
Mereka semua menoleh dengan perasaan terkejut, melihat seorang gadis cantik berdiri di halaman dengan senyuman yang dapat memabukkan semua pria. Sesaat, sebagai pria, mereka terpana sampai tanpa sadar meneguk saliva.
Xie Ran yang hadir di halaman memandang mereka dengan tenang tanpa rasa takut. Para pembunuh di depannya adalah orang-orang profesional, namun di matanya hanya beberapa tikus yang siap ditangkap.
Setelah beberapa saat terpana akan kecantikan tiada batasnya itu, mereka semua langsung sadar, bahwa gadis di depan mereka adalah target yang harus mereka singkirkan!
Salah satunya berkata, "Nona, kamu sangat cantik, sangat disayangkan tidak bisa melihat dunia, tidak pantas mendapat kedudukan tinggi sebagai kepala keluarga. Jika tidak ingin menyerah sekarang, kami yang akan membantumu!"
"Nona, menyerahlah sekarang juga, mungkin aku akan sedikit lembut padamu. Bagaimana jika berlutut dan menghangatkan ranjang untukku? Aku akan pastikan kau dapat mempertahankan nyawamu." Pria yang sepertinya pemimpin mereka tersenyum sambil menjilat bibirnya. Sangat disayangkan jika gadis secantik itu mati begitu saja jika tidak dimanfaatkan terlebih dahulu.
"Bos, setelah kamu, beri aku juga!"
"Ya, aku juga!"
"Aku ingin tahu, bagaimana rasanya wanita tercantik di kekaisaran, haha."
Mereka saling bersemangat berbagi jatah sedangkan target mereka hanya duduk sambil memakan roti yang ia ambil dari dapur sambil menonton. Ia belum sempat makan, sudah merasakan kehadiran mereka di depan kamar yang membuatnya harus keluar dari dapur. Bagaimana jika Qu Xuanzi terbangun? Xie Ran yakin mereka tidak akan memiliki kesempatan berimajinasi seperti itu.
Entah kenapa, ia menjadi terbiasa akan ucapan vulgar itu sejak menarik jantung seseorang tadi pagi.
Entah siapa yang bodoh di sini, sampai akhirnya Xie Ran selesai makan, para pembunuh idiot itu baru menyelesaikan imajinasi begitu meraskaan pergerakan dari Xie Ran yang bangkit dari kursi.
"Siapa yang mengirim kalian?" tanya Xie Ran.
Salah satu pria mendecih. "Apa kamu berhak tahu? Bagaimana jika ini keinginan kami sendiri?"
"Ada banyak musuh di sekitarku yang menginginkan nyawaku, bahkan di kediaman ini. Jika aku menebak satu per satu, takutnya kalian tidak akan tahan ingin mati lebih cepat." Xie Ran menggedikkan bahu.
"Lihat, siapa yang mati lebih cepat!" Si pemimpin itu sudah sangat tidak sabar dan langsung menyerang dengan pedang di tangannya.
Xie Ran menghindar, tidak berminat membunuh langsung sebelum mengetahui pelaku sebenarnya. "Katakan saja, aku bisa membuatmu mati lebih cepat, itu akan sangat meringankan."
Mereka semua mengepung Xie Ran dalam bentuk lingkaran. Xie Ran dapat memastikan, kekuatan mereka sudah berada di puncak profesional akhir, hanya pemimpin mereka yang berada di peofesional lanjutan. Mereka hanyalah semut.
"Jangan banyak omong kosong, cepat!" Si pemimpin mengisyaratkan pada bawahannya dan segera maju.
Xie Ran tidak banyak bergerak, ia menghindar dengan tepat dan cepat akan berbagai teknik yang mereka gunakan. Ketika saatnya, Xie Ran menjatuhkan bola-bola asap yang menyebabkan gumpalan asap keluar menghadang pandangan mereka.
Ketika mereka semua bingung dan mulai menghirup racun yang ada dalam asap, Xie Ran merasakan ada yang tidak beres. Kejadian itu terjadi begitu tiba-tiba, jantungnya berdetak sangat keras hingga terasa tidak nyaman. Benar-benar tidak nyaman yang membuatnya berpikir bahwa ia telah diracuni diam-diam ketika tengah menghindari serangan.
Tapi racun apa?
Ia langsung menutup jalan arteri sehingga racunnya melambat. Hanya sebuah racun biasa, ia akan mendetoksnya nanti setelah masalah selesai.
Setelah kabut berakhir, tampak enam sosok terkapar karena efek racun. Tubuh mereka gemetar akan rasa sakit sampai tidak mampu bergerak seinci pun. Hanya si pemimpin yang masih bisa berusaha mempertahankan diri dari racun yang terus menggerogoti tubuhnya seperti diselimuti semut.
Xie Ran berjalan ke arahnya, berjongkok untuk melihatnya. "Katakan sekarang, aku akan mengurangi rasa sakitnya."
Si pemimpin itu tetap membungkam mulutnya. Tapi ketika melihat jari Xie Ran mengeluarkan sinar merah yang mengerikan, ia buru-buru berlutut dan bersujud dipenuhi rasa takut. Belum ada semenit lamanya, mereka langsung dibuat takut seperti ini!
"Nona, aku hanya disuruh, ampuni aku!"
"Siapa?"
"Itu dia ... Xie Jianying! Dia memberi kami uang yang banyak dan meminta kami membunuhmu. Nona, kami hanya bekerja sesuai perintah, mohon ampuni kami!"
Xie Ran menaikkan sebelah alis. "Xie Jianying? Apa dia juga yang mempercayakan kalian racun untuk diberikan padaku?"
Pria itu tertegun sejenak, kemudian teringat apa yang ia taburkan ke penciuman Xie Ran, wajahnya memucat. Karena Xie Ran tidak dapat merasakan aroma dengan baik, ia tidak mengetahui bahwa racun itu masuk melalui hidungnya.
"Nona, ampuni aku. Xie Jianying yang memintanya! Tidak ada hubungan denganku!"
"Apa namanya?" tanya Xie Ran.
"Itu ... itu ... *afrodisiak."
(*obat pe****sang s*x)
Xie Ran diam untuk beberapa saat, sebelum wajahnya menjadi gelap. Ia terkekeh, benar-benar mengapresiasi cara Xie Jianying. Sayangnya, trik itu dilakukan oleh orang yang salah.
"Xie Jianying, aku sudah ingat itu."
Xie Ran berdiri, mengabaikan lolongan pria itu yang terus meminta ampun dan bersujud berkali-kali. Jika saja ia tahu bahwa yang dihadapi adalah seorang wanita iblis yang sulit didekati, sampai mati pun tidak akan berani berhadapan dengannya!
Setelah Xie Ran berdiri dan sedikit menjauh, hanya dengan satu ayunan tangan pria itu terkapar dengan leher yang tersayat, kini darah kembali membanjiri tanah. Begitu pula untuk pria lainnya, mati dalam keadaan sama.
"Dou Dou!" Xie Ran memanggil Dou Dou dalam bayangan. Pria itu langsung muncul, berlutut padanya.
"Bawa mereka ke kamar Xie Jianying dalam bentuk potongan daging!" Xie Ran memberi perintah.
"Baik, Nona." Dou Dou merasa ada yang tidak beres, tapi tidak banyak tanya. Ia langsung menyeret mereka semua untuk dicincang sebelum dikirim ke kamar Xie Jianying. Wanita itu sudah keterlaluan kali ini.
Dou Dou menghilang bersama mayat-mayat itu, membiarkan Xie Ran di halaman sendirian. Setelah memastikan Dou Dou benar-benar telah menjauh, Xie Ran menghela napas.
Tiba-tiba saja tubuhnya merasa sangat lemas tak bertenaga karena obat yang diberikan pria itu. Nafasnya terengah-engah dan keringat bercucuran. Ia merasa sekujur tubuhnya panas.
Dengan efek obat yang ia ketahui, akan lebih baik jika tidak ada siapa pun yang datang agar semuanya berakhir lebih cepat. Afrodisiak bukan racun, tapi obat khusus orang dewasa yang benar-benar terkutuk bagi Xie Ran. Andai saja ia tahu cara mengatasinya.
Xie Ran semakin lama semakin lemas, ia bahkan tidak berani kembali ke kamar, hanya bisa diam di halaman menahan segala efek dalam diam. Kakinya semakin lemas hingga merasa melayang di udara.
Tepat ketika Xie Ran akan jatuh ke tanah, ia justru jatuh ke pelukan seseorang yang membuat Xie Ran benar-benar terkejut. Begitu tiba-tiba, padahal semula sangat kosong. Kapan dia datang?
"Kau keracunan?" Qu Xuanzi mengerutkan kening. Ia tidak keluar karena berpikir Xie Ran dapat menyelesaikan masalah dengan nyaman karena sebelumnya Xie Ran berpikir dirinya sudah tidur dan tidak boleh dibangunkan. Tapi siapa sangka, setelah masalah selesai Xie Ran justru begitu lemas. Apa lagi kalau bukan keracunan?
Xie Ran menggeleng, mencoba berdiri dengan tegak dan menatap Qu Xuanzi. Kepalanya sangat pusing sampai Qu Xuanzi benar-benar terbagi menjadi beberapa bagian. Meski visinya memang buram, kali ini jauh lebih buruk seperti ketika mabuk. Jadi gini rasanya terkena obat terkutuk.
"Sepertinya aku mabuk, ini tidak baik." Xie Ran bicara asal, ia sendiri tidak tahu apa yang ia bicarakan meski berusaha untuk tetap sadar.
Qu Xuanzi jelas tahu Xie Ran bicara asal dan langsung mengangkat tubuhnya untuk kembali ke kamar. Entah ada apa dengan gadis satu ini, tidak seperti biasanya. Pasti racun itu penyebabnya yang membuat Xie Ran—mungkin—berhalusinasi.
"Jangan menggendong!" Xie Ran tidak tahu harus bagaimana menjelaskannya. Ketika tubuhnya bersentuhan dengan tubuh Qu Xuanzi, ia merasa sangat tersengat sampai gila!
Ini semua karena Xie Jianying sialan itu!
Ia hanya ingin makan, tapi dilibatkan dengan situasi tidak jelas seperti ini yang membuatnya tersiksa secara batin. Semakin lama dibiarkan, tubuhnya semakin sakit seperti terbakar api. Rasanya berbeda ketika menyerap unsur api.
Qu Xuanzi semakin khawatir merasakan suhu tubuh Xie Ran meningkat sangat cepat seperti orang demam. Ia buru-buru merebahkan Xie Ran, kemudian menggunakan kekuatannya untuk memeriksa racun dalam tubuh Xie Ran.
"Bertahanlah, tidak akan terjadi sesuatu."
Justru Xie Ran merasa jika Qu Xuanzi tetap di sini, sesuatu benar-benar akan terjadi! Xie Ran tidak tahu harus tertawa atau menangis. Ia sebisa mungkin mempertahankan kewarasannya dan tetap diam memendamkan wajah di atas tempat tidur tanpa bergerak seperti sudah mati.
Ketika memeriksa, Qu Xuanzi mengerutkan kening. Kondisi ini seperti seseorang yang sedang ....
Pada akhirnya ia baru paham bahwa Xie Ran bukan terkena racun melainkan 'obat terkutuk' yang diberikan pada penyusup itu yang ingin melakukan sesuatu pada Xie Ran. Ia kesal memikirkannya. Untungnya Xie Ran bisa menahan dan membunuh mereka. Hanya saja, berapa lama Xie Ran dapat bertahan?
Qu Xuanzi tidak pernah dihadapkan dengan situasi seperti ini, bahkan di dua kehidupan sebelumnya. Ia hanya bisa memanggil Yue Lu untuk menyembuhkan Xie Ran sebagai dokter.
Setelah memanggil Yue Lu melalui pesan spiritual, ia melihat kondisi Xie Ran lagi. Tiba-tiba Xie Ran merubah posisinya yang awalnya pasif, secara mendadak memeluk Qu Xuanzi membuat pria itu tertegun.
"Kenapa sangat panas? Aku tidak bisa mengendalikannya." Xie Ran berbisik dengan lemah. Ia sudah tidak bisa mempertahankan kewarasannya lagi dan menyelinapkan tangannya ke sela pakaian Qu Xuanzi.
"Ranran ...." Qu Xuanzi menahan tangan Xie Ran yang mulai tidak benar. Xie Ran harus menjauh darinya untuk saat ini, atau hal tak terduga akan terjadi. Bukannya ia tidak ingin, tapi ia mempertimbangkan pendapat Xie Ran.
"Xuanzi, kau tidak ingin membantuku?" Xie Ran menatap Qu Xuanzi dengan cara menyedihkan, seolah mengatakan bahwa ia tersiksa dan tidak bisa menahannya lagi.
"Tunggulah sebentar lagi." Qu Xuanzi menjadi panik sendiri dan terus menoleh ke belakang berharap Yue Lu cepat-cepat muncul menghentikan semua ini. Ini kali pertamanya berada di situasi kacau.
"Tidak bisa, aku rasa aku akan mati ...." Xie Ran mulai bicara asal seraya berjinjit dan menelusuri bagian leher dengan lidahnya sedangkan tangannya menyelinap ke sela pakaian untuk melepasnya.
Tubuhnya terasa sangat tegang begitu tiba-tiba, rasa panas tiba-tiba menjalar menyebabkan segala sesuatu tidak terkendali lagi. Qu Xuanzi menangkap tubuh Xie Ran dan menjatuhkannya ke atas tempat tidur seraya mendapati bibirnya yang manis.
Permainan lidah yang intens semakin membakar bara api yang menyala. Qu Xuanzi merasa tubuhnya semakin terbakar, seperti tertular oleh obat yang merasuki Xie Ran. Ia melepas ciuman panas yang membuat bibir Xie Ran agak bengkak, namun efek obat sepertinya semakin parah hingga Xie Ran mengangkat kepalanya untuk mendapatkannya lagi.
"Ranran ... jika diteruskan, aku tidak akan bisa menahan." Ia menangkup wajah Xie Ran yang sudah memerah, mencoba membuatnya sadar.
"Kamu tidak sadar." Jika Xie Ran sadar, Qu Xuanzi tidak akan menolak. Ia juga sama tersiksanya, menahan kobaran api dalam tubuh bukan hal yang mudah.
"Pukul aku sampai pingsan ... aku tahu ... kau tidak berani ... melakukannya—ughhh ...."
Gigitan tercetak di bahunya disertai jejak merah lain sedangkan tangannya mencakar bahu Qu Xuanzi ketika tubuhnya terasa sakit. Meskipun Xie Ran tak terkendali, ia tahu apa yang ia lakukan dan sepenuhnya tidak peduli lagi akan logika yang selama ini ia pakai. Orang-orang itu tahu Xie Ran tidak akan terlalu terpengaruh pada obat, maka dosis obat itu dibuat sangat besar hingga benar-benar menguasai Xie Ran.
Di luar, Yue Lu dengan kantung mata hitam berjalan terpogoh-pogoh layu ke tempat di mana tuannya memanggil. Ia belum sepenuhnya bangun, sampai menguap berkali-kali apalagi merasakan sejuknya malam serta suasana sunyi dan sepi. Sangat cocok untuk tidur di alam liar.
"Yang Mulia, apa terjadi sesuatu pada Nona?" Yue Lu bicara sambil membuka pintu yang tidak terkunci dengan lemah karena mengantuk sampai ia nyaris jatuh dan secara spontan masuk. Ia terperosok pada akhirnya karena tidak bisa menghentikan langkah.
Yue Lu menggelengkan kepalanya untuk menekan rasa pusing dan kantuk sampai akhirnya mendengar suara teriakan sensitif yang membuat sekujur tubuhnya merinding. Tiba-tiba ia menjadi segar.
Yue Lu tertegun, tidak berani menoleh ke arah mana pun.
Ia telah melakukan kesalahan!
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Mentari bersinar mengawali hari yang indah. Semua orang telah bangun dari mimpi singkat, kemudian mulai melakukan kegiatan dan mempersiapkan diri akan jadwal terbaru yang baru saja diumumkan.
Zhong Xiaorong melangkah dengan langkah riang sambil melompat-lompat ke arah kamar Xie Ran. Ia telah mendapat kabar baik dari istana baru-baru ini dan ingin menceritakannya pada Xie Ran sebagai orang pertama yang ia ceritakan—karena yang lain masih tidur.
Sambil bersenandung, ia berjalan menyapa semua orang yang lewat dengan ceria. Hari ini hari terbaiknya, seharusnya Xie Ran sudah bangun, 'kan? Justru seharusnya Xie Ran sudah bangun sejak subuh.
Ketika ia sampai di halaman kamar Xie Ran, ia terdiam melihat suasana yang sangat sepi. Seharusnya sekarang Xie Ran tengah sarapan pagi bersama Xiao Caihong dan Qu Xuanzi yang terlihat seperti keluarga tiga orang. Tapi kenapa sekarang sepi?
Berpikir Xie Ran masih ada di kamar, ia langsung saja membuka pintu kamar lebar-lebar. Dengan riang, ia masuk ke dalam.
"Ranran, tidak mungkin kau masih tidur, 'kan? Aku memiliki berita menarik sebelum kita memulai eksekusi para tawanan hari ini ...." Zhong Xiaorong bicara dengan nada lantang sambil berjalan. Tapi ketika melihat Xie Ran masih tidur berbalut selimut, ia menghela napas.
"Ranran, sejak kapan kamu menjadi sangat malas? Bukankah kamu paling bersemangat ketika ...."
Zhong Xiaorong tidak melanjutkan kalimatnya lagi ketika menyibak selimut Xie Ran untuk membangunkannya dengan paksa. Namun yang ia lihat justru membuatnya tidak bisa berkata-kata.
"Ranran?"
Ia terkejut melihat banyak tanda dan gigitan di sekujur tubuh Xie Ran. Meski masih berpakaian, pakaiannya benar-benar kacau! Siapa yang menodai Ranran-nya!
"Huaaa, Ranran! Siapa yang melakukan ini padamu! Apa ada penyusup? Siapa yang melakukannya! Beritahu aku, aku akan memotongnya menjadi ratusan bagian!"
Xie Ran mengerutkan kening, merasa tidurnya terusik akan teriakan histeris Zhong Xiaorong yang mengundang maut. Ia menarik selimut yang dilepas Zhong Xiaorong untuk menutupi tubuhnya lalu mengambil posisi duduk.
"Ada apa denganmu?" Xie Ran menatapnya dengan malas.
"Ranran, seharusnya aku yang bertanya, apa yang terjadi padamu? Siapa yang melakukan ini?" Zhong Xiaorong bertanya dengan histeris. Ia heran mengapa Xie Ran tampak tidak terkejut atau marah, seolah semua ini dilakukan dengan sengaja.
Xie Ran ingat perlakuannya semalam dan menggigit bibir. Bagaimana ia menghadapi Qu Xuanzi sekarang? Ia ingat, ia dan Qu Xuanzi hampir kelepasan jika Yue Lu tidak hadir. Saat itu, Qu Xuanzi langsung pergi, sedangkan Yue Lu memberinya obat lain sampai tertidur. Apa yang harus ia lakukan?
"Ranran?" Zhong Xiaorong semakin panik. Apa saat ini Xie Ran akan menangis? Ini hal baru untuknya, bagaimana cara mengatasinya. Apa ia harus mengatakan hal ini pada teman-temannya?
"Aku baik-baik saja, hanya digigit serangga." Xie Ran mengambil alasan lain, tidak ingin Zhong Xiaorong berpikir terlalu banyak.
"Lalu pakaianmu—"
"Aku pilih-pilih bantal jika tidur, jadi pakaianku tersangkut sehingga menjadi kacau. Bukan masalah sama sekali."
Zhong Xiaorong mengangguk percaya. Meski ia ragu bagaimana bisa tersangkut dan robek, serta mengapa ada bekas gigitan gigi manusia jika serangga yang melakukannya, ia tidak bertanya lagi. Xie Ran tidak memberitahu, pasti ada alasan.
Itu karena Xie Ran tidak ingin mengotori pikiran Zhong Xiaorong yang masih anak-anak. Jika Mei Liena, ia tidak akan menyembunyikannya. Tapi Zhong Xiaorong berbeda. Ia terpaksa berbohong.
"Lalu, jangan mengatakannya pada yang lain jika cara tidurku yang kacau, aku tidak memiliki wajah untuk menjawab." Xie Ran menyengir, sedangkan Zhong Xiaorong hanya mengangguk setuju.
"Aku memiliki pesan dari istana, bacalah!" Zhong Xiaorong mendapatkan kembali ketenangannya lalu menyerahkan surat dari mata-mata.
Xie Ran membacanya melalui kekuatan spiritual, lalu tersenyum. "Jadi, Zhong Guofeng mengirim tentara untuk menjadi bagian dari Klan Xie?"
"Benar, mereka adalah orang-orang berpengalaman, pasti bisa menjaga Klan Xie ketika kau tidak ada. Bukankah kau sendiri yang mengatakan bahwa kau akan pergi ke suatu tempat?"
"Ya, mungkin itu bisa dilakukan jika Klan Xie tetap berada di kekaisaran. Tapi Rongrong, aku berencana menutup Klan Xie dari publik. Setelah masalah ini selesai, Klan Xie akan pindah dari kekaisaran."
Zhong Xiaorong menatapnya bertanya-tanya. "Kenapa?"
"Aku tidak ingin Klan Xie terikat dengan kekaisaran. Sama seperti Sekte Bayangan Malam dan beberapa istana, Klan Xie akan berada di luar kekaisaran. Musuh semakin merajalela, masalahku juga semakin banyak, entah berapa banyak musuh yang kudapatkan di masa depan. Aku tidak ingin mengikutsertakan Klan Xie ke masalahku, jadi lebih baik menutup Klan Xie untuk saat ini. Klam Xie akan tetap ada, tapi Klan Xie juga akan menghilang untuk beberapa waktu, mengasingkan diri di tempat aman."
"Masuk akal, kalau begitu apa kau akan menyerahkan Klan Xie pada kakekmu?" Zhong Xiaorong sepenuhnya mendukung. Jika ia menjadi Xie Ran, ia juga akan melakukan hal yang sama untuk melindungi satu-satunya keluarga.
Xie Ran tersenyum tipis. "Aku akan mengumumkannya segera, setelah operasi pembersihan berakhir."
"Aku mengerti, kalau begitu aku akan mencoba sampaikan pada Kaisar, dia akan mengerti niatmu." Zhong Xiaorong segera keluar dari kamar Xie Ran untuk melakukan apa yang harus ia lakukan. Ia tidak senggang hari ini.
Ketika sampai di ambang pintu, Zhong Xiaorong menoleh untuk mengatakan sesuatu. "Sebentar lagi jadwalnya akan tiba, lebih baik bersiap sekarang."
"Aku tidak lupa."
Zhong Xiaorong terkekeh dan keluar dengan langkah riang seperti sebelumnya. Dalam sekejap, ia melupakan apa yang baru saja ia lihat.
Xie Ran melihat kepergiannya, kemudian menghela napas. Ia memandang lengannya, kemudian bahu sampai dada, ia menghela napas lagi. Sepertinya harus pakai jubah yang lebih besar dan tertutup nanti.
Ia segera mandi dan berganti pakaian menjadi pakaian putih dengan jubah besar menutupi bagian lehernya. Sisanya ia tutupi menggunakan riasan.
Ketika keluar dari kamar, ia melihat Qu Xuanzi berdiri di halaman dengan penampilan tenang dan dingin seperti biasa. Pria itu menoleh, melihat Xie Ran dan tersenyum padanya.
"Tidurmu nyenyak?" kata Qu Xuanzi selagi Xie Ran menghampiri.
"Berkat obat tidur," balas Xie Ran, kemudian memeluk Qu Xuanzi dengan perasaan bersalah.
Qu Xuanzi terkekeh, lalu memeluk Xie Ran dengan lembut. "Efek obatnya belum hilang?"
Xie Ran menggeleng. "Semalam harus merepotkanmu. Apa kamu berendam air dingin? Apa menyakitkan?"
"Sudah terbiasa."
Xie Ran menatap Qu Xuanzi. "Sudah terbiasa?"
Qu Xuanzi mengangguk pelan. "Di masa depan, kamu harus membayar tuntas."
"Di masa depan?"
"Ketika kamu dewasa." Qu Xuanzi mengecup bibir Xie Ran sekilas membuat telinga Xie Ran benar-benar memerah.
Xie Ran menyipitkan matanya. "Jika dihitung berdasarkan awal reinkarnasi ke dunia ini, umurmu tidak jauh berbeda dariku. Kau juga masih anak-anak."
"Baik, aku masih anak-anak sepertimu."
"Karena kamu masih anak-anak, jangan menggodaku sembarangan."
Mendengar itu Qu Xuanzi tertawa kemudian menyentuh hidung mungil Xie Ran. "Aku suka melihat telingamu memerah, bagaimana ini?"
Xie Ran meninju dada Qu Xuanzi dengan pelan untuk menunjukkan rasa kesalnya. Selalu saja seperti ini. Tapi pada akhirnya ia jatuh ke pelukan Qu Xuanzi sekali lagi sebelum menghadapi hari rumit dipenuhi konflik keluarga.
Hari ini, Xie Ran telah mempersiapkan diri untuk pembersihan final.
...----------------...
Sorry kalau bagian aneh-anehnya itu kurang ngena soalnya pikiranku kacau pas nulisnya. Susah aja gitu, lebih lancar bikin action soalnya nggak tahu harus nulis bagaimana. Walau sebenarnya bukan pertama kali bikin kayak gitu, tapi ini pertama kali bikin yang agak detail (walau nggak detail amet), soalnya di novel lain langsung skip. Anggap aja sebagai pemanasan buat bab lain di masa depan. Wkwk nyaris spoiler.
Sekadar info, aku sensor tulisannya karena takut disensor oleh platform. Kalau disensor oleh platform, sensornya itu full satu kata, jadi nggak bisa nebak itu tulisan apa.
Satu lagi, afrodisiak kadang aku ganti dengan kata "obat terkutuk" sebagai pengganti kata "obat per****ang jadi jangan keder, oke?
BTW, hari ini aku ujian masuk universitas. Doain biar lulus 💪