
"Yang Mulia, Dewi Kehidupan telah kembali dan meminta Yang Mulia datang menyambutnya." Ann Rou bicara dengan hati-hati. Ketika menerima pesan Dewi Kehidupan, ia merasa jantungnya nyaris melompat dan langsung tergesa-gesa ke Klan Xie untuk memberitahu tuannya.
Qu Xuanzi mengerutkan kening. "Dia masih hidup?"
Ann Rou dan Li Chen membeku sejenak. Apa begitu banyak hal yang dilupakan tuan mereka sampai Dewi Kehidupan saja tidak ingat?
"Dewi Kehidupan muncul setelah kekuatan Yang Mulia sempurna, hanya menunggu segel terlepas dan Dunia Atas terbentuk kembali. Saat ini Dewi Kehidupan dalam bentuk kesadaran, ingin bertemu Yang Mulia." Li Chen langsung paham setelah beberapa saat berpikir. Pada saat kehancuran Dunia Atas, semua dewa dan dewi hilang tanpa kabar. Ada pula yang mati karena efek kehancuran, termasuk Dewi Kehidupan.
"Katakan padanya aku sibuk." Qu Xuanzi malas bertemu dengan wanita cerewet itu.
"Tapi, jika tidak datang ...." Ann Rou menggigil mendengarnya. Meski Dewi Kehidupan tampak anggun dan berwibawa, tempramennya adalah sesuatu yang tidak bisa ditahan. Mereka tidak berani menanggungnya.
Naga Azure merasa sakit kepala sekarang. Ia tahu jelas bagaimana Dewi Kehidupan. Meski bukan ibu Qu Xuanzi, dia adalah penerus ibu Qu Xuanzi yang mewarisi keilahian Dewi Kehidupan sebelumnya. Oleh sebab itu, kekuatan ilahinya dekat dengan Qu Xuanzi dan menganggapnya sebagai anak. Tapi Qu Xuanzi berhati keras, tidak pernah menganggapnya sehingga pengakuan itu hanya berlaku secara sepihak.
"Yang Mulia, aku rasa ini adalah hal penting." Naga Azure juga menyarankan Qu Xuanzi untuk datang. Jika tidak, Dewi aneh itu akan melakukan hal tidak terduga sekali lagi!
Satu-satunya di Dunia Atas yang dapat menindas hewan suci selain Qu Xuanzi hanyalah Dewi Kehidupan! Tempramennya lebih buruk dari Xie Ran, dia kadang dapat merepotkan Qu Xuanzi seharian penuh dengan ocehan panjangnya yang mengalir deras seperti sungai.
Setiap hari kerjaannya datang ke Istana dan meminta Qu Xuanzi memanggilnya 'ibu' dengan tidak tahu malu. Tentu Qu Xuanzi mengabaikannya, merasa tidak ada urusan dan tidak memiliki waktu untuk peduli. Bahkan kakeknya memberi julukan Dewi Kehidupan 'si aneh', bukannya kesal dewi itu justru antusias mendapat julukan bodoh itu.
Dou Dou mencoba meyakinkan. "Yang Mulia, jika tidak datang menyambut, mungkin saja Dewi Kehidupan akan datang ke Klan Xie dan menjadikan tempat ini sebagai wahana bermainnya."
Qu Xuanzi tetap menolak berurusan dengan dewi merepotkan itu. "Kalau dia ingin datang, maka datanglah. Hanya roh kesadaran, tidak bisa membuat suatu hal menjadi kacau."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hari berikutnya, Xie Ran sepenuhnya telah belajar hal keuangan dengan Yan Yao. Semalaman Xie Ran tidak tidur demi menyelesaikan masalah secepatnya, pagi harinya langsung mengurus orang untuk mengumpulkan para 'tamu istimewa' yang ia undang dari jauh itu.
Xie Ran duduk di kursi besarnya, sambil memejamkan mata untuk istirahat sebentar sambil menunggu kedatangan para tamunya ke aula.
Kali ini, ia sudah mengatur hanya anggota keluarga saja yang diperbolehkan masuk ke aula, sisanya harus menunggu keputusan.
Tepat lima menit setelahnya, mereka semua berkumpul secara bersamaan dan memberi salam secara serempak. Kali ini, tidak ada lagi yang berani bicara sembarangan mengingat betapa kejam Xie Ran membunuh beberapa keluarga itu di depan mata mereka.
Ketika Xie Ran membuka mata, semua orang yang awalnya tegang mulai berkeringat dingin. Semuanya menunduk, bahkan bergerak pun tidak berani, takut membuat Xie Ran marah menyebabkan kepala mereka terpenggal.
Kini Xie Ran tidak sendiri. Qu Xuanzi juga hadir beserta keenam teman-teman Xie Ran yang duduk menunggu pertunjukan apa lagi yang akan diadakan gadis kecil itu.
Dengan ini, aura dalam ruangan menjadi sangat tegang disertai penekanan yang berhasil membuat semua orang benar-benar lemas.
"Tidak perlu tegang, sebelum aku memulai, aku akan membiarkan siapa pun bicara menyampaikan sesuatu. Sepertinya kalian memiliki beberapa pendapat yang ingin disampaikan." Xie Ran bicara dengan tenang, tanpa fluktuasi emosi yang membuat suasana tegang menjadi sedikit reda.
Mereka semua akhirnya saling tatap, tampak ingin mengatakan sesuatu untuk melindungi diri sendiri. Masing-masing dari keluarga sudah berunding untuk menentukan masa depan mereka bagaimana caranya bertahan di bawah kepemimpinan Xie Ran tanpa kekhawatiran. Xie Ran sangat kejam, jika ingin hidup maka harus merencanakannya dengan baik.
Salah satu pria paruh baya berjalan maju beberapa langkah lalu membungkuk di hadapan Xie Ran. Dia tampak tidak terlalu tua, setidaknya umurnya seumuran dengan Xie Yun—jika masih hidup.
"Ketua Klan, sebelumnya maaf bila baru menyampaikannya sekarang. Dikarenakan kondisi tidak mendukung, bawahan ini belum sempat memberitahu sebuah hal penting menyangkut masa depan klan."
Xie Ran menarik sebelah alisnya. Apa ada sesuatu yang ia lewatkan? Ini membuatnya penasaran. "Kalau begitu, jelaskan!"
Pria itu menghembuskan napas untuk menekan rasa tertekan. Ia mengambil secarik kertas dari lengan bajunya kemudian menyerahkannya pada Xie Ran.
Tapi sebelum kertas itu sampai di tangan Xie Ran, jari Xie Ran dilingkupi cahaya merah membuat semua orang menarik napas dalam-dalam merasa sangat tegang. Terlebih lagi untuk pria yang memberi secarik kertas tersebut.
Tepat ketika mereka berpikir pria itu akan mati, seorang gadis pelayan yang sedikit lebih tua dari Xie Ran muncul diantara kerumunan, maju ke depan dengan pandangan kosong. Mereka semua ingin memberitahu pada gadis pelayan kurang ajar itu untuk tidak mengganggu, tapi tidak dipedulikan.
Hingga akhirnya gadis pelayan itu berdiri sedikit lebih maju dari pria yang masih bergetar hebat.
"Nuo Ling, bacakan!"
Nuo Ling, pelayan pribadi Xie Ran yang diutus Huai Mao untuk memata-matai Xie Ran ketika di kediaman utama. Hanya saja, saat itu Xie Ran menggunakan hipnotis untuk setia padanya dan mematai Huai Mao dari jauh. (Bab 17 & 18 kalau lupa, BTW)
Semua yang ia ketahui tentang Klan Xie, semua dari Nuo Ling yang diam-diam mengirimnya pesan. Bahkan kabar tentang kedatangan Xie Wang dan Su Liu'er datang dari surat Nuo Ling. Jika tidak, butuh waktu agar berita itu sampai di Istana Putri Kesembilan yang terasingi dan ia tidak bisa tepat waktu menahan Xie Wang dan Su Liu'er.
Nuo Ling mengambil kertas di tangan pria itu lalu membacanya dengan teliti. Wajahnya tanpa ekspresi, pergi ke arah Xie Ran dan membisikinya.
Kening Xie Ran berkerut tiba-tiba membuat semua orang semakin gemetar. Mereka merasakan firasat buruk menghantui sampai tidak lagi berani mendongakkan kepala.
Setelah Nuo Ling mundur, Xie Ran menetralkan ekspresinya menjadi lebih sulit tertebak. Diam-diam ia melirik Qu Xuanzi, lalu tersenyum samar. Tidak ada seorang pun yang menyadarinya.
"Kepala Keluarga Xie Hao, 'kan?" Xie Ran menopang kepalanya dengan tangan, tampak santai dengan pandangan kosong itu. "Aku ingin tahu, apa maksud dari surat tersebut darimu langsung."
Xie Hao semakin gemetar, kemudian membungkuk takut sebelum akhirnya bicara, "Ketua Klan, Ketua Klan sebelumnya telah menyetujui kontrak pernikahan antara putrinya dan putra terbaik hamba. Ketika memeriksa barang, bawahan ini menemukan kontrak tersebut dan baru mengingatnya."
Mendengar itu, semua orang tercegang. Pria tua itu berani mengungkit kontrak pernikahan lama yang dilupakan ketika Xie Ran sudah berada di posisi tinggi? Mau apa orang tua itu!
Saat ini, semua orang mulai menggerutu. Xie Ran adalah putri yang patuh pada orangtuanya, bahkan sampai matipun Xie Ran masih mengutus orang untuk membuatkan papan kematian dan kuil doa untuk mereka. Jika sudah seperti ini, sama saja seperti wasiat orangtuanya. Xie Ran mana berani membantah!
Memikirkan betapa beruntungnya Xie Hao, mereka hanya bisa mengutuk dalam hati.
Berbeda dari reaksi para anggota keluarga, teman-teman Xie Ran sudah menyalakan lilin dalam hati untuk semua anggota keluarga Xie Hao.
Selamat, Anda telah membuat Kaisar tetentu mengamuk!
Pada saat ini, mereka hanya bisa melihat Xie Hao dengan penuh rasa kasihan, tidak berani melirik ke arah di mana Qu Xuanzi yang berwajah gelap berada.
Xie Ran berdiri dari kursinya, membuat teman-temannya dan Qu Xuanzi juga harus berdiri dan mengikut di belakangnya. Qu Xuanzi paling depan, tepat di belakang Xie Ran menjaga calon istrinya dari kontrak pernikahan sampah yang diajukan orang bodoh itu.
Xie Ran hanya tersenyum diam-diam di balik wajah datarnya. Kemudian ia menjawab Xie Hao, "Apa kamu ingin menjadikan seseorang yang telah kehilangan kultivasi berada di sisiku?"
Xie Hao tersenyum kecut. "Ketua Klan, ini adalah wasiat ketua klan sebelumnya, bawahan ini tidak berani menolak."
Xie Ran tersenyum dengan lembut. "Aku tidak pernah mendengar ayahku berkata demikian, begitu pula kakekku, jadi aku sama sekali tidak tahu dan memaksa putramu kehilangan kultivasinya, aku turut menyesal."
Qu Xuanzi di belakangnya langsung melirik Xie Ran dengan waspada. Apa Xie Ran berniat menerima kontrak pernikahan konyol itu? Ia yakin tidak mungkin, tapi memikirkannya membuatnya kesal setengah mati.
"Itu bukan masalah. Ketua Klan, benih iblis adalah hal buruk, Ketua Klan menghapusnya sudah menyelamatkan keluarga kami agar tidak menderita di masa depan. Ketua Klan adalah wanita baik dan bijaksana." Xie Hao mulai tenang pada saat ini, berpikir Xie Ran akan memenuhi kontrak pernikahan dan akan menikahi salah satu putranya. Ia akan melambung tinggi saat itu juga lalu memamerkannya pada keluarga lain.
"Tapi, musuhku sangat banyak dan kuat. Takutnya, ketika dalam pertempuran, aku tidak bisa melindungi orang-orang di sisiku, menyebabkan aku ditakdirkan sendiri. Aku takut, jika menjadi janda di usia muda." Xie Ran bicara tanpa daya dan menghela napas. Qu Xuanzi di belakangnya langsung tenang kembali berpikir Xie Ran telah menolak mereka.
Xie Hao menegang sejenak, kemudian buru-buru berkata, "Ketua Klan, hal ini tidak perlu dikhawatirkan. Ada banyak ahli di klan kita, putraku juga merupakan jenius dan mudah belajar. Dengan bimbingan Ketua Klan, itu bukan hal sulit."
"Jadi, kau mengatakan bahwa aku harus menjadikan suamiku sebagai muridku sendiri?"
"Itu ...." Xie Hao nyaris tidak bisa berkata-kata akan jalan pikir Xie Ran.
"Tidak masalah." Xie Ran akhirnya membuat keputusan hanya dalam beberapa detik membuat teman-temannya terkejut.
Dia setuju begitu saja? Setuju membawa beban!
Xie Ran tiba-tiba merasakan aura dingin dari punggungnya. Tapi ia mengabaikan, melangkah lebih maju dengan cepat untuk menghindari aura dingin dan berada di ujung pembatas antara tempatnya dengan kumpulan ternak itu.
"Tapi untuk memilih murid, aku bahkan tidak bisa sembarang pilih. Xie Hao, kau mengatakan akan memberikan putramu yang terbaik, lalu apa kau bersedia membiarkan putramu melawanku? Jika dia menang, dia boleh menikahiku."
Semua orang tiba-tiba menghirup udara dingin. Memang benar, tidak semudah itu membujuknya! Xie Ran sama sekali tidak peduli dengan kontrak pernikahan!
"Yang lain juga boleh ikut, mungkin memiliki sedikit keberuntungan." Xie Ran bicara dengan lembut serta senyum terbaik, tapi senyum indah itu begitu mengerikan di mata semua orang.
Teman-teman Xie Ran di belakang hanya bisa menahan tawa yang nyaris tumpah. Ingin melawan Ranran? Bahkan jika mereka berenam bergabung untuk melawannya, masih belum pasti mereka berenam akan menang!
"Jadi kontrak pernikahan ini tidak berlaku." Kontrak pernikahan di tangan Nuo Ling melayang di udara tepat ke atas tangan Xie Ran, lalu terbakar begitu saja sampai menghilang di depan mereka.
"Karena tidak ada yang maju lagi, aku akan menyerahkannya pada Nuo Ling untuk bicara." Xie Ran mengakhiri kalimatnya, namun tetap berdiri di tempat dengan tenang memandang mereka dengan pandangan geli.
Nuo Ling maju, mengabaikan Xie Hao di sebelahnya yang telah kehabisan tenaga untuk berdiri. Ia menghadap Xie Ran dengan bungkukkan.
"Ketua Klan, Nuo Ling melapor. Selama pengamatan dua tahun serta pencatatan keuangan tujuh tahun terakhir, terdapat penggelapan jutaan tael emas, senjata, dan usaha lainnya yang menyebabkan Klan Xie mengalami krisis. Demikian laporannya." Nuo Ling menyerahkan catatan laporan di tangannya kepada Xie Ran.
Tanpa membaca pun Xie Ran sudah tahu isinya. Senyumnya tetap bertahan dengan sempurna seolah tidak ada yang terjadi.
"Ada satu lagi yang ingin Nuo Ling sampaikan." Nuo Ling kembali bicara membuat semua orang semakin penasaran. "Selain melakukan penggelapan, beberapa dari mereka, atau bahkan putra putri mereka juga melakukan penindasan pada rakyat kecil, perampasan mengatas namakan Klan Xie, pembunuhan, dan pelecehan."
"Oh? Ada yang seperti itu. Aku ingin tahu, siapa yang berani melakukan hal seperti itu atas nama klan." Xie Ran merasa Nuo Ling sangat menarik. Dia tidak mengungkapkan semua padanya, melainkan di depan umum menyebabkan banyak orang semakin cemas. Bahkan tidak dicatatkan, ia yakin Nuo Ling akan mengumumkan nama mereka.
Nuo Ling memandang semua orang dengan pandangan tanpa emosi. Sampai akhirnya ia mulai menyebutkan satu per satu nama dan masalah mereka secara rinci membuat kondisi aura menjadi ricuh.
"Xie Lin, Tuan Muda Tertua Kediaman Kota Yi. Telah membunuh anak-anak panti dengan dalih pembersihan kota, melakukan penyuapan dengan para penjaga kota untuk menyeludupi benih iblis ilegal lalu diedarkan di masyarakat. Itu semua, belum termasuk beberapa anggota keluarga yang dibunuh serta melakukan pelecehan dan memperkosa beberapa wanita tanpa mempertanggungjawabkannya lalu membunuhnya."
Xie Hao sebagai ayah Xie Lin melototi Nuo Ling dengan tajam merasa sangat ingin menghancurkan wanita itu sekarang juga. Ia sangat marah!
Nuo Ling melanjutkan, "Xie Hao, Kepala Keluarga Kediaman Kota Yi. Menggelapkan uang sebesar satu juta tael emas, melakukan pembunuhan terhadap keluarga mendiang istrinya serta merampas hak asasi kalangan rendah di Kota Yi, menyuap Pejabat Kota sebesar 500.000 tael emas, lalu melakukan pelecehan paksa terhadap wanita dan remaja."
Xie Ran menarik sebelah alisnya, kemudian menghela napas. "Xie Hao, kau ingin menyerahkanku pada putramu yang kehilangan kewarasannya? Apa kau masih memandangku?"
Xie Hao masih ngotot pada pendiriannya. "Ketua Klan, dia berbohong! Xie Lin sangat patuh dan berbakat, dia tidak pernah melakukan itu! Wanita ini ... dia telah menjebak kami sekeluarga. Dia pasti memiliki dendam dan ingin membalas dendam!"
"Meragukan Nuo Ling sama saja meragukanku. Xie Hao, kau tidak memiliki hak melawan Nuo Ling." Xie Ran bukannya membela Nuo Ling. Karena Nuo Ling ada dalam kendalinya, maka Nuo Ling juga merupakan Xie Ran. Ia mengabaikan ocehan Xie Hao, lalu mengangguk pada Nuo Ling.
Nuo Ling melanjutkan tuntutannya lagi bahkan sampai mulutnya mengering. Ia juga menyebutkan orang-orang yang melakukan penggelapan uang. Pemilik nama yang disebut langsung ditangkap tepat setelah nama disebutkan dan dipisahkan dari kerumunan untuk diungkap wajahnya atas permintaan Xie Ran.
Mereka yang masih berdiri sendiri hanyalah sisa yang terus menunduk sampai akhirnya Nuo Ling menyelesaikan tuntutan. Xie Ran yakin, masih ada kejahatan lain diantara para 'sisa', dia akan segera mendapat kesempatan membunuh mereka.
"Pisahkan pelaku penggelapan uang, pembunuhan, penindasan, dan pelecehan. Atur eksekusi sesegera mungkin." Xie Ran tidak ada kata maaf untuk orang-orang seperti mereka.
Meski dunia ini ada di mana orang kuat berkuasa, serta pembunuhan adalah hal lumrah, saat ini ia yang terkuat—terlepas dari Qu Xuanzi—dan dialah yang berkuasa. Hidup mati mereka ada di tangannya. Jika dia ingin mereka mati, maka mereka harus mati.
"Baik." Nuo Ling membungkuk hormat dan segera mengatur segalanya.
Ketika para penjaga menahan tawanan, ada beberapa tawanan memberontak dan ingin kabur sehingga harus melakukan kekerasan agar menurut. Beberapa yang masih berdiri di kerumunan hanya bisa melihat, menangis, dan lainnya. Intinya mereka ketakutan sampai mungkin tidak akan pernah bisa tidur nyenyak selama Xie Ran masih hidup.
"Ketua Klan, apa ini bisa disebut adil? Kau bahkan membunuh seseorang tanpa ampun, kenapa kau melakukan ini pada kami!" Salah satu pria berteriak ke arah Xie Ran selagi ditahan oleh penjaga ketika ingin kabur.
"Apa salahnya membunuh? Mereka lemah, tidak pantas hidup! Xie Ran, kau sengaja mencari kesalahan kami untuk membunuh kami semua. Lihatlah dirimu sendiri, kau bahkan tidak bisa melihat. Di masa depan, hanya orang gila yang ingin bersamamu!"
Pada saat ucapan itu jatuh ke telinga kelima anak muda di belakang Xie Ran, mereka secara otomatis melirik pemuda di antara mereka yang hanya diam, kemudian beralih ke pria jakung yang masih mengawal di belakang Xie Ran.
Entah kenapa tiba-tiba mereka merasa kasihan pada pria yang mencaci itu. Dia sebenarnya sedang mengatakan bahwa tiga pria besar yang menyukai Xie Ran sekaligus telah menjadi gila?
"Aku memang gila." Qu Xuanzi berbisik di belakang Xie Ran, namun Xie Ran tidak menanggapi.
Xie Ran hanya diam, tenggelam dalam pikirannya sendiri. Ia tidak memikirkan ucapan pria itu, hanya merasa kesal memikirkan apa yang mereka lakukan.
"Xie Ran, kau hanya sedikit lebih kuat saja. Jika saja kau tidak memaksaku mengeluarkan benih iblis, aku sudah mencabik-cabikmu lalu memperkosamu sampai hamil dan membunuh kalian!"
Crashhh
Semburan darah berterbangan ke wajah para tawanan termasuk penjaga yang menahan tawanan. Ketika pria yang baru saja mencaci sadar bahwa wajahnya berlumuran darah serta dada kirinya telah bolong, ia langsung jatuh ke lantai tanpa tahu penyebabnya.
Semua orang terkejut, apalagi begitu melihat sosok gadis dengan tangan yang berlumuran darah menegang jantung di tangan kirinya yang masih berdenyut. Wajahnya tetap tanpa ekspresi, bahkan tidak berkedip ketika menariknya. Ia menekan jantung di tangannya sampai hancur berkeping-keping.
Ia bukan orang yang mudah terprovokasi, tapi begitu seseorang menyentuh harga dirinya dengan hal menjijikkan, ia akan langsung membunuhnya tanpa bicara.
"Maaf, aku sedikit keterlaluan." Xie Ran tersenyum dan kembali ke tempatnya dengan langkah tenang, membuat semua orang memandangnya seperti memandang malaikat maut. Tidak ada lagi yang berani bicara.
Kontras dengan para tawanan yang berlumuran darah karena cipratan yang disebabkan Xie Ran, pakaian Xie Ran sangat bersih dari noda, kecuali tangan kirinya yang seperti dicat dengan warna merah. Hanya dengan satu jentikan, tangannya kembali putih tanpa noda, meski tidak menghapus bau darah yang menyengat.
Yan Yao dan yang lainnya juga ikut terdiam. Mereka tidak melihat Xie Ran bergerak, tiba-tiba saja sudah terjadi. Awalnya mereka berpikir bahwa Qu Xuanzi yang akan membunuh pria kurang ajar itu setelah melihat betapa gelap wajah Qu Xuanzi. Tapi mereka tidak tahu, Xie Ran lebih marah dari apa pun.
Seseorang yang merendahkan harga diri wanita, harus dibunuh.
Xie Ran membenci hal berbau pelecehan. Apalagi ucapan pria tadi benar-benar menyentuh bagian terlemahnya hingga membuatnya benar-benar marah.
Suatu hari, ketika masih awal remaja, ia dan kelompoknya pernah bertemu anggota cabul sehingga mereka yang masih amatir hanya bisa mundur. Xie Ran yang terkuat dalam kelompok, mencoba melindungi anggota lain dan melawannya sampai terluka.
Untungnya ia berhasil menusuk mata pria cabul itu dan lari. Kemudian bertemu gurunya yang mengingatkannya untuk tidak memberi pengampunan pada seseorang yang seperti itu. Ia langsung menembak kepalanya saat itu juga.
Kenangan itu terpakai sampai sekarang dan ia tidak akan pernah mengampuni orang seperti itu, meski dilakukan pada seseorang yang tidak ia kenal.
Melihat kerumunan yang penuh ketakutan dan kesedihan, Xie Ran sama sekali tidak memiliki reaksi lain selain menonton kondisi menyedihkan itu. Ia tidak peduli dibilang tak berperasaan dan kejam, ia hanya melakukan apa yang menurutnya benar.
Para tawanan diseret. Bsberapa dari mereka adalah seorang ayah yang membuat anak-anaknya berlari menanggilnya. Sedangkan para wanita hanya menahan anak mereka agar tidak terluka. Ada beberapa anak terlantar sambil menangis dan meringkuk, dibantu oleh keluarga lain.
Xie Ran menurunkan pandangannya. "Seharusnya mereka tidak dilahirkan di lingkungan seperti ini." Seharusnya ia juga sama. Baik Xie Ran maupun Isabella, keduanya lahir di saat yang tidak tepat dan di tempat yang salah menyebabkan kondisi mereka menjadi menyedihkan.
"Tidak ada yang bisa menghentikan." Qu Xuanzi menggenggam tangan Xie Ran, menyadari emosi Xie Ran yang tidak stabil. Ia sudah tahu sebelum Xie Ran membunuh orang itu, jadi dia hanya diam menahan amarahnya.
"Ketika seseorang terlahir dalam sebuah bencana, dia akan terkucilkan, dianggap sial tanpa sebab. Seharusnya orangtua yang disalahkan, kenapa mengucilkan mereka? Kenapa meninggalkan mereka?"
Meski ia tidak menyalahkan Xie Yun dan Wen Xi, ia menyalahkan orangtuanya di kehidupan lampau yang tidak kompeten dan terlalu sibuk dengan pekerjaan sampai ia diculik seseorang dan dijadikan mesin pembunuh yang membunuh keluarganya sendiri. Sudah terlambat ketika menyadari, ia juga tidak menyesal.
Qu Xuanzi memeluk Xie Ran dari belakang, lalu bicara padanya dengan nada suara rendah. "Tidak akan terjadi lagi, itu semua sudah berakhir." Qu Xuanzi memikirkan cara beberapa saat agar Xie Ran tidak terus muram. "Oleh karena itu, di masa depan, anak kita tidak boleh merasakan hal yang sama."
Xie Ran diam untuk beberapa saat, kemudian melirik Qu Xuanzi yang memeluknya di depan umum tanpa rasa bersalah. Kemudian melihat teman-temannya yang memalingkan wajah berpura-pura tidak tahu, bahkan Liu Chang bicara pada dinding seolah dinding itu kekasihnya.
"Kau ingin kupukul?" Xie Ran keberatan Qu Xuanzi memeluknya di depan umum. Untung saja orang-orang bodoh itu tidak terlalu memperhatikan karena sibuk pada diri sendiri sampai tidak mau melihat ke arah Xie Ran saking takutnya.
"Apa aku mengatakan hal yang salah?" Qu Xuanzi menatap Xie Ran penuh perhatian membuat Xie Ran merasa tidak berdaya. Ia tersenyum, lalu mengusap wajah Xie Ran dengan lembut. "Kamu ibu yang baik, anak kita di masa depan akan sangat menyukaimu."
Xie Ran mengerjap mata, menyingkirkan tangan Qu Xuanzi di wajahnya. "Apanya yang anak? Aku bahkan ... tidak pernah memiliki anak, bagaimana bisa menjadi ibu?"
Qu Xuanzi terkekeh kecil. "Bukankah Xiao Caihong anak kita? Kau yang menamainya."
"Dia ... hanya seekor anak ular. Aku sangat kasar, tidak suka anak-anak." Xie Ran berdalih, tidak mau kalah.
"Dia berkata kau sangat baik terus memberinya makan dan pergi bermain—"
"Xuanzi, apa kau sedang ... sangat ingin menjadi ayah? Asal kau tahu, Xiao Caihong anak angkatku, aku yang dilihatnya pertama kali." Xie Ran menegaskan kata-katanya menutupi rasa malu.
Qu Xuanzi rasanya sangat ingin tertawa melihat ekspresi bingung Xie Ran yang sangat lucu. Ia mendekatkan bibirnya ke telinga Xie Ran. "Kamu tahu? Telingamu memerah ketika sedang gugup."
Xie Ran terdiam, lalu menunduk tanpa mengatakan apa pun. Ia sangat kesal merasa diperdaya, tapi ia tidak bisa melawan dan hanya bisa diam. Jantungnya yang cepat membuatnya tidak bisa berpikir dengan cepat.
"Sudah lebih baik?" Qu Xuanzi tidak lagi membuat Xie Ran kalang kabut, hanya memeluknya memberi kehangatan ketika perasaan Xie Ran tengah kacau.
Xie Ran tanpa sadar mengangguk pelan dan tersenyum samar. Ketika ia teringat bahwa dirinya seharusnya masih marah pada Qu Xuanzi, ia merasa pria di belakangnya sangat pandai mengambil kesempatan sehingga hanya bisa pasrah akan kekalahan. Sudahlah, tidak perlu marah terlalu lama dan terus merepotkannya.
Di antara kerumunan yang sibuk pada diri sendiri sampai tidak memperhatikan sepasang kekasih yang berpelukan dengan tenang, Xie Jianying terkecuali. Ia melihat Xie Ran dengan penuh kebencian. Ketika melihat betapa tampan dan mendominasi Qu Xuanzi, ia semakin marah dan ingin mencabik-cabik wanita itu.
Ia dengan erat mencengkram tinju sampai gemetar dan berdarah, dipenuhi pembalasan dendam dan niat membunuh. "Xie Ran, tunggu pembalasanku."