The Emperor God Wife Is Naughty

The Emperor God Wife Is Naughty
22. Aku Kaya!



Xie Ran tidak ingin memikirkan ular kecil yang bersikap manja pada Qu Xuanzi yang disebut 'ayah' itu. Xie Ran beralih pada pecahan kristal dan mengambil sebuah cincin giok putih yang tersisa. Dia memeriksa, itu adalah cincin spasial dengan kapasitas ruang besar. Sama seperti liontin yang diberi Wen Xi sebelumnya.


Xie Ran memeriksa isi cincin tersebut dengan mengalirkan qi ke dalam. Dia melihat berbagai macam barang dari cincin spasial. Berbagai bijih logam, bebatuan tingkat rendah dan menengah, serta tiga peti. Peti itu memiliki ukurannya masing-masing dari besar hingga kecil.


Dia mengambil salah satunya yang lebih besar. Meletakkannya ke tanah dan membukanya menggunakan sihir. Peti itu hanya bisa dibuka menggunakan sihir sehingga tidak memerlukan kunci.


Peti terbuka lebar selagi tangan Xie Ran berayun dengan lembut. Melihat beberapa barang di dalamnya membuat mata Xie Ran melebar.


"Bagaimana mungkin ...." Xie Ran tidak percaya dengan pengelihatannya. Ia langsung mengambil barang dari dalam. Itu merupakan beberapa senjata api yang tersimpan dengan aman dan rapi. Ada bahan peledak seperti mesiu dan granat.


Sayangnya tidak ada roket atau nuklir untuk meledakkan Klan Xie. Jika ada nuklir, dia akan melompat kegirangan tanpa malu!


Xie Ran memeriksa peti lain dan membuka semuanya. Isi peti adalah barang-barang dari dunia modern. Pakaian tempur berteknologi hologram juga tersedia dalam peti serta perlengkapan lainnya. Semua ini dapat digunakan tanpa perlu listrik, itu hanya perlu menyuntikkan qi ke dalam sehingga dapat mengaktifkan hologram.


Xie Ran ingin pingsan saking bahagianya. Melihat barang-barang berteknologi canggih membuat semangatnya melonjak. Ini baru harta karun!


Dalam seketika ia melupakan fakta bahwa dirinya telah menjadi 'orang tua' bayi ular tertentu. Itu bisa dikesampingkan. Senjata lebih penting!


Tidak sia-sia Xie Ran datang dan nyaris meregang nyawa. Hasil yang didapat melebihi harapan dan ia bisa berlatih lebih maksimal.


Namun untuk pistol dan senjata api lainnya, ia tidak bisa menggunakan itu sesering mungkin karena peluru yang terbatas. Dia tidak bisa membuat peluru sendiri meski bisa membuat senjata. Itu sebabnya, ia akan menyimpan semua pistol ini terlebih dahulu ke dalam peti.


Beberapa barang dengan teknologi rumit dikembalikan ke dalam peti. Ia mengenakan sepatu bot hitam ramping yang cocok untuknya. Bot itu memiliki panjang sampai bawah lutut sedangkan pakaiannya memiliki perlindungan terbaik dan kuat meski tampak lentur seperti pakaian pada umumnya.


Xie Ran mengganti pakaian di tempat tertutup dan kembali dengan pakaian utuh. Gaun yang awalnya robek di bagian bawah menjadi gaun bertarung merah selutut yang elegan dan cantik. Rambut panjangnya dikuncir kuda dan mengenakan beberapa perlengkapan lain. Kali ini, dia tidak menutupi wajah cantiknya dengan riasan jelek. Dia akan keluar dari klan untuk berlatih.


Bayi ular berpindah tempat dari bahu Qu Xuanzi melilit lengan Xie Ran. Pakaian Xie Ran berlengan pendek sehingga ular itu terlihat seperti gelang giok di lengan Xie Ran.


"Sssss~"


Ular itu mendesis meminta makan. Xie Ran mengarahkan telunjuknya mengumpulkan qi dan mengeluarkan energi murni dari telunjuk. Energi murni memasuki mulut ular kecil selama beberapa saat sebelum akhirnya ular kecil kenyang dan tertidur di pergelangan tangan Xie Ran, terlihat sebagai gelang.


Pada akhirnya Xie Ran terpaksa menerimanya. Phyton tujuh warna akan menjadi sangat kuat dan dapat bergabung dengan pasukannya. Xie Ran sudah berpikir bahwa ia akan membuat pasukan yang sangat kuat antara Naga dan Ular. sangat keren.


"Aku akan pergi dari sini. Apa ada sesuatu yang ingin kau lakukan sebelum pergi?"


Pria itu sama sekali tidak melakukan apa pun selain menemaninya dan melindunginya sejak awal. Setidaknya mengambil sesuatu yang berharga. Di sini banyak harta dan sudah dikuras Xie Ran semua. Qu Xuanzi juga sudah melihat isi cincin gioknya, tapi tidak ada minat. Pria ini sulit dimengerti.


"Ada sesuatu."


Xie Ran melihat Qu Xuanzi pergi ke arah reruntuhan portal barusan. Entah apa yang dia lakukan, hanya pria itu yang tahu.


Setelah beberapa saat, Qu Xuanzi kembali membawa sesuatu di tangannya. Sebuah bola sinar perak yang menyala perlahan menyerap ke jiwanya yang menjadi transparan. Bola perak itu habis memasuki seluruh tubuhnya sehingga mengeluarkan sinar dengan aura keagungan yang kuat.


Xie Ran terpana melihatnya. Perlahan, tubuh transparan Qu Xuanzi berubah menjadi padat kembali serta memiliki vitalitas. Dia terlihat lebih hidup.


Jika Xie Ran tidak tahu bahwa dia selalu menjadi jiwa bergentayangan, dia pasti sudah berpikir bahwa pria itu memiliki vitalitas yang tinggi dengan tubuh aslinya.


"Apa kamu naik peringkat? Atau, apa kamu melakukan penerobosan?" Xie Ran penasaran. Dia tidak terlalu mengenal pria satu ini, bahkan namanya saja masih tidak tahu.


"Sekitar 40% kekuatanku telah pulih dan dapat keluar dengan tubuh asli. Sebelumnya adalah pecahan kekuatanku yang tersebar, tidak disangka itu tersembunyi di sini," jelas Qu Xuanzi membuat Xie Ran menganga. Dia bukan jiwa lagi! Pantas saja memiliki vitalitas!


"Itu bagus. Lalu, apa kita akan mencari pecahan kekuatanmu lagi?"


"Ya."


Xie Ran berpikir bahwa dia telah menjadi anak petualang. Namun ketika menyadari perkataan Qu Xuanzi barusan tentang presentasi kekuatannya yang pulih, Xie Ran termangu sejenak.


Kurang dari 40% kekuatannya saja sudah mengerikan sehingga Mengalahkan Long Yun. Sebenarnya, seberapa kuat guru besar ini? Bagaimana jika 100% kekuatan dipulihkan? Itu mengerikan!


Xie Ran sudah memutuskan tidak ingin bermusuhan lagi dengannya. Sejak awal dia berniat mengalahkan pria itu ketika sudah menjadi kuat, tapi ternyata imajinasinya keterlaluan. Dia sama sekali bukan lawannya!


Jadi bagaimana jika Kaisar Zhong adalah jenius pertama di Benua Zhongbu? Qu Xuanzi masih jauh lebih kuat!


Xie Ran gelagapan memikirkannya. "Guru besar, sebenarnya apa statusmu ribuan tahun lalu? Kau itu makhluk apa?"


Berpikir bahwa pria ini bukan manusia, itu masih masuk akal bahwa dia menjadi lebih kuat dari ras Naga terkuat sekalipun. Manusia sudah pasti ada pada tingkatan terbawah, itu tidak perlu disebutkan sehingga Qu Xuanzi benar-benar bukan manusia.


"Apa itu penting?"


"Tidak terlalu." Xie Ran merasa salah bicara. Guru besar ini sama sekali tidak berminat menceritakan apa pun membuat Xie Ran hanya bisa berspekulasi.


Xie Ran mulai berpikir bahwa Qu Xuanzi adalah monster legenda yang bisa menjadi manusia. Itu mungkin saja terjadi. Masalahnya dia tidak mirip dengan ras mana pun, itu yang membuat Xie Ran bertanya-tanya.


"Aku tidak yakin kau tetap bersamaku jika mengetahuinya."


Ucapan Qu Xuanzi membuat Xie Ran terdiam. Apa pria itu sangat berbahaya? Apa identitasnya terlalu berbahaya sampai Xie Ran tidak bisa tinggal di sisinya lagi setelah mengetahuinya?


Karena Qu Xuanzi sendiri yang mengatakannya, Xie Ran tidak lagi ingin tahu siapa dia sebenarnya. Dia tidak ingin kehilangan pelindungnya—setidaknya untuk saat ini. "Tidak perlu dikatakan. Siapa pun kamu sebenarnya, yang terpenting itu kamu."


Qu Xuanzi tersenyum samar, pandangannya melembut. Xie Ran tidak menyadarinya karena gadis itu segera memalingkan wajah untuk melihat struktur gua. Ia masih memikirkan cara keluar dari sini.


"Guru besar—"


"Aku tidak pernah menerima murid."


Xie Ran berdecak sebal. Pria ini selalu mengatakan hal yang sama dan selalu menyela kalimatnya. "Aku tidak tahu harus memanggilmu apa. Apa kau lebih suka dipanggil 'Gunung es'?"


"Qu Xuanzi." Qu Xuanzi memperkenalkan dirinya lagi. Padahal dia sudah memberitahu namanya ketika dalam ilusi, tapi gadis itu tidak ingat.


"Qu Xuanzi ... Xuanzi ...." Xie Ran berpikir bahwa nama itu cukup akrab. Apa dia pernah bertemu dengan pria ini sebelumnya? Sepertinya belum pernah, ini kali pertamanya bertemu tapi namanya terkesan akrab. Apa dia melupakan sesuatu? "Karena kau tahu masa laluku, maka aku tidak perlu menutupinya lagi. Aku bertanya padamu, apa kau adalah salah satu korbanku ketika bertugas di Tiongkok?"


Pertanyaan aneh! Sangat aneh! Xie Ran sendiri mengutuk mulutnya sendiri yang menanyakan pertanyaan tidak masuk akal itu. Padahal jelas-jelas Qu Xuanzi dari dunia ini, bagaimana bisa ada di dunianya?


"Tidak." Qu Xuanzi menjawab dengan tenang seolah pertanyaan Xie Ran umum baginya. Padahal jelas-jelas itu adalah pertanyaan teraneh dibanding pertanyaan lainnya.


Mungkin dalam ilusi. Xie Ran masih terus memikirkan apa yang ia lupakan. "Lalu ... ketika kau mengintip ilusiku, apa kau juga masuk ke dalam kesadaranku?"


"Ya."


"Apa kita bertemu?" Xie Ran merasa itu paling masuk akal. Jika mereka pernah bertemu, maka itu wajar saja jika dia merasa akrab. Xie Ran hanya ingat tentang ingatan masa lalunya, bukan hal yang ditambahkan.


"Ya." Qu Xuanzi menjawab dengan singkat lagi. Dia tidak memiliki niat menjelaskan.


"Benarkah? Apa aku bicara padamu? Atau kau hanya melihat?"


"Pantas saja!" gumam Xie Ran.


Dia menyayangkan hal itu karena dulu dia sangat jarang bicara. Akan menjadi hal baru baginya jika bicara banyak.


Setelah memikirkan kembali bagaimana sikapnya dulu, dia teringat sesuatu. "Apa aku menodongmu dengan senjata?"


Seingatnya jika bertemu orang asing tiba-tiba, dia selalu menodong senjata sebagai bentuk kewaspadaan. Apalagi Qu Xuanzi sering datang tiba-tiba layaknya hobi.


"Ya." Qu Xuanzi tidak perlu berbohong. Meski Xie Ran melakukannya lebih dari menodong senjata, dia tidak perlu menjelaskan lebih banyak.


Xie Ran menggaruk kepalanya yang tidak gatal, merasa perlakuannya pada guru besar ini kasar. Masalahnya, dia selalu tidak bisa mengendalikan diri. "Maaf ... apa pun yang kulakukan padamu, baik mengancammu atau hal lainnya aku minta maaf. Kau tahu kondisiku saat itu."


"Kau minta maaf meski tidak mengingatnya?"


"Apa untungnya bagimu berbohong? Lagi pula hanya permintaan maaf, bukan melompat ke bawah tebing." Xie Ran bicara dengan enteng.


"Tidak perlu minta maaf."


Xie Ran menoleh ke arah Qu Xuanzi dan melihat dia tersenyum tipis. Senyumnya itu ... sangat tampan! Apa dia benar-benar tersenyum padanya?!


Secara spontan Xie Ran memalingkan wajah dan menepuk wajahnya berkali-kali untuk menyadarkan diri. Tidak mungkin bagi guru besar itu tersenyum apalagi pada gadis tidak tahu malu sepertinya.


"Gur ... Qu Xuanzi, lebih baik tunjukkan jalan keluar melalui jalan belakang. Aku tidak ingin kembali ke Klan Xie." Xie Ran masih tidak berani menatapnya. Halusinasinya menjadi-jadi membuatnya semakin canggung.


"Baik." Qu Xuanzi menyanggupi. Karena kekuatannya sudah pulih sebagian dan tidak lagi ditekan oleh liontin itu, dia menggunakan kekuatannya untuk berteleportasi ke luar dari gua.


Xie Ran sudah mengumpulkan semua batu spiritual untuk dijual. Dia sudah memikirkan beberapa rencana untuk kedepannya dan menghasilkan uang yang banyak untuk berpetualang.


Sinar perak muncul di tengah hutan pinggiran kota. Qu Xuanzi membawa Xie Ran ke pinggir kota berdasarkan keinginan Xie Ran yang masih ingin menghasilkan uang. Jika berpindah ke kota lain, dia tidak bisa semudah itu berteleportasi dengan kekuatannya saat ini. Apalagi kekuatannya cepat habis tiap kali digunakan selama masih terjebak dalam liontin. Dia hanya bisa memulihkan diri dalam liontin.


Ketika merasakan pergerakan di lengan, di mana Phyton tujuh warna kecil berada, Xie Ran mengangkat tangan ke depan melihat ular seputih giok itu menatapnya.


"Ada apa?" Tidak mungkin anak ular ini lapar lagi, 'kan? Xie Tan sendiri belum beristirahat dan memulihkan diri. Memberi makan ular ini membutuhkan kekuatan mental yang cukup.


"Sssss~ (Lapar)"


Xie Ran terdiam sekali lagi. Dia baru saja berharap bahwa ular rakus ini tidak lapar dan menguras energinya. Tapi siapa sangka ular ini benar-benar tidak memihaknya. Merepotkan!


"Phyton tujuh warna memiliki nafsu makan besar untuk pertumbuhannya. Karena masih kecil, dia hanya bisa makan energi murni sampai terbilang cukup besar."


"Tidak! Makan itu sehari tiga kali." Xie Ran menegaskan setelah mendengar penjelasan Qu Xuanzi. Dia tidak bisa bersikap lembut pada sesuatu yang merepotkan.


"Ssssss~ (Ibu~)" Ular itu mendesis sedih. Mata bundarnya berkaca-kaca merasa ibunya tidak menginginkannya.


"Hei, jika menangis, aku akan semakin kasar padamu." Xie Ran mengancam. Di masa lalu, dia selalu membuat anak kecil menangis hanya karena melihatnya. Dia sudah terbiasa, hanya saja ular ini pengecualian.


Ular kecil makin berkaca-kaca dan menunduk lemah. Ibunya tidak menginginkannya, dia hanya bisa menatap Qu Xuanzi dengan berbinar meminta pertolongan. Ayahnya menyayanginya, pasti akan menurutinya.


Tapi sayangnya Qu Xuanzi hanya diam tidak peduli. Ular itu bukan miliknya, Xie Ran juga tidak suka ular itu. Untuk apa dia membela?


Kruuuk


Suara perut lain berbunyi minta makan. Rupanya selain ular yang sedih ditelantarkan orang tua, Xie Ran juga merasakan lapar hingga perutnya berbunyi sangat keras. Wajah Xie Ran memerah seketika.


"Haha, ayo kita ke kota! Xiao Caihong, kau lapar, 'kan? Ayo kita ke kota!"


"Xiao Caihong?"


"Caihong (pelangi), persis seperti jenisnya—Phyton tujuh warna." Xie Ran mengidentifikasi dengan santai sambil berjalan ke arah kota. Dia tidak perlu sulit memberi anak ular itu nama. Cukup nama 'pelangi' saja. "Bukankah itu nama yang bagus?"


"Bagus."


Phyton tujuh warna juga senang ibunya memberi nama sedangkan pihak lain memiliki wajah muram karena telah dilupakan di dalam liontin.


Perjalanan ke kota tidak membutuhkan waktu lama. Qu Xuanzi kembali ke liontin untuk memulihkan diri sedangkan Xie Ran dan Xiao Caihong yang melilit lengan Xie Ran seperti gelang giok berjalan ria di tengah kota.


Untuk pertama kalinya Xie Ran berjalan dengan bebas di ibu kota. Terakhir kali dia jalan bersama Xie Nu serta para antek-anteknya dan berakhir jatuh dari tebing. Pengalaman itu menurutnya begitu menyedihkan kecuali bagian jatuh ke bawah tebing. Di masa lalu, dia memiliki hobi panjat tebing serta terjun payung dari ketinggian, itu biasa terjadi ketika dalam tugas.


Xie Ran mencari rumah lelang terbesar di Benua Zhongbu. Rumah Lelang Yanxi yang dimiliki oleh Klan Yan. Xie Ran hanya pernah mendengar, tidak pernah melihat langsung sehingga tidak tahu letaknya. Dia hanya bisa berjalan mencari rumah lelang itu.


Klan Yan merupakan Klan terbesar kedua setelah Klan Xie. Tidak memiliki hubungan yang baik dengan Klan Xie sehingga tidak mudah bagi Klan Xie untuk membeli barang di sana. Itu sebabnya Xie Ran memilih rumah lelang itu agar tidak melihat Klan Xie untuk saat ini.


Sebelum melanjutkan pencarian, dia memutuskan menginap di dalam penginapan. Meski dia bisa menginap di Dunia Liontin, dia tetap harus mencari tempat aman untuk meletakkan liontin yang menyamar. Penginapan adalah tempat yang tepat, privasinya akan terjaga dan tidak mudah bagi orang lain masuk.


Penginapan yang dia masuki adalah penginapan kelas atas sehingga privasinya benar-benar terjaga. Meski membutuhkan 100 koin perak per malam untuk kamar biasa dan termasuk mahal karena rata-rata orang biasa hanya mendapat beberapa koin perak dan perunggu. Xie Ran yang sudah menjadi kaya tidak perlu khawatir.


Dia langsung membeli kamar reguler seharga 200 koin perak per malam. Itu termasuk kamar menengah, sedangkan kamar premium seharga 500 koin perak per malam. Tentunya memiliki fasilitas yang setara dengan uangnya.


Xie Ran memilih yang menengah karena dia hanya akan tidur di dalam liontin. Di dalam liontin, istana lebih bagus dan akan direnovasi ulang menjadi lebih modern. Tentu menggunakan peti barang yang dia ambil barusan.


Tapi dia tidak akan merenovasi sekarang karena perutnya yang terus menangis minta makan. Dia langsung ke restoran paling enak dan membayar menggunakan batu spiritual.


Batu spiritual bisa menjadi pengganti uang berdasarkan berapa besar dan tingkatan batu itu. Satu batu spiritual berukuran kelereng kecil setara dengan 10.000 koin emas sedangkan Xie Ran memiliki ribuan batu spiritual yang diruntuhkan Qu Xuanzi. Betapa kaya dirinya!


...----------------...


...Ralat ... yang di atas kurang nol saking cepetnya ngetik terus lupa....


...1 batu spiritual 100.000 koin emas....


...----------------...


Dengan ini, sama saja Xie Ran membeli seluruh restoran. Tapi dia hanya menyewa ruangan pribadi dalam restoran dan membeli banyak makanan. Anggap saja sisanya untuk sumbangan.


Qu Xuanzi keluar dari liontin setelah pemulihan sementara. Belakangan ini dia lebih suka berada di luar liontin—tidak tahu alasannya.


Melihat kehadiran Qu Xuanzi, Xiao Caihong melepas lengan Xie Ran dan langsung pergi ke arah Qu Xuanzi. Sedangkan Xie Ran tidak peduli, dia hanya makan dengan nikmat melampiaskan rasa lapar.


"Qu Xuanzi, kau datang." Xie Ran menyapanya singkat sambil makan.


"Master, apa yang akan kau lakukan selanjutnya." Long Yun bertanya.


"Jualan dan jadi kaya. Aku sudah menghitung semua pendapatan yang akan kuterima. Aku akan akan menjadi sangat kaya!" Xie Ran menyahut dengan gembira.