
Setelah gigitan anak tertentu begitu membekas menyebabkan luka dalam yang membusuk, Xie Jianying hanya bisa terbaring di atas tempat tidur tanpa daya merasakan rasa sakit di sekujur tubuhnya.
Kemarin, tabib sudah memeriksa namun tidak menemukan hal aneh membuat Xie Jianying sangat kesal. Jelas-jelas ia kesakitan setiap saat, tapi tabib malah mengatakan bahwa ia sehat dan hanya membalut luka di tangannya. Hingga ketika malam tiba, luka di tangan Xie Jianying membusuk.
Xie Jianying hanya bisa tidur selama beberapa waktu selama menahan rasa sakit, sampai akhirnya akhirnya bangun ketika mencium aroma busuk yang lebih menyengat. Apa tangannya semakin parah?
Ia ingin menggerakkan tubuhnya, tapi terlalu kaku hingga rasa sakit kembali menyebar membuatnya merintih begitu menyedihkan. Urat-uratnya berubah menjadi hitam, tampak sangat menyeramkan disertai wajah pucat. Hanya dalam semalam, ia berubah menjadi seperti ini yang membuatnya sangat tidak ingin percaya.
Bau busuk semakin terasa sangat jelas terbawa angin, tepat ke arah Xie Jianying yang masih terkapar. Ia menoleh, pada saat itu juga wajah pucatnya menjadi lebih pucat sampai begitu putih tanpa warna.
Ia ingin kabur, tapi tidak kuasa bergerak hingga hanya bisa memandang daging-daging bertumpuk disertai aliran darah yang mengalir di lantai. Matanya nyaris keluar, sedangkan tubuhnya bergetar hebat sampai bulir keringat bercucuran membasahi pakaian. Pada saat yang sama, ia berteriak sangat keras menyebabkan semua pelayan berlarian melihatnya.
"Nona, apa yang terjadi?" Ketika pelayan-pelayan itu berdatangan, mereka langsung berteriak takut melihat tumpukan daging tepat di tengah-tengah kamar Xie Jianying.
"Apa yang kalian lakukan di sana? Cepat singkirkan!" Xie Jianying begitu gila sekarang. Ketika ia melihat kepala yang tergeletak di depan tempat tidurnya, ia langsung mengenali identitas mayat-mayat itu.
Mereka adalah orang yang ia kirim untuk membunuh Xie Ran! Bagaimana bisa seperti ini!
Pada saat ini, Xie Jianying dipenuhi rasa takut. Jelas bahwa Xie Ran sengaja mengembalikan mayat-mayat ini untuk memberinya peringatan. Xie Ran sudah tahu ia yang melakukannya, sedangkan hari ini adalah hari di mana eksekusi dilakukan. Xie Jianying sangat takut, berpikir ia juga akan terseret ke altar eksekusi karena masalah ini.
Para pelayan itu mencoba memberanikan diri menyingkirkan potongan daging yang ditumpuk begtu mengerikan. Beberapa dari mereka langsung mual dan muntah, ada yang hanya diam bergetar tidak bisa melakukan apa pun.
Hingga akhirnya keluarga Xie Jianying datang. Mereka juga terkejut akan pemandangan mengerikan tepat di depan mata mereka. Kaki mereka melemas, terutama kepala keluarga berpikir hanya Xie Ran yang dapat melakukannya dan keluarga mereka tidak akan lepas. Mereka hanya bisa menyalahkan Xie Jianying yang bodoh.
Di kejauhan beberapa meter dari kediaman, Xie Ran berdiri dengan senyum tipis yang terukir melihat rasa takut satu keluarga itu. Pekerjaan Dou Dou sangat bagus sampai membuat mereka histeris seperti itu.
"Kau akan membunuh mereka juga?" Qu Xuanzi di sisinya bertanya. Jika Xie Ran sudah tersenyum pada musuhnya, sudah pasti akan ada pembunuhan.
"Tergantung suasana hatiku. Tapi untuk Xie Jianying, aku akan memberinya hak istimewa merasakan racun Xiao Caihong perlahan daripada mengeksekusi. Sisanya, takutnya penjara sudah penuh, aku akan lebih memilih."
"Terserah padamu," balas Qu Xuanzi tenang. "Sebenarnya, kamu masih terlalu lembut pada mereka."
Xie Ran melirik Qu Xuanzi dengan terkejut. Harus sekejam apa lagi? Kali ini saja ia sudah dianggap keterlaluan melakukan eksekusi besar-besaran. Tapi di mata Qu Xuanzi masih terlalu lembut?
"Lalu, bagaimana agar aku tidak terlalu lembut pada mereka?"
"Masih terlalu dini." Qu Xuanzi tidak ingin mengatakannya karena tidak cocok untuk Xie Ran yang 'lembut'. Jika ingin membunuh orang, maka bunuh saja. Tidak perlu menggunakan metodenya.
Tapi Xie Ran tidak gagal menangkap maksudnya. Ia tersenyum, kemudian mengangguk. "Jika dipikirkan lagi, aku memang terlalu lembut."
Liu Chang yang menongkrong di ujung sebagai pengamat hanya bisa terdiam. Ia ingin memanggil Xie Ran untuk segera pergi ke aula, tapi tanpa sengaja mendengar percakapan mereka yang tidak manusiawi.
Pasangan ini ... mereka bicara tentang hidup dan mati seseorang seolah membicarakan cuaca.
Liu Chang berdeham, membuat kedua orang aneh itu berbalik menatapnya. Liu Chang diam untuk beberapa saat, kemudian menghampiri Xie Ran sambil berkata, "Semua orang menunggumu di aula. Waktunya juga sudah dekat."
Xie Ran mengangguk. "Karena semua sudah siap, akan lebih baik langsung ke lokasi. Ada beberapa hal yang ingin kusampaikan setelah eksekusi."
Mereka langsung pergi ke tempat eksekusi dilaksanakan. Terdapat beberapa alat pancung untuk eksekusi massal di halaman yang luas, semua orang yang hadir dapat melihatnya dengan jelas.
Beberapa pria berbaju zirah berdiri di masing-masing balok kayu yang digunakan untuk para tawanan, dengan pedang panjang di tangan yang digenggam erat.
Para murid dan anggota klan hanya bisa diam di tempat. Para anggota keluarga tawanan diharuskan melihat dan berdiri sambil menangis. Tidak ada kebahagiaan di sana, hanya ada hal menyedihkan.
Xie Ran sudah datang ketika para tawanan diseret ke tempat eksekusi. Tapi ketika pengumuman eksekusi dilangsungkan dan pedang diangkat, Qu Xuanzi menutup kedua mata Xie Ran.
"Akan lebih baik tidak melihat."
"Aku sudah biasa." Lagipula Xie Ran tidak bisa melihat dengan jelas.
"Aku tidak ingin matamu ternodai." Qu Xuanzi hanya merasa, ia tidak ingin Xie Ran melihat hal buruk dan menyedihkan. Eksekusi massal itu berbeda dari perang, tidak pantas dilihat Xie Ran.
Tepat ketika kepala para tawanan terpisah disertai teriakan dan tangisan orang-orang, Qu Xuanzi baru membuka mata Xie Ran.
Pada saat ini, ada banyak orang yang sangat membenci Xie Ran meski tidak diungkapkan secara langsung. Apa pun keputusan Xie Ran, mereka tidak akan menyukainya dan terus membencinya.
Xie Ran kembali ke aula. Di tengah jalan, ia bertemu Xie Wang yang selama ini tidak hadir di hadapan orang-orang. Xie Wang sepenuhnya tidak ikut campur, tapi kali ini Xie Ran telah mengatakan sesuatu yang membuatnya harus datang.
"Ranran, apa kamu benar akan pergi?" Xie Wang agak khawatir. Meski ada Qu Xuanzi di sisinya, ia tetap mengkhawatirkan cucu kesayangannya yang belum sepenuhnya pulih.
Xie Ran mengangguk. "Mungkin setelah kepergianku, aku akan sembuh. Klan Xie untuk sementara aku serahkan pada Kakek, apa tidak masalah?"
Xie Wang menghela napas. "Aiya, kenapa harus pergi? Belum ada sebulan orang tua ini melihatmu, tapi sudah akan berpisah lagi. Apa karena orang-orang itu membencimu? Aku akan menanganinya."
"Akan lebih baik jika mereka membenciku. Kakek, aku berpikir untuk menutup Klan Xie sementara, hanya orang setia yang tetap dalam klan. Klan Xie akan pindah dari kekaisaran untuk sepenuhnya melepaskan diri dari kekaisaran. Aku pikir, ada sesuatu dalam kekaisaran dan tidak ingin melibatkan Klan Xie."
"Ada sesuatu?"
"Masih belum pasti. Tapi aku tidak ingin ikut campur dalam masalah kekaisaran, aku hanya ingin melindungi Klan Xie. Kakek, mohon kerja samanya."
Xie Ran belum mengatakan hal ini pada Zhong Xiaorong dan yang lain. Ketika ia pergi bersama Zhong Guofeng, ia dapat sedikit merasakan napas iblis dalam istana. Ia masih belum yakin akan hal itu, jadi hanya bisa melakukan tindakan pencegahan. Ia juga akan memberitahu Zhong Xiaorong untuk hati-hati nanti.
Sisa kaki tangan raja iblis tinggal dua, jadi dia harus hati-hati. Tapi karena Kaisar Iblis tidak membuat masalah, ia tidak akan mengusiknya. Hanya saja, ia merasa ada hal lain—selain Kaisar Iblis—yang mengganggunya.
Karena Xie Ran sudah bertekad, Xie Wang pun tidak memiliki pilihan. Ia menghela napas lalu mengangguk, mengikuti Xie Ran ke aula bersama.
Kedatangan Xie Wang ke aula menyebabkan semua perhatian terarah padanya, berniat meminta keadilan. Mereka berpikir bahwa Xie Ran benar-benar keterlaluan menyebabkan Xie Wang marah dan hadir di pertemuan untuk memberinya hukuman. Memikirkan hal tersebut, mereka merasa senang dapat memberi pelajaran pada Xie Ran.
Berdiri di depan kerumunan yang kebanyakan dari mereka adalah para wanita janda dan anak-anak, Xie Wang hanya bisa menghela napas untuk kesekian kalinya. Klan Xie benar-benar menyimpan orang-orang tidak berguna yang hanya bisa melakukan kerugian, wajar jika Xie Ran melakukan pembersihan massal.
Xie Ran di sebelahnya, hanya memandang kerumunan yang saling berbisik dengan wajah datar. Hanya beberapa orang yang diam, sedangkan sisanya termasuk keluarga yang baru saja ditinggalkan tidak bisa diam.
Xie Wang mengeluarkan auranya, menyebabkan semua orang diam. Mereka sama sekali tidak menghormati Xie Ran baik sebagai ketua maupun nona klan, itu yang membuat Xie Wang sangat kesal.
Setelah semua orang diam, Xie Wang melirik Xie Ran dan mengangguk padanya. Xie Ran pun mulai bicara, "Jika masih ada yang tidak suka dengan metodeku, aku bisa membiarkan kalian pergi. Tawaran sebelumnya masih sama, minum arak perpisahan dan pergi. Klan Xie tidak membutuhkan anggota tidak kompeten."
Pandangan mereka terarah pada Xie Wang yang hanya diam. Xie Wang di sini hanya untuk mengamati? Bukan membela mereka?
Dalam sekejap, harapan mereka pupus kurang dari setengah menit.
Tidak ada yang bersuara, semua hanya diam. Mereka tidak mau lepas dari kekayaan dan kekuatan, sehingga memilih bertahan dalam neraka dibandingkan menjadi gelandangan. Mereka hanya bisa memendam kebencian yang tidak lagi dapat dipulihkan, menunggu kematian Xie Ran dan mereka mendapatkan kebebasan.
Melihat masih tidak ada yang bergerak, Xie Ran melirik Mei Liena memberinya sebuah isyarat. Mei Liena segera mengangguk, lalu berjalan ke sisi Xie Ran.
Ia mengeluarkan beberapa pil. Pil semerah darah yang memiliki aroma khas dan sangat menenangkan. Namun ketika pil itu jatuh ke tangan Xie Ran, mereka mengeluarkan sinar merah yang pekat membuat pil itu tampak seperti tetesan darah.
Mei Liena menghadap semua orang lalu menjelaskan, "Namanya adalah Pil Darah Kesetiaan. Setelah Ketua Klan menyempurnakan pil dengan sihir pesona, efek pil akan semakin kuat yang dapat membuat peminumnya menuruti semua perkataan Ketua Klan. Jika kalian meminumnya, mungkin dapat menyelamatkan nyawa kalian."
Semua orang terkejut. Bukankah sama saja masuk dalam kendali Xie Ran? Betapa mengerikan itu! Mereka jelas tidak akan pernah bisa balas dendam atau sebagainnya, sepenuhnya menjadi budak Xie Ran yang tidak dapat memiliki kehidupan yang mereka inginkan.
Mei Liena tersenyum, kemudian melanjutkan, "Namun, sebelum itu terjadi, mungkin kalian akan mengalami siksaan pada jiwa kalian yang kotor. Dengan ini, ingatan kalian akan hilang, tidak ada perasaan atau emosi, sama seperti dilahirkan kembali. Tenang saja, itu tidak akan menghancurkan kekuatan kalian."
Mereka semua saling tatap. Sepertinya Ketua Klan agak melunak setelah mengeksekusi banyak orang meski metodenya cukup kejam. Setidaknya, mereka tidak mati atau kehilangan kekuatan. Hanya hilang ingatan, itu bukan masalah.
Namun untuk beberapa yang memiliki kebencian mutlak tentu keberatan. Melupakan semua yang Xie Ran lakukan dan menjadi budaknya? Mereka lebih baik mati daripada melakukan itu!
Dan seperti yang Xie Ran duga, banyak yang tidak setuju dan mulai saling memprovokasi satu sama lain. Sepertinya, mereka sudah tidak sabar lagi.
Xie Ran tersenyum dalam. "Liena, siapkan arak perpisahan."
"Baik."
Semua orang menghirup napas dingin, kemudian beberapa orang buru-buru maju dan berlutut untuk menerima pil darah kesetiaan. Diikuti dengan yang lainnya menyisakak beberapa orang di belakang yang agak tercegang.
"Ketua Klan, mohon belas kasihnya. Kami akan melakukan apa pun untuk Ketua Klan!" Mereka menunduk, tidak berani menatap Xie Ran.
Xie Ran hanya mengisyaratkan pelayan untuk memberi mereka semua pil. Mereka menerima satu pil masing-masing, termasuk anak kecil di atas 3 tahun.
Ketika salah satu dari mereka menenggaknya, tubuhnya langsung menggilgil dan pucat. Matanya memutih, ia jatuh, kejang di tempat membuat semua orang tercegang.
"Ketua Klan—"
Mei Liena menyela untuk menjelaskan, "Ini adalah efek awal untuk seseorang dengan pemikiran buruk, bisa lebih buruk lagi sesuai kelakuan di masa lalu. Untuk anak-anak, tidak akan seburuk itu."
Mereka semua menatap pil di tangan dengan ekspresi rumit. Mereka sudah dewasa, sudah pasti banyak melakukan kesalahan. Untuk dilahirkan kembali, sama saja menebus semua kesalahan mereka dan menjadi kertas kosong.
Dengan penuh ragu dan takut, beberapa mulai minum. Sisanya hanya diam mencari waktu lain, melihat beberapa orang yang teriak kesakitan dan kejang bersamaan. Bahkan ada yang sampai mulutnya berbusa seperti keracunan. Menahan rasa sakit seperti itu, sama saja mati lebih baik dari hidup.
"Sisanya, buang." Ucapan Xie Ran jatuh ke telinga mereka yang belum minum.
Cepat-cepat yang sudah menerima pil langsung meminumnya sebelum dicekoki arak perpisahan. Hampir semua murid meminumnya bersamaan, lalu jatuh ke keadaan menyedihkan. Anak-anak yang meminumnya tidak mengalami hal yang buruk, mereka hanya demam dan langsung dikumpulkan untuk dirawat. Sisanya dibiarkan.
Sedangkan beberapa orang yang menolak meminum pil tidak diberi kesempatan meminta maaf. Xie Ran telah memberi celah pada mereka untuk hidup lebih baik, tapi mereka menolak sehingga hanya bisa menerima arak hukuman itu.
Setelah dicekoki arak perpisahan, mereka diseret keluar dari klan. Klan dilingkupi oleh hutan yang terhubung dengan Hutan Bintang. Banyak hewan buas berkeliaran. Mereka yang tidak sadar lebih cepat dan pergi ke kota akan mati dilahap.
Efek yang terjadi pada pil beragam sampai aula dipenuhi manusia-manusia yang sekarat. Ada beberapa yang sudah pulih, tapi masih kelelahan sehingga hanya bisa terkapar lemah.
Waktu terus berjalan, sampai akhirnya orang-orang yang telah mengalami siksaan telah sadar kembali. Sedangkan Xie Ran hanya bermain dengan Long Ying di tangannya mengabaikan mereka semua.
Xie Wang berkenalan dengan beberapa naga Xie Ran. Tidak ada Xiao Caihong di sini karena sedang bersama Su Liu'er. Sedangkan Yan Yao dan Liu Chang bermain gunting batu kertas, Pei Xi dan Zhou Kui bermain catur dengan tenang, serta Mei Liena dan Zhong Xiaorong yang menonton pertunjukkan dua orang bodoh dan dua orang gabut.
Mereka sudah termasuk baik hati mau menunggu orang-orang sekarat itu sadar.
Hingga akhirnya hampir setengah dari mereka telah sadar, tertegun akan situasi aula yang membingungkan. Sebenarnya ketua mereka dan yang lainnya telah menunggu begitu lama?
Xie Chao, kepala keluarga klan di Kota Guizhou yang merupakan kerabat jauh Xie Yao sadar terlebih dahulu dan segera berlutut.
"Bawahan ini, Xie Chao, akan mematuhi semua ucapan Ketua Klan." Xie Chao tidak ragu berlutut. Meski ia telah dibersihkan, ia masih ingat dengan jelas apa yang terjadi sebelumnya yang artinya pil itu tidak menghapus ingatannya. Sepertinya hanya orang-orang tertentu yang hilang ingatan.
Pandangan Xie Ran dan yang lain terarah pada Xie Chao. Xie Chao adalah salah satu keluarga yang menutup diri sejak pemerintahan Huai Mao. Ia diasingkan oleh keluarga lain dan dijatuhkan ke lumpur hingga akhirnya tidak lagi ikut campur masalah klan.
Bahkan selama operasi pembersihan ini, mereka hanya diam meski pernah tersembur darah di hari pertama. Ia menganggap itu sebagai bayaran dari Xie Ran, membunuh semua yang menjatuhkan keluarganya tepat di depan mata.
"Meskipun kau tidak memakan pil, aku tahu kau akan patuh." Xie Ran kemudian menatap kakeknya.
Xie Wang berdiri dan pergi ke arah Xie Chao. "Aiya, Xiao Chao, tidak perlu terus berlutut seperti itu. Ranran memang agak kasar tapi sebenarnya dia baik."
Xie Chao tertegun akan penyambutan Xie Wang yang tidak berubah dari tahun ke tahun. Ia tersenyum, kemudian berdiri lalu membungkuk di depan Xie Wang. "Murid memberi hormat pada Guru."
Liu Chang di pojokan kelewatan menyemburkan teh dari mulutnya ke wajah Yan Yao. Ia terkejut mendengar panggilan itu. Sebenarnya Xie Chao adalah murid Xie Wang! Bagaimana bisa? Apa itu berarti, cucunya sendiri selama ini telah menindas muridnya?
Liu Chang sama sekali tidak sadar, tindakannya membuat Yan Yao sangat kesal dan sangat ingin meninjunya. Beruntung masih di aula, ia akan memberi pelajaran nanti.
Xie Ran bahkan lebih terdiam lagi. Kejutan macam apa ini!
Xie Wang tertawa terbahak-bahak. "Haha, tidak disangka kau masih ingat setelah memakan pil cucuku. Aku pikir, kau akan melupakan orang tua ini. Tidak sia-sia aku merawatmu!"
Kakek, bukankah kau melupakan muridmu sebelumnya? Apa kau tidak sadar atau pura-pura tidak tahu? Xie Ran merasa kakeknya ini sangat aneh melebihi harapannya. Bagaimana Xie Chao memiliki guru tidak bertanggungjawab ini?
Xie Ran berdiri dari kursi, mengabaikan Xie Chao yang kini menjadi perhatian Xie Wang. Jika dilihat, Xie Chao seumuran dengan ayahnya, seharusnya tidak masalah jika memberinya beberapa pekerjaan agar tidak terlalu senggang di sisi Xie Wang.
Qu Xuanzi yang sejak tadi sibuk sendiri di sisi Xie Ran hanya bisa tersenyum diam-diam. Ranran-nya sedang cemburu dengan murid kakeknya sendiri, ia terlihat imut.
"Aku menunggu bukan tanpa alasan, melainkan untuk mengumumkan sesuatu." Xie Ran langsung bicara membuat semua anggota klan yang baru sadar terarah padanya penuh pertanyaan. Pandangan mereka bukan lagi pandangan kebencian, melainkan pengabdian.
Kecuali anak-anak dan Xie Chao, semuanya hilang ingatan. Xie Ran membuatnya secara khusus atas permintaan Xie Wang. Mereka tidak ada dalam kendali Xie Ran, melainkan akan melakukan apa yang seharusnya dilakukan setelah mengalami hilang ingatan. Mereka melupakan semua kejadian, kecuali keluarga-keluarga mereka karena ikatan darah. Itu mengapa pil itu disebut pil kesetiaan.
Xie Ran melanjutkan, "Mulai hari ini, aku mengumumkan bahwa Klan Xie tidak lagi berada dalam kekuasaan kekaisaran. Klan Xie akan menghilang dari kekaisaran, mengasingkan diri bersama kakekku. Untuk beberapa waktu, aku akan pergi ke suatu tempat, kakekku yang akan mengambil alih klan sampai aku kembali. Jadi, mohon kerjasamanya untuk ini."
Semua orang membungkuk dengan hormat lalu berucap serempak, "Baik, Ketua Klan!"
Xie Wang berbalik menghadap Xie Ran, berniat mengajukan pertanyaan. "Ranran, ke mana kau akan pergi setelah ini?"
Xie Ran diam untuk beberapa saat melihat keenam temannya, kemudian menatap kakeknya kembali. "Benua Lava."