The Emperor God Wife Is Naughty

The Emperor God Wife Is Naughty
139. Pesan Dewi Kehidupan



Xie Ran memandangnya dengan perasaan aneh. "Kau mengatakan tidak bisa pergi, apa semudah itu menarik kata-kata?"


Kaisar Iblis agak terkejut. Xie Ran menyadari identitasnya?


Tapi Kaisar Iblis tidak akan mengakui dengan mudah. Bisa saja ia hanya salah paham dan tetap berpegang teguh pada perannya. Karena Xie Ran berkata seperti itu, ia hanya bisa menjelaskan alasannya harus ikut dengan Xie Ran.


"Roh Long Long seharusnya ada di Dunia Roh. Berada di perbatasan Dunia Bawah dan Dunia Atas, namun pintu masuknya hanya ada di Dunia Bawah. Setiap makhluk yang mati akan melalui Dunia Bawah dan pergi ke Dunia Roh yang hanya bisa dimasuki oleh roh atau jiwa, lalu memutuskan untuk berinkarnasi atau tidak. Untuk kasus Long Long, dia tidak bisa berinkarnasi meski ingin, karena jiwanya terikat dengan tuannya."


"Hanya pergi dalam bentuk jiwa, apa yang berbahaya?" Xie Ran tidak merasa adanya bahaya yang serius. Meski perjalanannya tidak akan mudah, ia yakin tidak ada masalah yang lebih serius. Meskipun ada masalah besar, jiwanya adalah jiwa naga dan cukup mampu menyelesaikannya.


"Masalahnya ada pada kondisi Dunia Roh. Setelah perang, Dunia Roh tidak stabil. Meski hukum alam berjalan semestinya, tidak semua roh di tempat itu mengalami hidup yang aman. Bahkan Dunia Bawah sedang tidak stabil, iblis terbagi menjadi dua kubu dan tidak ada yang tahu siapa saja yang berada di antara dua kubu itu."


"Jadi iblis ada di antara pihak Kaisar Iblis dan 'dia'? Apa sebenarnya, 'dia' juga iblis?"


Kaisar Iblis menggeleng. "Kau akan tahu saat waktunya tiba. Tidak semua hal buruk ada dalam kegelapan, cahaya juga bisa menjadi sesuatu yang lebih berbahaya."


Cahaya ... apa dewa? Orang yang selama ini membuat masalah adalah salah satu dewa? Tidak heran Qu Xuanzi dan Kaisar Iblis akan sangat kesulitan menanganinya, bahkan sampai harus menyembunyikan diri.


Kaisar Iblis melanjutkan, "Karena Dunia Bawah terpecah, Dunia Roh juga terkena dampaknya. Dunia Roh mengalami masa tegang sejak dinding neraka di Dunia Bawah runtuh, menyebabkan para satan keluar memburu para jiwa dan makhluk lain. Mereka berbeda dari iblis. Meski lebih lemah, namun sangat tak terkendali dan agresif, apa pun yang dilihatnya akan dimakan dan dihancurkan. Satan yang kuat memiliki kecerdasan, tidak memakan jiwa sembarangan, tapi lebih ganas dan berbahaya. Makanan mereka adalah jiwa yang murni, jika kamu datang sama saja menyediakan umpan yang lezat."


Xie Ran mendengarkan dengan seksama. Ia merasa seperti mendengar cerita zombie, namun dalam versi yang berbeda. Ia memiliki energi murni, dan sudah membangkitkan tubuh murni, hanya dengan itu saja sudah cukup membuat para satan memburunya habis-habisan.


Meski ia kuat, jika dikerubuti satan yang begitu banyak, ia tidak akan berdaya seperti gajah yang dikerubuti ribuan semut. Pantas saja ia dilarang ke Dunia Bawah.


Tapi satan-satan itu tidak bisa menghentikannya menemukan roh Long Long.


"Pikirkan kembali. Mereka memiliki banyak bentuk dan bisa terbang, akan sulit menanganinya." Kaisar Iblis mencoba meyakinkan.


Andai saja 'dia' tidak merepotkannya sampai seperti ini dengan menghancurkan dinding neraka, dia tidak akan mencoba menghentikan Xie Ran. Masalah ini hanya diketahui olehnya, bahkan Kaisar Langit tidak tahu.


"Akan kupertimbangkan." Xie Ran masih terlarut dalam pikirannya sendiri. Berdasarkan apa yang ia cerna, 'Qu Xuanzi' tidak ingin pergi ke sana. Jika hanya karena satan, seharusnya itu bukan masalah besar. Pasti ada hal lain.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Siluet merah cerah melintas dengan kecepatan tinggi, melewati pepohonan rindang di tengah hutan. Para hewan buas tingkat tinggi terbangun merasa terusik, namun langsung meringkuk ketika melihat cahaya yang melintas itu seperti anak kecil yang ketakutan.


Seluruh pegunungan ditutupi oleh salju di ujung hutan. Lautan mengalir deras di kaki gunung, dilewati oleh cahaya merah yang melesat sangat cepat mendekati puncak gunung untuk menemukan seseorang.


Beberapa hewan suci berlutut dalam diam di atas tumpukan salju, tanpa ada yang bicara ataupun bergerak seolah mengalami masa tegang yang membingungkan. Cahaya merah mendarat di antara mereka, menampilkan wujud Dou Dou dalam bentuk manusia yang memiliki raut cemas.


Li Chen langsung menghampiri untuk bertanya. "Kenapa kau datang?" Seingatnya Dou Dou ditugaskan untuk melindungi Nona Xie. Bagaimana bisa ada di sini? Apa terjadi masalah?


Dou Dou berbisik dengan nada takut. "Nona Xie hilang."


Raut Li Chen menjadi pucat pasi seperti darahnya telah terkuras habis. Ia memandang Dou Dou dengan mata terbelalak, mencoba memastikan. "Yang benar? Kau tidak bercanda? Kau tahu betapa serius masalah ini bila Yang Mulia tahu, kau ingin dipecat?"


"Aku tidak bercanda. Ann Rou sedang mencarinya di Dunia Tengah, tapi masih belum ada kabar dari kemarin."


"Bagaimana bisa?"


Dou Dou menjelaskan situasi kemarin secara terperinci akan apa yang ia tahu. Li Chen benar-benar tidak tahu harus berekspresi bagaimana. Kacau sudah semuanya. Jika Nona Xie hanya terpisah dari teman-temannya, ia tidak perlu sepanik ini. Namun kali ini, tidak hanya terpisah dari teman-temannya, tapi juga perhatian Ann Rou dan Dou Dou!


Ia juga tidak perlu terlalu panik jika dua naga itu bersama Nona Xie, tapi selain dengan ular cilik itu, Nona Xie sendirian mengejar Yu Zainan menangkap pancingan. Ia yakin Yu Zainan memancing Nona Xie untuk mencelakainya!


"Aku harus segera memberitahu Yang Mulia sebelum terlambat." Dou Dou baru saja ingin pergi, namun Li Chen langsung menahannya.


"Bisakah kau bertindak sesuai situasi?" Li Chen kesal.


"Situasi sedang gawat!"


"Kau tidak lihat apa yang terjadi pada mereka?" Li Chen memaksa Dou Dou melihat sekitar. Banyak hewan suci memandang, namun kaki mereka tetap berlutut dengan wajah kuyu. Pemandangan ini ... persis seperti seribu tahun yang lalu.


Dou Dou diam untuk beberapa saat, kemudian melihat Li Chen dengan raut menyedihkan. Pantas saja Yang Mulia sangat lama akan urusannya.


Beberapa meter dari kumpulan hewan suci yang berlutut, seorang wanita dengan penampilan anggun duduk di atas kursi dengan kepala yang ditopang oleh tangan di samping.


Kursi itu melayang di udara, ditempati oleh wanita cantik yang tampak masih muda. Pakaiannya putih sederhana, memiliki tanda dewa di kepalanya serta simbol teratai di tengah alis. Ia tampak tanpa riasan dan sangat malas, namun tidak mengurangi kecantikannya yang luar biasa. Hanya saja, tubuhnya sedikit transparan.


Beberapa meter di depannya, Qu Xuanzi berdiri dengan suasana hati buruk. Bisa-bisanya ia setuju bertemu wanita gila ini yang bahkan berdiri saja tidak bisa dengan alasan kakinya sakit karena luka lama ketika perang. Alasan yang sangat jelas dibuat-buat.


"Xiao Zi, jangan menatapku seperti itu, sangat menakutkan. Bagaimana kau bisa menikah di masa depan jika terus bertampang dingin?" Wanita itu bicara dengan nada santai tanpa rasa bersalah, tidak peduli bahwa di depannya adalah Kaisar Langit. Di matanya, Kaisar Langit di depannya adalah Xiao Zi yang masih kecil dan polos.


Jika gadis bermarga Xie melihatnya, mungkin akan tertawa terbahak-bahak.


"Katakan saja apa yang ingin dikatakan, kau sudah mengulur terlalu banyak waktu." Qu Xuanzi tidak ingin banyak basa-basi.


Sejak ia datang, Dewi di depannya yang merupakan Dewi Kehidupan terus berceramah dan bersikap eksentrik sepanjang hari. Kadang menjadi begitu sedih dan bersikap abnormal baik mengenai kondisinya sendiri yang hanya sebatas kesadaran, maupun kondisi Dunia Atas dan Qu Xuanzi.


Semua itu benar-benar membuat suasana hati Qu Xuanzi semakin buruk setiap saat, menyebabkan para hewan suci terus berdoa dalam hati sambil berlutut agar segalanya berakhir.


Dewi Kehidupan menguap. "Bisakah tidak begitu serius? Sulit mencari dan mengundangmu untuk bertemu, sekarang sudah terburu-buru pergi. Apa seseorang mempersulitmu lagi?"


Qu Xuanzi tidak menjawab, justru menatapnya seolah menuntut untuk cepat bicara tanpa basa-basi memuakkan. Itu membuat Dewi Kehidupan merasa canggung.


Meski Dewi Kehidupan agak takut pada Qu Xuanzi, ia memiliki harga diri yang tinggi dan hanya merdeham untuk menutupi kegugupannya di depan anak malang itu. Selalu seperti ini.


Dewi Kehidupan mulai serius dan menegakkan punggungnya. "Dunia Atas hilang karena perang, para dewa dan dewi juga hilang. Saat ini, aku dalam wujud kesadaran, hanya bisa hadir dalam beberapa waktu sebelum menghilang. Karena itu, aku memanggilmu karena ada pesan penting mengenai Dunia Atas."


Dewi Kehidupan menjulurkan tangan, sinar muncuk di tangannya membentuk sebuah gulungan panjang yang digenggam dengan erat. Gulungan tersebut melayang di udara, terbang ke tangan Qu Xuanzi.


"Kaisar Langit sebelumnya, Tetua Dewa di Dunia Dewa, telah memberiku pesan untuk disampaikan padamu. Setelah segel terbuka, kekuatanmu akan pulih sepenuhnya, termasuk Kaisar Iblis. Aku tahu kalian tidak dapat didamaikan, terutama akan sikap keras kepala Kaisar Iblis yang membuat kalian terus berperang. Tapi untuk saat ini, Tetua Dewa memintamu menemukan keberadaan Kaisar Iblis untuk mempertahankan keseimbangan dunia."


Qu Xuanzi mengerutkan kening, kemudian membuka gulungan di tangannya. Itu adalah tulisan kakeknya yang mengatakan segalanya tentang 'dia'. Melihat itu, tatapannya semakin dingin, bahkan Dewi Kehidupan yang biasanya tenang harus menahan napas.


Kaisar Iblis dan Kaisar Langit adalah Qu Xuanzi, atau biasa disebut Asura. Amarah mereka sama, masalah mereka sama, namun berjalan di jalan yang berbeda. Hanya energi murni yang bisa menjadi perantara penyatuan kedua darah agar mereka berdua bisa bersatu kembali untuk melawan 'dia'. Tapi akibat dari semua itu, pemilik energi murni bisa saja mati. Efeknya akan sangat buruk daripada membuka segel.


Meski para dewa di Dunia Dewa bisa mengalahkannya, tapi dewa di Dunia Dewa tidak boleh ikut campur masalah tiga dunia. Menurut mereka, tiga dunia adalah awal dari para Dewa kuat naik ke Dunia Dewa, sama seperti ujian, jadi tidak ada yang bisa ikut campur.


Tapi ada beberapa alasan khusus jika dewa dari Dunia Dewa bisa ikut campur masalah tiga dunia. Seperti Tetua Dewa yang mengatur inkarnasi Xie Ran dan Qu Xuanzi, lalu mengembalikannya. Semua ini sudah diatur tepat ketika perang tiba.


Jika saja Qu Xuanzi tidak mengalami masalah akan Kaisar Iblis, ia sudah pergi ke Dunia Dewa sejak awal, bahkan sebelum perang terjadi. Tapi Tetua Dewa sengaja menahannya sebentar di tiga dunia untuk mengatasi masalah 'dia' yang mencoba merusak keseimbangan dunia. Itu juga dianggap sebagai balas dendam Qu Xuanzi, akan kematian orangtuanya.


"Untuk masalah ini, tidak perlu terburu-buru. Waktu masih banyak, pertimbangkan baik-baik." Dewi Kehidupan mencoba melepas suasana dingin yang mencengkam. Ia terus menahan napas sejak tadi sampai nyaris tidak bisa berkata-kata.


Qu Xuanzi menutup gulungan tersebut, kemudian menyimpannya. Ekspresinya masih sama tanpa perubahan. "Ada hal lain yang ingin dikatakan?"


"Saat ini beberapa dewa yang tersisa tertidur di Dunia Atas, termasuk aku. Setelah segel terbuka, Dunia Atas akan muncul, para dewa yang tertidur akan bangun. Pada saat itu, Yang Mulia akan tahu apa yang harus dilakukan."


"Aku sudah tahu, kau bisa pergi." Suasana hati Qu Xuanzi semakin hari semakin buruk.


Ia dilanda gelisah dan emosi yang tidak membuatnya nyaman. Andai saja ia tidak memilih memisahkan darah iblisnya dan menciptakan Kaisar Iblis, segalanya tidak akan sekacau ini. Xie Ran juga tidak akan menderita terlalu banyak.


Dewi Kehidupan ingin mengatakan sesuatu untuk mencairkan suasana suram, tapi ia tidak tahu harus mengatakan apa. Ini sebabnya ia terus mengulur waktu dengan berbagai omong kosong dan lelucon tidak lucu, semua itu untuk mempersiapkan diri akan hal tidak nyaman seperti sekarang.


Tepat ketika Dewi Kehidupan akan pergi, Dou Dou dan Li Chen hadir, langsung berlutut dengan wajah pucat pasi. Naga Azure di belakang mengikuti, masih tidak tahu apa yang terjadi.


Sebelumnya, Li Chen dan Dou Dou menerobos masuk begitu saja dari penjagaan Naga Azure. Naga Azure ingin menghentika mereka, tapi mereka berdua terus bersikeras mengunjungi Qu Xuanzi hingga terjadilah hal ini.


Qu Xuanzi mengerutkan kening ketika melihat Dou Dou yang hadir tiba-tiba. Mendadak firasat buruk menghantuinya.


"Yang Mulia, mohon maaf atas kelancangan hamba!"


Dou Dou ingin menjelaskan, tapi lehernya terasa tercekik tidak bisa mengatakan apa pun. Ia benar-benar tidak bisa menghadapi kemarahan Qu Xuanzi, apalagi merasakan suasana hati Qu Xuanzi yang sangat buruk.


"Nona Xie—"


"Nona? Siapa Nona Xie?" Dewi Kehidupan tiba-tiba menyela dengan mata berbinar seolah melihat harta. Xiao Zi sudah memiliki wanita? Bagaimana ia tidak tahu?


Ketiga hewan suci langsung menoleh ke arah Dewi Kehidupan, mereka diam untuk beberapa saat sebelum akhirnya merasakan udara dingin yang menusuk mereka dari kaisar tertentu.


Dou Dou langsung melanjutkan, "Ketika dalam perjalanan ke Klan Xie, Yu Zainan tiba-tiba melumpuhkan kami semua dengan obat tidur. Setelah kami bangun, Nona Xie sudah menghilang. Ann Rou sudah mencarinya, tapi tidak menemukan siapa pun. Karena badai, semua jejak terhapus, tidak ada tanda ke mana perginya Nona Xie."


Tanpa mengatakan apa pun, Qu Xuanzi menghilang saat itu juga, bahkan sebelum Dewi Kehidupan bereaksi. Mereka semua hanya bisa terdiam. Kecepatan itu ... lebih cepat dari sebelumnya ketika Nona Xie dikabarkan bertarung dengan Huai Mao.


Sedangkan Dewi Kehidupan hanya memasang senyum bahagia. "Nona Xie ini, sepertinya sangat hebat."


Naga Azure berdeham. Menyadari baik Li Chen maupun Dou Dou yang menunduk tidak berani melihat Dewi Kehidupan, mau tidak mau Naga Azure yang harus menjawab.


"Nona Xie adalah ... kekasih Yang Mulia, dia juga—"


"Kekasih? Sejak kapan?"


Naga Azure tersentak betapa antusias Dewi Kehidupan. "Sejak ...." Ia berpikir sejenak, "Tidak tahu."


"Ah, Xiao Zi ini rupanya bisa memiliki gadis kecil yang manis. Aku terlalu banyak tidur sampai ketinggalan berita dunia. Dunia Atas akan heboh!"


"Dewi Kehidupan, sebenarnya ... Nona Xie adalah pemilik energi murni." Naga Azure berkata dengan ragu.


Hanya dengan dua kata 'energi murni', senyum Dewi Kehidupan membeku seketika. Ia memandang Naga Azure seolah ingin mencungkilnya saat itu juga membuat yang dipandang berkeringat dingin.


Dewi Kehidupan menghela napas pasrah. "Xiao Zi yang malang, tetap saja malang sampai sekarang." Ia menghela napas lagi, dengan bahu yang jatuh lemas.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Duduk di tepi atap istana, Xie Ran memandangi lensa mata di tangannya yang mengeluarkan holo Sarah. Ia telah mencari sinyal sampai ke atap istana tertinggi, tapi masih tidak bisa menghubungi teman-temannya sampai sekarang. Tidak ada balasan dari mereka juga jika pesan sudah tersampaikan.


Xie Ran khawatir, jika teman-temannya pergi ke klan dan bertemu Xie Wang, Xie Wang akan sangat depresi mendengarnya.


"Sinyal masih tidak ditemukan."


Xie Ran menghela napas. Ia menyimpan lensa itu dan berdiri, telah memutuskan untuk pergi hari ini juga. Ia akan meminta Li Chen atau Naga Azure atau hewan suci lainnya mengantar.


Ia menuruni tangga besar dan melingkar dari lantai tertinggi. Ketika sampai di lantai dasar, tepat di bawah tangga, ia bertemu Kaisar Iblis yang tiba-tiba menghalangi jalannya.


"Kebetulan bertemu denganmu, aku baru saja ingin mencari. Entah kenapa aku tidak bisa menghubungi mereka, aku tidak bisa tenang. Jika kakekku tahu aku hilang tanpa memberi kabar, dia akan sangat cemas."


"Kau ingin pergi?" Kaisar Iblis menebak.


Xie Ran mengangguk cepat. Ia masih heran kenapa 'Qu Xuanzi' sama sekali tidak berubah ke wujud Kaisar Iblis seperti sebelumnya. Apa terjadi masalah?


"Di luar terlalu berbahaya, aku yang akan mengantarmu."


"Baik, ja—"


"Tapi tidak sekarang."


Xie Ran memandangnya dengan bingung. Kaisar Iblis hanya tersenyum, kemudian mengusap wajah Xie Ran sambil bicara, "Jika kamu pergi sekarang, tidak tahu kapan akan bertemu lagi."


Xie Ran mengerutkan kening. Kenapa tiba-tiba ia merasa yang bicara saat ini bukanlah Qu Xuanzi? Tapi tidak ada yang bisa menyerupai Qu Xuanzi selama ini, apalagi auranya sama persis. Mungkin itu hanya perasaannya.


"Bukankah aku hanya kembali ke klan? Kau juga menemuiku untuk memulihkan kekuatanmu." Xie Ran menurunkan tangan Kaisar Iblis. Ia tersenyum. "Tunjukkan padaku di mana para hewan suci, aku ingin meminta salah satu dari mereka mengantarku."


Xie Ran berjalan menarik tangan Kaisar Iblis, namun pria itu sama sekali tidak bergerak sambil menggenggamnya membuat Xie Ran menghentikan langkah. Ia menoleh ke belakang, melihat Kaisar Iblis yang menatapnya dalam diam.


Xie Ran sama sekali tidak mengerti, kenapa Qu Xuanzi bersikap aneh seperti ini. Apa memang ada sesuatu yang ia tidak ketahui?


"Kau mengatakan ingin ke Dunia Bawah, aku akan menunjukkannya." Kaisar Iblis bicara dengan serius.