The Emperor God Wife Is Naughty

The Emperor God Wife Is Naughty
118. Leluhur Xie Jing



Xie Ran terkejut dirinya tiba-tiba hadir di sebuah tempat asing. Tidak ada rasa familiar, ia hanya merasa tempat ini sangat asing dan tertinggal tanpa penghuni.


Hal yang membuat Xie Ran tambah terkejut, awan cerah dan rerumputan hijau dapat dilihatnya dengan jelas. Sesuatu yang ia rindukan, melihat, merasakan keberadaan, serta mendengar tiupan angin yang menggoyangkan dedaunan hijau memberi ketenangan batin.


Ia merasa asing sekaligus familiar dengan perasaan ini. Ia tidak dapat menggambarkan betapa bahagianya ia dapat merasakan sensasi kembalinya kelima indera yang selama ini telah mati.


Tapi satu hal yang membuat kebahagiaannya menurun, ketika akal sehatnya kembali berputar, ia merasa tidak seharusnya ia di tempat ini. Ini bukan rumahnya, bukan dunianya, lalu di mana ia?


"Kamu ada di dunia kesadaranku."


Suara itu membuat Xie Ran tersentak dan secara spontan menoleh ke belakang. Melihat seorang pria paruh baya dengan pakaian putih, rambutnya keperakan dengan janggut yang telah memutih. Xie Ran pikir, pria itu terbilang tampan jika tidak ada kerutan dan janggut panjang seperti Dekan Bai.


Pria itu tersenyum lembut, sebelum akhirnya senyum itu berubah menjadi sesuatu yang menjengkelkan. "Anak nakal, kamu tidak ingin memberi hormat pada leluhurmu?"


Xie Ran menaikkan sebelah alis. "Leluhur?" Xie Ran sama sekali tidak percaya.


"Namaku Xie Jing, apa kau terkejut?" Pria itu tersenyum menjelngkelkan sambil membanggakan diri seolah ia adalah orang terpenting dan terkenal di dunia.


Namun wajah Xie Ran tetap datar. "Tidak kenal."


Wajah pria narsis itu menggelap. "Bahkan kakekmu yang kau banggakan itu harus berlutut di hadapanku. Apa kamu tahu kenapa kamu ada di sini? Maksudku, jiwamu tertarik ke dunia ini?"


Wajah Xie Ran menjadi sangat serius dan menatap Xie Jing dengan selidik. "Kau yang membawaku?"


Xie Jing tertawa dengan bangga. "Kenapa? Terkejut? Sayangnya, aku tidak memiliki kemampuan itu. Jika aku mau, aku tidak akan membawa jiwa tidak berbakti sepertimu."


"Terimakasih." Xie Ran anggap itu pujian dan ia sangat ingin pergi dari sini. Ia mulai kesal.


"Kamu tidak ingin tahu siapa yang membawamu?"


"Anggap aku sedang sial." Xie Ran tidak tertarik untuk tahu.


Jika ia tahu, ia hanya akan dibuat kesal oleh orang itu yang menariknya sembarangan dan menempatkannya di tubuh anak lemah sehingga harus berpura-pura bodoh selama bertahun-tahun. Jika saja dia berada di tubuh nona besar yang kaya dan kuat, ia tidak akan mengeluh dan akan hidup sebagaimana adanya tanpa sandiwara.


Ada saat di mana Xie Ran sangat ingin menemui orang itu dan memberi ratusan cambukan sebagai hukuman. Tidak hanya itu, ia sangat ingin menggiling orang itu sampai seperti daging cincang karena telah mempermainkan hidupnya sembarangan.


Tapi Xie Jing tidak mendengarkan Xie Ran, justru memberitahunya. "Kakek mertuamu."


Wajah Xie Ran semakin gelap seperti awan mendung. "Aku belum menikah."


"Kau akan menikah."


"Tidak akan."


"Kau tidak bisa menolak." Xie Jing tersenyum lebar membuat Xie Ran semakin naik darah.


"Bisakah kau tidak tersenyum seperti itu? Seperti kakek-kakek mesum," sindir Xie Ran berhasil membuat senyum Xie Jing luntur.


"Sangat tidak berperasaan, kau bukan keturunanku," cibir Xie Jing kemudian duduk di atas batu.


Xie Ran melihatnya dengan aneh seolah mengatakan "aku memang bukan keturunanmu" dengan sinis. Ia benar-benar membuang leluhurnya yang tidak berguna.


Xie Jing tidak peduli dengan pikiran Xie Ran dan langsung bertindak serius. "Kaisar Langit terdahulu mengirim cucunya ke dunia lain untuk berinkarnasi menjadi dua bagian. Asura dan Kaisar Iblis berinkarnasi secara terpisah, namun terjadi sebuah tragedi yang menyebabkan ingatan Kaisar Iblis kembali dan bersatu dengan Asura yang saat itu masih tidak ingat apa pun."


"Apa hubungannya denganku?" Xie Ran bersedekap dada. Wajahnya tanpa ekspresi dan terlihat sama sekali tidak tertarik. Jika masalah masa lalu, ia tidak tertarik, tapi jika masa depan, mungkin ia akan tertarik.


Xie Jin terkekeh kecil akan balasan Xie Ran yang sarkas. "Ada hubungannya denganmu." Kemudian ia berdiri menghampiri Xie Ran. "Sayangnya kamu tidak ingat."


"Oh? Apa yang kulupakan?" Xie Ran mulai menduga apa yang dikatakan Xie Jin adalah mengenai masalah memorinya yang kerap kali terlintas dalam mimpi, meski ia tidak sepenuhnya yakin.


"Anak nakal itu benar-benar memblokir ingatanmu dan menggantinya sedemikian rupa." Xie Jing terkekeh seolah yang ia katakan adalah lelucon.


Tapi tidak dengan Xie Ran. Wajah Xie Ran sangat serius dan menarik kerah baju leluhurnya sendiri seolah menarik musuh. "Siapa dia? Kenapa memblokir ingatanku?"


Xie Jing merasa Xie Ran sangat agresif melebihi kucing liar. Ia melihat pakaiannya yang ditarik seorang gadis kecil dengan kasar, harga dirinya terkoyak.


Pada akhirnya, Xie Jing mengangkat jarinya, menekan dahi Xie Ran hingga tubuh Xie Ran melayang di udara seolah terangkat dan melepaskan tarikan. Xie Ran terkejut, tapi tidak banyak mengoceh, justru menatap Xie Jing dengan datar.


"Setiap kali kekuatanmu meningkat, kau akan mengingatnya perlahan dan melepas semua belenggu itu."


Xie Ran mendengus. "Jadi, aku harus mengalahkan orang itu baru bisa mengingatnya?"


"Bisa dibilang begitu."


"Setelah ingatanku kembali, aku bisa mengalahkannya secara langsung?"


Xie Jing tertawa geli memikirkan juniornya benar-benar sangat ingin mengalahkan orang itu. "Sayangnya kamu tidak bisa. Mungkin saat itu kamu baru bisa mengalahkanku, masih jauh bagimu untuk mengalahkannya."


"Kau baru saja mengatakan aku tidak bisa mengalahkanmu sekarang." Entah kenapa Xie Ran merasa kesal memikirkannya. Emosinya sedang tidak baik.


"Terimakasih." Xie Jing tertawa dengan bangga berpikir juniornya yang durhaka sedang memujinya.


Xie Ran hanya menatapnya dengan cibiran. "Kau telah mengganguku, bawa aku kembali."


Xie Jing menghentikan tawa dan menjadi serius. "Kamu yang datang dengan sendirinya, maka hanya kamu hanya bisa pergi sendiri."


Xie Ran mengerutkan kening. "Bagaimana aku datang ke sini?"


"Ini hanyalah dunia kesadaranku. Ketika kamu memasuki gunung untuk mengambil warisan, seharusnya kamu sudah masuk ke sini sejak awal. Tapi karena kekuatanmu belum cukup kuat, kamu tidak bisa masuk. Setelah kekuatanmu menyentuh tingkat saint, barulah kesadaranmu sendiri yang datang dibimbing oleh aura naga yang telah mengikat jiwamu untuk menerima warisan yang sebenarnya. Bagaimanapun, aku hanya kesadaran yang akan hilang, tidak bisa menarik seseorang untuk datang dan aura nagaku diwariskan olehmu."


"Aku tidak menginginkan itu." Xie Ran bicara acuh tak acuh. Sebelumnya ia datang ke gunung karena pancingan Huai Mao serta rasa penasaran serta hanya memikirkan harta. Apanya aura naga? Jika dirinya sendiri cacat dan memiliki umur kurang dari 30 tahun, itu semua sia-sia.


Tiba-tiba Xie Jing mengetuk dahi Xie Ran yang sedang merenung. Xie Ran menatapnya dengan kesal, namun tidak mengatakan apa pun lagi.


"Memang anak durhaka, siapa yang mengajarkanmu untuk menyerah? Jika kamu sudah datang ke sini, itu berarti kamu sudah berhasil, mau tidak mau harus terima!"


Xie Ran mengusap dahinya yang membiru karena ketukan Xie Jing. Memang memiliki leluhur seperti ini hanya akan membuat darah tinggi. Ia hanya sedikit bicara sudah diketuk sampai biru. Ini kali pertamanya dirugikan oleh seorang kakek tua.


"Hei, apa kau sudah mati?" tanya Xie Ran tanpa sopan santun sama sekali membuat wajah Xie Jing membiru.


"Apa kamu menyumpahiku?"


"Aku mengatakan kenyataan. Kau menghilang tanpa jejak, apa lagi kalau bukan mati?" Xie Ran bicara seolah membicarakan hal sepele.


"Aku bukannya mati, tapi ...." Xie Jing menggantung ucapannya membuat Xie Ran penasaran. Ia melanjutkan, "Dunia ini lebih luas dari yang kau perkirakan. Selain tiga dunia, ada dunia lain yang lebih tinggi. Mungkin kamu akan ke sana setelah mati nanti."


"Aku pernah mendengar tentang alam kematian. Apa semacam itu?"


"Di alam kematian hanya ada roh yang sudah mati tanpa tubuh fana. Tempat kusebutkan bukan sesuatu yang bisa manusia biasa pikirkan, bahkan olehmu. Hanya orang Dunia Atas yang tahu keberadaannya, namun sudah jarang dibicarakan. Nak, kamu pernah mendengar tentang Kaisar Langit sebelumnya? Dia tidak mati, tapi pergi ke dunia itu. Kamu akan tahu bila berkesempatan ke sana."


"Dunia setelah mati ... cukup menarik," gumam Xie Ran. Jika ia mati, apa dia akan ke sana? Apa di sana berbahaya atau seru? Tapi ia tidak akan menanyakannya pada Xie Jing karena lelaki tua itu tidak akan memberitahu lebih lanjut.


"Sudahlah, tidak lagi membicarakan dunia lain, terlalu sensitif, aku bisa terkena hukuman langit."


"Ada yang seperti itu ketika Kaisar Langit di Klan Xie?" Xie Ran mencibir.


Xie Jing tidak mau menjelaskan apa pun lagi dan langsung mengalihkan topik. "Xie Ran, jika kamu mau memimpin Klan Xie dan memberi kedamaian, aku bisa memberimu warisan terbaik yang tidak akan kau tolak."


Xie Ran berdecak sebal. "Kau tahu aku bukan orang baik dan tidak pernah memberi kedamaian, permintaanmu merepotkan."


"Aku bisa memberimu keilahian naga yang bisa membuatmu menjadi Dewi Naga pertama dalam waktu dekat. Itu adalah warisanku pada keturunanku yang terbaik." Xie Jing mengabaikan penolakan Xie Ran dan bicara dengan bangga.


"Dewi Naga? Apa yang bisa kulakukan dengan itu? Menjadi naga dan berkeliling dunia lalu bermalas-malasan sepanjang tahun dengan tubuh besar dan bersisik?"


Wajah Xie Jing menjadi sangat gelap atas cibiran Xie Ran yang keterlaluan. Meski ia tahu itu dilakukan dengan sengaja agar membuatnya tidak jadi mewariskan keilahian, tetap saja ia sangat kesal.


"Apa kamu tidak akan menerimanya?"


"Mari kita bicara tentang keuntungan. Jika aku menerima, apa keuntungannya untukmu dan untukku?"


Xie Jing melihat Xie Ran dengan teliti seolah sedang memikirkan jawaban yang tepat agar dapat membuat Xie Ran tertarik. "Jika kamu menerima, maka kekuatanmu akan meningkat dengan kecepatan tinggi, kamu tidak perlu khawatir akan umur pendek kurang dari 30 tahun. Lalu, dengan keilahian naga, kamu bisa membangkitkan temanmu lebih cepat."


Xie Ran terdiam, memikirkan ucapan Xie Jing. "Bagaimana kau bisa tahu?"


"Aku tahu, karena aku tinggal di kesadaranmu semenjak aura nagamu aktif ketika berinteraksi dengan Long Ying, naga cerewet itu. Omong-omong, aku yang mengurung Long Ying di bawah danau. Jika kau menyebutku di depannya, dia akan sangat ketakutan."


Xie Ran kembali mengingat hari di mana aura naganya pertama kali diaktifkan. Long Ying sempat takut padanya, sepertinya ucapan Xie Jing bisa dipercaya mengenai Long Ying. Namun, hal yang membuatnya masih bingung, ketika danau pagoda kaca dilindungi oleh barrier yang berpusat pada kekuatan Qu Xuanzi, apa Xie Jing ada hubungannya?


"Kau mengenal Qu Xuanzi?" Xie Ran mencoba memastikan dugaanya.


Xie Jing tertawa. "Aiya, anak nakal itu tentu saja aku mengenalnya. Omong-omong, jangan katakan padanya kalau aku memberinya julukan anak nakal, dia akan membunuhku."


"Akan kusampaikan." Xie Ran menggedikkan bahu acuh tak acuh.


"Jika tidak ingin, jawablah semua pertanyaanku. Apa hubunganmu dengan Qu Xuanzi? Bagaimana kau bisa menahan kekuatannya di pagoda kaca? Lalu, liontin itu, apa kau yang mengurungnya?"


"Kau menanyakan itu seolah aku adalah orang jahat," balas Xie Jing tidak terima. Kemudian ia menghela napas sebelum menjawab, "Kaisar Langit sendiri yang memintaku mengamankan roh dan tubuh fisiknya, jadi aku membuat liontin itu lalu membentuk Klan Xie. Aku memerintahkan tiap ketua klan untuk menjaga liontin itu, serta memberitahu mereka mengenai Qu Xuanzi secara singkat. Hanya ketua yang tahu dan dilarang keras membocorkannya. Kemudian, aku bekerja sama dengan Bai Tianzhi untuk menjaga Long Ying dan pecahan kekuatan Kaisar Langit. Jadi, jangan lihat aku sebagai orang jahat."


Xie Ran mengangguk paham lalu bergumam, "Jadi kau hanya anteknya."


"Secara kasar memang seperti itu." Xie Jing tidak tahu bagaimana menjelaskan posisinya pada Xie Ran. Ia sudah lelah. "Jadi, apa kau akan menerima warisanku? Walaupun kau tidak menerima, mau tidak mau kau harus menerima dan akan menjadi ketua klan. Mengenai kelima inderamu yang tidak berfungsi, anak nakal itu akan mengurusnya."


"Anak nakal ...." Tiba-tiba Xie Ran memikirkan sesuatu. Ia tersenyum tiba-tiba membuat firasat Xie Jing memburuk.


"Jangan diberitahu!"


"Aku tahu, aku bukan seseorang yang ingkar janji." Xie Ran bersedekap dada dengan santai.


Senyumnya tidak luntur membuat firasat Xie Jing semakin memburuk. Pasti ada sesuatu, ia yakin akan hal itu. Ia hanya berharap, setelah kembali tidak akan dihukum karena akal-akalan keturunannya sendiri yang durhaka, menumbalkan leluhur pada dewa tirani itu.


"Lebih baik memberiku warisan keilahian sekarang, aku merasa sangat merindukan 'anak nakal' itu." Xie Ran tersenyum semakin dalam.


Dia tidak benar-benar akan menumbalkan leluhurnya, 'kan? Xie Jing hanya bisa berdoa agar keturunannya tidak lebih gila dari harapannya.


Karena tidak ada hal lain yang bisa disampaikan lagi, Xie Jing mengangkat tangannya yang bercahaya dan menembakkan cahaya perak itu tepat ke dahi Xie Ran.


Cahaya perak masuk, membentuk simbol naga yang bercahaya dan mengalir di seluruh meridiannya. Sensasi hangat menyebar, memperlebar meridian dan meningkatkan kualitas kekuatan spiritual dalam waktu cepat.


Setelah sensasi hangat menyebar ke seluruh meridiannya, sensasi itu berubah menjadi panas yang menyebabkan tubuh Xie Ran bergetar. Panas yang melebihi panas unsur api, serta rasa sakit yang melebihi penerobosan paksa aura naga.


Xie Ran jatuh dalam keadaan setengah sadar. Ia pikir kekuatan ini akan akrab dengannya, tapi siapa sangka kutukan kehampaan menyebabkan penolakan dahsyat yang membuat seluruh jalur meridian kacau tak terkendali.


"Serap dengan baik!"


Suara Xie Jing menggema di telinganya. Xie Ran langsung memposisikan tubuh dengan benar dan menyerap secara perlahan agar tidak membuat tubuhnya meledak. Kelebihan kekuatan dapat membuat tubuh meledak dan tak tersisa, ia bisa mati lebih cepat.


Setiap kekuatan kuat tidak didapatkan dengan mudah, tidak ada yang sempurna di dunia ini, tidak ada juga yang instan. Semua memiliki kelemahan dan Xie Ran tak terkecuali. Ia tidak sekuat karakter transmigrasi dalam novel atau komik yang overpower meski berpindah dunia, tapi ia akan berusaha untuk tidak kalah dan tidak mati di tangan orang lain. Termasuk ujian kekuatan ini, ia tidak akan kalah.


Ia menggertakkan gigi, menahan tekanan berlebihan di tubuhnya. Kekuatan ilahi sangat sulit terserap dan membutuhkan waktu untuk beradaptasi agar tidak terjadi kecelakaan. Apalagi kekuatan ilahi kali ini adalah kekuatan ilahi naga.


Kekuatan ilahi naga berbeda dari kekuatan ilahi yang biasa dimiliki para dewi yang bersifat lembut. Kekuatan ilahi naga terlalu kuat untuk seorang wanita, itu sebabnya tidak ada wanita mana pun yang bisa mewarisi kekuatan ilahi naga.


Jika Xie Ran berhasil menerobosnya, ia akan menjadi dewi naga pertama dalam sejarah. Tapi jika tidak, hanya ada kematian menunggunya. Selalu ada konsekuensi sebab akibat sesuai dengan aturan alam, tidak ada yang bisa menentangnya bahkan jenius di antara jenius sekalipun.


Di luar sana, Xie Ran dalam posisi kultivasi mendalam dan tidak dapat diganggu. Ia berkultivasi dalam waktu panjang, sudah hampir seminggu ia dalam kondisi yang sama.


Semakin lama kultivasi seseorang, semakin baik kekuatan yang dihasilkan, oleh karena itu tidak ada yang mengganggunya. Bahkan Qu Xuanzi hanya bisa diam memperhatikan tanpa banyak bergerak.


Ketika sinar perak muncul membentuk simbol naga mengukir dahinya, Qu Xuanzi semakin teliti melihat Xie Ran. Sepertinya ia mengetahui sesuatu, tapi tidak bisa melakukan apa pun karena semua bergantung pada Xie Ran. Entah bagaimana Xie Ran mendapatkannya.


Kondisi Xie Ran semakin lama semakin lemah karena telah menanggung banyak kepahitan dalam kesadarannya. Qu Xuanzi cemas dan ingin membantu, tapi tidak bisa melakukan apa pun. Bahkan dengan kekuatan dan posisinya, ia masih tidak maha kuasa atas segalanya karena semua sudah tertata sejak kehidupan dimulai. Jika ia ikut campur, akan sangat membahayakan Xie Ran.


Dalam kesadaran Xie Ran, Xie Ran sepenuhnya terlelap dalam kekuatan ilahi naga yang semakin merasukinya. Xie Ran kini berada di dunia kesadarannya sendiri, sepenuhnya keluar dari dunia kesadaran Xie Jing.


Segalanya tampak gelap. Xie Ran dapat merasakan tubuhnya terkunci tanpa bisa bergerak dari tempatnya, sedangkan di depannya terdapat naga putih yang lebih besar dari Naga Azure.


"Kesadaranmu penuh kegelapan dan kekosongan, kau yakin dapat mengalahkanku?" Naga putih itu bicara dengan nada arogan, menatap Xie Ran seolah menilainya dengan teliti.


Tidak ada rasa takut di hati Xie Ran. Ia menyipitkan matanya menatap iris biru naga itu. "Aku hanya perlu menyerapmu."


Naga itu mendengus angkuh dan maju lebih dekat menatap Xie Ran dengan tajam. Tubuhnya yang panjang melayang di udara menunjukkan betapa besar ia. "Aku adalah kesadaran dewa naga, tidak pantas digunakan oleh gadis kecil yang cacat dan lemah. Kamu pikir kamu siapa menantangku? Dengan tubuh kecilmu, aku akan dengan mudah menghancurkanmu!"


Xie Ran tersenyum dingin. "Tidak tahu jika tidak mencoba." Jika ia menyerah, naga itu akan melahapnya dan dia akan mati. Naga itu hanya bicara untuk menakut-nakuti Xie Ran, tapi kenyataannya Xie Ran sama sekali tidak takut. Xie Ran tidak takut mati dan pernah mati sekali, ia tidak keberatan jika mati dua kali.


"Kamu! Aku sudah menasihatimu, tapi kamu tidak mau mendengarkan. Kalau begitu, aku tidak akan berbelas kasih!" Naga putih itu meraung begitu ganas hingga helai rambut Xie Ran terkibar akan angin dari raungan naga putih.


Tapi Xie Ran sama sekali tidak tergerak. Ia tetap diam, menutup matanya untuk melanjutkan proses penyerapan. Ia hanya perlu terus menyerap selama naga arogan itu mengganggu, lagipula naga itu tidak bisa membunuhnya di dunia kesadarannya sendiri.


Naga putih merasa sangat geram. Ia tidak bisa menyerang Xie Ran, hanya bisa terus berusaha memecahkan konsentrasi Xie Ran selagi wujudnya menjadi transparan. Ia terus meraung, mengitari Xie Ran dengan tubuh panjangnya dan mengganggunya sepanjang masa.


Namun, Xie Ran sama sekali tidak tampak terganggu!


Naga putih itu tidak tahu, seberapa banyak Xie Ram berusaha untuk tetap fokus. Sekali saja melakukan kesalahan, naga itu akan melahapnya dan ia akan hancur. Kekuatan naga putih sangat kuat, bahkan sampai Xie Ran dibanjiri keringat dingin dan jantung Xie Ran benar-benar kacau.


Gangguan naga itu terus berlanjut memberi penekanan berlebih. Xie Ran tetap pada posisinya, mengabaikan tubuhnya yang bergetar dan berkeringat karena tekanan.


Tidak tahu waktu sudah berlalu seberapa cepat. Xie Ran masih berusaha menyelesaikan penyerapan dalam kegelapan hingga akhirnya tubuh naga putih menjadi sangat transparan nyaris tak terlihat. Naga putih itu melolong meminta Xie Ran untuk tidak menyerapnya, namun Xie Ran tak terganggu.


Waktu berlalu begitu cepat, namun bagi Xie Ran itu adalah proses yang sangat lama karena harus menanggung semua rasa sakit dan lelah. Hingga akhirnya proses penyerapan selesai, ia membuka mata, membiarkan cahaya masuk ke kelopak matanya.


Visi Xie Ran buram dan indera lainnya telah aktif meski masih terganggu. Efek kekuatan ilahi naga mulai bekerja setelah menyatukannya dengan jiwa dan menekan kutukan Huai Mao.


Pandangannya mendapati Qu Xuanzi yang menghampirinya. Sepertinya pria itu telah menunggunya sangat lama dan sudah tahu mengenai keadaannya.


"Istirahatlah, kamu berkultivasi selama sebulan lebih."


"Sebulan ...." Xie Ran nyaris tidak percaya. Ia pikir waktu sudah berlalu selama beberapa tahun karena seharusnya proses penyerapan kekuatan sebesar itu akan sangat lama.


Qu Xuanzi mengangguk pelan. Tapi hal yang terjadi selanjutnya membuatnya benar-benar terdiam.


Plakkk


Xie Ran menamparnya hingga Qu Xuanzi nyaris tidak bisa berkata-kata. Ia menatap Xie Ran bingung.


Xie Ran tersenyum dalam. "Hanya memastikan aku tidak bermimpi. Apa sakit?"


"Tidak." Bagi Qu Xuanzi itu hanya tepukan tanpa rasa, tapi ia masih bingung mengapa Xie Ran menamparnya. Jelaa Xie Ran hanya beralasan bahwa ia memastikan mimpi.


"Tidak sakit? Apa aku perlu—" Xie Ran mengangkat tangannya lagi untuk memukul, namun Qu Xuanzi langsung menahan tangannya.


"Tidak perlu, ini bukan mimpi."


Xie Ran terkekeh, menurunkan kembali tangannya kemudian bersedekap dada dengan senyuman yang sangat dalam. "Tiba-tiba emosiku tidak benar, aku butuh pelampiasan. Kau mengatakan untuk melampiaskannya padamu, tidak keberatan?"


"Tidak." Qu Xuanzi merasa Xie Ran sedang kesal padanya. Tapi karena apa?


"Sudah selesai, aku harus pergi menemui kakek sekarang." Xie Ran berdiri, berbalik keluar kamar sepenuhnya mengabaikan Qu Xuanzi. Ia benar-benar kesal mengenai apa yang ada di kepalanya beserta perkataan Xie Jing.


Senyum Xie Ran luntur menjadi sangat datar ketika berjalan menjauhi kamar. Ia mendengus, merasa emosinya benar-benar tidak stabil. "Anak nakal, ya ... aku ingin lihat sampai kapan kau bisa menipuku lagi."


Qu Xuanzi masih mematung di tempatnya, tidak percaya dirinya diabaikan. Apa Xie Ran benar-benar marah? Karena apa?


Memikirkannya sekali lagi, Xie Ran baru saja menerima keilahian naga. Kekuatan ilahi naga hanya ada pada seseorang yang ia kenal, tapi orang itu sudah lama hilang. Datangnya kekuatan ilahi naga, berarti orang itu telah bertemu dengan Xie Ran dan mewarisinya.


Hal yang membuatnya curiga, apa orang itu mengatakan sesuatu yang tidak boleh dikatakan?


Jika benar, tinggal tunggu saja bagaimana Qu Xuanzi memberinya pelajaran. Tapi sebelum itu, ia masih harus memastikan apa yang diketahui Xie Ran.


Orang tua di atas sana tidak tahu, bahwa dewa tertentu telah menargetnya karena keturunan durhakanya yang secara tidak sengaja menumbalkan leluhur sendiri.


Xie Jing yang baru saja keluar dari dunia kesadaran langsung menggigil tanpa sebab. "Aku harap gadis durhaka itu memegang kata-katanya."


...----------------...


...Ada pergantian jadwal wahai para readers. Novel ini akan up setiap weekday (senin s/d jumat) karena sabtu dan minggu suka nggak ada waktu nulis....


...Aku juga nggak jamin akan terus up karena minggu ini aku bakal sibuk banget (gegara ujian) sampai minggu depan, jadi harus banyak belajar....


...Tenang aja, novel ini aku up sampai tamat, kok. Masih ada banyak plot twist dan misteri yang belum terungkap. Ingat, setiap karakter di sini memiliki sisi berbeda-beda termasuk MC. Di bab awal banyak yang bilang MC bodoh, tapi itu sudah aku jelaskan bahwa MC bersandiwara. Kedepannya, MC udah nggak sandiwara lagi, kok, karena balas dendam sudah berakhir....


...Kalau ada yang bertanya-tanya kenapa MC nggak overpower, ya itu karena selera aku. Aku nggak terlalu suka sama sesuatu yang terlalu sempurna tanpa celah karena kenyataannya nggak ada sesuatu yang sempurna. Semua memiliki kekurangan, jadi aku bikin tiap karakter memiliki kekurangan, sisi gelap, dan tidak maha kuasa. Kalau nggak sesuai, bisa pindah novel ke tempat MC overpower....


...Nanti kalau bertanya-tanya "kan cuma novel, nggak nyata", itu karena supaya novel aku nggak terlalu nggak masuk akal, ingin menghubungkan dengan apa yang terjadi di kenyataan / relate sama sehari-hari. ...


...Aku bisa bikin tokoh overpower, tapi nanti ceritanya jadi monoton, nggak ada yang baru, itu-itu aja. Aku itu gampang bosen, loh. Pernah aku bikin yang begitu (sudah unpublish), konfliknya nggak ada yang lain, nggak ada tantangan yang lebih ngena kalau MC menang mulu. ...


...Emang sih seneng kalau MC terus menang, tak terkalahkan, yang paling bener, tapi seleraku bukan itu. Ini terkait dengan selera, aku nggak maksa karena aku nulis buat numpahin semua imajinasi yang lama nggak dilampiasin. Kadang ada yang nggak masuk akal, aku langsung revisi, terus kepikiran lagi, revisi lagi, nggak jadi-jadi deh. Nulis itu sebenarnya nggak gampang, tapi aku enjoy aja selama ada waktu luang, apalagi kalau responnya bagus. Kadang galau kalau nggak update. #jadi curhat 🤭...


...So, aku malah kebanyakan curhat wkwk. Pokoknya kalau suka, kasih jejak, supaya kalau nanti aku ada duit (kalau ada duit loh ya), aku (mungkin) bisa kirim pulsa sebagai bagian giveaway yang akan datang. Nanti kalau ada duit (karena lagi misqueen) aku kasih tahu di bagian pengumuman atau setelah bab selesai....


...Doain biar dikasih uang jajan lagi. Uang jajanku terpotong 50% sejak covid, malah nggak dikasih sama sekali kalau daring. Sedih yekan, dompet kering gak enak 🤣 #eh curhat lagi...


...Sekian penjelasan dariku, kalau masih ada yang nggak paham silahkan ditanya, bye~...


...----------------...