The Emperor God Wife Is Naughty

The Emperor God Wife Is Naughty
152. Perpisahan Panjang



Dua ekor angsa mendarat di atas tanah, bersamaan dengan kereta yang ditariknya membawa dua orang penting sekaligus. Qiong Lin yang duduk di antara kedua angsa segera turun, diikuti oleh Xie Ruo dan Qu Xuanzi yang turun dari kereta.


Kesan Xie Ruo ketika melihat suasana di sekitarnya, ia langsung mengingat tentang Dunia Liontin. Hanya saja, tempat ini lebih hidup, dan memiliki lebih banyak tanaman hias serta pepohonan berbentuk unik.


Karena mata Xie Ruo tajam, ia dapat melihat beberapa makhluk di atas pohon bersembunyi memandangi mereka dengan mata bundar penuh pertanyaan. Mereka bukan hewan, namun bertubuh kecil. Mungkin itu salah satu jenis peri, mengingat peri memiliki sangat banyak jenis yang berbeda.


"Yang Mulia Ratu sudah menunggu. Kalian bisa ikut denganku." Qiong Lin memimpin jalan menuju istana.


Semakin dalam mereka masuk, Xie Ruo semakin merasa berada di dunia lain. Banyak hewan aneh dan mengeluarkan cahaya aneh, lalu beberapa barang bertebangan seperti di Dunia Roh. Ada juga tanaman berjalan dan memperhatikan mereka dengan penuh pertanyaan. Sungai mengalir deras, memunculkan ekor panjang serta tangan bersirip milik makhluk mitos temannya lumba-lumba.


Ia merasa berada di negeri dongeng yang pernah ia lihat dalam tv ketika rekan sialannya bermalas-malasan. Mungkin, wonderland? Atau moors? Atau ... gabungan antara keduanya dan istana di mana si beast dikutuk?


Di tengah memperhatikan pemandangan sekitar yang benar-benar membuat pandangan seseorang terdistorsi, tiba-tiba saja Qiong Lin menghentikan langkah hingga Xie Ruo nyaris menabrak jika Qu Xuanzi tidak menahan lengannya. Untung saja ....


Rupanya mereka sudah sampai di depan istana. Pintu istana yang awalnya tertutup, terbuka dengan sendirinya menampilkan sosok wanita cantik dengan tongkat emasnya yang berkilau, mata emasnya memandang mereka, khususnya Qu Xuanzi dengan penuh kehormatan.


Di belakang wanita itu, beberapa wanita cantik berdiri dan membungkuk memberi pehormatan. Karena identitas dewa tertentu, wanita yang berdiri di depan mereka semua juga membungkuk.


"Sheng Xian, Ratu Menara Suci, memberi salam pada Yang Mulia. Maaf tidak bisa menyambut Yang Mulia dengan baik, jika ada masalah, katakan saja pada Sheng Xian."


Qiong Lin agak terkejut. Sepertinya dewa yang ia bawa memiliki posisi tidak biasa, bahkan sang ratu memanggilnya dengan sebutan 'yang mulia' dengan penuh hormat. Ia tidak pernah melihat ratunya seperti itu, bahkan dengan dewa lain mengingat ratunya juga pernah tinggal di Dunia Atas.


"Kedatanganku hanya untuk mengantarnya, tidak ada alasan lain. Sisanya, kau sudah mendengar sendiri dari Ann Rou." Qu Xuanzi menoleh ke arah Xie Ruo, tatapan dinginnya melembut ketika melihatnya.


Sheng Xian melihat ke arah Xie Ruo, langsung paham apa yang dimaksud. "Sheng Xian akan menjaganya dengan baik, tidak pilih kasih. Kedatangannya, adalah kehormatan untuk Menara Suci. Selama dia di sini, Tuan bisa tenang."


Tidak ada hal lain lagi yang bisa dikatakan Qu Xuanzi. Ia tetap memandang Xie Ruo, tidak rela berpisah sekarang dalam jangka waktu lama. Meski Sheng Xian akan membiarkannya mampir sesekali, tetap saja Menara Suci bukan sesuatu yang bisa dimasuki sembarangan.


Menara Suci memiliki aturan sendiri. Orang luar, termasuk dewa, tidak bisa berlama-lama di tempat ini karena pembatas alam. Bahkan anggotanya tidak bisa keluar dalam waktu tertentu. Menara Suci akan dibuka tiap 5 tahun sekali untuk perekrutan, sekarang sudah waktunya akan ditutup lagi.


"Jika bersedia, Yang Mulia bisa di sini untuk sementara waktu sampai penutupan array."


Sheng Xian mencoba memberi sedikit keringanan. Tapi tiba-tiba Xie Ruo menolak. "Tidak perlu. Dia akan pergi."


Sheng Xian agak terkejut. Ini kali pertamanya melihat seseorang mengusir tuannya secara terbuka. Ia sendiri tidak berani mempersulit Qu Xuanzi. Ia merasa ... gadis ini terlalu luar biasa.


Qu Xuanzi sendiri bingung. Meski bukan pertama kali diusir, situasi saat ini, ia lebih setuju dengan penawaran Sheng Xian. Lagipula, tempat ini tidak sepenuhnya buruk. Apa sesuatu mengganggu Xie Ruo?


Menyadari banyak tatapan bertanya Qu Xuanzi, Xe Ruo hanya bisa menghela napas. Jika di waktu lain, sudah pasti ia memilih menerima penawaran Sheng Xian.


Ia pun membisikkan sesuatu pada Qu Xuanzi. "Kau lupa memakai topeng. Jika tetap di sini, sama saja menyakiti banyak hati para wanita lebih lanjut. Lebih baik pergi sekarang."


Qu Xuanzi terdiam untuk beberapa saat. Kemudian baru sadar bahwa para wanita itu tidak sedang mengagumi pemandangan melainkan dirinya sendiri. Semua wanita sama saja, kecuali Ruoruo-nya.


Demi menjaga perasaan Xie Ruo agar tidak cemburu buta, ia mengangguk patuh, lalu mengecup kening Xie Ruo. "Baik. Ketika selesai nanti, aku akan menjemputmu."


Xie Ruo mengangguk. Tepat setelahnya, Qu Xuanzi pergi tanpa mengatakan apa pun. Xie Ruo sendiri heran, kenapa kaisar tertentu selalu saja pergi tanpa pamit tepat di depan orang banyak. Semua penyambutan ini untuknya, lho. Pria itu malah pergi begitu saja setelah memberinya posisi di Menara Suci. Apa gunanya ikut dari awal?


Sheng Xian sendiri lebih terkejut. Asura yang dikenalnya ... patuh pada seorang gadis manusia? Ia nyaris tidak percaya jika tidak melihat langsung. Kenapa Ann Rou tidak mengatakannya dengan jelas tentang hubungan mereka membuatnya terus kebingungan seperti orang bodoh?


Xie Ruo memandang Sheng Xian yang tampak sangat terkejut. "Yang Mulia, apa yang harus kulakukan?"


Sheng Xian akhirnya tersadar, ia kembali ke wibawanya sebagai seorang ratu, kemudian tersenyum dengan lembut. "Karena Xie Ruo akan menjadi bagian dari Menara Suci, upacara akan diadakan. Sebelum itu, akan lebih baik jika Xie Ruo sedikit berkeliling untuk beradaptasi." Kemudian ia memandang Qiong Lin yang sejak tadi kebingungan. "Qiong Lin, temani Xie Ruo berkeliling, jelaskan apa yang perlu dipahami."


"Baik, Yang Mulia."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Qiong Lin bicara sepanjang jalan menjelaskan berbagai hal, sedangkan Xie Ruo berputar ke sana kemari melihat-lihat dengan teliti tiap tempat untuk dihapalkan. Qiong Lin sangat sabar sejak tadi, ia bicara dengan perlahan disedtai intonasi yang tidak buru-buru, tidak tahu didengarkan atau tidak.


Xie Ruo sibuk sendiri. Meski begitu, ia tetap mendengarkan. Menara Suci tidak hanya menampung manusia dan peri, ada banyak makhluk lain, bahkan yang tak lagi terlihat di Dunia Tengah. Menara Suci terbentuk sebelum perang dewa dan iblis terjadi, itu sudah dibentuk ribuan tahun oleh Sheng Xian, peri dari Dunia Atas.


Qiong Lin termasuk manusia pertama yang direkrut Sheng Xian setelah dibentuk. Ia telah mekihat banyak perang dan konflik, tapi Menara Suci tidak pernah ikut campur, termasuk perang saat itu. Jika Menara Suci ikut campur, murid di dalam akan berbahaya dan terungkap. Mereka hanya akan muncul di saat-saat tertentu dan menghilang untuk menstabilkan tatanan alam.


Selain melindungi murid Menara Suci yang memiliki kualifikasi istimewa, Sheng Xian juga mendirikan Menara Suci sejak kehancuran Dunia Peri akibat pengkhianat. Itu adalah mimpi buruk, dan tidak lagi diungkit oleh Sheng Xian. Lokasi Menara Suci ada di bekas Dunia Peri yang hancur, Dunia Peri yang sekarang pindah, lalu menghilang sejak perang dewa dan iblis.


Jika dipikirkan, kisah itu cukup menyedihkan. Xie Ruo tidak melanjutkan pertanyaan mengenai sejarah Menara Suci yang suram, tapi justru teringat hal lain.


Ia menatap Qiong Lin dengan penuh pertanyaan membuat wanita itu harus waspada akan pertanyaan tidak terduga Xie Ruo.


"Karena Yang Mulia berasal dari Dunia Atas, apa dia mengenal Asura?" Xie Ruo bertanya-tanya bagaimana Sheng Xian bisa begitu kagum pada tiran yang dihindari seperti Qu Xuanzi. Sangat terlihat dari tatapannya. Dari cerita Xie Ruo, Qu Xuanzi tidak pernah melakukan hal baik di masa lalu.


Qiong Lin berpikir sejenak. "Sepertinya aku pernah mendengar, Yang Mulia asalah murid Asura."


"Murid!" Xie Ruo nyaris muntah darah. Bagaimana gunung es itu bisa memiliki murid? Bukankah sudah tidak terima murid? Bahkan ia ditolak mentah-mentah!


Xie Ruo tidak tahu ingin tertawa atau sedih untuk ratu satu itu. Nasib mereka sama. Hanya memanggil dengan sebutan 'guru', lalu diusir dan ditolak mentah-mentah dengan alasan "Aku tidak menerima murid" yang sangat diingatnya.


"Asura memiliki reputasi buruk, haus darah. Bagaimana Yang Mulia bisa ingin menjadikannya guru? Apa otaknya kemasukan air?"


"Shhh, jangan berkata seperti itu tentang Yang Mulia." Ia kemudian melihat langit yang akan menggelap. "Sekarang, aku akan menunjukkan ruanganmu, setelah itu kau bisa sedikit berkeliling sendiri. Kalau kamu memiliki keberanian, kamu bisa menanyakannya sendiri pada Yang Mulia tentang hal yang baru saja kamu tanyakan, tapi aku beri saran untuk tidak menanyakan hal privasi."


Xie Ruo mengangguk pelan, lalu mengikuti arahnya pergi sambil mengingat-ingat tempat yang sangat luas ini.


Setelah acara keliling dengan Qiong Lin, Xie Ruo berniat beristirahat di kamarnya yang baru. Kamarnya sangat polos dan serba putih, sangat luas seperti kamarnya di klan jika digandakan.


Meski ia memiliki identitas khusus, Sheng Xian tetap berlaku adil dengan menempatkannya di kamar asrama dalam istana. Ruangan di sebelahnya merupakan ruangan murid lain, sampai seterusnya. Karena murid Menara Suci tidak sebanyak murid akademi, satu istana cukup menampung semua murid dengan fasilitas lengkap.


Ketika tengah memperhatikan tiap sisi ruangan sambil duduk di atas tempat tidur dengan nyaman, ia merasakan seseorang mendekati kamarnya. Buru-buru ia bangun, kemudian membuka pintu.


Tampak wanita berambut perak berdiri dengan senyuman tipis yang menenangkan. Iris emasnya sangat tenang dan jernih seperti air. Hal yang membedakan dengan penampilan sebelumnya, yakni tongkat emas yang kini tidak lagi di genggamannya.


"Apa kamu merasa nyaman?" Sheng Xian bertanya pada Xie Ruo. Suaranya sangat lembut, terdengar seperti ibu yang sedang bicara dengan anaknya.


Xie Ruo mengangguk. Kesannya terhadap Sheng Xian, selain merupakan murid yang tak diakui Qu Xuanzi seperti dirinya, tidak ada lagi yang menarik perhatiannya.


"Jika ada beberapa hal, bisa dibicarakan padaku. Setelah upacara selesai, kedepannya kamu akan berada di bawah bimbinganku. Untuk membentuk tubuh baru, perlu dilakukan perawatan khusus, tidak bisa dilakukan sembarangan."


"Berapa lama?" tanya Xie Ruo.


"Sepuluh tahun, atau lebih."


Xie Ruo terdiam untuk beberapa saat. Sepuluh tahun, tepat ketika usianya akan berakhir, kekuatannya sendiri yang akan membunuhnya. Meski ada sisa waktu, tidak cukup untuk kultivasi dari awal untuk menjadi dewa.


"Ada masalah?" Sheng Xian menyadari raut kecewa Xie Ran, langsung merasa kebingungan. Sepuluh tahun adalah waktu tercepat, pembentukan tubuh baru dilakukan lebih lama dari inkarnasi karena proses yang panjang.


Tapi sepertinya Sheng Xian tidak tahu masalah Xie Ruo mengenai kekuatannya sendiri. Karena kedepannya Xie Ruo akan dibimbing oleh Sheng Xian, maka Xie Ruo harus mengatakannya dengan jujur.


"Ketika dalam pertempuran, karena situasi gawat aku melakukan penerobosan paksa, mengorbankan sebagian harapan hidupku sebagai manusia selama dua kali berturut-turut. Aku tidak bisa hidup lebih dari 30 tahun."


Sheng Xian agak terkejut, namun wajahnya tetap tenang sambil memikirkan solusinya. Ini bukan kali pertama bertemu dengan seseorang yang mengorbankan harapan hidup demi kekuatan, Xie Ruo pasti sudah mengalami hal yang sangat berat.


Namun, kasus Xie Ruo lebih rumit. Jika hanya masalah kehidupan yang dikorbankan, itu bisa diatasi dengan mudah, apalagi Xie Ruo sudah menerobos tingkat saint. Tapi masalahnya Xie Ruo harus melewati proses pembentukan tubuh baru yang membuat seluruh kekuatannya menghilang. Jika saja Dunia Atas masih stabil, pasti akan lebih mudah.


Setelah berpikir beberapa saat, Sheng Xian akhirnya mendapatkan ketenangannya kembali. "Kurang dari 10 tahun, mungkin kamu bisa melewatinya. Tapi hanya bisa bergantung pada dirimu sendiri, sekuat apa jiwamu dapat bertahan."


"Apa pun resikonya, aku akan terima."


Akhirnya Xie Ruo mendapat secercah harapan. Meskipun tidak ada, ia tetap akan mencoba sebisanya mencari jalan keluar untuk masalahnya. Tidak semua rumah hanya memiliki satu pintu keluar, begitu pula masalahnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Masih dalam kawasan Menara Suci, Qu Xuanzi berdiri dalam kegelapan, merasa berat harus pergi meninggalkan Xie Ruo selama bertahun-tahun. Dua hewan suci di belakangnya hanya bisa melihat tanpa bisa mengatakan apa pun, berharap tuan mereka tidak begitu sedih harus berpisah dengan Nona Xie begiu lama.


Tapi Ann Rou tidak bisa hanya diam saja seperti si naga bodoh itu. "Yang Mulia, segel Dunia Atas telah terbuka, kekuatan Kaisar Iblis juga sudah sempurna. Dengan masalah yang begitu banyak, akan lebih baik jika Nona tetap di tempat terasingi ini untuk menghindari konflik dan bahaya."


"Aku tahu."


"Lalu, apa kita akan pergi ke Dunia Atas? Beberapa Dewa mungkin sudah terbangun seperti Dewi Kehidupan. Untuk menstabilkan dunia, mereka membutuhkan Yang Mulia."


Qu Xuanzi tidak menyahut, wajahnya tetap dingin seperti biasa membuat Ann Rou pikir bahwa mulutnya melakukan kesalahan lagi. Jadi dia lebih memilih diam daripada membuat kaisar tertentu marah.


Setelah beberapa lama diam sampai benar-benar melihat Xie Ruo kembali ke istana bersama Qiong Lin kala langit akan menggelap, ia akhirnya menghela napas dan menurunkan pandangan.


Setelah hari ini, ia tidak lagi bisa merasakan keberadaan Xie Ruo—seolah ia tidak pernah ada—karena tertutupi array. Ia akan menunggu, sampai kabar Xie Ruo selainjutnya terdengar di masa depan. Tidak tahu kapan, ia akan menunggu. Sepertinya ia harus menyibukkan diri agar waktu berlalu dengan cepat.


Melihat langit yang menggelap begitu cepat, pandangannya mendingin lebih dari sebelumnya. "Kita pergi ke Dunia Atas."


...----------------...


Tadinya aku mau buat tamat, lho. Terus lanjut season dua. Soalnya, kan, tujuan melepas segel liontin sudah selesai, tinggal membasmi 'dia' yang masih misterius. Tapi karena pasti banyak yang nggak puas, aku lanjut sampai end, baru sekuel yang pernah kukasih tau.


Besok sebenarnya mau libur nulis, tapi ....


Nggak ada kerjaan, jadi lanjut aja.


Bye bye yang baca~


Sampai jumpa besok ❤️