
Berita mengenai Xie Wang yang akan datang memberi banyak penekanan bagi beberapa klan yang selama ini bertentangan dengan Klan Xie. Keberadaan Xie Wang bahkan bisa saja setara dengan Kaisar, itu yang membuat beberapa orang merasa khawatir apalagi mengingat kekacauan yang terjadi di Klan Xie.
Semua orang tahu Xie Wang sangat menyayangi cucunya, tapi sampai sekarang cucunya masih belum ditemukan. Jika Xie Wang mengetahui hal ini ketika sampai di kota, mereka tidak berani memikirkan bagaimana nasib kota terutama Klan Xie.
Itu mimpi buruk!
Berbagai tempat membicarakannya, merasa tertekan sejak mendengar berita yang bocor itu sampai terus mengutuk Tang Zhi yang mengacau di Klan Xie. Jika saja Xie Ran tidak pergi, semua akan baik-baik saja.
Tepat pada saat Xie Wang kembali ke kota dan mengetahui situasi tidak baik-baik saja, mereka hanya bisa berdoa dalam hati bahwa pria tua itu hanya mengamuk pada Klan Xie, tidak mengikutsertakan wilayah di sekitarnya.
Oleh sebab itu, mereka juga ikut mencari keberadaan Xie Ran membantu Xie Chen. Siapa pun yang menemukannya, akan memdapat hadiah dari Klan Xie langsung yang membuat mereka bersemangat. Namun ketika mendengar tenggatnya hanya dalam waktu 3 hari, mereka merasa Klan Xie sudah mulai gila!
Menemukan orang hilang dalam waktu 3 hari? Apa mereka bercanda! Apa mereka terlalu putus asa!
Di dunia yang luas ini, mana mungkin menemukan seorang gadis yang kabur dan bersembunyi hanya dalam waktu 3 hari!
Banyak yang mengeluh, lalu mulai mengabaikan sambil mencoba pindah sebelum kekacauan dimulai. Tragedi ini tidak bisa dihindari. Pasti akan ada kekacauan!
Di dalam restoran, seorang pria tampan berjubah hitam mendengar berbagai gosip tersebut dengan tenang. Sudah hari kedua semenjak ia mencari keberadaan Xie Ran, tapi yang ia temukan hanyalah berbagai rumor dan gosip para rakyat yang membuat telinganya bedengung.
Ia telah memerintahkan banyak orang untuk mencari di segala penjuru, termasuk Kota Perbatasan di mana tempat persinggahan akhir Xie Ran yang diketahui Huai Mao berdasarkan kehancuran Keluarga Tang.
Karena sudah setengah bulan semenjak Keluarga Tang hancur, ia memperluas pencarian di segala penjuru karena tidak mungkin gadis tidak bisa diam itu hanya main di tempat terdekat dalam waktu setengah bulan.
Xie Chen berada tidak jauh dari Ibu Kota dalam upaya pencarian. Meski ia berada di sisi Huai Mao, ia tidak pernah berniat menyakiti Xie Ran. Sejak kecil, Xie Ran memperlakukannya sebagai seorang adik dan tidak pernah mengeluh. Xie Chen memang tidak bereaksi langsung, tapi itu semua masih membekas di hati nuraninya dan mencoba untuk menjaga jarak agar tidak menyakiti Xie Ran.
Ia tidak bisa menentang Huai Mao, tidak bisa juga menunjukkan bahwa ia ingin menganggap Xie Ran saudaranya, ia hanya bisa diam sebagai pengamat dan menutup mata atas segala yang terjadi. Jika dia bisa bergerak sesuai keinginannya, ia tidak akan membiarkan Xie Nu menindas Xie Ran selama bertahun-tahun.
Semenjak Xie Ran memukulinya begitu buruk, Xie Chen tahu betapa marah Xie Ran padanya. Itu sebabnya, ia tidak melawan lagi ketika tahu bahwa Xiao Ran adalah Xie Ran, meski dia bisa saja menggunakan kutukan dalam tubuhnya untuk memblokir serangan Xie Ran. Anggap sebagai hukuman, lagi pula ia hanya boneka.
Sosok putih muncul di pintu restoran. Jubahnya menutupi kepala dan setengah wajahnya sehingga tidak dikenali. Ia masuk ke dalam sebelum bertanya pada penjaga restoran untuk mencari sesuatu.
Ketika sosok berjubah putih itu melintas tepat di belakang Xie Chen, kepala Xie Chen terangkat merasakan aura yang familiar. Ia melihat sosok putih itu pergi ke lantai atas mengikuti penjaga restoran ke ruangan privat.
Keningnya berkerut, entah apa yang ia pikirkan.
Sosok berjubah putih itu terus berjalan mengikuti penjaga restoran sampai tiba di depan pintu. Ruangan itu telah direservasi sebelumnya. Penjaga restoran membungkuk sopan kemudian pergi kembali bertugas.
Tanpa mengatakan apa pun, sosok putih itu masuk ke dalam ruangan. Kehadirannya langsung disambut oleh beberapa pemuda dan dua gadis yang tengah menunggu sejak tadi. Mereka semua bersamaan melihat sosok putih yang melepas tudung jubahnya menampakkan wajah cantik yang mereka kenal.
"Ranran, kau akhirnya datang." Liu Chang menyengir.
"Mm." Xie Ran mengangguk lalu duduk, bergabung dengan mereka berenam.
"Aku melihat Xie Chen di bawah, sepertinya sudah mengetahui keberadaanmu. Apa kau benar-benar akan melakukannya?" Zhou Kui masih agak cemas. Xie Chen kejam dan tanpa ampun, ia tahu sangat jelas dan merasa sangat khawatir untuk Xie Ran. Meski Xie Ran kuat, ia dapat memastikan bahwa Xie Chen juga lebih kuat dari sebelumnya.
"Untuk masalah ini, serahkan padaku. Aku ingin kalian pergi ke selatan menjemput kakek dan nenekku sampai kondisi normal. Kalian berjaga di jalur menuju Ibu Kota, jika menemukan mereka, langsung kabari dan cegah menggunakan namaku agar tidak segera ke Ibu Kota." Xie Ran menjelaskan rencananya. Dengan ini, ia akan memiliki banyak waktu untuk membereskan kekacauan sebelum mereka sampai.
Mereka saling tatap dan mengangguk. Kemudian Pei Xi bertanya, "Bagaimana denganmu?"
"Ann Rou dan Dou Dou bersamaku, mereka bisa diandalkan. Kalian tenang saja, aku tidak semudah itu tertangkap." Xie Ran tersenyum mencoba meyakinkan.
"Ranran, akan lebih baik jika kamu tidak tertangkap. Kami tidak bisa terus menahan kakek dan nenekmu, itu hanya akan membuat kecurigaan." Zhong Xiaorong sepenuhnya percaya pada Xie Ran, tapi dia memikirkan akibat bila mengulur waktu pasangan tirani itu. Pekerjaan ini mempertaruhkan banyak hal.
Yan Yao mengangguk setuju. "Benar, mungkin kita bisa mengulur waktu selama beberapa waktu, tapi setelah itu mereka akan curiga, apalagi mereka cukup tergesa-gesa. Dengan kekuatan kita, kita tidak bisa berdiri terlalu lama menahan mereka."
"Dan ketika itu terjadi, jika kamu tertangkap, segalanya akan menjadi seperti yang direncanakan Huai Mao." Mei Liena mengerutkan kening. Ini kali pertamanya berada di posisi rumit.
Xie Ran mengangguk pelan. "Aku tahu." Ia telah menghitung segalanya. Berdasarkan sifat Xie Wang, akan sulit membujuknya dengan benar. Hanya dengan menggunakan namanya saja tidak cukup.
Tapi jika dia bersembunyi, kakek dan neneknya akan semakin meledak dan itu juga akan menghancurkan mereka. Meski mereka kuat dan dapat meratakan Klan Xie, Huai Mao berbeda dari yang lain. Ia memiliki firasat, diamnya Huai Mao berarti telah menyiapkan segalanya untuk melawan Xie Ran. Huai Mao tahu keberadaan Qu Xuanzi, dia pasti sudah memperisapkannya juga.
Jadi dia hanya bisa bertaruh.
Xie Ran menatap mereka semua bergantian. "Aku ingin kalian melakukan sesuatu ...."
Xie Ran membisikkan mereka rencana cadangan bila kejadian tak terduga terjadi. Setelah itu, mereka semua pergi melakukan rencana sedangkan Xie Ran tetap dalam ruangan seorang diri.
Ketika mereka bersamaan keluar, Pei Xi menghentikan langkah dan berbalik melihat Xie Ran yang masih berdiri memandang mereka semua. Ia menghampiri Xie Ran.
Pei Xi bicara dengan serius. "Jika kau tertangkap dan kami tidak bisa lagi menahan kakekmu, aku akan mencarimu di Klan Xie."
Xie Ran mengangguk, sepenuhnya tidak melarang. Meski yang lain tidak tahu, Pei Xi tahu bahwa Xie Ran tidak berniat kabur dari Xie Chen dan meloloskan diri. Tujuan Xie Ran sebenarnya adalah mendekati Klan Xie dan sekarang adalah waktunya yang tepat.
Pei Xi mengusap kepala Xie Ran seperti mengusap anak kecil. "Hati-hati."
Xie Ran tidak menjawab, hanya melihatnya pergi dan menghilang dari pintu yang ditutup. Xie Ran menghela napas, berbalik melihat Ann Rou dan Dou Dou yang hanya diam dengan raut rumit.
"Jangan menatapku seperti itu!" ketus Xie Ran.
Dou Dou ingin mengatakan sesuatu, tapi Ann Rou langsung menginjak kakinya dengan keras hingga ia meringis kesakitan. Ia melihat tatapan tajam Ann Rou seolah mengatakan "jika keluar satu kata saja aku akan menggorokmu" begitu tajam dan sarkas. Dou Dou hanya bisa menelan kalimatnya kembali.
Sejauh ini, Dou Dou agak tertekan melihat dua pria sekaligus yang memimpikan Xie Ran. Hanya saja, nona mereka sudah seperti batu!
Dou Dou turut berduka cita dalam hati untuk mereka ....
Kedua hewan suci itu menghilang setelah merasakan seseorang mendekati ruangan. Xie Ran telah mempersiapkannya, berdiri seolah menunggu seseorang sedangkan pintu perlahan terbuka.
Sosok pria berjubah hitam berdiri di ambang pintu, pandangannya yang dingin menyapu ke arah Xie Ran yang membelakanginya dengan tangan bersedekap.
Itu adalah Xie Chen, yang telah mengidentifikasi keberadaan Xie Ran semenjak melihatnya di lantai dasar. Meski Xie Ran menutupi wajah, itu tetap menarik perhatian Xie Chen karena auranya.
"Aku cukup lama menunggumu." Xie Ran berbalik, tersenyum melihat Xie Chen yang hanya berdiri menatapnya dengan dingin. "Bukankah kau mencariku? Aku ingin tahu, apa yang bisa kau katakan padaku."
"Aku datang menjemputmu. Dia memintamu kembali untuk membicarakan sesuatu."
"Kau sudah tahu mengenai Xie Wang, tidak mungkin kau tidak peduli." Xie Chen masih mencoba membujuk. Daripada menggunakan cara keras, ia lebih ingin Xie Ran secara sukarela pergi dengannya ke Klan Xie.
Xie Ran tersenyum semakin dalam mendengar Xie Chen mengungkit kakeknya. "Kau sedang mengancam? Aku mengenalnya dengan sangat baik, bahkan jika kalian ingin menggunakannya, kalian bukan lawannya."
"Lalu apa kau melupakan sesuatu?"
Xie Ran memiringkan kepala menunggu kalimat selanjutnya dari Xie Chen.
"Meski Xie Wang bukan seseorang yang dapat diprovokasi, setidaknya dia masih manusia." Xie Chen yakin Xie Ran telah mengetahui identitas Huai Mao setelah menyebut namanya tadi. Meski ia tidak tahu bagaimana Xie Ran bisa tahu, itu bukan sesuatu yang perlu ia ketahui.
Mendengar itu, tiba-tiba Xie Ran tertawa membuat Xie Chen mengerutkan kening. Ia tidak tahu apa yang lucu, tapi ia merasakan udara sekitar mulai dingin. Memang tidak mudah membujuk Xie Ran.
Xie Ran mencoba menghentikan tawa sebisanya dan menatap Xie Chen geli. "Maaf, aku kelepaskan. Aku merasa alasan itu terlalu lucu. Bukankah Klan Xie sejak hari itu memang telah menjadi iblis? Kau menegaskan ulang membuat itu semua terdengar seperti lelucon."
"Xie Ran, kau ingin ikut atau tidak?" Xie Chen masih mencoba meyakinkan sekali lagi. Jika tidak, dia akan menggunakan cara terakhir.
Xie Ran bersedekap dada. "Kalau kau ingin memaksaku, lakukan dengan benar. Aku tidak menerima perlakuan apa pun dan tidak peduli. Jika kau tidak melakukannya dengan benar, kau akan menyesal."
Xie Chen tidak tahu apa maksud lain dari perkataan Xie Ran selain memintanya untuk bertindak sesuai yang diinginkan Huai Mao. Karena Xie Ran yang meminta, ia tidak bisa melakukan apa pun lagi selain mempercepat pekerjaannya.
"Kau memaksaku." Wujud Xie Chen berubah menjadi kabut hitam dan menyambar dengan cepat.
Xie Ran tidak terkejut. Dia menghindar dengan tepat tiap serangan yang meluncur berturut-turut akan kabut hitam yang menyambar.
Kabut hitam yang melesat menghancurkan barang-barang tiap kali menyerang, sedangkan Xie Ran terus menghilang dan muncul di tempat lain diikuti oleh jejak sinar putih.
Ketika Xie Ran memiliki kesempatan melakukan serangan balik, serangannya menembus dinding hingga muncul lubang besar disertai suara ledakan keras mengejutkan semua orang.
Suara pertempuran menyebabkan orang-orang berlarian panik. Mereka semua lari keluar restoran dan berusaha bertahan di tengah pertempuran antar profesional lanjutan yang membuat keresahan massal.
Penekanan terus berlanjut. Mereka lari ketakutan keluar, sampai akhirnya dua sosok hitam dan putih itu melesat ke keluar dari restoran menyisakan puing lubang di bagian atap. Mereka semua terperangah.
Kekuatan macam apa itu!
Mereka semua mencari tahu siapa di balik sinar hitam dan putih yang saling menghantam penuh penekanan. Kecepatan keduanya membuat mata para penonton pusing dan tidak dapat mengetahui apa yang terjadi pada mereka berdua selain dua sinar bertolak belakang yang saling memantul.
Xie Ran masih bertahan di atas penekanan Xie Chen yang semakin lama semakin agresif. Xie Ran akui, kekuatan Xie Chen sudah sebanding dengan Mo Shenxi dalam waktu sedekat itu yang membuatnya cukup terkejut. Ia pikir dirinya sudah merupakan monster, tapi Xie Chen lebih monster!
Sebelumnya Xie Ran memukul Xie Chen yang lebih lemah sangat buruk. Tapi siapa sangka Xie Chen menjadi jauh lebih kuat hanya dalam beberapa waktu. Sepertinya cedera waktu itu tidak membuatnya mundur.
Xie Ran meningkatkan kekuatannya hingga bilah energi muncul dan melesat dengan kecepatan tinggi. Serangannya membelah udara menghantam Xie Chen, Xie Chen mempertahankan tubuhnya, namun termundur dari langit ke darat hingga mengeluarkan suara retakan keras akan tanah yang dipijak Xie Chen.
Ketika Xie Chen mendarat di atas tanah yang retak, disertai Xie Ran yang berdiri di atap dengan tenang seperti air, semua orang semakin terkejut.
Meski mereka tidak begitu kenal dengan gadis di atas atap itu, tapi mereka kenal siapa pemuda berjubah hitam yang tidak lain adalah Xie Chen.
Ketika mereka memikirkan masalah yang terjadi di Klan Xie, mereka langsung paham apa yang baru saja terjadi. Pada saat ini, mereka baru saja menyaksikan pertempuran antara Xie Chen dan Xie Ran yang sedang dicari!
Melihat betapa kuat kedua orang itu, mereka tidak bisa membayangkan betapa mengerikan Klan Xie menyimpan dua monster profesional lanjutan yang kuat, mengejutkannya lagi mereka masih remaja!
Xie Chen tidak mempedulikan betapa terkejut para rakyat di sekitarnya. Ia menjadi kabut hitam kembali dan melesat ke arah Xie Ran. Xie Ran dengan cepat menghilang, muncul di belakang Xie Chen dan melancarkan serangan jarak dekat.
Serangan utama Xie Ran adalah jarak dekat hingga ia bisa menggunakan sihir pesona secara maksimal. Sinar merah di tangannya bercahaya dan meluncur seperti tombak terbang.
Pertarungan mereka berlangsung cukup lama. Semua orang menahan napas dan menghindar tiap kali serangan mereka lepas landas serta meleset. Tak jarang Xie Ran ataupun Xie Chen jatuh ke kerumunan hingga mereka harus berlarian sebelum akhirnya mereka melanjutkan penindasan.
Tekanan di udara semakin kuat dan mencengkam. Xie Ran mulai merasa ada yang tidak beres selama pertempuran yang memakan waktu hampir satu jam lamanya. Ini terlalu lama, sedangkan mereka terus seri.
Namun semakin lama, kekuatan Xie Ran terkuras habis menyebabkan serangannya tidak maksimal. Ini kali pertamanya merasakan hal ini, pasti ada yang salah.
"Apa yang terjadi?" Xie Ran bergumam, bertanya pada Sarah untuk memeriksa kondisi tubuhnya.
Suara wanita dengan aksen robot terdengar. "Terdapat zat tidak dikenal memasuki pembuluh darah dan arteri melemahkan sel-sel otot. Jika pertempuran terus berlanjut, otot akan semakin lemah dan mengurangi daya tenaga lebih banyak dari batas normal."
"Zat tidak dikenal ...."
"Itu pasti kutukan dalam tubuh Xie Chen. Nona, meski kamu menghindari serangannya, tiap kali kedua serangan kalian bersentuhan, maka akan sangat mempengaruhimu." Suara Long Long terdengar di benaknya. Jika saja Xie Ran menggunakan aura naga untuk mengalahkan Xie Chen, Xie Chen sudah mati sejak awal. Tapi, ini bukan saat yang tepat dan itu bukan rencana Xie Ran sama sekali.
"Aku akan menanganinya." Xie Ran menjauh, memilih menghindari tiap serangan. Setelah menyadari kekuatannya tidak bekerja untuk mengalahkan Xie Chen, ia memiliki pemikiran lain agar tidak jatuh terlalu buruk.
Kondisinya sangat tidak menguntungkan. Jika dibiarkan, dia bisa mati cepat atau lambat. Tapi dia harus mengulur waktu lebih banyak agar teman-temannya dapat tepat waktu melakukan apa yang sudah ia perintahkan.
Serangan Xie Chen semakin besar, sedangkan tenaga Xie Ran semakin terkuras habis. Xie Ran mendarat ke tanah. Wajahnya pucat dan menatap Xie Chen dengan dingin. Ia hanya berharap, teman-temannya sudah selesai melakukan tugas.
"Xie Ran, aku sarankan agar kamu menyerah!" Xie Chen mengerutkan kening, tidak mengerti mengapa Xie Ran menjadi begitu lemah. Menurutnya, kutukan dalam tubuhnya seharusnya tidak terlalu mempengaruhi Xie Ran berdasarkan kekuatan Xie Ran yang dapat membunuh para kaki tangan raja iblis. Bahkan dapat membunuh Mo Shenxi dan Di Yushi sendiri. Ini aneh.
Xie Ran yang telah pucat berdiri tegak seolah ia baik-baik saja. Jika bukan karena wajahnya yang pucat, ia akan dianggap masih sangat sehat seolah belum melakukan pertarungan apa pun.
"Kau ingin menangkapku? Maka jangan sungkan, tapi aku tidak akan menyerah." Xie Ran menarik sudut bibirnya.
"Baik." Xie Chen menepis semua pemikirannya dan melesat melanjutkan serangan yang lebih berat.
Kabut hitam itu melesat bagai kilat, menyambar tubuh Xie Ran yang lemah hingga gadis itu terpental beberapa meter. Darah keluar dari mulutnya sedangkan tubuhnya melayang di udara begitu jauh dan akan jatuh dari ketinggian.
Namun, tubuhnya berhenti begitu saja sebelum jatuh, menggantung di udara dengan rambut hitam yang menggantung tertiup angin. Tangannya ditahan dengan kuat, sedangkan pandangan Xie Ran mulai gelap sehingga tidak dapat melihat apa pun. Kakinya lemas dan akan jatuh ke belakang jika Xie Chen tidak menahan lengannya lebih kuat.
Xie Chen menarik Xie Ran yang pingsan dan menahannya yang akan jatuh. Tubuh Xie Ran lebih kecil darinya meski mereka sepantaran sehingga ia tidak merasa terbebani lalu mengangkatnya.
Ia tidak menyangka akan membuat Xie Ran pingsan setelah bertarung hampir satu jam lamanya. Ia justru lebih tidak percaya Xie Ran akan pingsan dengan mudah hanya karena satu serangannya. Ini aneh.
Tapi sayangnya, ia tidak memiliki banyak waktu untuk memikirkan apa yang terjadi pada Xie Ran dan langsung membawanya.
Tugasnya telah selesai ....