The Emperor God Wife Is Naughty

The Emperor God Wife Is Naughty
230. Kutukan



Krisis Tiga Dunia saat ini mempengaruhi seluruh situasi. Dunia Atas kini harus tetap waspada akan serangan diam-diam dari iblis yang kini mengelilingi pembatas alam bagian luar. Meski mereka tidak bisa masuk, pastinya akan ada satu atau dua iblis yang dapat menyusup dan dengan sengaja membuka pembatas alam, mengingat di masa lalu Huai Mao sering menyusup menjadi mata-mata.


Huo Yuzheng diperintahkan tetap di Dunia Atas karena cederanya serta penyakitnya yang kerap kambuh. Xie Ruo yang menyarahkan demikian, sekaligus melindungi Qu Fengxiu dan Qu Fengxiao yang menjadi incaran Dewa Iblis.


Jujur, Huo Yuzheng lebih suka bertarung langsung di medan peran daripada menjadi satu-satunya Dewa Alam di antara dewa dan peri biasa yang menjadi rakyat Dunia Atas. Meski merasa direpotkan, ia tidak bisa mengeluh atau menolak.


Ia duduk di kursi sambil menutup mata. Ia berada satu ruangan dengan Roh Guntur dan dua anak bayi yang masih bermain-main dengan pelayan. Menjadi penjaga anak kecil benar-benar membuatnya mengantuk. Jika bukan gurunya yang meminta, ia tidak akan mau mengikuti perintah.


Qu Fengxiu jauh berbeda dari kembarannya yang kerap kali tersenyum dan tidak bisa diam. Ia lebih pasif, lebih tepatnya lebih suka tidur dibanding melihat dunia yang membosankan. Maka dari itu, para pelayan yang bergantian menjaga jarang melihat iris merahnya yang menyeramkan.


Namun, sebenarnya bocah itu hanya bersikap malas ketika hanya ada orang luar yang tidak dikenalnya. Bahkan lebih tidak peduli ketika melihat Qu Xuanzi. Jika bersama Xie Ruo, ia akan menjadi cengeng.


"Hei, apa kau akan terus tidur?" Roh Guntur melihat bocah itu dengan penasaran. Ia melihat pelayan yang sedang bermain dengan Qu Fengxiao sambil menggoyangkan mainan. "Pria yang acuh tak acuh tidak akan mendapat wanita, seperti ayahmu." Roh Guntur melihat bocah itu kembali yang masih mengabaikannya. Ia pun menghela napas lelah. "Sudahlah."


Masalahnya, Roh Guntur tidak suka melihat pelayan yang terlalu dekat dengan Qu Fengxiao. Bukan apa-apa, tapi ia hanya merasa tidak suka. Jika Qu Fengxiu bisa membuat sedikit kegaduhan dengan menangis atau menakuti pelayan itu, maka akan ada pergantian pelayan. Sayangnya, bocah itu hanya menangis bila lapar, sedangkan mereka baru makan 5 menit yang lalu.


Memikirkan tentang makanan, Roh Guntur jadi lapar. Ia melihat ke arah Huo Yuzheng yang menutup mata sambil duduk—seperti tidur duduk—membuatnya menghela napas lagi. Di dalam kesadaran spiritual, ia makan energi spiritual Xie Ruo ketika lapar.


Tapi sekarang, ia harus memakan energi spiritual murni lainnya. Sayangnya, ia hanya bisa mendapatkan itu di kolam spiritual halaman Istana di mana ia harus berbagi dengan hewan roh lainnya. Merepotkan.


Roh Guntur melihat pelayan itu dengan tajam. "Aku ingin ambil makan, jangan alihkan perhatianmu, atau aku akan melumpuhkanmu."


"Baik." Pelayan itu menunduk.


Roh Guntur mendengus. Ia melompat-lompat ke arah Huo Yuzheng, lalu berteriak dengan keras. "Dewa Api, aku butuh bantuanmu!"


"Pergilah." Huo Yuzheng terlalu malas.


"Antar aku ke kolam spiritual!"


"Tidak."


"Aku adalah roh kontrak Nyonya Xie, kau tidak boleh mengabaikanku!" Masalahnya, ia tidak bisa pergi ke kolam spiritual sendirian dengan tubuh mungilnya. Meski bisa terbang, kolam spiritual memiliki larangan tertentu dalam menggunakan kekuatan spiritual.


"Minta orang lain." Huo Yuzheng membuka matanya dengan kesal. Ia terlihat seperti bocah yang merajuk.


"Kau tahu pelayan tidak bisa masuk ke kolam spiritual~" Roh Guntur memelas. Jika ia tidak bisa mendapatkan energi spiritual, ia akan menyusut dan tidak bisa menggunakan kekuatannya.


Huo Yuzheng menghela napas. Ia melihat dua bocah yang sedang asik sendiri bersama pelayan, kemudian melihat Roh Guntur. Daripada tidak ada kerjaan, lebih baik sedikit membuat kebaikan.


Pada akhirnya, Huo Yuzheng setuju mengantar Roh Guntur. Bola mungil itu langsung duduk di bahu Huo Yuzheng dan pergi ke kolam spiritual.


Sedangkan di dalam ruangan, tersisa dua bayi dengan masing-masing kegiatan bersama seorang pelayan. Ketika menyadari dua 'penjaga' itu telah pergi, entah kenapa tiba-tiba suasana ruangan menjadi aneh.


Pelayan itu melihat bayi yang tidur pulas. Tiba-tiba, irisnya yang semula hitam sekilas menjadi merah sembari berdiri dan mendekat.


Dewa Iblis telah mempercayakan beberapa orang untuk menyusup dan merebut 'darah campuran lainnya' di Dunia Atas dengan cara menyamar dan menutup aura dengan bantuan sihir kamuflase. Itu akan membuat dewa mana pun tidak sadar akan kehadiran iblis.


Sudah beberapa kali perputaran playan selama beberapa hari terakhir, namun beberapa dari mereka yang menyamar sebagai pelayan selalu gagal karena penjagaan Huo Yuzheng dan Roh Guntur. Apalagi Roh Guntur selalu berusaha dengan keras untuk memberi jarak antara pelayan dan dua bocah itu. Huo Yuzheng juga sangat sensitif sehingga mereka tidak memiliki kesempatan.


Sekarang, dua 'penjaga' itu telah pergi ke kolam spiritual yang cukup jauh dari ruangan ini. Pelayan itu beranjak, kemudian mengeluarkan energi gelap untuk menyembunyikan salah satu dari mereka dan diserahkan.


Tapi begitu pelayan itu mengeluarkan energi gelap, Qu Fengxiu tiba-tiba membuka mata dan menangis dengan keras. Tangisan keras itu membuat semua orang terkejut, bahwa kembarannya sendiri langsung tersentak sampai ikut menangis.


Pelayan itu bingung sambil melihat sekitar. Ia tidak menduga bocah itu akan menangis tiba-tiba selain meminta makan. Sepertinya kehadiran energi gelap membuat instingnya bekerja.


Karena panik, pelayan itu menggunakan energi gelap untuk membuat mereka diam. Tapi tiba-tiba sebuah barrier emas muncul, memantulkan sihirnya hingga memberi serangan balik yang membuat pelayan itu terjungkal.


Tidak bisa. Sepertinya Kaisar Langit telah memberi perlindungan dari energi gelap pada mereka, ia tidak bisa menyembunyikan dan membawa mereka menggunakan energi gelap.


Pelayan itu mendekat, mencoba meraih Qu Fengxiu untuk membawanya. Namun tiba-tiba sesuatu yang dingin dan runcing menyentuh lehernya hingga membuat tindakannya menggantung.


Huo Yuzheng menggunakan pedang besi yang tersedia untuk menghentikan apa yang ingin dilakukan pelayan atau iblis itu. Tatapannya sangat dingin ketika iblis itu berbalik dan menunduk untuk melihatnya.


"Dewa Api ...."


"Ada berapa banyak?" Huo Yuzheng langsung menanyainya sambil menekankan pedang ke leher iblis itu. Darah hitam mulai mengalir.


Iblis itu merasa telah tertangkap, tapi ia tidak bisa memberitahu mengenai rekan-rekannya. Perintah Dewa Iblis harus berhasil!


"Hanya aku, tidak ada yang lain." Iblis itu berbohong. Tiba-tiba tubuhnya merasa tersengat hingga ia mengalami kejutan luar biasa.


Roh Guntur memandangnya dengan tajam. Instingnga benar, pelayan itu memang tidak baik untuk Qu Fengxiu dan Qu Fengxiao. "Katakan yang sebenarnya!"


"Aku sudah mengatakannya ...." Iblis itu semakin takut. Ia mencoba melarikan diri dengan cepat, namun Huo Yuzheng justru menendang kakinya dengan keras sampai tersungkur.


Roh Guntur melompat ke atas tempat tidur dan mencoba menenangkan dua bayi yang menangis itu. Memang agak sulit, tapi ia langsung menyumpal mereka dengan susu botol yang diberikan Xie Ruo sebelum pergi. Ia tidak tahu darimana wanita itu mendapatkan ide tempat minum seperti ini.


Huo Yuzheng tidak mau terlalu banyak memakan waktu. Karena iblis itu tidak mau berkata apa pun, ia hanya bisa menyelesaikannya dengan cepat. Ia mengangkat pedang, kemudian menikam jantung iblis itu. Iblis itu sempat melindungi diri sendiri menggunakan barrier, tapi barrier itu hancur seketika oleh pedang dan menembus jantungnya.


Roh Guntur yang melihatnya meringis. "Bisakah sedikit menjaga kebersihan? Kau mengotori pandangan, ada anak kecil di sini." Ia berkomentar dengan keras. Bagaimana jika dua bayi ini ketakutan dan menangis.


Huo Yuzheng melihatnya dengan datar. "Tidak ada tangisan."


Roh Guntur melihat dua bocah itu yang tampak anteng minum susu seolah tidak tahu apa pun. Padahal jelas-jelas kejadian mengerikan terjadi tepat di depan matanya. Bahkan Qu Fengxiu telah tertidur kembali.


Sudahlah, bayi tidak tahu apa pun dan mungkin saja yang ia lihat di matanya hanyalah Huo Yuzheng yang sedang main boneka. Apalagi Huo Yuzheng juga terlihat seperti anak-anak.


"Yang terpenting sekarang, kita harus mencari iblis lainnya. Untung saja barrier Yang Mulia memberi peringatan." Roh Guntur menghela napas. Rumit sekali dunia ini, ia jadi ingin pergi ke Dunia Dewa.


Pandangan Huo Yuzheng menajam. "Takutnya, istana saat ini sudah dikelilingi iblis."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Barrier pelindung memberi peringatan keras pada Qu Xuanzi dan Xie Ruo di Dunia Tengah. Sinyal cahaya emas yang terlintas dalam kesadaran spiritual membuat mereka waspada. Istana Langit lagi-lagi dipenuhi penyusup. Entah cara apa yang Dewa Iblis berikan sehingga para dewa tidak bisa mendeteksinya. Yang terpenting saat ini, anak-anak mereka dalam bahaya.


"Long Long, pergi ke Dunia Atas." Xie Ruo memberi pesan singat melalui hubungan spiritual sehingga terhubung langsung pada pikiran Long Long. Saat itu juga, Long Long mundur dari pertempuran dan pergi ke Dunia Atas.


Emosi Xie Ruo yang semakin kacau menyenangkan Dewa Iblis. Ia ingin pergi, tapi kehadiran Dewa Iblis saat ini tidak memungkinkannya untuk pergi. Pria itu tidak akan membiarkannya pergi saat ini.


Mengetahui perasaan Xie Ruo, Qu Xuanzi langsung pergi ke depannya tanpa mengalihkan kewaspadaan terhadap Dewa Iblis. "Aku akan menanganinya."


Xie Ruo mengangguk. Ia berlari untuk pergi ke Dunia Atas dengan cepat, namun tiba-tiba sebuah cahaya emas dengan jejak hitam yang berkilau meluncur ke arahnya.


Spontan Xie Ruo menahannya dengan kuat, kemudian menghempaskan ke sisi lain yang membuat cahaya itu memunculkan sosok wanita yang berdiri tegak sambil tersenyum. Irisnya yang emas murni dan berbeda dari peri menunjukkan identitasnya.


"Kita bertemu lagi, Adik(?)" Wanita itu tersenyum lebar. Wajahnya sangat dikenali Xie Ruo di mana ia juga pernah menggunakan wajah yang sama sebagai Xie Ran. Benar, wanita itu adalah Xie Ran, atau lebih tepatnya Shu Xin, sang Dewi Cahaya!


Xie Ruo memandangnya dengan dingin. "Kau akan menghentikanku?"


"Sudah lama kita tidak bertemu, apa kau tidak merindukanku? Xie Ruo, aku sudah mengatakannya kau akan menyesal, tapi kau tidak menerima saranku." Wanita itu cemberut. Tapi tatapannya menunjukkan ejekan.


"Aku tidak merasa memiliki penyesalan. Seharusnya kau yang menyesal, telah melangkah ke jalan bertolak belakang demi logikamu yang kacau."


Shu Xin menarik sebelah alisnya. "Logikaku kacau? Lalu bagaimana dengan logikamu? Xie Ruo, kelahiranku merupakan takdir yang direncanakan bersama dengan seluruh klan. Kekuatan Dewa Naga membunuhku, tapi aku terhubung erat dengan putrinya. Apa kau tahu? Ketika kematianku, Dewa Naga mengutukku, tapi kutukannya justru mengenai putrinya sendiri ketika aku memilihnya untuk menjadi media inkarnasiku. Aku adalah Dewi Alam, tentu bisa melakukan apa pun untuk bertahan hidup dan muncul sebagai saudaramu. Seperti yang dikatakan Xie Chen, kita keturunan Klan Xie sama, dan itu berdasarkan pada apa yang kuinginkan." Ia tersenyum lebar. "Tidak ada bedanya antara kau dan aku, yang bisa melakukan segala cara untuk bertahan hidup dan melindungi orang kita pedulikan."


Xie Ruo menyipitkan mata. "Oh ya? Sangat disayangkan, persamaan itu akan berakhir di sini."