sebagai manusia dan membaurkan aura. Namun tetap ketahuan oleh Xie Ran. Qu Xuanzi juga sepertinya sudah mengetahuinya meski ia tidak mengatakan apa pun.
"Dia sangat berniat." Xie Ran tersenyum samar ketika melihat Li Ningzhi dan para pelayan yang mengiringi berjalan ke arah mereka.
Kehadiran Li Ningzhi mencuri perhatian akan kecantikan dan ketenarannya. Meski Xie Ran lebih cantik, Li Ningzhi lebih populer di Shuiyang sehingga banyak yang mengagguminya bagai dewi.
Gadis itu tersenyum lembut dan sedikit menekuk lututnya pada mereka berdua khususnya Qu Xuanzi. "Tuan dan Nyonya, selamat datang di penjamuan."
Xie Ran mengerutkan kening. "Kenapa dia memanggilku Nyonya?" Ia bertanya pada Long Long melalui pikiran. Ia baru sadar bahwa orang-orang memanggilnya Nyonya.
"Semua orang tahu bahwa kau menikah dan memiliki anak dengan Tuan Dewa. Lagitpula, Tuan Dewa juga menyebutmu sebagai istrinya. Jalani saja alurnya."
"Siapa yang istrinya?" Xie Ran tidak mau mengakui dan malah memasang wajah masam.
Li Ningzhi malu-malu melihat Qu Xuanzi sampai wajahnya memerah. "Kalian ... nikmati hidangannya. Tuan Kota sebentar lagi akan datang. Silahkan duduk."
Keduanya tidak memperhatikan wajah gadis itu yang tersipu kecuali Xiao Caihong dan langsung menatapnya tajam dari bawah. Xie Ran, Qu Xuanzi, dan Xiao Caihong segera berjalan ke tempat yang disediakan di antara para tamu undangan.
Selagi mereka pergi ke meja, Xiao Caihong menoleh ke arah Li Ningzhi dan memeleti lidahnya. Li Ningzhi sempat kesal telah diejek, tapi ia hanya tersenyum lembut, tetap pada perannya. Jika ia berhasil mendapatkan Qu Xuanzi, ia akan memberi pelajaran pada anak kecil itu.
Beberapa saat kemudian, Di Yushi datang menyambut para tamu. Ia tidak berani banyak tingkah di depan Qu Xuanzi dan mengutuk Li Ningzhi yang dengan sengaja mengundang Qu Xuanzi. Di Yushi tidak berlama-lama menyambut tamu dan langsung menghindar dari aura dingin yang ditujukan padanya.
Sedangkan Xie Ran tetap tenang. Meski ia merasakan aura tidak enak di sekitarnya seolah ia adalah santapan terlezat, ia tidak peduli. Para iblis itu tidak akan berani selagi ada Qu Xuanzi.
Setelah melihat kepergian Di Yushi, ia mengalami sesuatu yang mengganggunya sehingga ia harus berpisah dengan Qu Xuanzi sementara.
"Aku akan kembali." Xie Ran berpamitan pada Qu Xuanzi untuk sementara sedangkan Qu Xuanzi tidak menahan, hanya mengangguk setelah melihatnya.
"Ibu, aku ikut." Xiao Caihong menarik-narik lengan Xie Ran yang akan pergi.
"Kamu tetap di sini. Jaga ayahmu dari pengganggu."
Xiao Caihong melirik Qu Xuanzi kemudian beralih lada Li Ningzhi yang masih duduk dengan tenang. Ia jelas tahu maksud Xie Ran dan mengangguk setuju. Ia pun duduk manis di sebelah Qu Xuanzi.
Xie Ran tersenyum sebelum akhirnya pergi. Ia tidak lagi peduli dengan Li Ningzhi yang mengambil kesempatan berjalan ke arah Qu Xuanzi untuk 'menyapanya'. Sayangnya Xiao Caihong 'tidak sengaja' melempar makanan hingga membuatnya terlihat memalukan.
Di samping itu, Xie Ran berjalan di sekitar pepohonan rindang sambil mencoba mengatur sistemnya. Sarah memuat update setelah sekian lama dan Xie Ran sedang mengaturnya sedemikian rupa agar pertempuran selanjutnya dapat dibantu lebih baik.
"Progres selesai. Sistem diaktifkan ulang dalam 5 menit."
Xie Ran akhirnya menyelesaikan masalahnya. Ia tidak bisa mengatur sistem di depan banyak orang atau akan ada banyak pertanyaan. Bukannya tidak ingin memberitahu, ia hanya malas menjelaskan hal yang mereka tidak pahami. Ia juga akan diburu lagi.
"Kau sengaja melakukan ini?" Suara Long Long tiba-tiba terdengar.
"Sengaja apa?"
"Kau mengatur ulang sistem dan menjauhkan diri dari publik, memancing musuh mendekatimu selagi melemah. Apa yang sebenarnya kau pikirkan? Jika terjadi sesuatu, kau tidak takut Tuan Dewa marah lagi?"
Xie Ran tersenyum dan menggulung-gulung helai rambutnya. "Kau benar, tapi sayangnya sistem yang update bukan bagian dari rencana, Qu Xuanzi tidak akan marah karena dia mungkin sudah menebak rencanaku."
"Kau ingin menyingkirkan yang mana dulu?" Long Long bertanya. Pada saat itulah beberapa pasang mata merah menyala di kegelapan.
Xie Ran nengedarkan pandangan ke arah kegelapan sambil memasang wajah berpikir. "Jika bisa semuanya, kenapa harus memilih yang pertama?"
Saat itu juga para musuh menyerang. Iblis-iblis menampakkan diri dari kegelapan, menggunakan kekuatan mereka mengepung Xie Ran dari berbagai sisi sehingga membentuk lingkaran.
Tidak ada yang menjawab, melainkan langsung menyerang seperti iblis gila. Xie Ran tidak perlu banyak usaha untuk membunuh iblis tingkat rendah seperti mereka. Ia mengangkat tangannya, cahaya merah keluar dari tubuhnya membuat gelombang udara yang menyapu semua iblis yang mengepungnya.
Dalam hitungan detik, belasan iblis itu terhempas menyedihkan. Tubuh mereka seolah membeku dan kosong, sedangkan Xie Ran hanya melihat mereka dengan pandangan datar.
"Tarik jantung kalian!" Xie Ran bicara dengan dingin.
Tidak sampai 5 detik, semua jantung terlepas dari tempatnya. Darah hitam membasahi tanah serta berciprat ke pepohonan rindang. Jantung iblis berserakan di mana-mana beserta jasad penuh darah hitam.
"Kau hebat! Menghipnotis mereka dan memerintahkan mereka bunuh diri, kau tidak perlu mengotori tanganmu." Long Long memuji. "Kenapa tidak kau gunakan saja sebagai senjata menyerang iblis lain? Itu akan mempersingkat waktu."
"Kekuatanku masih rendah, aku tidak bisa mempertahankan hipnotis terlalu lama apalagi mereka adalah iblis." Xie Ran tersenyum pahit. Ia masih terlalu lemah.
"Jika kau rendah maka orang lain apa? Kamu jangan terus merendah."
"Selagi aku belum bisa mengalahkan Qu Xuanzi, aku masih lemah."
Long Long tidak tahu harus berkata apa. Qu Xuanzi adalah dewa terkuat dan Kaisar Dewa, bagaimana Xie Ran dapat mengimbanginya?! Mungkin bisa saja Xie Ran melampaui Qu Xuanzi suatu hari, tapi itu butuh waktu ribuan tahun sebagai dewa.
Xie Ran tidak ingin berdebat dengan Long Long lagi dan kembali ke perjamuan. Namun langkahnya terhenti menyadari Qu Xuanzi dan Xiao Caihong sudah tidak ada di perjamuan. Entah ke mana mereka pergi.
Hal lain yang membuat Xie Ran terkejut, ia merasakan niat membunuh yang kuat di penjamuan. Sepertinya telah terjadi sesuatu.
Ia segera berlari ke arah penjamuan dan melihat lautan darah dan teriakan yang diakibatkan oleh iblis. Banyak iblis membuat rusuh dan mengacaukan penjamuan. Mereka menculik dan membunuh baik anak-anak maupun dewasa, pria maupun wanita. Banyak orang yang lari dan berteriak.
Hanya saja ... ia tidak melihat kehadiran Li Ningzhi. Mungkin sudah mati atau diculik, ia tidak peduli lagi. Yang penting menghabisi iblis-iblis ini dan menyelamatkan orang tidak bersalah yang tersisa.
Ia bergerak dengan cepat. Menggunakan pisaunya menyayat iblis yang sedang melakukan kerusuhan satu per satu dalam satu kedipan mata. Iblis tingkat rendah langsung mati, namun beberapa iblis dengan tingkatan tinggi melawan Xie Ran.
Setelah menghabisi semua iblis di penjamuan dan mengevakuasi warga ke tempat yang diyakini aman, ia keluar dari area penjamuan. Lagi-lagi ia melihat hal yang lebih buruk dari sebelumnya.
Tanah menjadi penuh dengan bau anyir darah. Suara teriakan dan dentangan senjata menggema serta rumah-rumah terbakar. Kota unik yang damai sebelumnya telah tergantikan oleh kota neraka penuh penderitaan hanya dalam sekejap.
"Mereka sepertinya bertindak setelah Tuan Dewa dan Xiao Caihong pergi." Long Long berasumsi demikian karena sejak awal tidak ada yang berani mencari masalah selagi Qu Xuanzi ada.
"Di mana dia?"
"Aku tidak merasakan keberadaannya. Jika kota sudah menjadi seperti ini, Tuan Dewa berarti sudah jauh dari tempat keributan."
"Sudah kuduga, mereka mencari kesempatan dalam kesempitan, memisahkanku dengan Qu Xuanzi dan membuat keributan ...." Xie Ran mendesah dan memijit kepalanya yang berdenyut. "Long Ying, Long Yun, kendalikan kekacauan. Long Huo akan ikut aku."
Ketiga naga itu langsung keluar dalam wujud yang cukup besar. Mereka meraung ke atas tanda bersiap menerima perintah. Long Ying dan Long Yun bersamaan terbang menyingkirkan para iblis sedangkan Xie Ran duduk di punggung Long Huo pergi ke arah lain. Ia harus mempersingkat waktu dengan cara ini.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Qu Xuanzi dan Xiao Caihong berada di luar kekacauan. Sebelumnya mereka pergi karena tiba-tiba seseorang panik melihat kelompok iblis di gerbang kota. Li Ningzhi membujuk Qu Xuanzi untuk melihat dengan berbagai ucapannya hingga Xiao Caihong kesal.
Qu Xuanzi tidak tertarik dengan bujukan siapa pun dan masih menunggu Xie Ran, namun tiba-tiba ia merasakan sesuatu yang akrab di luar sana. Ia tahu apa yang akan ditunggu iblis-iblis itu, jadi ia sudah memperhitungkan segalanya dan bertahan sampai Xie Ran akan datang.
Setelah waktunya cukup, ia pergi dengan Xiao Caihong seolah menerima ajakan Li Ningzhi. Ia tidak bisa meninggalkan Xiao Caihong yang ceroboh ini, jadi ia harus membawanya.
Sesuai dugaannya, terjadi kekacauan setelah keluar dari kota. Di Yushi masih belum terlihat dan ia yakin iblis itu meminta Li Ningzhi mengalihkan perhatiannya agar terpisah dengan Xie Ran. Di Yushi menarget Xie Ran, sedangkan ia memiliki tagetnya sendiri.
"Tuan, tidak ada siapa pun di sini. Apa orang tadi menipu?" Li Ningzhi dengan wajah polosnya mengedarkan pandangan. "Tuan?" Ia menoleh ke belakang, namun orang yang ia sebut tidak hadir menyisakan anak ingusan yang menatapnya dingin.
Xiao Caihong tidak mengatakan apa pun, hanya menatap Li Ningzhi yang kecewa. Ia tidak mengerti kenapa Li Ningzhi menyukai ayahnya yang jelas-jelas sangat tidak berperasaan.
Beberapa meter di timur dari gerbang kota, menara dengan ketinggian 300 meter berdiri kokoh melampaui pepohonan rindang memenuhi hutan. Energi gelap berkeliaran mengelilingi menara disertai api obor yang menari-nari.
Di Yushi berjalan sepanjang lorong yang dipenuhi obor. Langkah lebarnya berbelok ke arah ruangan lainnya yang lebih besar seperti sebuah aula. Ruangan itu kosong, dinding serta lantainya gelap disertai bau anyir darah. Terdapat sebuah pola formasi di tengah lantai. Gambarnya rumit serta berartian gelap.
Di Yushi meletakkan barang yang diberi rekannya di tengah pola sebagai inti formasi. Sebuah batu yang tidak menarik, namun memancarkan energi gelap yang kuat. Batu itu mengeluarkan kabut hitam yang menari-nari di sekitar formasi. Formasi mengalami fluktuasi energi serta membentuk sebuah portal yang berdiri seperti kolam cermin. Di balik portal tersebut hanya ada kegelapan.
Sosok jubah hitam serta tombak panjang keluar dari sana. Kakinya melangkah keluar dari portal. Posturnya tinggi dan berperawakan pria dewasa. Auranya menyebar menyebabkan beberapa kelelawar iblis yang berterbangan tunduk termasuk Di Yushi.
"'Orang itu' ada di sini, Yang Mulia. Bisa dilihat, kekuatannya masih belum sempurna, segel itu masih merekat padanya."
Pria berjubah itu melepas tudung yang menutupi wajahnya. Tampaklah rambut perak serta wajah yang tertutupi topeng setengah wajah. Bisa dilihat, ia tampan walau mengenakan topeng. Tatapannya dipenuhi ancaman dan tajam begitu melihat Di Yushi.
"Kau memanggilku bukan untuk menghadapinya, 'kan?"
"Karena segel itu masih belum dihancurkan, maka Kaisar Iblis juga tidak bisa keluar dengan mudah. Saat ini, Kaisar Iblis berada di Dunia Tengah, tidak bisa menghubunginya. Mata-mata yang diutus sudah mati, jadi kami membutuhkan mata-mata lainnya yang lebih kuat agar bisa menghubunginya."
"Qi Jao sudah memberitahumu, 'kan? Di Dunia bawah, para iblis sedang dipersiapkan lebih matang. Kaisar Iblis tidak memerlukan bantuan, aku rasa beliau akan segera kembali ke Dunia Bawah untuk beberapa saat."
"Hamba paham, Yang Mulia."
Pria itu melihat Di Yushi tajam dan bicara dengan nada dalam. "Energi murni sudah di depan mata, kenapa kau tidak menangkapnya? Aku lihat 'orang itu' sudah berpisah cukup jauh."
"Setelah ini, hamba akan melanjutkan tugas menangkap energi murni. Kota Shuiyang sudah ditaklukan, seharusnya gadis itu sedang sibuk. Hanya saja, takut 'orang itu' akan bertindak."
Pria bertopeng itu tetap datar dan melihat ke jendela yang terbuka menatap langit. "Sepertinya dia sudah menyadari kehadiranku."
Di Yushi tersiap dan langsung berwaspada. "Yang Mulia, apa yang harus dilakukan?"
Pria bertopeng itu terdiam. Wajahnya masih datar, namun pandangannya sudah tidak terarah pada langit apalagi pada Di Yushi. Ia bukannya terdiam akan kalimat Di Yushi, melainkan hal lain yang membuatnya dirinya merasa terancam.
Di Yushi tidak tahu, di belakangnya sudah terdapat sosok pria tinggi dengan wajah tampannya yang dingin. Pakaian putih dan rambutnya tertiup angin dari jendela yang membuat auranya semakin berbeda.
Di Yushi merasa punggungnya mendingin seketika. Ia berbalik, melihat kaisar tertentu hadir bertukar pandang dengan pria bertopeng dengan penuh aura dingin. Ia jelas terkejut dan langsung mundur beberapa langkah sampai bahunya dipegang pria bertopeng dan disingkirkan ke samping.
"Lama tidak berjumpa." Qu Xuanzi 'menyapa' kenalan lamanya itu yang sudah ribuan tahun tak terlihat. Suaranya dingin sedingin kutub utara, meski kalimatnya terbilang ramah.