The Emperor God Wife Is Naughty

The Emperor God Wife Is Naughty
211. Firasat Buruk



Sayap raksaksa terkepak mengibaskan pepohonan dan dedaunan seperti tiupan badai. Sosok biru mendarat ke atas tanah, lalu menghilang ke dalam tubuh wanita yang tampak pucat dan bergetar. Pandangannya yang kosong sesaat menyapu ke arah pria di sampingnya, kemudian menghela napas.


"Kau tak apa?" Yan Yao bertanya. Meski seharusnya Zhong Xiaorong yang bertanya mengenai cederanya, tapi ia lebih mengkhawatirkan wanita itu.


"Aku hanya terkejut." Zhong Xiaorong memijit kepalanya yang berdenyut. "Bagaimana bisa ... bagaimana bisa Kaisar Iblis—"


"Sebenarnya Kaisar Iblis bisa saja membunuh kita tanpa kita sadari," sela Yan Yao. Sepertinya ia menyadari sesuatu.


"Tapi dia tidak melakukannya. Kenapa?" Zhong Xiaorong begitu kacau. Jika Kaisar Iblis memilih berpihak pada Dewa Iblis, mengapa harus repot-repot membiarkan mereka hidup? Ia tidak paham dan tidak bisa berpikir dengan jernih.


Yan Yao memandangnya untuk beberapa saat, lalu berkata, "Telah terjadi sesuatu, dia mencoba membiarkan kita memberi peringatan pada Ruoruo, karena hanya kita yang tahu situasi dari dekat."


Zhong Xiaorong menatapnya dengan bingung, kemudian semua pemikiran telintas di kepalanya. "Dia ...."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Kau membiarkan mereka lari secara sengaja?" Dewa Iblis di dalam ruangan Kaisar Iblis terkekeh. Kekehannya terdengar menggelikan, juga mengerikan. "Aku baru tahu seorang Kaisar Iblis bisa memiliki belas kasihan. Sepertinya, boneka pengendali jiwa tidak sepenuhnya efektif."


Kaisar Iblis memutar bola mata tidak mau peduli. Ia malas meladeni iblis gila satu ini. Andai saja ia tidak terikat dan mengetahui identitas Zhong Wenyue sejak lama, ia sudah memerangi pria itu dan tidak akan membiarkannya bisa melihat dunia ketika baru dilahirkan.


Alasannya membebaskan anak-anak itu tentu hanya karena Xie Ruo. Jika mereka bukan teman-teman Xie Ruo, ia tidak akan berwelas kasih mengeluarkan mereka dari istana sebelum terjadi kehancuran yang disebabkan olehnya sendiri.


Jadi sebelum Dewa Iblis benar-benar mengendalikannya, ia usir saja dua anak itu. Meski caranya agak kelewatan, tapi kebetulan perintah Dewa Iblis adalah membunuh teman-teman Xie Ruo, kecuali Zhong Xiaorong yang posisinya di istana melemah.


"Jadi bagaimana ini? Anak-anak itu pasti akan membocorkan segalanya." Dewa Iblis mengerutkan kening seraya berpikir, kemudian senyum mekar di bibirnya. "Tapi itu tidak sepenuhnya buruk. Meski mereka tidak mengadu, hewan suci pasti sudah melihatnya dan akan memberi laporan. Ketika Asura pergi, bukankah penjagaan Dunia Atas melemah hanya dengan dewa-dewa kecil itu?"


Kaisar Iblis melihat Dewa Iblis dengan tajam. Kemudian tatapannya menjadi penuh meremehkan sebelum akhirnya tertawa. "Puncak komedi." Wajahnya kembali datar dan mengabaikan pria itu.


"Jika hanya para bawahanku, tentu tidak akan berhasil, kau pantas menganggapnya sebagai lelucon. Tapi, bagaimana jika aku sendiri yang datang?"


Kaisar Iblis tidak menatapnya lagi, hanya memendam kegelisahan dalam hatinya mengenai apa yang akan terjadi. Ia tahu semua ini, tapi tidak bisa menyampaikannya atau memberi peringatan.


"Kau tenang saja, aku tidak akan membunuh siapa pun. Tapi jika ada yang berani mengganggu, aku tidak berjanji," ungkap Dewa Iblis, melihat pria yang berdiri beberapa meter darinya.


Sepertinya Dewa Iblis tidak lagi main-main. Ia berniat mengakhiri segalanya lebih cepat.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sepasang iris biru terbuka lebar, melihat ruang kosong dan dipenuhi cahaya di depan matanya dalam diam. Ia berada di ruang memori untuk berkultivas. Pada umumnya, ruang memori akan sensitif untuk segala sesuatu yang terjadi di dunia.


Ia tidak bisa melihat apa yang terjadi di dunia karena kekuatan psikisnya masih belum mencapai syarat. Tapi firasatnya mengatakan, akan terjadi sesuatu dalam waktu dekat. Terlalu kuat sampai Xie Ruo merasa gelisah.


Xie Ruo keluar dari ruang memori dan bertemu Qu Xuanzi yang baru datang sehabis menyiapkan makanan. Tentu saja, tidak ada yang tahu bahwa selama ini Qu Xuanzi selalu menyiapkan makanan khusus untuk Xie Ruo. Jika semua orang tahu, mereka mungkin tidak akan bisa berkata-kata.


Seorang Kaisar menyiapkan makanan setiap hari dan melakukan hal kasar di dapur, itu benar-benar akan membuat mereka ragu apa yang mereka lihat nyata atau tidak. Terlebih lagi, mereka semua tidak akan menyangka seorang kaisar yang mereka takuti sekaligus agungkan merendah menjadi koki pribadi seorang wanita.


Xie Ruo tersenyum melihat Qu Xuanzi menemuinya di ruang kultivasi. Ia berdiri dan langsung berhadapan dengan pria itu.


"Sudah tengah hari, aku membuatkan pancake yang kamu inginkan."


Xie Ruo tersenyum kecut. "Aku mau ayam."


"Sudah kubuatkan juga." Qu Xuanzi mengusap rambut Xie Ruo dengan gemas. Ini hal biasa, tiba-tiba saja Xie Ruo mengubah keinginannya secara mendadak. Itu sebabnya Qu Xuanzi membuatkan makanan lengkap kesukaan Xie Ruo.


Xie Ruo mendapatkan kembali semangatnya dan mengabaikan rasa gelisah yang baru saja dirasakan. Mereka pergi ke ruang makan, tapi sebelum sampai di sana, Naga Azure datang seperti ada sesuatu yang ingin dikatakan.


Pria itu membungkuk memberi penghormatan. "Yang Mulia, ada sesuatu yang harus dilaporkan." Wajahnya tampak sangat gelisah. Ia melirik Xie Ruo dan Qu Xuanzi bergantian, bingung apa ia harus mengatakannya sekarang.


Qu Xuanzi menggerakkan kepalanya ke samping, tanda bahwa ia mengusir. Jika wajah Naga Azure jelek seperti itu, pasti bukan berita baik. Ia tidak ingin mengganggu mood Xie Ruo yang sedang sangat bagus hanya karena satu orang.


Tapi respon Xie Ruo di luar harapan mereka berdua. Wanita itu langsung maju ke hadapan Naga Azure, kemudian menataonya dengan serius.


"Katakan sekarang!"


Naga Azure bingung. Ia melihat Qu Xuanzi yang menatapnya dengan tajam, kemudian melihat Xie Ruo yang terlihat galak. Pasangan ini ... bisakah sehari saja tidak membuat orang serba salah?


Melihat keraguan Naga Azure, Xie Ruo menoleh ke arah Qu Xuanzi dan menyipitkan mata. Ingin menyembunyikan sesuatu darinya? Mimpi!


"Jika karena seseorang, aku akan memberi peringatan pada orang itu. Tenang saja, jabatanmu tetap aman. Jika dia menghukummu, aku akan menghukumnya."


Naga Azure menelan saliva. Memang hanya Xie Ruo yang dapat menghukum Qu Xuanzi ketika semua orang tidak berani menatap matanya.


Naga Azure menenangkan diri dan mulai bicara. "Para hewan suci di Dunia Tengah memberi laporan, bahwa Kaisar Iblis melakukan penyerangan terhadap Yan Yao dan Zhong Xiaorong. Meski tidak tahu apa alasannya, yang jelas, mereka berdua berhasil pergi dari istana san Kaisar Iblis tidak lagi menarget mereka, seolah mengusir mereka dari istana."


Qu Xuanzi menyipitkan mata, sedangkan Xie Ruo terdiam. Xie Ruo sebenarnya agak terkejut, apa terjadi sesuatu yang besar dalam istana?


Qu Xuanzi berkata, "Dia bukan Kaisar Iblis, tapi boneka Dewa Iblis."


Xie Ruo akhirnya paham. Sepertinya Dewa Iblis telah menemukan keberadaan Kaisar Iblis dan menggunakan alat pengendali jiwa yang pernah dimiliki Di Yushi untuk menyakiti Qu Xuanzi. Kegunaannya selain mengaktifkan racun darah adalah mengendalikan pikiran Kaisar Iblis.


Jika Qu Xuanzi masih memiliki kekuatan iblis dan tidak pernah melakukan pemisahan darah, Qu Xuanzi lah yang akan dikendalikan. Dewa Iblis memang terlalu berbahaya untuk dihadapi.


"Tapi, apa semudah itu?" Ia pikir seharusnya Kaisar Iblis tidak akan semudah itu dikendalikan. Buktinya, ia bukannya membunuh Yan Yao dan Zhong Xiaorong, tapi malah membiarkan mereka pergi. Dengan sifat Kaisar Iblis, mustahil pria itu melepaskan mangsanya.


"Alat pengendali jiwa tidak bisa sepenuhnya mengendalikan pikiran Kaisar Iblis. Itu hanya alat peraga yang bisa dihancurkan. Ketika alat itu dihancurkan, pengaruh akan hilang. Tapi racun darah sendiri berasal dari darah Dewa Iblis."


"Jadi tetap saja hanya bisa hilang jika Dewa Iblis mati." Xie Ruo menghela napas. Jika benar seperti itu, teman-temannya sedang dalam bahaya besar, baik sebagai temannya atau rekannya. Kapan pun, mereka akan diserang Dewa Iblis.


Bagi Dewa Iblis, mereka adalah tikus-tikus pengganggu yang dapat menggoyahkan rencananya secara tidak langsung. Tujuannya adalah Xie Ruo, jelas ingin membuat Xie Ruo keluar dari Dunia Atas.


"Tidak perlu dipikirkan. Untuk saat ini, Kaisar Iblis tidak akan banyak melakukan pergerakan. Dewa Iblis selalu bertindak sendri, jika ada sesuatu, dia sendiri yang akan menanganinya."


"Lalu teman-temanku ...." Ia menjadi gelisah. Bukan hanya teman-temannya, tapi juga nenek dan kakeknya, serta semua orang di Klan Xie. Ia tidak bisa membiarkan mereka berada di ujung jurang.


"Oleh karena itu, Yang Mulia, kami menunggu perintahmu. Selain itu, untuk membatasi Kaisar Iblis lebih lanjut dari rencana Dewa Iblis, hanya Yang Mulia yang bisa melakukannya." Naga Azure ragu mengatakannya, tapi ia harus. Meski ia sudah tahu jawaban Qu Xuanzi yang akan menolak, ia sudah siap.


"Bawa beberapa hewan suci untuk melindungi Klan Xie, pastikan mereka aman. Untuk Kaisar Iblis, otaknya tetap akan lurus selama hanya alat pengendali itu yang mempengaruhinya." Paling hanya merasa sakit sebentar jika menolak perintah.


Tapi Xie Ruo sudah dipenuhi kegelisahan. Semakin kesini, firasatnya semakin buruk. "Apa benar akan baik-baik saja?" Xie Ruo berkata dengan ragu. "Bagaimana jika Dewa Iblis yang mengendalikan Kaisar Iblis secara langsung? Seperti yang Kaisar Iblis takutkan, sehingga dia mengusir Rongrong dan Yan Yao."


"Jika itu terjadi ...." Naga Azure melirik Qu Xuanzi dengan ragu. Jika itu terjadi, hanya ada malapetaka dan tanah berdarah.


"Selama kamu masih di sini, aku tetap di sini." Qu Xuanzi tidak mau meninggalkan Xie Ruo dalam waktu lama. Pergi ke Dunia Tengah membutuhkan waktu cukup lama, belum lagi menyelesaikan masalah. Ia tahu Xie Ruo akan memintanya pergi ke Dunia Tengah.


"Aku bukan wanita yang tidak mandiri, aku bisa melakukan apa pun sendiri." Xie Ruo mencari alasan untuk membiarkan Qu Xuanzi melaksanakan tugasnya. Jika terhambat hanya karenanya, ia tidak bisa tenang. Pasalnya, Xie Ruo tidak suka seseorang yang menunda pekerjaan hanya untuk hal sepele.


"Tidak tahu berapa banyak bahaya di Dunia Atas, apalagi pembatas alam belum sepenuhnya pulih. Tetap saja, tidak ada tempat yang aman di dunia ini."


"Kalau begitu, kenapa tidak bawa aku kembali ke Klan Xie?"


"Dunia Tengah lebih buruk lagi." Qu Xuanzi tidak bisa membayangkan Xie Ruo yang hobi bertarung, mengeluarkan jiwanya sendiri dan bertarung sendirian di luar untuk bersenang-senang. Sebenarnya ia tidak terlalu khawatir akan hal itu, tapi ia lebih khawatir jika Xie Ruo bertemu Dewa Iblis di Dunia Tengah.


"Oleh karena itu, masalah Dunia Tengah harus selesai secepatnya." Xie Ruo menatap Qu Xuanzi dengan tegas. "Aku bukan wanita yang hanya bisa berdiri di belakang pria. Jika ada bahaya, aku akan bertarung. Jika ada kesulitan, aku akan mencari jalan keluarnya sendiri. Tidak ada aturan dalam bertahan hidup."


Qu Xuanzi menatap Xie Ruo cukup lama. Ia merasa gelisah tiba-tiba, tapi tidak tahu apa penyebabnya. Ia tahu, ketika ia pergi ke Dunia Tengah, perang telah dimulai. Itu sebabnya ia tidak ingin pergi, apalagi membiarkan Xie Ruo sendiri.


"Aku tidak ingin menjadi penghambat tugasmu, itu terlalu membebani." Xie Ruo menurunkan nada tegasnya menjadi sedikit melembut. Ia ingin melindungi orang-orang di dekatnya, tapi kondisinya tidak memungkinkan. Ia hanya bisa mengandalkan Qu Xuanzi untuk saat ini.


Tapi melihat Qu Xuanzi yang sepertinya akan bersikap keras kepala, Xie Ruo mulai memikirkan cara lain untuk membujuknya. Sebuah pemikiran terlintas di benaknya.


Ia menatap Qu Xuanzi dengan lekat, kemudian berjinjit dan meraih bibirnya untuk beberapa saat. Ciuman lembut dan singkat, namun terasa lama seolah waktu terhenti.


Naga Azure di samping hanya bisa membalikkan badan dan bicara pada dinding.


Xie Ruo menarik kembali tubuhnya ke tempat semua, kemudian tersenyum. "Aku akan baik-baik saja."


Qu Xuanzi yang awalnya mematung karena aksi singkat Xie Ruo, kini telah mengembalikan kesadarannya. Setelah beberapa saat menimbang-nimbang dalam diam, Qu Xuanzi menghela napas pasrah. "Jaga dirimu baik-baik, aku akan cepat kembali."


Xie Ruo tersenyum lebar. "Baik." Memang kecupan manis selalu manjur dalam hal membujuk pasangan.


Qu Xuanzi menggenggam telapak tangan Xie Ruo. Cahaya emas muncul di sekitar tangan mereka dan berkedip untuk beberapa saat. Sebuah simbol asing terukir di punggung tangan Xie Ruo, kemudian Qu Xuanzi berkata, "Jika terjadi sesuatu, segera panggil aku."


Xie Ruo mengangguk cepat. Ia melihat simbol emas yang terukir indah di tangannya seperti tato cantik. Hanya dengan melihatnya, ia sudah tahu bagaimana cara menggunakannya. Sedikit kekuatan jiwa akan mengaktifkan simbol itu, dalam sekejap akan terhubung dengan Qu Xuanzi dalam bentuk telepati.


Alasan Qu Xuanzi belum memberi itu pada Xie Ruo dulu karena kekuatan Xie Ruo yang belum cukup. Sekarang, kekuatan Xie Ruo sudah sebanding dengan seorang dewi, ditambah kekuatan psikis mendukung kekuatan pikirannya menjadi lebih akurat dan kuat.


Qu Xuanzi akan berangkat sekarang. Jika besok, akan terlalu banyak hal terlewat di Dunia Tengah karena perbedaan waktu. Naga Azure yang memojok sendirian sebagai naga tanpa pasangan segera menggiring Qu Xuanzi dan melambaikan tangan pada Xie Ruo.


Langkah Qu Xuanzi terasa berat. Ia tidak mau meninggalkan Xie Ruo sehingga suasana hatinya menjadi buruk. Ia pun pergi sambil memikirkan cara apa untuk membalas Naga Azure yang bodoh menyimpan rahasia.