
Qu Xuanzi tidak mengatakan apa pun, hanya melihat Xie Ran yang sedang sangat marah akan tindakannya di masa lalu.
Ketika berinkarnasi, Qu Xuanzi terlahir sebagai manusia di dunia lain, dunia di mana Xie Ran berada. Ia menggunakan nama Sean, nama yang selalu menjadi belenggu Xie Ran selama ini.
Saat itu, kekuatan Qu Xuanzi tidak dapat digunakan karena ingatannya sama sekali tidak ada. Ia sepenuhnya terlahir kembali. Sedangkan Kaisar Iblis juga terlahir kembali di dunia yang sama, namun ia masih ragu sebagai apa Kaisar Iblis di dunia itu.
Hingga suatu hari Sean bertemu Isabella yang selama ini menghilang. Awalnya ia tidak peduli, hanya peduli pada janjinya yang akan menjaga Isabella. Tapi siapa sangka, Isabella adalah musuhnya sendiri di kehidupan lalu dan menyusup ke perusahaannya untuk mencuri semua data dan diserahkan pada Red Room.
Qu Xuanzi adalah Sean, dan Sean adalah Qu Xuanzi. Mereka sama, namun juga berbeda. Karena suatu hari, Kaisar Iblis di dunia itu mati terlebih dahulu dan bersatu dengannya dalam tubuh Sean melalui sebuah kecelakaan.
Karena kedua jiwa telah menyatu kembali, kesadaran Qu Xuanzi dan Kaisar Iblis juga menyatu menjadi satu orang yang sama, Sean. Hanya saja, saat itu ia masih tidak memiliki ingatan mengenai kehidupan masa lalunya sehingga hanya bisa hidup apa adanya.
Hingga akhirnya hubungannya dengan Isabella membaik karena sebuah tragedi. Sang Yu dan Jane mati, membuat Isabella memendam kebencian pada Red Room dan bekerja sama dengan Sean untuk menghancurkan mereka. Pada saat itu mereka hanya rekan yang saling menguntungkan.
Waktu berlalu begitu saja selama mereka bekerja sama sebagai rekan seperjuangan dalam beberapa waktu. Hubungan mereka berkembang menjadi teman, namun pria dan wanita tidak selamanya bisa menjadi teman hingga akhirnya hidup saling bergantung.
Mereka sangat dekat, tidak ada yang namanya mengungkapkan perasaan, semua itu berjalan dengan sendirinya. Namun terjadi sebuah tragedi di mana Louis—mantan 'tunangan' Isabella—menjebak mereka dan membunuh Sean tepat di depan mata Isabella.
Karena Isabella lebih memilih menyelamatkan Sean yang jatuh ke kedalaman laut karena tembakan yang tertancap di dadanya, Louis sangat marah dan melepaskan hiu putih yang dipelihara kenalannya.
Isabella terluka sangat berat meski memenangkan pertarungan, tapi ia kehilangan Sean. Seharusnya Sean masih hidup, tapi luka di dadanya terlalu dalam ditambah ia kehabisan napas. Segalanya berakhir hari itu.
Pada saat kematiannya, ingatan mengenai kehidupan masa lalu mulai terhubung ketika rohnya terpisah dari tubuh asli. Ia tahu tidak akan bertemu dengan Isabella lagi, jadi dia menghapus semua ingatan Isabella karena tidak ingin meninggalkan kenangan buruk itu. Biar hanya ia yang ingat.
Karena ia menggunakan kekuatannya yang saat itu masih sangat lemah untuk menghapus ingatan Isabella, ketika sampai di dunia ini, ia dan Kaisar Iblis kembali terpisah dan Qu Xuanzi tidak dapat mengingat tentang Isabella. Hanya Kaisar Iblis yang mengingatnya. Namun mereka tertidur dalam waktu yang cukup lama.
Itu sebabnya Qu Xuanzi berniat mencari Raja Iblis atau menemui Kaisar Iblis demi ingatan yang hilang itu. Tapi ketika kekuatannya yang terus sempurna membuat ingatannya kembali, ia tidak perlu menemui Kaisar Iblis yang jelas-jelas sangat pelit. Apalagi keberadaannya tidak jelas meski sekarang sudah terbangun.
Qu Xuanzi secara otomatis tidak mengatakannya pada Xie Ran. Semua kenangan itu, ia hanya ingin menyimpannya sendiri. Meski waktu terulang, ia juga akan melakukan hal yang sama karena tidak ingin Xie Ran mengingat hal menyedihkan itu. Tapi sepertinya kondisi Xie Ran tidak jauh berbeda.
"Aku hanya tidak ingin kamu mengingat hal itu." Qu Xuanzi tahu ia salah, tapi ia tidak bisa melakukan hal lain.
"Kau tahu berapa kali aku ingin membunuhmu karena terlalu semena-mena menutup ingatanku." Xie Ran memalingkan wajahnya karena kesal. Ia melanjutkan, "Kau tidak tahu berapa kali aku tersesat. Bagaimana jika aku benar-benar menikah dengan bajingan itu dan seumur hidup tersesat dalam kelompok orang gila yang menjadikanku bahan eksperimen mereka sendiri? Kau tahu berapa banyak yang harus aku bayar!" Xie Ran mendorong Qu Xuanzi dengan keras setelah mengatakannya. Ia terlalu marah, namun ia akhirnya lega setelah mengatakan semua belenggu hatinya. Memang ini yang terbaik.
Ketika Xie Ran akan pergi dengan suasana hati buruk, Qu Xuanzi segera menariknya, membawanya ke dekapan agar Xie Ran tidak ke mana-mana. Ia memeluknya dengan erat meski Xie Ran berusaha melepaskan diri dan memukulnya.
"Aku egois, tidak memikirkan perasaanmu. Tidak ada yang kedua kalinya." Qu Xuanzi bicara sambil menahan Xie Ran yang tidak bisa diam.
Xie Ran akhirnya pasrah karena tidak bisa lepas. Ia terlalu lemah. Jadi dia hanya bisa diam bersikap patuh meski hatinya terus menggerutu sambil membangun dinding pertahanan yang kuat.
"Kau tidak menyesal." Xie Ran tidak mau memaafkan dengan mudah. Andai saja Qu Xuanzi tidak membingungkannya, ia tidak akan terlalu lama terjebak dalam plot Louis yang mengacaukan hidupnya.
"Penyesalanku adalah meninggalkanmu, aku tidak akan meninggalkanmu lagi."
"Tidak bisa dipercaya." Xie Ran menolak percaya. Jika masa lalu terulang, ia lebih memilih untuk tidak mengenal Qu Xuanzi dan hidup dengan baik. Ia akan mati tanpa harus berpindah dunia.
"Tak apa jika tidak percaya," balas Qu Xuanzi, sama sekali tidak memiliki niat melepaskan Xie Ran dari pelukannya.
Xie Ran diam untuk beberapa saat, mencari cara untuk keluar dari posisi tidak menguntungkan. Ia mendongak, melihat Qu Xuanzi yang memandangnya.
"Kau tidak ada kerjaan?" tanya Xie Ran dengan nada dingin.
Qu Xuanzi tersenyum. "Aku senggang."
"Aku sedang mengusirmu."
"Kau tidak bisa mengusirku." Ia menyentuh hidung Xie Ran seolah mengejeknya. Xie Ran hanya bisa terdiam. "Sudah kukatakan, apa pun usahamu, aku tidak akan goyah."
Xie Ran menyipitkan mata. "Apa yang bisa kau berikan sebagai kompensasi?"
Qu Xuanzi menundukkan kepalanya, mengecup puncak hidung Xie Ran sekilas dan menatapnya dengan hangat. "Menikahimu, apa cukup?"
Xie Ran merasa otaknya kosong seketika. Menikah? Ia ingat sebelumnya sedang beetengkar, bagaimana tiba-tiba membahas pernikahan?
Setelah terdiam untuk beberapa lama, tenggelam dalam lamunan kosong, akhirnya Xie Ran mendapatkan kembali akal sehatnya. Ia mengerjap mata, lalu mengerutkan kening.
"Aku masih belum cukup umur untuk menikah." Xie Ran menunduk, tidak mau melihat Qu Xuanzi. Sepertinya dinding pertahanannya akan runtuh secepat itu. Ini tidak boleh terjadi!
"Aku bisa menunggu." Qu Xuanzi menyahutinya dengan enteng. Tidak masalah apa setahun, atau lima tahun lagi, atau bahkan ratusan tahun. Ia akan menunggu.
Xie Ran menjadi serba salah. "Kenapa malah membicarakan hal ini? Aku sedang marah."
"Aku sedang membicarakan kompensasi."
Xie Ran tidak ingin lagi mendengarkan kompensasi atau apa pun itu jika ujung-ujungnya digoda mati-matian. Ia mencoba melepaskan diri lagi. "Kalau kau senggang, bermainlah dengan hewan-hewan imutmu itu. Aku sedang sangat sibuk."
"Besok dan seterusnya kamu akan sibuk lagi, aku ingin bersamamu untuk hari ini." Qu Xuanzi menolak melepas pelukan dan menenggelamkan kepalanya di leher Xie Ran.
"Xuanzi," panggil Xie Ran.
"Mm?" Qu Xuanzi menatapnya, menunggu apa lagi yang akan dikatakan Xie Ran.
Xie Ran menatapnya dengan serius, kemudian berjinjit agar lebih tinggi dan memberi ciuman singkat di pipi Qu Xuanzi. Itu membuat Qu Xuanzi terdiam.
"Sudah? Biarkan aku pergi." Xie Ran merasa otaknya semakin tidak waras telah berinisiatif mencium Qu Xuanzi. Tapi ia tidak memiliki pilihan lain dan memaksa lengan Qu Xuanzi yang melingkari pinggangnya terlepas.
Tapi Qu Xuanzi sama sekali tidak melepasnya, justru menatapnya dengan tidak setuju. "Bukan di sini," katanya menunjuk ke pipi, kemudian beralih ke bibir. "Tapi di sini."
Xie Ran menyipitkan matanya dengan sinis, merasa guru besar ini telah belajar banyak hal. Sepertinya Naga Azure, si naga playboy itu yang mengajari.
"Dasar rubah licik." Xie Ran menggerutu. Sedangkan Qu Xuanzi hanya tersenyum padanya.
Xie Ran mau tidak mau harus melakukannya. Ia memantabkan hati, sebelum akhirnya berjinjit lagi dan berniat memberikan ciuman singkat dengan cepat lalu kabur.
Tapi ketika bibirnya menyentuh bibir Qu Xuanzi, tengkuknya ditekan tepat ketika Xie Ran akan kabur. Ia semakin tidak bisa lari, justru Qu Xuanzi memperdalam ciuman lebih lama hingga Xie Ran nyaris kehilangan akal sehat.
Hanya dalam beberapa detik, Xie Ran dibuat linglung. Ini kali pertamanya berciuman semenjak kelima inderanya mati dan dia merasa kondisi ini berbeda dari sebelumnya. Meski inderanya telah pulih, tapi tidak sepenuhnya hingga ciuman itu hanya membuatnya merasa kehilangan napas saja. Tidak ada perasaan lain seperti dulu. Ia benar-benar jatuh ke dalam keadaan linglung dan lupa bernapas.
Hanya dalam beberapa saat, suara pintu terbuka tiba-tiba terdengar membuat keduanya tersadar dari alam lain. Qu Xuanzi melepas ciumannya, sedangkan Xie Ran mendorongnya sekuat tenaga sampai sedikit termundur. Buru-buru Xie Ran mengambil catatan di meja dan berpura-pura membaca.
Zhong Xiaorong dan Mei Liena yang merupakan pelaku perusak suasana termenung melihat situasi canggung ini. Sepertinya lagi-lagi mereka masuk di saat yang salah. Mereka menyesal masuk tanpa mengetuk pintu.
Tapi penyesalan itu tidak berlangsung lama. Mereka berdua melihat Xie Ran dengan aneh, sebelum akhirnya mengganti ekspresi menjadi normal dan menghampirinya.
"Ranran, apa kamu sudah bisa membaca?" Mei Liena menegur terlebih dahulu membuat Xie Ran semakin salah tingkah.
"Aku ... sedang mencoba." Xie Ran mencoba senormal mungkin, lalu mengintip mereka berdua diam-diam untuk memastikan bahwa mereka tidak melihat apa yang ia lakukan tadi.
Zhong Xiaorong nyaris tidak bisa menahan tawa, ia langsung terbatuk untuk menetralkan emosi. Bisa bahaya jika mengejek temannya ini, apalagi Qu Xuanzi masih ada seperti patung di sisi lain mengawasi mereka.
"Ranran, kondisi dua keluarga yang tersisa itu sepertinya tidak sebaik yang terlihat. Mereka terlibat konflik dengan keluarga lain dan tampak agak suram. Tapi mereka memang bersih dari kasus, tidak seperti keluarga lain. Apa rencanamu untuk mereka selanjutnya?" tanya Mei Liena.
"Jika memang seperti itu, mungkin mereka masih akan bertahan di Klan Xie. Untuk sisanya, awasi baik-baik, terutama Xie Jianying."
"Apa kau melihat sesuatu?" Zhong Xiaorong bertanya-tanya. Seingatnya, Xie Jianying adalah salah satu putri keluarga cabang di Kota Shenzhou. Selain itu, reputasinya juga terkenal melanjung tinggi sebagai jenius yang telah menerobos profesional lanjutan di umur 20an.
"Aku hanya merasa, bocah itu sangat tidak menyukai metodeku." Xie Ran mengatakannya tanpa beban.
Sedangkan Mei Liena dan Zhong Xiaorong saling tatap dalam diam. Siapa yang akan menyukai metode sadis Xie Ran? Itu pun Xie Ran sudah menahan diri, apalagi jika Xie Wang tidak mengingatkannya? Mereka semua tidak akan bisa melihat matahari sampai besok!
"Oh iya, kalian sudah menerobos?" Xie Ran mencoba memastikan. Seharusnya mereka saat ini baru saja mencapai profesional lanjutan.
Mei Liena terkekeh. "Tentu saja! Apanya profesional lanjutan di bawah 30 tahun? Kami bertujuh justru melakukannya di bawah 20 tahun!"
"Ranran, jika orang-orang mengetahui hal ini, entah bagaimana reaksi para pengguna benih iblis." Zhong Xiaorong terkikik geli.
"Jangan terlalu menonjolkan diri, sangat berbahaya. Di luar sana, kita tidak tahu berapa banyak orang yang berpikiran buruk. Aku sudah cukup keterlaluan ketika mengacaukan klan menyebabkan berita tidak masuk akal keluar, kalian adalah kartu trufku, tidak boleh terekspos begitu cepat." Xie Ran mengingatkan. Bukannya senang, ia merasa rugi telah mengekspos diri sendiri. Andai saja Huai Mao tidak memaksanya, ia tidak akan menggunakan aura naga dan energi murni bersamaan yang menyebabkan beritanya tersebar.
Meski Xie Ran sudah menutup mulut orang-orang yang melihat, entah bagaimana kabar itu tetap bisa keluar membuat banyak orang meliriknya. Sepertinya harus mencari keberadaan Xie Chen dan Xie Nu agar segalanya berjalan dengan lancar.
Untung saja Xie Ran memutuskan untuk membiarkan beritanya buta dan tuli tersebar. Jadi orang-orang akan menganggapnya tidak begitu berbahaya ketika sendiri. Adalah sebuah kerugian jika kekuatan sebenarnya terekspos, bukannya menakuti musuh malah membuat musuh semakin agresif. Dengan menyembunyikan kekuatan dan kartu truf, musuh akan lengah padanya.
Kedepannya, dengan konstitusinya yang terekspos serta kondisi buta dan tuli, banyak yang akan menargetnya secara langsung dan secara keliru ingin menculiknya. Pada saat itulah waktunya bersenang-senang.
"Ranran, kami pergi dulu." Mei Liena tiba-tiba teringat pria yang diabaikan mereka bertiga masih berdiri memperhatikan seolah menyuruh mereka berdua pergi secepat mungkin.
Zhong Xiaorong mengangguk. "Kalau ada sesuatu, katakan saja pada kami."
Xie Ran merasa kedua temannya sedang menghindari seseorang. Ia melihat Qu Xuanzi yang hanya berdiri diam seperti patung tanpa ekspresi, tiba-tiba otaknya berputar sangat cepat.
"Bisakah membawaku menemui Yan Yao? Aku ada urusan yang harus dibahas dengannya." Xie Ran ingat dengan catatan keuangan dan langsung meminta pada mereka. Ia masih marah dan tidak mau bicara dengan Qu Xuanzi. Anggap sebagai hukuman.
Zhong Xiaorong dan Mei Liena saling tatap, kemudian diam-diam melirik Qu Xuanzi yang masih tidak ada respon. Mereka tidak tahu harus menuruti yang mana, apa yang harus mereka lakukan?
"Itu ... apa yang ingin dibahas?" Zhong Xiaorong berkata dengan hati-hati.
"Karena para tetua sudah tidak ada, aku harus mengelola catatan keuangan klan sendiri. Yan Yao memiliki pengalaman dalam hal keuangan, aku ingin meminta bantuannya sekarang karena besok tidak ada waktu untuk mengurus catatan keuangan." Xie Ran bicara jujur, sekaligus mengatakan bahwa ia harus pergi sekarang tanpa alasan apa pun.
"Ranran, kamu bisa meminta bantuan pada siapa pun di kediaman ini—"
Sebelum Mei Liena dapat melengkapi kalimatnya, Xie Ran langsung menyela, "Tidak ada yang bisa dipercaya."
"Aku bisa!" Mei Liena mengangkat tangan menawarkan diri sendiri untuk mengurus keuangan. Ia tidak masuk ke dalam klan mana pun, tidak masalah jika membantu Klan Xie.
"Liena, bukankah aku sudah mengatakan bahwa kamu bertanggungjawab dalam hal farmasi di Klan?" Xie Ran menyangkal.
"Bagaimana dengan Kakak Kui?" Zhong Xiaorong melemparkan semuanya pada Zhou Kui.
"Dia mengurus penempaan senjata, tidak bisa mengelola keuangan." Xie Ran menyangkal lagi.
"Lalu ...." Zhong Xiaorong bingung. Ia adalah putri kekaisaran, tidak bisa membantu hal seperti itu meski ingin karena masalah keuangan bukan sesuatu yang bisa orang luar ketahui. Pei Xi adalah tuan muda sekte yang posisinya sudah jelas tidak bisa diganti, Liu Chang merupakan putra Perdana Menteri dan tidak pandai mengurus hal seperti ini. Sedangkan Yan Yao memang tidak akan mengurus keuangan klan, tapi dia bisa membantu Xie Ran karena Yan Yao yang biasa memegang pelelangan Klan Yan sudah sangat berpengalaman.
Situasi ini rumit. Mei Liena melihat Qu Xuanzi tanpa daya, sangat minta maaf karena tidak bisa membantunya. Sepertinya mereka masih bertengkar meski sebelumnya ia melihat ... tidak perlu dibahas. Intinya Xie Ran tampak masih marah dan menghindar.
"Sekarang!" Xie Ran tidak mau menunggu lagi. Jika terus berlama di sini, Qu Xuanzi akan berhasil mengusir mereka lalu Xie Ran .... Pertahanan yang Xie Ran susah payah buat akan hancur. Itu tidak boleh terjadi!
Mei Liena dan Zhong Xiaorong mau tidak mau harus membawa Xie Ran ke tempat Yan Yao berada. Mereka melirik Qu Xuanzi dengan sedih, merasa bersalah karena tidak bisa membantu Qu Xuanzi meredakan amarah Xie Ran.
Dalam hati mereka hanya bisa berdoa yang terbaik untuk keduanya.
Ketiga gadis itu pergi tanpa menoleh, sampai akhirnya benar-benar menghilang dari pandangan. Qu Xuanzi keluar kamar Xie Ran, masih memikirkan bagaimana caranya agar dapat baikan secara damai. Cara baikan tadi tidak begitu damai meski sedikit berhasil.
Naga Azure dan Dou Dou muncul bersamaan sebagai pemrakarsa 'cara meminta maaf' untuk tuan mereka yang malang. Namun kedatangan mereka justru membuat suasana hati Qu Xuanzi semakin memburuk.
Sama seperti ketika Xie Ran meminta saran pada Naga Azure dan kawan-kawan, Xie Ran saat itu benar-benar tersesat karena mereka meski ada keberhasilan. Kini Qu Xuanzi menghadapi hal yang sama, namun sama sekali tidak berhasil.
Tapi karena Qu Xuanzi butuh mereka yang berpengalaman untuk membantunya, ia tidak akan menghukum.
"Yang Mulia ...." Naga Azure merasa caranya gagal lagi melihat suasana hati Qu Xuanzi yang memburuk. Sebelumnya ia sangat terkejut ketika mengetahui bahwa Nona Xie menindas tuan mereka yang agung. Memang yang hanya bisa membuat tuan mereka jatuh ke dalam situasi putus asa hanya Nona Xie.
"Yang Mulia, jangan menyerah, semangat!" Naga Azure mencoba menyemangati meski tidak tahu permasalahan apa diantara mereka berdua.
"Entah kesalahan apa yang terjadi, apa bagus Nona Xie terus marah seperti itu?" Dou Dou tidak paham. Ia tidak berpengalaman seperti Naga Azure, jadi dia hanya mengikut.
Qu Xuanzi menurunkan pandangannya, wajahnya tetap tanpa emosi. Namun hatinya tidak nyaman mengingat perkataan Xie Ran tadi. "Aku melakukan kesalahan, wajar dia marah."
Naga Azure dan Dou Dou menjadi bingung. Masalahnya Xie Ran bukan sesuatu yang bisa ditebak dengan mudah, bahkan Qu Xuanzi tidak dapat menebaknya.
"Yang Mulia, aku ingat Nona Xie suka makan, bagaimana jika membuatkan makanan favoritnya?" Naga Azure pikir itu seharusnya berhasil. Xie Ran bukan gadis biasa yang menyukai hal indah dan lucu, tapi Xie Ran suka makan dan uang. Xie Ran sudah kebanyakan uang, tapi Xie Ran kekurangan makanan seenak buatan Qu Xuanzi.
Qu Xuanzi hanya diam, tidak setuju dengan perkataan Naga Azure. Jika itu dulu, ia sudah memasak sejak kemarin untuk menyenangkan hati Xie Ran. Tapi sekarang berbeda. Xie Ran tidak bisa merasakan apa pun dengan jelas karena kutukan Huai Mao masih berlaku. Makanan enak di lidahnya hanya akan menjadi hambar yang membuat suasana hatinya semakin buruk.
Dou Dou menyadari hal ini dan langsung menyikut Naga Azure. Barulah pada saat itu Naga Azure ingat, ia langsung merasa bersalah. Untungnya tidak ada hukuman.
Pada saat itu, Li Chen dan Ann Rou tiba-tiba datang dengan tergesa-gesa dengan raut serius. Mereka setengah berlutut di depan Qu Xuanzi dengan tegas untuk melaporkan sesuatu.
"Yang Mulia, Dewi Kehidupan telah kembali dan meminta Yang Mulia datang menyambutnya."
...----------------...
Mau nanya nih, serius dah.
Cara ngilangin mata panda dengan cepat gimana?
Galau tiap liat kaca, terus buka kacamata, liat mata panda yang parah sampe kayak panda beneran. Jadi insecure kalau buka kacamata, kesannya serem kayak setan. Padahal udah tidur 8 jam, malah lebih. Udah pakek cream mata, nggak ilang-ilang. Udah ngurangin kafein, masih nggak ilang, dah lah ....
Gapapa kan ya curhat sekali-kali di sini wkwk.
Siapa tau ada yang respon. Nggak ada temen curhat, hiks ....
Okay, segini aja dolo. Sampai jumpa minggu depan dan emoga hari kalian menyenangkan~
...----------------...
TBC