
Pedang yang Xie Ran dapat adalah pemberian Qu Xuanzi. Eits, tapi Qu Xuanzi belum kembali sejauh ini. Pria itu menitipkannya pada Ann Rou yang sedang mengirim laporan kondisi Kota Ye yang sedang dipipenuhi Iblis. Sekalian kembali ke Kota Ye, Qu Xuanzi meminta Ann Rou memberikan Pedang Roh Unsur pada Xie Ran.
Pedang roh unsur adalah senjata langka dari Alam Langit. Dulu bukan Qu Xuanzi yang menyimpannya melainkan Istri Kaisar Langit terdahulu kemudian diserahkan pada Qu Xuanzi untuk dijaga ketika kenaikan tahtanya. Qu Xuanzi baru ingat akan pedang itu karena tidak pernah menyentuhnya selama ribuan tahun.
Selain pedang, pria itu juga memberinya sekaligus dengan teknik pedang 7 langit yang ditemukan dalam perjalanan karena kabarnya Qu Xuanzi akan kembali lebih lama dari perkiraan. Itu sebabnya ia memberi Xie Ran dua barang berharga itu sekaligus.
Pedang 7 langit memiliki tingkat surgawi dan memiliki 7 tingkatan yang sulit diraih. Tujuh diantaranya: resornasi, transformasi, hujan angin, sayap, 1000 pedang, pedang sembunyi, dan wujud pedang. Saking sulitnya, Xie Ran baru sedikit menguasai 1 teknik selama ini. Itu juga merupakan alasan Xie Ran begitu lelah sampai tidak tidur malam hanya untuk berlatih dan membuat senjata.
Xie Ran memodifikasi pedang roh unsur yang awalnya berat dan tampak tua seperti fosil menjadi lebih baik. Memodifikasi pedang sebagus itu membutuhkan banyak energi dan waktu yang sangat lama. Itupun belum selesai dan ia harus menggunakannya sebagai percobaan.
Xie Ran tidak peduli milik siapa pedang itu sebelumnya. Jika Qu Xuanzi sudah memberinya secara sukarela, maka pedang ini menjadi miliknya dan bebas digunakan atau diubah dengan cara apapun.
Kali ini Xie Ran telah melihat kekuatan pedang roh unsur yang ditinggalkan permaisuri langit terdahulu. Pedang ini akan beresonasi dengan elemen tertentu dan menguasainya sesuai kemampuan Xie Ran. Xie Ran akan dapat mengendalikan elemen yang beresornasi dan menggunakannya sebagai kekuatan pribadi sampai batas waktu tertentu. Karena pelatihan Xie Ran masih rendah, ia hanya bisa bertahan sebentar jika tidak ingin mengalami penyimpangan qi.
Resonasi juga merupakan teknik pertama pedang 7 langit. Dipadukan dengan sifat pedang roh unsur, reaksi resonasi akan lebih tinggi dan lebih kuat.
"Hmph, lalu bagaimana jika kau memiliki elemen petir juga? Kendalimu tidak sebaik aku!" Luo Jin masih tidak mau kalah dan langsung melancarkan serangan.
Xie Ran menghindari pedang penuh listrik Luo Jin dan meluncur ke bawah. Begitu merasakan sengatan di punggungnya, ia berbalik dan menahan pedang yang akan mendarat tepat di lehernya. Kedua pedang saling menahan. Xie Ran di bawah segera menekan pedang Luo Jin dengan pedangnya dan berdiri selagi gadis itu termundur. Ia bergerak dengan cepat meninggalkan jejak listrik dan menebaskan pedangnya ke arah Luo Jin.
Arena di penuhi listrik hingga barrier yang disematkan memiliki serpihan listrik yang tajam seperti kaca dari berbagai arah. Itu membuat semua orang diam-diam menahan napas membayangkan listrik-listrik itu mengenai mereka. Dua gadis itu sangat hebat.
"Dia bisa mengendalikan 2 elemen? Benar-benar jenius."
"Sebelumnya aku hanya melihat ia menggunakan api dan berpikir kita akan menang. Ternyata dia menyembunyikan kekuatannya yang mengejutkan."
"Melihat caranya bertarung dan kecepatannya yang melebihi pemilik elemen petir sendiri, takutnya Jin'er akan sulit menghadapinya."
"Jika Jin'er kalah, kita akan kehilangan wajah. Dekan, apa yang harus kita lakukan?"
Para murid Akademi Shenyang begitu cemas. Jika kalah di urutan tiga besar tidak masalah, masalahnya ini masih 10 besar!
Dekan Akademi Shenyang tidak memiliki respon apapun melainkan memiliki pemikiran lain. Ia melirik muridnya — pemimpin tim — yang sejak tadi hanya diam memperhatikan arena.
"Apa kau mengenalnya, Xu Mo?"
Xu Mo melirik sekilas dan mengangguk. "Pernah berinteraksi beberapa kali. Ada apa?"
"Dia adalah murid Akademi Tianshang, akan sulit merekrutnya ke Akademi Shenyang. Dia juga memiliki elemen petir yang baik dan sangat cocok untuk Sekte Naga Petir, tapi sepertinya ia sudah milik organisasi lain begitu melihat pedangnya. Pedangnya itu memiliki energi yang pekat dan sulit terdeteksi, itu harus dimiliki oleh seseorang yang kuat di masa lalu dan diturunkan padanya. Seperti kau yang menerima tombak naga petir dari leluhur Sekte Naga Petir. Kalau bisa, jangan memprovokasinya dan berusaha mendapat dukungannya. Kau mengerti maksudku?"
Xu Mo berpikir sejenak dan mengangguk singkat. "Ya, guru."
"Kalian juga sama." Dekan itu melirik murid yang lain kemudian pandangannya beralih kembali ke arena dimana pertarungan belum dihentikan.
Xie Ran terus menghindari tiap ledakan listrik yang muncul di sekitarnya menyebabkan tegangan listrik yang besar dan nyaris melukainya. Untung saja kecepatan Xie Ran cepat ditambah resonasi dari elemen petir. Ia bisa bergerak lebih cepat membelah arus listrik dan meluncurkan serangan ke arah gadis arogan itu.
Luo Jin begitu kesal sampai membenci Xie Ran. Ia tidak pernah dikalahkan sebelumnya dan semua orang selalu mengalah padanya. Ia tidak boleh kalah dan mencoreng wajahnya!
Dengan kecepatan kilat, ia berteleoprtasi dan membuat beberapa petir kecil di udara kemudian meluncurkannya ke arah Xie Ran. Ia terus berteleportasi dan melancarkan serangan tepat pada arah Xie Ran menghindar. Itu membuat pergerakan Xie Ran terbatas dan gadis itu harus menggunakan perpindahan bumi untuk menghindari serangan dari berbagai arah.
Petir-petir kecil itu berjatuhan menciptakan ledakan dahsyat di tempat dimana Xie Ran menghilang. Begitu Xie Ran muncul di tempat lain, sebuah pedang melesat dengan cepat menyayat kulit lehernya ketika Xie Ran akan menghindar.
Xie Ran terdiam sejenak dan mengusap darah di lehernya. Telapak tangannya menjadi merah karena darah dan tatapannya menjadi miris. "Sudah lama aku tidak berdarah."
Entah kenapa, satu kalimat yang keluar berhasil membuat Luo Jin merasakan sensasi dingin luar biasa. Listrik buatannya menghilang digantikan udara dingin yang merebak membuat Luo Jin menggigil. Arena tidak lagi dipenuhi listrik melainkan sesuatu yang lebih pekat membuat semua orang merasa tercekik.
Tiba-tiba Xie Ran ada tepat di hadapan Luo Jin. "Tuan Putri, apa kau tidak merasa udara di sini begitu dingin? Tenang saja, aku akan membuatnya hangat."
Pedang di tangan Xie Ran menghilang digantikan dengan matanya yang sekilas menjadi merah tanpa disadari siapapun. Luo Jin ingin menyerang, namun begitu pedangnya mendarat, kobaran api muncul merambat pedangnya dan melalap tangan Luo Jin.
Luo Jin berteriak keras dan melempar pedangnya begitu saja sambil berusaha mematikan api yang membakar tangannya. Ia begitu terkejut dengan serangan barusan yang bahkan ia tidak dapat memprediksinya.
"Xiao Ran, kau keterlaluan!"
"Aku tidak keterlaluan." Xie Ran menggedikkan bahu kemudian menendang pedang Luo Jin — yang jatuh — ke arah Luo Jin yang masih berusaha mendinginkan tangan melepuhnya.
Luo Jin menatap Xie Ran tajam. Tangannya menyalurkan listrik kembali dan melesat menyerang Xie Ran. Namun hal tak terduga terjadi. Lengan yang penuh listrik tertahan tangan putih Xie Ran.
Xie Ran tersenyum dan memiringkan kepalanya lalu memutar lengan Luo Jin hingga gadis itu memutar ke belajang dan terbentur lantai begitu keras di bagian punggung. Luo Jin sudah mengamuk, ia melompat bangun dan akan menyerang lagi, namun sebuah tinju mendarat begitu cepat di dadanya hingga ia terhempas.
Tidak sampai situ saja, ketika Luo Jin terhempas jauh, tendangan lainnya datang di punggung ke atas membuat Luo Jin melayang di udara.
Tendangan busur Xie Ran telah mencapai maksimal dan ia menggunakan Luo Jin sebagai bola di udara. Tubuh Luo Jin sudah seperti boneka yang dilempar-lempar anak kecil. Bedanya ia melayang di udara dan terhempas ke arah yang berlawanan tiap kali siluet merah muncul.
Semua orang tercengang melihat pemandangan itu. Entah baik atau buruk seorang Putri Istana Lingyue dijadikan mainan bola oleh seseorang.
Ketika sudah mencapai ketinggian yang cukup tinggi, Xie Ran menendang gadis itu ke bawah hingga tubuh Luo Jin otomatis jatuh ke bawah begitu keras hingga suara patahan tulang terdengar.
Xie Ran mendarat dengan sempurna dan menepuk tangannya seolah membersihkan debu. Ia melihat Luo Jin dengan seringaian kemudian berjongkok di deat tubuhnya untuk melihat wajah menyedihkan gadis cantik itu.
Tangan Xie Ran memunculkan sebuah botol kemudian disematkan ke telapak tangan Luo Jin. "Aku tidak sejahat itu. Aku telah memberiku obat untuk kompensiasi, kau harus memberiku uang dan makanan karena menggangguku yang sedang 'sakit'. Aku kehilangan banyak darah karena listrikmu sebagai gantinya, penuhi janjimu."
Xie Ran menepuk kepala Luo Jin seperti anak kecil dan pergi keluar arena. Pembawa acara mengumumkan pemenang saat itu juga setelah lama tekejut.
"Ak-akademi ... Tianshang ... menang!"
Setelah beberapa saat, penonton mulai bersorak ria dan tribun kembali mendapatkan kehidupan. Akademi Shenyang segera membawa Luo Jin yang sekarat berobat sedangkan Akademi Tianshang yang meraih kemenangan bersorak riang gembira.
"Xiao Ran, kau hebat!"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di kejauhan hutan belantara yang luas di Utara, tempat yang dipenuhi dengan badai salju dan udara dingin di bawah bulan purnama. Beberapa genangan darah bercampur dengan tumbukan salju.
Darah hitam dan merah bersamaan menetes di sebilah pedang panjang berlumuran darah. Pedang tersebut hilang dalan sekejap dalam cahaya menyisakan pria ramping serba putih yang berdiri dengan raut dingin.
Seekor Naga biru di langit mendarat ke hadapannya membentuk tubuh manusia dan berlutut setengah kaki.
"Yang Mulia, di depan sana terdapat gelombang hewan iblis beserta badai. Takutnya, akan memakan waktu lama."
"Paling lama sebulan," jawab Naga Azure. "Yang mulia, kekuatan Yang mulia melemah karena semakin menjauh dari liontin. Tapi ekspedisi ini begitu penting. Apa tidak sebaiknya Kucing es berekor tiga membawa liontin itu kemari?"
"Tidak perlu." Qu Xuanzi menolak. Jika dia membawa liontin itu kemari, takutnya kesempatan kembali padanya akan menipis. "Bagaimana keadaan Kota Ye?"
"Pertandingan final turnamen akan segera dilaksanakan. Kucing es berekor tiga mengatakan; Nona Xie berlatih pedang roh unsur dengan baik dan dapat beresonasi lebih cepat. Di samping itu, para iblis mulai menampakkan diri terutama ketika pertandingan final yang diadakan minggu depan. Semua kaki tangan iblis akan muncul."
"Para iblis menarget Ranran, aku harus cepat. Perintahkan yang lain untuk menyinykirkan mereka semua, selesaikan dengan cepat."
"Baik Yang Mulia." Naga Azure berubah kembali menjadi naga dan terbang ke udara untuk memberi komando.
Qu Xuanzi di pergi ke arah lain melihat sesuatu. Di dekatnya merupakan lautan dan dia berjongkok di tepi laut yang dipenuhi bongkahan es.
Begitu merasakan benda asing mendekat, para monster di bawah laut berlarian menjauhi daratan. Bahkan beberapa yang awalnya bersiap menyerang, mulai merendam diri kembali dan pergi sejauh-jauhnya. Alalagi ketika melihat sosok mengerikan di dasar laut yang muncul.
Qu Xuanzi tetap tidak memiliki ekspresi apapun menyadari monster-monster itu kabur. Justru matanya menyipit begitu merasakan sesuatu yang janggal.
Tiba-tiba suhu menurun drastis begitu terdengar suara gelombang air tak jauh dari Qu Xuanzi berada. Qu Xuanzi meletakkan tangannya di atas air, cahaya emas muncul memasuki air ke dasar laut menyebabkan air laut bereaksi cepat.
Terjadi guncangan di dasar es membuat bongkahan es saling berjauhan dan retak. Qu Xuanzi kembali berdiri melihat air laut yang memunculkan arus besar dsertai pusaran air kuat.
Detik berikutnya, air laut menyembur ke udara melakukan serangan besar ke arah Qu Xuanzi. Sebuah sinar emas muncul di tangannya menahan semburab air yang disertai racun dan oorganisme yang bergerak-gerak di sekitar air. Ia menekankan kekuatannya menyebabkan semburan itu berbalik ke pusaran dan berhenti.
Tepat setelah pusaran berhenti, gelombang air kian membesar dan memuncak disertai derasnya air. Laut ditampakkan penampakan monster besar dengan kepala bercabang. Monster yang memunculkan wujud kegelapan dan energi gelap yang besar menjadikan lautan berubah suram.
Qu Xuanzi tidak bisa tidak bertanya-tanya. Hydra lautan selatan berada di lautan utara? Cukup menarik.
Hydra yang awalnya ingin menyerang secara brutal, menjadi diam begitu melihat Qu Xuanzi. Dia bukanya tidak sengaja menyerang, melainkan ketika melihat iris Qu Xuanzi berubah merah, ia mundur tanpa sebab.
"Apa mereka yang mengutusmu?" Qu Xuanzi bertanya sedangkan Hydra hanya diam menatapnya penuh ketelitian. Hydra ini tidak lebih dari sekedar pengintai yang mengikutinya dan memberi berita pada Tujuh Raja Iblis. Melihat Hydra hanya diam, Qu Xuanzi pikir itu memang kenyataannya. Mereka cukup memperhatikannya.
Kalau begitu, bukankah Hydra ini akan mempersulit perjalanan kedepannya?
Sangat disayangkan kekuatannya belum pulih, butuh beberapa usaha untuk membunuh Hydra satu ini. Pada umumnya, kekuatan Hydra bisa sebanding dengan Naga Azure dan melukainya. Setelah ratusan tahun lamanya, Hydra menjadi lebih kuat sedangkan Naga Azure tertidur dan tidak berkembang. Sudah pasti Hydra lebih kuat dari naga itu saat ini. Ini akan merepotkan.
Tapi ia tidak akan membiarkan monster ini membatasi pergerakannya.
Merasakan niat membunuh dari dewa tertentu, Hydra bersiap dan meraung keras ke langit. Lima kepalanya saling meraung hampir bersamaan menyebabkan monster-monster kabur dalam sekejap.
Pedang di tangan Qu Xuanzi muncul begitu sebuah cahaya gelap meluncur dari mulut lima kepala Hydra. Lima cahaya gelap meledakkan salju tepat dimana Qu Xuanzi menghilang dan muncul kembali di dekat Hydra.
Pedang Qu Xuanzi ditebaskan ke segala arah begitu wujudnya berpindah dan menyebabkan luka yang tidak ringan pada tubuh besar Hydra. Hydra meraung sekali lagi. Salah satu kepalanya menyemburkan cairan eksplosif hijau ke arah Qu Xuanzi sedangkan yang satu lagi mengeluarkan lava api menyebabkan salju mencair dan terbakar.
Qu Xuanzi menjauh beberapa meter. Melihat ekor Hydra bergerak ke arahnya, ia segera melompat melalui ekor dan melayang di udara. Tangannya dipenuhi cahaya emas yang meluncur dengan cepat ke salah satu kepala Hydra hingga menyebabkan salah satu kepala runtuh.
Qu Xuanzi mendarat ketika bola hitam muncul dan akan membuat ledakan korosif. Ia mengedarkan aura pembunuhnya dan menggunakan domain langit yang menyebabkan pergerakan Hydra melambat. Ia berlari cepat ke arah Hydra mengambil kesempatan dan menggunakan ekor Hydra sebagai tumpuan melompat ke udara.
Hydra bereaksi lebih cepat dan langsung menyemburkan api besar dan gelombang energi gelap yang besar ke arah Qu Xuanzi. Qu Xuanzi berputar menghindarinya. Pedangnya bergerak sangat capat menciptakan sayatan besar di udara dan menembus seluruh tubuh Hydra.
Kekuatan Qu Xuanzi menyebabkan tekanan luar biasa dan sayatan besar menyebabkan para Hydra terbelah. Lima kepala bersamaan terpisah dari tubuh dan meninggalkan jejak dingin. Tidak ada darah. Hanya ada pecahan yang memutih seolah Hydra itu bukan makhluk hidup melainkan kaca.
Qu Xuanzi kembali ke tempatnya. Dahi di wajah dinginnya mengerut ketika melihat belahan Hydra yang telah terpisah itu bergerak ke tempat seharusnya dan merekat sempurna. Seluruh bagian yang terbelah dan hilang kembali tanpa bekas luka. Detik berikutnya, Hydra kembali membuka mata dan kelimanya meraung keras di udara.
Awalnya Qu Xuanzi tidak tahu bagaimana itu bisa terjadi. Tapi setelah dipikirkan, ia baru ingat bahwa Kaisar Iblis memberi Hydra keterambilan membuat kloning abadi. Hanya ketika tubuh asli mati, semua kloning dapat mati. Jika tidak, itu akan kembali utuh.
Sekarang Qu Xuanzi paham mengapa Hydra ada di lautan utara, bukan lautan selatan dimana Kerajaan Laut berada.
Keduanya kembali bertempur hebat. Tidak ada makhluk apapun yang membantu atau membuat ricuh, wilayah pertempuran begitu sepi tanpa pengunjung atau bahkan hewan lewat.
Pergerakan Qu Xuanzi sangat cepat. Ia tidak memiliki luka sama sekali dan terus membuat luka pada Hydra. Sudah 3 kali Hydra mati, tapi monster itu terus hidup kembali dan beregenerasi.
Qu Xuanzi tidak memiliki banyak waktu untuk terus membunuh Hydra yang terus beregenerasi ini. Ia membuka domain lamanya yang tidak pernah digunakan lagi selama menjadi Kaisar Langit.
Udara semakin menurun dan lautan menjadi beku dalam sekejap. Mata merahnya semerah darah dan sihirnya menjadi warna merah pekat penuh niat membunuh. Pakaian putihnya menjadi hitam yang sangat kontras hingga ia lebih terlihat seperti iblis. Hydra yang melihatnya bergetar, namun tidak menghentikan penyerangan sedangkan Qu Xuanzi menghindar tanpa banyak pergerakan.
Air laut menjadi beku dan sampai pada tubuh Hydra. Tubuh Hydra berhenti seolah membeku bersamaan dengan air laut dan hanya bisa menggerakkan kepala. Dengan bodohnya Hydra menemburkan lava dan beberapa serangan eksplosif ke lautan beku, tapi itu terus membeku tanpa perubahan.
Meskipun kekuatan Kaisar Langitnya berkurang banyak, namun tidak kekuatan lainnya sebelum menjadi Kaisar langit. Auranya menjadi lebih gelap dan rambut hitamnya memiliki perubahan menjadi perak. Tatapan merah tajamnya memiliki banyak pandangan memunduh dan haus darah membuat Hydra ketakutan.
Qu Xuanzi berpindah tempat terlalu cepat tanpa disadari Hydra yang besar. Tiba-tiba Qu Xuanzi sudah ada di dekat Hydra dan melancarkan serangan mengerikan yang menyebabkan lautan yang awalnya beku menjadi hancur bersamaan dengan terhempasnya Hydra.
Ia mengeluarkan domainnya yang membuat aura lebih pekat. Beberapa rantai besar muncul melilit Hydra seperti tahanan dan menjeratnya habis-habisan sampai darah keluar menggantikan laitan biru.
Ketika melihatnya dari jarak beberapa meter, ia melihat sebuah bagian tersembunyi berwarna emas — seperti mata — di bagian tengah-tengah lima kepala Hydra. Ia menyipitkan mata, namun detik berikutnya tanda itu menghilang tertutupi kulit tebal Hydra.
Qu Xuanzi memahami beberapa hal: Pertama, kloning Hydra tidak sepenuhnya abadi. Kedua, ia telah melihat kelemahannya, hanya saja itu tidak mudah terbuka karena terlindungi.
Karena Hydra bisa menjadi lebih kuat, Hydra dapat lepas dari jeratan setelah beberapa saat dan akan pergi dari sana. Qu Xuanzi mengejarnya dengan kecepatan yang tak kalah cepat hingga tubuhnya melayang di udara tepatnya tengah laut mengikuti arah Hydra kabur. Ia telah menahan Hydra untuk tidak memasuki kedalaman laut dan tetap menanpakkan diri di permukaan sehingga ia bisa mencari cara agar Hydra dapat membuka kelemahannya.
Setelah beberapa saat berpikir, ia langsung mendarat di atas tubuh Hydra yang sedang kabur. Beberapa kepala menyerangnya, namun dengan mudah dihindari sehingga mengenai tubuhnya sendiri. Qu Xuanzi tidak peduli, ia segera melompat ke atas salah satu kepala Hydra dan menebaskan pedangnya ke salah satu Hydra. Hydra tidak akan beregenerasi jika tidak mati, ia akan mengambil kesempatan itu.
Beberapa kepala menghilang di tangannya menyebabkan Hydra begitu marah dan menyerang secara membabi-buta. Ketika Hydra mengangkat tubuhnya hingga wujudnya menjadi lebih tinggi, Qu Xuanzi segera mengambil tindakan.
Mata emas itu terbuka karena rasa sakit yang menimpa Hydra sehingga Qu Xuanzi dapat meraihnya. Ia berteleportasi dan mengayunkan pedangnya ketika muncul di dekat mata emas tersebut.
Bilah pedang merah pekat muncul menyebabkan tekanan kuat tepat mengenai mata emas. Hydra terpental cukup jauh di permukaan air dan tenggelam begitu saja dengan genangan darah yang terus bercampur mewarnai air laut.
Qu Xuanzi tidak percaya Hydra telah mati. Ia menyelam dengan kecepatan tinggi dan menembus tubuh Hydra dengan pedangnya tepatnya di bagjan mata emas itu hingga Hydra tepat berada di belakangnya.
Darah yang lebih pekat mewarnai laut dan Hydra itu tidak ada tanda-tanda pergerakan. Qu Xuanzi kembali ke permukaan laut dan terbang ke dataran. Melihat sisa pertarungan dan darah Hydra, ia tidak memiliki reaksi apapun sedangkan wujudnya kembali seperti semula — Rambut hitam dan mata hitam, serta pakaian putih.
Dari kejauhan, Naga Azure dan beberapa anak buahnya seperti Li Chen dan Dou Dou hanya bisa menelan saliva melihat wujud itu. Itu adalah wujud mengerikan yang tidak lagi mereka lihat selama ribuan tahun selama Qu Xuanzi menjadi Kaisar Langit.
"Apa darah iblisnya terbangun?" Li Chen tersentak begitu sebuah pukulan mendarat di kepalanya. Naga Azure telah memukulnya.
"Apa kau lupa? Alasan Yang Mulia tersegel dan kekuatannya terpecah?" Naga Azure merasa jengkel dengan hewan suci pikun ini.
"Benar, ketika Kaisar Langit terbangun, maka Kaisar Iblis juga terbangun." Dou Dou menyimpulkan dan merinding sendiri seolah mimpi buruk ada di depan mata.