The Emperor God Wife Is Naughty

The Emperor God Wife Is Naughty
127. Makam Leluhur Naga (1)



Perjalanan panjang ini membutuhkan waktu beberapa bulan untuk sampai. Sepanjang perjalanan, hanya terlihat hamparan lautan tak berujung memenuhi pandangan.


Long Yun cukup kuat untuk melakukan perjalanan panjang, bahkan dapat melakukan perjalanan maksimal satu tahun tanpa istirahat dengan kecepatan konstan.


Xie Ran dan yang lainnya berada di punggung besar Long Yun dengan tenang. Mereka menghabiskan bekal yang telah disiapkan dari klan dan tidur di atas punggung Long Yun. Meski Xie Ran dapat pergi ke liontin untuk beristirahat, ia tidak ingin meninggalkan teman-temannya di luar.


Sampai akhirnya, tak terasa dua bulan telah berlalu. Melalui teropong, Xie Ran akhirnya dapat melihat sebuah pulau di balik kabut. Kabut yang sangat tebal sampai pulau tersebut tidak terlihat, bahkan teropongnya tidak dapat menembus kabut.


Xie Ran menurunkan teropong merasa kepalanya pusing. Pandangannya masih sangat buram, berlama-lama menggunakan teropong hanya membuat matanya pegal dan semakin berbayang. Tapi setidaknya pengamatannya tidak sia-sia.


"Kita hampir sampai." Xie Ran berbalik memandang teman-temannya.


"Aku benar-benar pergi ke Benua Lava yang hilang, betapa istimewa itu." Liu Chang masih tidak percaya dia benar-benar pergi ke Benua Lava yang legendaris. Selama ini ia hanya mendengarnya dari buku, tapi tidak disangka akan berkunjung sekarang dan Benua Lava benar-benar ada.


Xie Ran menyipitkan mata. "Sepertinya tidak sesederhana itu. Karena terbilang telah hilang, aku pikir tidak akan mudah memasukinya."


Long Yun sedikit mendaratkan penerbangan di atas lautan ketika melihat kabut tebal menutupi jalannya. Qu Xuanzi segera memberi pembatas yang sangat besar tepat sebelum memasuki kabut tanpa disadari mereka kecuali Xie Ran dan para naga. Hanya ada kegelapan kabut yang samar-samar terlihat lautan yang telah menggelap di bawahnya.


Suasana menjadi begitu misterius. Pandangan tertutupi kabut abu-abu sehingga tidak dapat melihat ada apa di depan sana, hanya dapat melihat jarak 3 meter di sekitar mereka yang tampak kosong.


Bisa dilihat lautan mulai dangkal dengan ditandai akan bebatuan besar yang timbul di mana-mana. Ombak laut sangat tenang seolah telah mati, sedangkan di atasnya terdapat banyak tulang belulang mengambang terbawa arus. Bisa ditebak, semua itu adalah sisa tulang naga yang telah mati.


"Apa ini ... karena perang itu?" Mei Liena tanpa sadar mengeratkan genggamannya di siku Xie Ran. Pemandangan itu sangat menyeramkan dan miris bersamaan. Bisa dilihat, efek perang itu sangat mempengaruhi para naga.


Xie Ran melirik Qu Xuanzi sebentar, berpikir mungkin Qu Xuanzi tahu penyebabnya karena ia ada di perang itu. Kondisi Dunia Atas mungkin lebih buruk dari ini. Tidak tahu bagaimana Dunia Bawah.


Qu Xuanzi membalas tatapan Xie Ran dengan senyuman samar. Ranran-nya memiliki perasaan yang sama seperti para naga karena telah menyatu sempurna dengan aura naga, ia sudah bisa disebut sebagai naga dalam bentuk manusia.


Qu Xuanzi tidak ingin Xie Ran sedih seperti ketika Long Huo dan Long Long terluka, jadi dia menjelaskan, "Mereka hanya naga yang gugur dalam peperangan. Karena batas benua tertutup oleh kabut, para naga di dalam tidak berani keluar dan membiarkannya. Di dalam sana masih ada beberapa naga, setelah ratusan tahun mungkin ada lebih banyak."


"Kabut ini ... kau yang buat?" Xie Ran berbisik dengan curiga.


Qu Xuanzi menggeleng. "Jika aku yang membuat, mungkin akan lebih buruk dari ini." Ia merasa kabut ini hanya sekadar asap tipis saja. Meski efek terhadap naga sangat jelas dan berbahaya, ia telah membuat pelindung di sekitar agar kabut itu tidak melukai naga di sekitar mereka, termasuk Xie Ran. Jadi mereka bisa masuk dengan aman.


Sangat jelas bahwa kabut ini dibuat oleh Dewa Naga terdahulu. Karena Dewa Naga sudah mati, efektifitas kabut melemah sehingga hanya bisa menahan naga saja, bukan makhluk lain. Tujuan membuat kabut ini sendiri adalah perlindungan untuk Benua Lava. Meski agak kasar, itu memang temperamen Dewa Naga.


Xie Ran tidak melanjutkan pertanyaan lagi. Benar, berdasarkan temperamen Qu Xuanzi, tidak mungkin hanya sekadar membuat kabut sebagai penghalang. Ia mungkin akan membuat yang lebih besar dan berbahaya lagi sehingga tidak ada yang berani melihatnya.


Pada akhirnya Xie Ran penasaran. Seberapa kuat Qu Xuanzi? Ia telah menjadi Kaisar Langit di umur yang termasuk muda diantara para dewa yang telah berumur ratusan ribu tahun. Jika dipikirkan berdasarkan cara berpikir para dewa, Qu Xuanzi masih remaja. Beberapa dewa tua dibuat takut oleh seorang remaja ... bahkan Xie Ran tidak bisa memikirkannya lagi.


Tidak lagi memikirkan bagaimana harga diri para dewa yang goyah, Xie Ran kembali fokus pada perjalanan yang semakin lama semakin mendekati daratan.


Semakin dekat dengan daratan, semakin banyak sisa tulang besar milik naga beehamparan. Hingga akhirnya Long Yun mendarat ke atas tanah, mereka semua turun dari bahu Long Yun kemudian berbaris melihat pemandangan bekas perang yang telah menjadi tanah tandus.


Tanah yang dipijak memiliki warna gelap. Batu obsidian di mana-mana begitu kaya dan berlimpah. Tidak ada tanaman, hanya ada batu-batu merah dan gelap berhamparan bercampur dengan sisa tulang yang tidak dikubur. Jika tidak ada tulang belulang, mungkin tempat ini akan menjadi surga harta terutama Xie Ran dan Zhou Kui yang selalu memburu bebatuan sebagai harta untuk senjata.


Kabut masih berkeliaran di sekitar mereka sehingga tidak boleh berkeliaran seenaknya. Meski radar perisai Qu Xuanzi besar, mereka juga tidak boleh bermain-main seperti di taman bermain untuk melihat-lihat. Kedatangan mereka di sini bukan untuk bertamasya, melainkan sebuah misi.


Batu spiritual berserakan membuat siapa pun meneguk saliva merasa gatal ingin mengambil. Namun Qu Xuanzi mengingatan untuk tidak mengambil apa pun, karena semua benda dalam lingkup kabut mengandung racun. Ia tidak peduli pada yang lain, tapi memperingati Xie Ran yang menyukai barang berkilau.


Saat ini, Xie Ran hanya bisa bersyukur pandangannya kabur sehingga tidak bisa dengan jelas melihat benda berkilau itu. Atau dia akan benar-benar menyesal meninggalkan harta yang berhamparan seperti sampah.


Mereka melanjutkan jalan, mengabaikan batu spiritual berharga begitu saja sampai akhirnya meninggalkan wilayah berkabut.


Kontras dengan wilayah berkabut, bagian dalam benua benar-benar berbeda dari apa yang mereka pikirkan.


Jika wilayah berkabut terdiri dari harta yang seperti sampah bercampur dengan fosil naga yang sudah seperti hutan tulang, di balik semua itu terdapat gunung berapi besar yang mengaliri sungai lahar dari ujung ke ujung dan bercabang seolah itu adalah sungai deras yang biasa digunakan untuk mandi dan minum serta tempat tinggal ikan.


Bukan hanya ada gunung berapi, terdapat beberapa tanaman tidak dikenal tersebar di berbagai sisi seperti hutan. Batu obsidian berserakan seperti bebatuan biasa dan masih sangat panas menyatu dengan tanah kering.


Batu-batu spiritual tersebar diantara lahar panas denagan tingkatan tertentu. Batu spiritual dengan tingkatan tertinggi ada di ujung gunung merapi yang terbentuk dari lahar terbaru.


Para manusia itu hanya bisa terdiam, bahkan Xie Ran tidak bisa mengatakan apa pun. Dibandingkan wilayah berkabut, harta di dalam benua lebih berlimpah dan dipajang begitu saja tanpa digunakan!


Pada dasarnya, naga sangat kaya, manusia lebih miskin lagi. Bisa dibilang, manusia hanya tunawisma. Jika naga memiliki banyak harta dan tubuh fisik terkuat, peri memiliki kecerdasan tinggi dengan kemampuan pengobatan dan tanaman berlimpah, maka manusia hanya menumpang dengan ego tertinggi. Pantas saja mereka begitu membenci manusia.


Hari ini begitu membuka mata mereka. Benua Zhongbu bisa dikatakan sangat miskin dibandingkan Benua Lava. Mereka belum saja datang ke Dunia Atas dan Dunia Bawah di mana harta lebih berlimpah lagi dengan dua kategori yang bertolak belakang.


"Jadi, ke mana kita harus pergi?" Ucapan Pei Xi membuat semua ratapan dalam hati mereka bubar. Mereka langsung menoleh ke arah Pei Xi, kemudian melirik Xie Ran untuk meminta jawaban.


Xie Ran melirik Long Yun. "Kau tahu di mana makam leluhur?"


Long Yun mengangguk dengan ragu. Ia tahu betul bagaimana makam leluhur meski sudah lama tidak tinggal di Benua Lava. Ia sendiri terkejut melihat kenyataan bahwa Benua Lava masih ada. Awalnya ia pikir hanya tersisa dirinya, Long Huo dan Long Ying saja.


Mengenai makam leluhur naga, itu adalah tempat sakral bagi para naga sekalipun. Tidak ada yang boleh masuk, apalagi makhluk lain terutama manusia. Karena Xie Ran memiliki aura naga serta Qu Xuanzi adalah Kaisar Langit, ia tidak perlu cemas, tapi untuk yang lainnya ....


"Para roh leluhur sangat sensitif terhadap makhluk lain. Akan lebih baik jika hanya Master dan Tuan Dewa saja yang ikut, sisanya menunggu." Long Yun memberitahu pada Xie Ran agar dapat disampaikan pada teman-temannya.


Xie Ran mengangguk. "Aku dan Xuanzi saja yang ke sana, kalian tunggu di depan untuk berjaga dan menunggu aba-aba. Jika ada sesuatu, segera beritahu. Aku juga akan memberitahu jika membutuhkan kalian. Para roh naga sulit ditebak, lebih baik berjaga-jaga."


Butuh waktu seharian untuk sampai di depan makam leluhur dengan kecepatan terbang Long Yun, tapi sebelum mereka memasuki wilayah makam leluhur, Xie Ran memberi isyarat untuk bersembunyi di balik bebatuan besar dekat sungai lahar.


"Ada apa?" Yan Yao bertanya, langsung diinjak Xie Ran untuk diam. Jika yang menginjak Mei Liena atau Zhong Xiaorong bisa ia tahan, tapi Xie Ran ... ia bahkan tidak berani berteriak keras dan hanya bisa pasrah dengan warna wajah yang menghijau.


Pandangan mereka fokus ke arah gerbang makam leluhur. Beberapa saat kemudian, beberapa sosok muncul membuat mereka semua terkejut.


Sekitar lima pria berjubah hitam melintas, dengan topeng hitam menyeramkan tampak tidak asing. Mereka berjalan dengan langkah tegap seperti prajurit sebelum akhirnya menjauh dari makam leluhur.


Tiba-tiba mereka mengerutkan kening bersamaan. "Iblis? Sedang apa mereka di sini?" Zhong Xiaorong bertanya-tanya. Aura mereka sangat pekat sehingga ia dapat merasakannya dengan jelas.


"Sepertinya memang terjadi sesuatu. Kabut di perbatasan sudah melemah sejak awal, aku pikir sebelum kita datang, ada orang lain yang datang terlebih dahulu." Xie Ran mengidentifikasi. Jika itu iblis, memang logis mengingat kekuatan Kaisar Iblis. Tapi, apa itu berarti Kaisar Iblis ada di sini? Itu akan sangat berbahaya. Xie Ran melirik Qu Xuanzi meminta jawabannya, mungkin Qu Xuanzi tahu.


"Dia tidak ada di sini." Qu Xuanzi sadar kecemasan Xie Ran. Memang bukan saatnya mereka bertemu secara langsung.


Xie Ran akhirnya bisa bernapas dengan lega. Mungkin salah satu dari dua kaki tangan raja iblis yang tersisa, atau Raja Iblis itu sendiri. Jika seperti itu, bukan masalah untuknya.


"Kalau begitu, aku harus secepatnya mengambil tubuh fisik Long Long." Xie Ran bergegas keluar dari persembunyian setelah yakin para iblis itu telah pergi jauh.


Qu Xuanzi mengikuti, serta Long Yun dan Long Ying menemani sebagai naga asli agar mereka tidak mendapat masalah. Sisanya menunggu sesuai pengaturan Xie Ran dan akan bertindak jika terjadi sesuatu. Benua Lava tidak aman seperti yang dipikirkan, mereka harus ekstra berhati-hati.


Mereka memasuki makam leluhur yang hanya terdiri dari pepohonan seperti hutan belantara. Long Yun dalam wujud aslinya, harus kesulitan melewati makam leluhur yang tidak terurus. Ia sempat kesal karena para naga itu tidak mengurus makam leluhur dengan baik.


Hingga akhirnya menyebrangi pepohonan rindang, mereka dihadapkan oleh sebuah gua yang sangat besar. Mulut gua itu lebih besar dari tubuh Long Yun, serta memiliki banyak reruntuhan di sekitar akan batu-batu yang runtuh baik karena gempa maupun lainnya.


"Di dalam sana terdapat banyak tubuh fisik pendahulu yang diawetkan. Pemimpin naga yang mati, akan diawetkan di tempat ini. Suhu di dalam sana sangat dingin, bahkan naga biasa tidak dapat menahannya." Long Yun tidak berani memasuki gua yang merupakan makam sebenarnya itu.


Tidak ada yang berani masuk kecuali penanggungjawab makam leluhur yang biasa membawa jasad Raja Ras Naga dari generasi ke generasi untuk diawetkan dan diberi kehormatan tinggi. Sayangnya, generasi pengurus makam naga telah tiada sejak perang. Ia melihatnya sendiri kematian menyedihkan itu yang terus meraung untuk kejayaan ras naga sebelum ajal menjemput.


"Bagaimana dengan Long Long?" Xie Ran bertanya.


"Leluhur Long seharusnya merupakan leluhur generasi pendiri Benua Lava yang merupakan bawahan langsung Dewa Naga. Seharusnya ada di dalam sana."


"Bagus." Xie Ran mengangguk paham, pandangannya tidak lepas dari gua besar di hadapannya.


Ketika Xie Ran melangkah, hembusan angin menerpa begitu kencang seolah sesuatu akan keluar dari sana. Xie Ran mundur beberapa langkah, meraskaan tekanan yang tiba-tiba datang menyebabkan seluruh ototnya kaku dan tegang.


Long Yun lebih tidak bisa menahan dan langsung mendapati perlindungan Long Ying. Jika itu naga biasa, pasti sudah mati. Long Yun berada di Dunia Atas selama bertahun-tahun dan menjadi naga terkuat. Namun Long Ying yang merupakan naga di bawah Dewa Laut lebih kuat lagi. Jika tidak cedera, dia mungkin saja dapat menyamakan kekuatan Long Long.


Tekanan itu membuat Xie Ran merasa sesak. Qu Xuanzi yang tidak terpengaruh langsung meringani rasa sakit Xie Ran, kemudian melihat ke dalam gua dengan pandangan dingin.


Berani bersikap angkuh di depannya? Para naga tua itu benar-benar memiliki nyali.


Suasana hati Qu Xuanzi sedang tidak baik karena para naga itu ingin melukai Xie Ran. Ia hendak mengeluarkan auranya untuk menekan para naga tua, tapi tiba-tiba sebuah tangan halus menggenggam lengannya dengan erat.


Xie Ran yang sudah baik-baik saja bicara, "Jika kau menunjukkan diri, hanya akan membuat mereka kabur. Para iblis juga akan merasakan auramu." Xie Ran tidak mau mengambil resiko. Jika para iblis tahu bahwa Qu Xuanzi akan ke sini, bukan hal baik kalau tiba-tiba mereka meminta perlindungan dan membawa Kaisar Iblis ke tempat ini.


Qu Xuanzi mengerti kekhawatiran Xie Ran. Ia mengusap rambut Xie Ran dengan lembut, "Baik. Aku ikuti rencanamu."


Sebenarnya, bukan Kaisar Iblis yang menjadi ancaman untuk saat ini. Tapi tidak salah jika mengikuti rencana Xie Ran karena menyembunyikan diri untuk sementara dan bersiap memang lebih tepat. Tidak tahu siapa lagi yang akan datang.


Tepat sebelum Xie Ran melangkah, sebuah suara arogan menggema dari dalam gua.


"Makhluk kotor mana yang ingin menodai tempat suciku. Enyahlah, sebelum aku mengoyak jiwamu sampai tidak bisa berinkarnasi!"


Raungan terdengar begitu memekakkan telinga. Terdengar terdiri dari beberapa raungan memberitahu bahwa di dalam sana tidak hanya ada satu naga yang mencoba menyingkirkan penyusup.


Xie Ran memperhatikan gua tersebut dengan seksama. Para naga tua itu memang sangat sensitif. Ia baru saja sampai, sudah diteriaki seperti meneriaki maling. Awalnya ia berencana memeriksa terlebih dahulu untuk menyusup diam-diam, tapi para naga itu sudah mengetahui sebelum ia bertindak. Oleh karena itu, ia hanya bisa menggunakan cara lain.


"Keluarlah!" Xie Ran bersedekap dada di depan mulut gua. Suaranya terdengar tanpa emosi, namun menggema di dalam gua menyebabkan para naga tua itu marah.


"Kamu berani!"


Beberapa sinar abu-abu melesat dari dalam gua dengan kecepatan tinggi. Jumlahnya sekitar lima siluet sinar yang meluncur dengan cepat dan memberi serangan bersamaan ke arah Xie Ran.


Xie Ran menghindari serangan dengan tepat. Wujudnya berpindah seperti kilat dan muncul tepat di mulut gua sedangkan kelima naga tua itu berada di luar dengan perasaan bergebu-gebu.


Mereka menampilkan wujud asli yang begitu besar. Lebih besar dari Long Yun dengan tampang sangar dan galak. Iris mereka tampak berwarna emas, melihat ke arah Xie Ran dengan pandangan tajam.


"Manusia?" Mereka agak terkejut melihat manusia bisa datang ke tempat ini dengan selamat. Tidak pernah ada manusia sejak perang itu, bahkan sebelum perang jumlah manusia yang datang ke Benua Lava bisa dihitung jari. Apalagi seorang gadis kecil, mereka tidak pernah bertemu dengan tamu gadis manusia yang tampak belum dewasa.


Hal yang membuat mereka semakin heran, mereka sebelumnya tidak dapat mengidentifikasi gadis manusia itu dengan benar sehingga berpikir itu adalah seekor naga nakal yang harus diberi sedikit pelajaran agar kapok. Siapa manusia itu sebenarnya?


Satu lagi, ada seorang pria tidak jauh dari mereka. Tampangnya tidak asing, tapi mereka tidak bisa mengingatnya. Ia juga tampak masih muda, tidak jauh lebih tua dari gadis itu. Perasaan takut tiba-tiba muncul ketika melihatnya, tapi mereka langsung menepis hal tersebut. Hanya dua manusia, apa yang harus ditakutkan?


Hal yang membuat mereka marah, ada dua naga di belakang pria itu yang tampak sangat patuh. Apa derajat naga sekarang sudah benar-benar jatuh? Sejak kapan naga menjadi patuh pada manusia!


Pada saat ini, kelima naga tua itu sangat marah. Melihat dua rakyatnya berkhianat pada manusia, ditambah dua manusia muncul ingin mengotori tempat peristirahatannya. Ia tidak akan membuat mereka mati dengan mudah!