
Semua orang terdiam, merasa segalanya berlalu sangat cepat namun melekat di ingatan mereka. Mereka tidak bisa melupakan pemandangan mengerikan seperti itu. Klan Xie benar-benar telah berubah.
Xie Ran berdiri dari kursi, berjalan dengan tenang lurus ke depan di mana orang-orang itu berada. Sedangkan beberapa pria yang masih bersujud dilalui begitu saja. Semua orang yang melihatnya refleks mundur, merasakan tekanan yang mengerikan.
"Karena tidak ada lagi yang berniat keluar, aku akan mengumumkan hal ketiga." Ia mengangkat tangannya membuat semua orang begitu takut sampai bergetar hebat. Sinar perak muncul, terbelah menjadi beberapa bagian dan melesat menyelinap ke kerumunan hingga semua orang secara tak sadar menahan napas!
Xie Ran melanjutkan kalimatnya, "Sebelumnya Klan Xie dikuasai oleh ras iblis, Tang Zhi atau Huai Mao yang memimpin. Ada beberapa dari kalian yang berinteraksi dengannya dan membuat kesepakatan, sepenuhnya mengkhianati klan. Jangan berpikir semua akan selesai setelah Huai Mao mati."
Beberapa dari mereka semakin takut dan menunduk. Ucapan Xie Ran benar adanya, namun mereka hanya bawahan. Tapi meskipun hanya bawahan, tidak menutup kemungkinan bahwa mereka berkhianat. Itu adalah penyesalan terbesar mereka. Sekarang, mereka hanya bisa berharap tidak akan terungkap secepat itu.
Ketika sinar perak itu terus membelah diri, menyebar ke setiap penjuru memberi penerangan dengan tekanan hebat, sinar perak itu membentuk rantai besar yang terulur seperti ular. Semua orang terkejut, namun ketika rantai itu melilit beberapa orang begitu keras dan menyeretnya tepat di depan Xie Ran, mereka lebih terkejut lagi.
Itu adalah beberapa kepala keluarga, anak muda, pelayan, penjaga, dan beberapa anggota murid inti klan. Semua adalah anggota penting dan berpengaruh di masing-masing keluarga. Melihat mereka semua terseret dengan rantai besar yang melilit dengan erat, beberapa dari mereka tidak bisa diam saja.
"Ketua Klan, mereka tidak ada hubungannya dengan iblis, mengapa kamu menyeret mereka?" Seorang wanita tua keluar, mencoba meraih putrinya yang terlilit rantai, namun wanita itu nyaris terhempas karena penolakan rantai yang mengeluarkan aura berbahaya.
"Tidak perlu tekejut, aku hanya asal menarik." Xie Ran tersenyum dingin membuat mereka bergidik. Tiap kali Xie Ran tersenyum, mereka selalu memiliki firasat buruk bahwa akan ada sesuatu seperti sebelumnya.
"Ketua Klan, apa perlu bertindak seperti ini?" Pria lainnya merasa sangat takut akan tindakan berbahaya Xie Ran. Itu terlalu berani!
Xie Ran mengabaikannya, bersikap sebagaimana orang tuli. Tangannya dilingkupi cahaya perak berkilauan yang terbang ke udara, tepat di atas kepala para tawanan yang terlilit. Detik berikutnya, orang-orang yang terlilit itu merasakan tubuh mereka terbakar hingga merintih tak berdaya akan sinar perak yang menerobos masuk ke tubuh.
"Ketua!"
Xie Ran mengabaikan peringatan mereka, lalu menarik kekuatannya dengan cepat dari tubuh mereka seolah menarik pedang yang tertancap. Keluar kabut hitam dari tiap mulut mereka, kabut itu menggumpal di udara membentuk bola sebesar kepalan tangan.
Bola-bola itu semakin memadat, dari yang hanya kabut menjadi sejernih inti roh hingga akhirnya hancur berkeping-keping seperti kaca yang pecah bersamaan dengan tawanan yang pingsan. Semua orang terpana melihatnya.
"Benih iblis di tubuh mereka menunjukkan bahwa mereka telah berkonklusi dengan Huai Mao. Aku tebak, benih iblis tidak hanya ada di tubuh mereka, melainkan di rumah untuk digunakan saat waktunya tepat. Setelah benih iblis dikeluarkan, kultivasinya akan hancur, lebih buruk dari meminum arak perpisahan."
Semua orang di tempat terkejut, mulai waspada bila Xie Ran mengungkap mereka dan mulai berpikir untuk melarikan diri. Beberapa dari mereka juga telah lemas dan pasrah akan fakta bahwa salah satu anggota keluarga mereka telah menjadi sampah hingga hanya bisa menyerah dengan ringan, sedangkan sisanya berpikir untuk mempertahankan diri sendiri.
Mereka telah menerima banyak manfaat dari Huai Mao, sepenuhnya mengkhianati klan, ini adalah hukuman untuk mereka. Xie Ran tidak akan berbelas kasih.
"Selanjutnya untuk hal keempat, aku ingin kalian mengakui saat ini juga, mungkin aku akan berbelas kasih. Tapi jika tidak ...."
"Xie Ran, kau tidak tahu malu!" Seorang wanita keluar dengan penuh amarah. Ia sedikit lebih tua dari Xie Ran membuatnya teringat akan Tang Yueying, namun dengan penampilan biasa-biasa saja. Yang membuatnya menarik adalah kekuatannya yang telah menerobos profesional lanjutan.
Ia telah menahan sejak awal, tapi ketika melihat saudaranya dipaksa mengeluarkan benih iblis dan menjadi sampah, ia tidak bisa diam lebih lama sebelum ketahuan. Meski ia tidak peduli pada adiknya, ia tidak bisa diam saja menghadapi iblis berwajah manusia ini.
Keluarganya di samping tidak bisa menghentikan, hanya bisa memelototinya dengan geram.
"Kenapa? Xi'er sudah menjadi sampah karenanya, dia juga pasti akan menargetkan keluarga kita dan memusnahakan kita cepat atau lambat." Wanita itu geram pada keluarganya sendiri kemudian menatap Xie Ran dengan tajam. "Kau hanya idiot yang diturunkan sebagai budak, kau hanya sampah tidak berguna. Kau tidak pantas mengatur klan sesuai keinginanmu dan menghabisi kami. Kau pikir kau siapa? Orangtuamu mati karenamu, seperti yang dikatakan Xie Nu, kau hanya pembawa sial!"
"Xie Jianying!" Pria di belakangnya langsung menarik Xie Jianying dengan keras, memaksanya berlutut.
"Ayah, kenapa kau tunduk padanya? Dia akan menghancurkan keluarga kita! Dia hanya momok yang akan menghancurkan Klan Xie!"
Ayahnya langsung menampar Xie Jianying begitu ucapannya semakin tidak terkendali. Ia tahu putrinya sangat hebat, tapi kekuatan Xie Ran tidak dapat diprediksi dan sangat aneh. Ia tidak bisa mengambil resiko untuk hal ini.
Xie Ran tidak mau repot dengan wanita tak terurus yang mulai menggila. Xie Jianying juga menggunakan benih iblis untuk meningkatkan kekuatan, kekuatannya melebihi dari profesional lanjutan biasa. Namun, itu bukan apa-apa di mata Xie Ran.
"Tidak ada kesempatan untuk para pengkhianat. Waktu kalian hanya satu batang dupa. Jika kalian dengan sukarela melepas benih iblis dan menghancurkannya, aku akan memberi kesempatan untuk tetap di Klan Xie. Jika tidak, hanya ada kematian." Xie Ran mengakhiri pidatonya dan kembali ke kursi besar di belakangnya. Ia duduk, menyangga kepala menggunakan tangan dan memejamkan mata seraya menunggu.
Xie Ran sebenarnya ingin menggunakan metode yang lebih kejam karena tangannya sudah sangat gatal. Ia ingin langsung membunuh semuanya di tempat, tapi Xie Wang melarangnya sehingga Xie Ran hanya bisa menahan dan memikirkan metode seperti ini. Itu membuatnya kesal.
Tapi, meski kesal, ada baiknya juga. Ia bisa menyaring mereka yang patuh dan tidak. Kemudian akan menyaring lagi dengan cara yang lebih kejam. Ia bisa menyebarkan rasa takut terlebih dahulu di hati mereka, sampai akhirnya Klan Xie kembali normal setelah semua pengkhianat terhapus.
Metode seperti itu membutuhkan waktu, tapi ia cukup senggang untuk menemani permainan. Rasanya seperti kembali ke kehidupan lampaunya.
Waktu demi waktu, satu batang dupa hampir habis, sudah banyak yang mulai menyerah dan mengeluarkan benih iblis sendirian menanggung rasa sakit luar biasa dengan tangan sendiri.
Semakin lama semakin banyak hingga halaman dipenuhi oleh teriakan dan tangisan menyedihkan, namun tidak ada darah yang keluar.
Xie Jianying awalnya tidak mau melepaskan benih iblis, namun keluarganya memaksa hingga ia harus ikut menanggung semua rasa sakit yang menyiksa tubuhnya. Ia mengepalkan tinju, sangat membenci Xie Ran yang memaksanya jatuh ke posisi seperti ini. Ia akan membalas!
Banyak yang telah jatuh pingsan, tersisa beberapa keluarga yang masih berdiri dengan gemetar melihat keluarga cabang lain yang menderita kerugian parah. Hanya ada beberapa yang lolos dari benih iblis dan membantu anggota keluarganya untuk memulihkan diri.
Sampai akhirnya waktu satu batang dupa berakhir, Xie Ran membuka mata. Melihat banyak orang terkapar tidak berdaya dan melolong kesakitan, ia merasa puas. Hanya saja, ini bukan seberapa.
Ia berdiri membuat pandangan semua orang teralih padanya dengan horor. Xie Ran berjalan, mengangkat tangannya yang dipenuhi cahaya perak sebelum akhirnya cahaya melesat dengan kecepatan tinggi melalui orang-orang yang masih tersisa.
Mereka masih belum sadar apa yang terjadi ketika tiba-tiba tanah yang mereka pijak telah tergenang oleh darah merah yang mengalir ke mana-mana. Ketika salah satu wanita berteriak ketakutan, semua orang langsung sadar dari ksurupan dan menghindari cairan merah yang mengalir deras di tanah.
"Apa puas?" Ucapan Xie Ran ditujukan pada dua keluarga itu, sebelum akhirnya ia pergi membiarkan mereka semua dalam keadaan terkejut.
Dua keluarga itu salah satunya adalah keluarga yang pernah mengasuh Xie Yao sebelum dipindahkan ke klan utama. Mereka tidak menggunakan benih iblis untuk berlatih dan telah menutup diri setelah sekian lama. Hanya ada anak perempuan diantara mereka dengan satu pria.
Melihat mayat dari keluarga yang menekan mereka selama bertahun-tahun, mereka hanya bisa terdiam. Mayat di bawah kaki mereka adalah sisa dari keluarga yang memilih tidak mengeluarkan benih iblis, kondisi mereka membuat rasa takut terus merambat sampai ke tulang orang-orang yang baru sadar dari proses pelepasan benih iblis.
Xie Ran kembali ke kediamannya, bertemu dengan Mei Liena dan yang lain ketika baru saja melalui pintu kediaman. Mereka melihat Xie Ran dengan bingung, tidak mengerti bagaimana rencana Xie Ran selanjutnya.
"Apa kamu melepaskan mereka begitu saja?" Zhong Xiaorong merasa itu bukan gaya Xie Ran, sama sekali tidak seru.
"Tentu tidak." Xie Ran bicara acuh tak acuh dan masuk ke kamarnya untuk beristirahat. Keenam anak muda itu terdiam, merasa Xie Ran sangat berbeda dari biasanya.
"Menurutmu apa rencana Ranran selanjutnya?" Zhong Xiaorong berbisik pada Pei Xi di sebelahnya.
Pei Xi berpikir sejenak, kemudian menggeleng pelan. Tidak ada yang tahu bagaimana jalan pikiran Xie Ran, bahkan tidak ada yang tahu bagaimana suasana hatinya saat ini. Xie Ran yang sekarang lebih sulit ditebak daripada ketika di akademi.
Semakin lama, ia juga semakin tidak mengerti Xie Ran.
Xie Ran dalam suasana hati yang tidak jelas sekarang. Tidak tidak bahagia, tidak juga kesal, hanya merasa lelah dan ingin tidur. Menggunakan kekuatan ilahi dua kali berturut-turut rupanya cukup melelahkan, apalagi ini kali pertamanya. Ia harus banyak berlatih agar terbiasa dan tidak terlalu menguras tenaga.
Setelah membersihkan diri karena bau darah yang berkeliaran di sekitar tubuhnya, Xie Ran berniat untuk memeriksa laporan keuangan klan. Meski ia tidak bisa membaca karena visinya buram, ia tetap bisa menyerap apa yang tertuliskan di sana menggunakan kekuatan spiritual, itu tidak sulit.
Catatan keuangan Klan Xie untuk kediaman utama tidak ada masalah, hanya saja ada banyak masalah di catatan kediaman keluarga cabang. Banyak yang melakukan korupsi dan lain-lain sehingga segalanya menjadi sangat kacau. Huai Mao seharusnya sudah mengantisipasi mereka, tapi mereka justru mengambil keuntungan dengan melemahnya pengawasan Huai Mao untuk bersenang-senang sendiri.
Lagi-lagi Xie Ran harus memikirkan masalahnya. Ia tidak pernah menangani masalah keuangan atau sejenisnya, ia hanya tahu mengelola misi. Bagaimana ia melakukan ini, harus bergantung pada pengajaran nenek dan kakeknya.
Atau mungkin Yan Yao bisa membantu.
Ketika memikirkan hal tersebut, Xie Ran baru saja akan pergi mencari Yan Yao. Namun langkahnya terhambat ketika tubuhnya jatuh ke pelukan erat dari punggungnya. Xie Ran agak terkejut, tapi ia langsung menormalkan ekspresi menjadi datar.
"Apa kamu marah?" Qu Xuanzi tertekan selama beberapa hari terakhir karena Xie Ran mengabaikannya. Tidak seperti biasanya Xie Ran bersikap begitu dingin meski ia tahu itu memang salah satu kepribadiannya yang suka berubah-ubah.
Xie Ran sama sekali tidak menjawabnya, hanya menunduk dalam diam tanpa mengatakan sepatah kata pun. Dengan begini, suasana hatinya semakin tidak dapat ditebak.
"Aku sudah merenungkannya, tapi aku tidak tahu apa yang salah selama kamu hanya diam. Apa pun itu, aku minta maaf. Jangan mengabaikanku." Qu Xuanzi meletakkan kepalanya di bahu Xie Ran. Ia benar-benar lemah dalam hal ini dan tidak tahu harus melakukan apa. Ia sudah bertanya pada Naga Azure dan yang lain, tapi mereka masih tidak tahu apa mau Xie Ran sebenarnya.
"Kau minta maaf padahal tidak tahu apa kesalahanmu, kau juga tidak menyesal." Xie Ran malas bicara terlalu banyak.
Ia melepas pelukan Qu Xuanzi, berbalik menatapnya dengan lekat. Semakin lama melihatnya, semakin kacau hatinya.
Xie Ran berkata dengan nada pelan. "Kukatakan sekali lagi, apa ada sesuatu yang pernah kau sesali seumur hidupmu?"
Qu Xuanzi berpikir keras. Ia telah memikirkannya sejak lama, tapi tidak menemukan apa pun yang dapat membuat Xie Ran marah. Ini aneh, semenjak Xie Ran bertemu dengan Xie Jing, sikapnya berubah sangat drastis. Apa yang sebenarnya pria aneh itu katakan?
Jika ada sesuatu yang ia sesali, itu tidak lain adalah masalah Kaisar Iblis. Xie Ran juga tahu hal itu sejak lama dan tidak ada hubungannya dengan Xie Ran yang marah. Lalu apa masalahnya? Semakin lama dipikirkan, ia semakin tidak mengerti.
"Ranran, apa yang dia katakan padamu?" Qu Xuanzi pikir itu adalah sesuatu yang dikatakan Xie Jing. Pasti ada kesalahpahaman.
"Dia?"
"Xie Jing."
Xie Ran menjadi lebih serius. "Jadi kamu benar mengenalnya."
"Aku hanya memintanya menjaga roh dan tubuh fisikku selama berinkarnasi," jelas Qu Xuanzi.
"Lalu kenapa tidak mengatakannya sejak awal?"
"Kamu marah karena itu?" Qu Xuanzi sendiri mengalami banyak hal yang dilupakan, jadi dia tidak bisa mencerna hanya dalam waktu singkat. Apalagi kekuatannya saat itu tidak memadai sehingga harus mencari pecahan kekuatannya yang lain. Dengan berkumpulnya kekuatan, semakin sempurna kekuatannya, ingatannya yang telah hilang akan kembali secara maksimal.
Xie Ran menggeleng pelan, sama sekali tidak marah jika Qu Xuanzi tidak menceritakan apa pun. Bahkan jika Qu Xuanzi menyembunyikan identitasnya, ia tidak akan semarah ini. Ia marah karena hal lain.
"Setelah Xie Jing menguncimu dalam liontin, jiwamu berinkarnasi. Apa kau tidak ingat?" Mungkin Xie Ran akan meredakan amarahnya jika Qu Xuanzi benar-benar tidak ingat sehingga ia tidak akan terus terlihat tidak masuk akal.
Tapi Qu Xuanzi hanya diam, seolah mengingat sesuatu. Memang benar, ia ingat, tapi tidak pernah mengatakannya. Meski pada awalnya semua itu terasa samar, ia mulai ingat ketika kondisi Xie Ran memburuk di Pagoda Kaca.
"Apa kamu juga ingat?" Qu Xuanzi mengajukan pertanyaan balik.
Xie Ran menggeleng pelan. "Meski begitu, aku sudah memiliki jawaban." Kemudian menatap Qu Xuanzi lekat-lekat. "Kau ... membingungkanku selama bertahun-tahun. Aku awalnya berpikir, bagaimana aku bisa sebodoh itu takut pada seekor hiu putih yang menyerangku ketika terjun payung. Rupanya itu hanya bagian dari skemamu saja. Kau mengganti ingatanku dengan hal lain yang kau buat. Kau memaksaku ... melupakanmu."