
Sepanjang malam, Xie Ran menenggelamkan diri ke dalam pemulihan dalam bentuk jiwa. Wujudnya transparan di atas ranjang dan matanya tertutup. Dia masuk dalam mode kultivasi mendalam yang tidak akan terpengaruh situasi dunia luar.
Beberapa jam yang lalu Xie Ran sulit konsentrasi karena tindakan Qu Xuanzi sebelumnya. Ciuman itu terus terbayang sehingga Xie Ran tidak berani keluar kamar.
Setelah lama mengosongkan diri, akhirnya Xie Ran dapat fokus dan melupakan hal ambigu tadi. Dia tidak boleh memasukannya kedalam hati dan harus fokus pada tujuan.
Baginya, sesuatu yang merepotkan adalah perasaan. Dia harus membuang semua pemikiran itu dan berpikir Qu Xuanzi melakukannya demi membuktikan bahwa pria itu masih normal. Seharusnya Xie Ran tidak mengatainya penyuka pria atau impoten. Dia menyesal!
Setelah beberapa jam memulihkan diri sampai langit menjadi terang, Xie Ran kembali normal seperti sedia kala seolah kejadian ambigu semalam tidak pernah terjadi. Sekarang, dia lapar. Sayangnya tidak bisa makan dalam keadaan jiwa.
Xie Ran menghela napas panjang. Dia beranjak dari ranjang sebelum menyadari sesuatu yang aneh. Dia melihat beberapa bagian kulitnya di mana terdapat luka yang cukup dalam, kembali mulus tanpa bekas. Xie Ran tidak pernah berharap kultivasinya membuat semua lukanya pulih. Pasti Qu Xuanzi yang melakukannya. Tapi kapan?
Xie Ran tidak mau memusingkannya lagi. Dia pergi mengambil jubah hitam dan keluar dari kamar. Tidak ada siapapun dalam rumah sehingga dia dengan bebas keluar.
Awalnya berpikir untuk pamit dengan Qu Xuanzi, tapi sepertinya itu tidak perlu karena dia akan kembali secepatnya untuk makan.
Tidak mau membuang banyak waktu lagi, dia keluar dari Liontin setelah mengenakan jubah hitam yang menutupi wajahnya.
Dia muncul di pusat pagoda lantai sembilan. Mengambil Liontin yang jatuh di bawah lemari dan mengantunginya. Dia tidak boleh menunjukkan ini pada Tang Zhi jika tidak ingin sesuatu terjadi.
Setelah memastikan tidak ada yang bisa dilakukan, dia segera melompat dari lantai sembilan. Beberapa tumbuhan menyerangnya, namun Xie Ran dapat mengatasinya dengan mudah dan mengambil kesempatan itu untuk turun tanpa menggunakan tangga. Dia harus cepat pergi dari sini.
Setelah sampai di lantai pertama, dia mengambil sepatu yang diletakkan di dalam laci kemudian memasukkannya ke dalam Liontin yang digunakan sebagai penyimpanan barang. Dia juga mengambil semua barangnya yang tertinggal untuk membersihkan segala jejaknya.
Dalam pagoda, dibutuhkan 30 menit untuk membersihkan semua jejak sambil menghindari jebakan sebelum akhirnya keluar.
Langkahnya cepat seperti bayangan sehingga tidak ada penjaga yang menyadarinya. Bahkan para penjaga tidak mendengar suara pintu yang terbuka atau tertutup. Itu semua dilakukan dengan sempurna.
Xie Ran tidak kesulitan untuk pergi ke kamar terbengkalai yang penuh reruntuhan. Kamarnya terasingi, bahkan lebih buruk dari budak sehingga tidak ada yang ingin melewatinya. Itu selalu sepi tanpa pengunjung kecuali dua Naga tertentu.
Tapi sesuatu yang tidak terduga terjadi. Xie Ran tidak mengharapkan Tang Zhi datang pagi ini membuatnya harus berhenti melangkah. Dia tidak bisa masuk lewat pintu, hanya bisa lewat jendela.
Mau tidak mau, ia memutar jalan menjadi lebih jauh. Tapi kecepatannya lebih cepat dibandingkan langkah Tang Zhi yang elegan.
Entah apa salahnya sampai merasakan sial berkali lipat. Baru saja akan memutar jalan ke belakang kamarnya, dia telah dipertemukan dengan Xie Chen dan Xie Liang—entah melakukan apa.
Xie Liang adalah cucu tunggal Tetua Zhu. Dia selalu dekat pada Xie Chen yang dingin, tidak ada yang bisa mendekati Xie Chen selainnya. Xie Ran ingat bahwa kekuatan Xie Liang harus tidak lebih buruk dari Xie Chen. Dia harus hati-hati.
Karena di depannya ada dua pria kesayangan Tang Zhi, Xie Ran tidak bisa mengambil jalan kedua. Dia mengambil jalan lain lagi yang lebih jauh dan melompati atap-atap kamar pelayan tanpa suara.
Tang Zhi sudah berada 10 meter dari kamar Xie Ran. Dia harus cepat jika tidak ingin dicurigai!
Xie Ran menyusup ke dalam kamarnya sendiri melalui jendela dan melewati pembatas seolah pembatas itu adalah portal menuju gubuk jelek. Dia melepas jubahnya dan menyembunyikannya di bawah kasur.
Merasakan jarak Tang Zhi tidak jauh dari 5 meter, Xie Ran segera membuat segel tangan tanpa penundaan. Jiwanya tersedot masuk ke dalam tubuh aslinya tepat ketika Tang Zhi membuka pintu masuk.
Pandangan yang awalnya kosong, kini telah terisi kembali di mata jernihnya.
Tang Zhi melihat Xie Ran yang juga menatapnya dengan tatapan polos. Dia masih ragu apa Xie Ran benar-benar bisa membuka gunung belakang di mana peninggalan Leluhur Xie tersimpan. Dia harus mendapatkannya apapun itu barangnya. Itu harus barang berharga.
Pandangan datar Tang Zhi melembut layaknya seorang Ibu dan duduk di sebelah Xie Ran. "Ran'er, kamu telah menderita selama ini. Jika kamu mau, apa kamu ingin ikut denganku ke kediaman utama? Tempat ini tidak cocok untukmu, aku sudah menyediakan tempat yang lebih bagus di kediaman utama. Kamu bisa bergaul dengan anggota klan lainnya sebagai Nona Pertama Klan Xie."
"Kediaman utama? Apa Chen'er dan Nu'er ada di sana juga?" Xie Ran terlihat khawatir akan tertindas.
"Kamu tidak perlu khawatir. Dengan perlindunganku, Nu'er tidak akan menindasmu lagi. Sepupu lainnya juga akan menyayangimu layaknya saudara kandung." Tang Zhi bersikap memberi harapan pada Xie Ran.
Bagaimana pun, dia masih harus memantau pergerakan Xie Ran menjadi lebih dekat. Kediaman utama menjadi hal yang baik jika ingin mengawasinya lebih dekat dan mengamati garis darahnya.
"Nyonya, aku tidak pantas." Xie Ran merendah dan menunduk dalam-dalam.
"Kedepannya jangan panggil aku Nyonya. Walau aku tidak melahirkanmu, aku adalah ibumu meski hanya ibu tiri. Sebelumnya aku tidak tahu kalau kehidupanmu lebih buruk di sini. Itu semua adalah saran para tetua. Ibu tidak bisa membantu banyak." Tang Zhi berusaha terlihat menyedihkan.
Baginya Xie Ran hanyalah anak polos dan naif, dia akan dengan mudah membujuk dengan alasan 'niat baik' kemudian gadis bodoh itu akan setuju tanpa syarat.
Xie Ran ragu-ragu berpikir. Pandangannya tersirat rasa takut terhadap anggota Klan Xie terutama Xie Nu yang sering menyakitinya baik mental maupun fisik.
"Kamu tenang saja, aku sudah meminta seseorang untuk melindungimu. Chen'er juga akan melindungimu seperti sebelumnya."
Melindungi? Tidak, lebih tepatnya mematai. Tang Zhi mana mungkin repot-repot mengutus orang untuk melindungi si bodoh dari penindasan. Di sini, yang kuat dihargai dan yang lemah diperbudak. Xie Ran lemah, tentu akan dianggap pelayan yang mudah ditindas oleh mereka.
Pada akhirnya Xie Ran mengangguk dengan senyuman cerah dengan harapan di matanya. Mana mungkin dia menolak 'niat baik' Ibu tirinya? Dia akan dengan senang hati menerimanya dan akan mendapat 'perawatan' lebih baik daripada di sini.
"Terima kasih." Xie Ran terlihat senang seperti idiot yang mendapat hadiah favoritnya.
"Anak baik." Tang Zhi tersenyum puas dan mengusap rambut Xie Ran menutupi rasa jijiknya. Gadis bodoh ini ingin bermimpi mendapat haknya kembali, lucu sekali.
Tang Zhi segera pergi dan mengelap tangannya dengan sapu tangan seakan habis menyentuh kotoran. Dia berjalan dengan bangga keluar kamar Xie Ran membiarkan gadis bodoh itu bersiap. Hari ini gadis bodoh itu akan masuk ke dalam jangkauannya langsung.
Semakin jauh Tang Zhi pergi, semakin datar wajah Xie Ran. Dari polos dan senyum bodoh berubah menjadi datar kemudian dingin lalu penuh kebencian. Tatapannya tidak memiliki ekspresi lain selain rasa jijik dan kebencian mendalam.
"Aku paling benci orang munafik."
Wanita itu pikir Xie Ran adalah gadis yang mudah dibodohi dan ditindas? Jika dia bisa, dia sudah membantai satu kediaman saat ini juga daripada menghadapi kemunafikan wanita rubah itu dan anggota klan lain.
Semakin lama berdiam di sini, semakin hatinya dipenuhi kebencian hingga mengepalkan tangannya erat-erat.
Tentu Xie Ran tahu niat aslinya yang ingin mematainya lebih lanjut. Tang Zhi curiga padanya dan ingin membuat Xie Ran berada di sisinya. Tentu tidak mudah, pada dasarnya Xie Ran memiliki banyak kepribadian yang dapat berubah kapanpun sesuai keinginan. Tidak ada yang tahu yang mana sifat aslinya sampai detik ini.
"Tang Zhi, kau mengundang maut kecilmu sendiri." Xie Ran tersenyum miring dan matanya penuh kelicikan.
Dia memiliki ribuan cara membunuh musuh dalam satu tindakan. Tinggal pilih yang mana yang paling disukai. Kepala? Jantung? Xie Ran bisa memisahkan dengan tangan kosong.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Master, kenapa kau setuju? Bagaimana kalau mereka menyakitimu?" bujuk Long Huo.
Long Yun melanjutkan, "Benar, bagaimana jika Tuan Besar marah?"
"Kenapa dia harus marah?" Xie Ran merasa perkataan Long Yun berlebihan.
"Itu ... jika Master terluka, maka akan mengganggu kultivasi. Master tidak boleh terluka apapun yang terjadi. Aku dan Long Huo akan sangat sedih." Long Yun kecil menunduk dalam-dalam.
"Jika tidak ada risiko, tidak ada hasil. Bagaimanapun, tujuanku adalah balas dendam. Aku harus mengambil apapun risikonya. Lagipula, bukankah Guru Besar membantuku dalam proses penyembuhan? Aku tidak perlu khawatir jika aku mati." Xie Ran berkata dengan enteng. Terlalu enteng untuk seorang gadis yang tak takut mati.
"Master ...." Long Yun dan Long Huo kecil sangat ingin menangis sekarang.
Tadi pagi ketika datang ke Dunia Liontin, dua Naga mendapat hukuman Qu Xuanzi karena tidak menjaga Xie Ran dengan benar dan terluka begitu parah. Mengenai luka Xie Ran yang sembuh, bukan Qu Xuanzi yang melakukannya. Itu masih misteri sedangkan pria itu masih berpikir meski sudah memiliki jawabannya. Jadi, pria itu tidak mengatakan hal lain selain menghukum dua Naga itu.
Itu membuat Long Huo dan Long Yun ingin menangis dan mengadu pada Xie Ran, tapi di sisi lain takut pada Qu Xuanzi sehingga menelan kembali semua keluhannya.
"Sudahlah, aku baik-baik saja. Jika aku mati, katakan pada Guru besar untuk menguburku di Dunia Liontin yang terasingi," kata Xie Ran dengan sedih membuat dua Naga bereaksi dengan cepat dan menahan napas. Melihat betapa terkejutnya Naga itu, Xie Ran menyengir. "Bercanda. Umurku masih panjang."
Xie Ran tetap tenang tidak mempedulikan bujukan dua Naga. "Tidak masalah. Bukankah ada kalian? Ada dia juga!" Xie Ran menunjuk ke belakangnya yang ternyata Qu Xuanzi sudah hadir tanpa sepengetahuan dua Naga.
Long Huo dan Long Yun terkejut melihat kehadiran Qu Xuanzi tiba-tiba dan menunduk. Mereka ingat hukuman di Dunia Liontin barusan dan tidak ingin menatapnya jika tidak ingin mendapat hukuman lagi.
"Master, persepsimu bagus. Kami tidak langsung menyadarinya." Long Huo memuji Xie Ran. Qu Xuanzi keluar Liontin begitu tiba-tiba dan tak terduga membuat mereka terkejut. Tapi Xie Ran sama sekali tidak terkejut dan dengan mudah menebaknya ketika Qu Xuanzi baru keluar.
Xie Ran tersenyum bangga. "Tentu karena kemampuanku meningkat semenjak masuk ke dalam pagoda. Aku telah mengalahkan beberapa roh senjata dan membuat mereka berlutut padaku dan memintaku menjadi tuan mereka. Oh, ada juga roh senjata tampan yang memintaku mengklaimnya, jika saja dia tidak mengutukku seenaknya, aku akan membawanya."
"Tidak!" Suara dingin itu membuat Xie Ran terkejut dan menoleh ke Guru besar yang terlihat seperti gunung es. Sangat dingin.
"Kenapa?" Tidak tahu kenapa Xie Ran merasa takut. Ada apa dengan pria es itu?
"Roh senjata bukan keberadaan yang terlalu baik untuk senjata spiritual. Dia tidak menyatu dengan senjata dan tidak bisa dikendalikan secara bebas, tidak cocok untukmu." Qu Xuanzi bicara dengan cepat. Logikanya masuk akal. Xie Ran juga setuju dan mengangguk paham.
Keberadaan roh senjata memang merupakan hal langka dan bisa menjadi senjata spiritual terkuat jika bekerja sama dengan baik. Tapi senjata spiritual dengan roh senjata memiliki keefisienan rendah dibandingkan dengan senjata spiritual lain.
Senjata spiritual terbagi menjadi tiga tingkat. Pertama senjata spiritual energi yang tidak memiliki roh dan kekuatan tempur standar. Kedua senjata spiritual roh yang memiliki jiwa atau roh senjata—biasanya berwujud manusia, kekuatannya lebih tinggi namun dibutuhkan kerjasama, kepemilikan juga sebatas 1:1 antara roh dan pemilik.
Terakhir, senjata spiritual ilahi, itu merupakan senjata terkuat seperti namanya. Senjata itu memiliki roh senjata yang sudah menyatu sempurna sehingga dapat dikendalikan dengan bebas. Tapi keberadaannya sangat langka, bahkan tidak ada dalam pagoda teratai.
Ketika Xie Ran memikirkan tentang senjata spiritual yang baru saja dikatakan Qu Xuanzi, dua Naga tentu tidak memikirkan hal yang sama. Mereka melirik Qu Xuanzi takut-takut yang masih memperhatikan Xie Ran.
Ada apa dengan Tuan besar ini? Kapan dia bicara begitu banyak? Bahkan jika bersama mereka, dia hanya bicara kurang dari sepuluh kata.
Pandangan mereka teralih kembali pada Xie Ran yang masih terlihat bodoh membayangkan senjata spiritual yang hebat.
"Apa terjadi sesuatu?" Long Yun bergumam pelan sedangkan Long Huo mengedikkan bahu tidak tahu. Sepertinya mereka diam terlalu lama di tempat ini sehingga melewatkan banyak hal.
"Oh, iya," kata Xie Ran tiba-tiba tersadar akan sesuatu kemudian menatap Qu Xuanzi. "Kenapa kau di sini?"
"Apa aku tidak boleh keluar?"
"Silahkan," sahut Xie Ran, yang penting dirinya senang. Sayangnya, suasana hatinya sedang tidak baik karena 'undangan' Tang Zhi. Sebentar lagi seseorang akan datang membawanya.
Tiba-tiba sebuah gulungan muncul di udara tepat di depan Xie Ran. Suara Qu Xuanzi terdengar lagi. "Karena kemampuanmu telah meningkat, langkah bayangan harus segera diselesaikan. Aku sudah menyederhanakannya, kau hanya perlu menyelesaikan dalam waktu singkat."
"Sederhana?" Xie Ran meneguk saliva kasar. Langkah bayangan memang rumit, tapi siapa yang menyangka meski sudah disederhanakan akan tetap menjadi rumit. Bagaimana dia bisa menyelesaikan dalam waktu singkat!
Qu Xuanzi melanjutkan kalimatnya. "Kau tidak datang sebelumnya, itu sebabnya aku datang sebelum pergi ke kediaman utama. Ketika di kediaman utama, kau tidak bisa berada di sini terlalu lama jika tidak ingin tertindas. Masa pelatihan-mu akan ditambahkan." Diam-diam Qu Xuanzi tersenyum dalam hatinya meski berwajah datar.
Mendengar ucapan pria itu membuat Xie Ran hampir tersedak. Menambah masa pelatihan? Apa dia gila! Xie Ran sudah berlatih begitu ketat menyamakan latihannya dengan Red Room. Tapi pria ini malah menambah waktu berlatihnya menjadi lebih banyak di Dunia Liontin daripada waktu santainya di dunia fana.
Terkutuk!
"Andai aku ibumu atau reinkarnasi ibumu, aku sudah mengutukmu menjadi batu," gumam Xie Ran merasa tidak percaya. Waktu tidurnya ....
Waktu latihannya tiap malam, dan itu sudah memutus waktu tidurnya, tapi pria ini baru saja memperpanjang masa pelatihan yang membuatnya tidak memiliki waktu tidur malam. Apa dia balas dendam karena Xie Ran membunuh ilusinya?!
Memikirkan bagaimana hari-harinya dilalui dengan suram di dua dunia membuatnya ingin menangis. Kenapa dunia begitu kejam padanya? Kenapa dia harus hidup lagi di dunia ini!
Long Huo dan Long Yun tidak bisa membantu, hanya bisa meratapi Master-nya yang ditindas di dua dunia. Mereka turut berduka cita.
Tapi peratapan nasib itu tidak berlangsung lama. Beberapa orang berdatangan tepat ketika tiga makhluk beda jenis menghilang dari kamar gadis yang menjadi idiot itu. Aura kamar berubah dalam sekejap.
Lima pelayan dari kediaman utama membawa Xie Ran dengan enggan. Mereka tidak membawa pakaian lusuh Xie Ran karena Tang Zhi sudah menyiapkan gaun sehari-hari untuk Xie Ran di kediamannya.
Bagi mereka, Tang Zhi terlalu baik pada sampah ini. Tidak ada yang menyukai Xie Ran, tapi Tang Zhi memberinya perhatian yang membuat semua orang iri.
Bahkan Xie Nu yang telah mendengar bahwa Xie Ran ditempatkan di sebelah kamarnya menjadi lebih geram. Bisa-bisanya dia ditempatkan di tempat yang sama dengan sampah itu!
Ketika melihat kedatangan Xie Ran bersama dengan dua pelayan, Xie Nu langsung datang menghampiri dengan wajah arogannya yang kekanakan. Tapi sebelum bertindak, Xie Chen sudah terlebih dahulu menahannya dan membiarkan Xie Ran lewat.
Para pelayan itu tidak memperlakukan Xie Ran dengan baik. Mereka membiarkan Xie Ran berada di halaman seperti orang bodoh dan meninggalkannya setelah beberapa ejekan dilontarkan. Xie Ran hanya diam memandang mereka dengan bodoh tidak mengerti maksud mereka.
Di dalam kamarnya, ada seorang pelayan kecil yang umurnya sebaya dengan Xie Ran. Itu membuat Xie Ran teringat pada Liu Ya. Tapi dia menarik kembali pemikirannya ketika melihat pelayan itu enggan dan jijik melihatnya.
Pelayan itu menghampiri Xie Ran dengan langkah lebar. Sepertinya dipaksa pelayan senior untuk melayani Xie Ran karena tidak ada yang mau mendekati Xie Ran sebelum ini.
"Cepat masuk, aku akan membersihkan dirimu!" Pelayan itu bicara ketus membiarkan Xie Ran berjalan sendiri.
Xie Ran hanya mengangguk patuh dan berjalan masuk. Kamarnya memiliki halaman yang cukup luas begitu pula bagian dalam, walau pada kenyataannya kamar ini memiliki standar biasa diantara kamar lain. Namun itu cukup meyakinkan semua orang bahwa Tang Zhi bersungguh-sungguh telah menerima Xie Ran sebagai anggota keluarga kembali.
Kamar Xie Nu di sebelahnya lebih luas dan mewah. Memiliki banyak bunga dan kolam walau usianya terbilang kecil. Nona kecil itu sangat dimanja sehingga dibiarkan melakukan apapun sesukanya.
Ketika sampai di kamar mandi, Xie Ran menghentikan langkah menyadari dia masih menyembunyikan wajah cantiknya. Dia berbalik melihat pelayan itu dengan gugup.
"Jangan membuang waktu, cepat masuk!" ketusnya.
"Itu ... Apa aku bisa mandi sendiri saja?"
Pelayan itu mendengus. "Pada akhirnya kau tahu malu juga," gumamnya kemudian mengibaskan tangannya menyuruh Xie Ran untuk cepat mandi.
Xie Ran bersikap seperti anak anjing patuh dan masuk ke dalam. Dia menghela napas lega di balik pintu kemudian melepas baju luarnya dari pakaiannya yang berlapis-lapis. Liontin dalam kantong baju luar juga dikeluarkan dan diletakkan diatas meja samping pintu agar tidak jatuh.
Dia akhirnya bisa mandi setelah sekian lama menjadi jiwa bergentayangan ....
Betapa tenang pikirannya memikirkan air hangat dan berendam dalam bak penuh busa harum. Untungnya pelayan tadi sudah menyiapkan segalanya dengan rapi.
"Ada baiknya memiliki pelayan ...." Xie Ran bersuka cita. Ketika tangannya hendak menyentuh air dalam bak, tangan lainnya yang hangat menghentikannya membuat tangan Xie Ran menggantung di udara.
Xie Ran tersentak kaget dan berbalik. Nyaris saja dia menabrak pria tak diundang jika Xie Ran tidak menahan diri. Namun nahas, karena menahan diri, kakinya terpeleset dan tubuhnya menggantung di atas bak beberapa centi dari air ketika tangan tersebut menahan tubuhnya. Mungkin jika tangan tersebut tidak menahannya, dia akan jatuh dengan cara memalukan ke dalam air.
Tapi pikirannya saat ini bukan apakah dia akan jatuh ke dalam air. Matanya terpaku pada tatapan dingin di depannya. Tidak, itu bukan dingin ketidakpedulian seperti biasanya.
"Guru besar, ada apa kau di sini?" Xie Ran tidak bisa tidak bertanya. Apa yang dilakukan seorang pria ketika gadis lain akan mandi? Bukankah itu patut dipertanyakan?
Qu Xuanzi tidak mengubah ekspresi dan menarik tubuh Xie Ran ke sisinya. Dia terlihat serius sehingga membuat Xie Ran semakin bertanya-tanya. Apalagi ketika Qu Xuanzi melihat air bak dengan skeptis.
"Air mengandung racun. Kau tidak bisa menggunakan ini." Qu Xuanzi menjawab pertanyaan Xie Ran langsung pada intinya.
"Racun?" Xie Ran tidak terkejut, tapi heran. Dia telah banyak mengenal berbagai racun, tapi sama sekali tidak menyadari racun dalam air. Itu memalukan!
"Pelayan di luar sana adalah mata-mata. Apapun yang diberikan patut dicurigai. Aku telah memeriksanya dengan kesadaran spiritual ketika masuk."
Xie Ran mengangguk percaya. Dia telah menyepelekan Tang Zhi sehingga nyaris diracuni. Untung saja Qu Xuanzi tepat waktu.
"Apa yang akan kau lakukan padanya?" Qu Xuanzi menanyakan rencana Xie Ran. Dia sudah menduga bahwa gadis ini tidak akan melepaskannya dengan mudah.
Xie Ran memasang wajah serius sebelum akhirnya memunculkan senyum dingin. "Tentu saja mengasahnya."