
Setelah kunjungan makam 'Xie Ruo' berakhir, Xie Ruo tenggelam dalam pikiran di tengah Dunia Liontin. Tidak ingin terus frustrasi dan terjebak dalam masa lalu, Xie Ruo memilih memeriksa segel liontin. Karena ia akan pergi ke Menara Suci dalam waktu dekat, lebih baik jika menghancurkan segel sesegera mungkin.
Di depan Long Long yang 'tidur', Xie Ruo memeriksa kekuatannya sendiri apa akan cukup untuk memecahkan segel. Qu Xuanzi berdiri tidak jauh dari Xie Ruo berada, memperhatikan gadis itu.
Saat ini, tingkatan kultivasi Xie Ruo adalah saint. Meski baru memasuki saint, kekuatannya tidak bisa diukur sebagai saint biasa. Untuk memasuki keilahian lebih lama lagi, meski dalam tubuhnya sudah ditanamkan kekuatan ilahi. Setelah kekuatan ilahi berhasil dikuasai, barulah akan menjadi dewi. Tapi sebelum itu masih ada tahap ujian, sampai akhirnya menjadi dewi sepenuhnya.
Sampai pada saat menjadi dewi, masalah pengorbanan separuh harapan hidup akan terpecahkan. Ia tidak akan mati sebelum berumur 30 tahun, sama seperti di kehidupan lalu.
Kekuatan dalam tubuh Xie Ruo mengalir dengan teratur, tanpa ada hambatan. Tidak masalah jika ia menghancurkan segel menggunakan energi murni yang telah menyatu dengan aura naga. Dengan bantuan kekuatan ilahinya, tingkat keberhasilan akan meningkat cukup banyak.
Membuka mata, ia menoleh ke arah Qu Xuanzi dengan pandangan mantap. "Aku akan menyelesaikannya sekarang."
Qu Xuanzi tidak bisa tidak khawatir. Masalahnya segel dalam liontin tidak bisa dihancurkan hanya dengan ketiga keunggulan kekuatan Xie Ruo. Keilahian hanya pendukung, yang utama adalah energi murni dan aura naga. Bahkan jika tingkatan energi murni Xie Ruo sudah sangat tinggi atau sempurna, tetap saja akan sulit.
Maka dari itu, ia akan membantu Xie Ruo selama proses. Meski tidak bisa melakukan apa pun pada segel, ia bisa mendukung Xie Ruo dalam proses penghancuran segel.
Setelah memutuskan akan menyelesaikan masalah segel, Xie Ruo membawa semua barangnya ke dalam cincin spasial, karena penghancuran segel sama saja menghancurkan Dunia Liontin. Satan tertentu di dalam sana semakin senang ketika melihat banyak barang dan senjata luar biasa masuk ke dalam cincin spasial.
Untuk Long Long, Xie Ruo membawanya ke tempat di mana Long Huo beristirahat. Karena ukurannya yang sangat besar, Long Ying dan Long Yun harus membantu memperbesar wilayah istirahat di pegunungan.
Begitu semuanya terlaksana dengan lancar, Xie Ruo kembali ke kamar dan duduk di tempat khusus kultivasi. Qu Xuanzi mengatakan akan melindunginya, jikalau terjadi sesuatu tak terduga pada Xie Ruo, ia bisa cepat membantunya.
Sedangkan di luar kamar Xie Ruo, Naga Azure dan Ann Rou dijadikan penjaga.
Mereka berdua diam seperti patung di depan pintu, dengan tampang tegas dan berpandangan ke depan. Mereka baru saja sampai di klan setelah lama mengejar tuan mereka yang sangat cepat, sudah diberi perintah begitu menginjakkan kaki.
Mereka hanya tahu, Nona Xie akan membuka segel liontin yang artinya Dunia Atas akan kembali. Tentu mereka sangat bersemangat, tanpa mengeluh lelah atau sebagainnya langsung berdiri di depan pintu.
Untuk Li Chen dan Dou Dou, mereka ditahan oleh dewi tertentu dan dijadikan pelayan pribadi.
Memikirkan bagaimana nasib mereka ditindas wanita aneh itu, Ann Rou diam-diam merasa sangat bersyukur tugasnya digantikan Dou Dou untuk memanggil tuan mereka. Atau ia yang akan dijadikan pelayan pribadi.
Ketika tengah berjaga dalam diam, suara langkah kaki membuat pandangan mereka berdua menjadi waspada. Melirik ke arah asal suara, mereka melihat sekelompok anak-anak yang selama ini menemani 'destinasi' nona mereka.
Zhong Xiaorong bersemangat ketika melihat Ann Rou. Ia masih menunggu wanita itu bersedia menjadi gurunya sampai terus mencoba mendekati dan bersikap patuh, meski Ann Rou tidak peduli.
Mereka semua hendak masuk ke dalam kamar Xie Ruo, tapi tiba-tiba Naga Azure dan Ann Rou menghalangi jalan mereka.
"Tidak ada yang boleh masuk untuk saat ini, Nona Xie sedang sibuk." Ann Rou memperingati.
"Apa terjadi sesuatu?" Pei Xi penasaran. Sejak tadi temannya satu itu bertingkah aneh. Sejak bicara dengan Xie Wang dan Su Liu'er secara pribadi, gadis itu tidak lagi terlihat.
"Ada hal yang harus dilakukan. Kesalahan sedikit saja bisa kehilangan nyawa, jadi lebih baik tidak ikut campur." Naga Azure bicara dengan tegas.
Mereka semua saling bertukar pandang, kemudian mundur beberapa langkah. Jika masalah nyawa, mereka tidak bisa gegabah, hanya bisa meburut.
Yan Yao bertanya, "Kira-kira, kapan Ranran keluar?"
"Tergantung situasi, aku tidak bisa memutuskan kapan Nona akan keluar. Kalian bisa kembali besok untuk melihat, apa Nona sudah menyelesaikannya atau belum." sahut Naga Azure.
"Baik, besok kami akan kembali." Pei Xi dan yang lain langsung undur diri.
Ada banyak pertanyaan di benak mereka, tapi tidak bisa diungkapkan secara langsung. Ketika melihat ekspresi Xie Wang dan Su Liu'er yang tampak sedih barusan, mereka langsung mencari 'Xie Ran' untuk bertanya mengapa suasana menjadi aneh. Tapi ternyata Ranran mereka sedang sibuk. Mereka hanya bisa bertanya besok.
"Menurutmu, apa yang sedang dilakukan Ranran?" Mei Liena bertanya. Ia juga tidak melihat 'Tuan Muda Qu' sehingga berpikir mungkin saja pria itu sedang bersama 'Xie Ran'.
"Ketika di perjamuan tadi, sepertinya Ranran melakukan terobosan baru di kultivasinya. Mungkin ada hubungannya dengan itu." Yan Yao menjawab dengan penuh pertimbangan.
"Apa masalah kutukan Huai Mao yang mempengaruhi penerobosan kultivasinya?" Zhou Kui menduga.
"Kita akan tahu setelah bertanya besok." Pei Xi tidak ingin terlalu banyak asumsi. Dua bawahan Kaisar Langit tidak memberitahu, pasti bukan masalah yang bisa diketahui oleh manusia biasa. Apalagi sejauh ini masalah mereka selalu bukan berakar dari manusia.
Di sisi lain, Xie Ruo tengah duduk dalam diam dan mengatur energi murni di tubuh supaya tidak terjadi kesalahan. Liontin melayang di udara di antara kedua tangannya, mengeluarkan cahaya emas yang membuat liontin giok putih terlihat seperti liontin emas.
Segel dalam liontin terlalu kuat, karena dibuat ketika kekuatan Kaisar Langit berada dalam puncaknya. Selain menyegel tubuh Kaisar Langit, juga menyegel kekuatannya sehingga terikat dengan liontin.
Meski kekuatan Qu Xuanzi saat ini telah pulih, masih belum sempurna seperti dulu jika segel belum dihancurkan. Qu Xuanzi tidak bisa menghancurkan segel tanpa energi murni yang bersifat menetralkan segel.
Setelah segel dihancurkan, baik kekuatan Qu Xuanzi maupun Kaisar Iblis akan sempurna. Kaisar Iblis tidak perlu menyembunyikan diri, Qu Xuanzi juga tidak terikat dengan liontin. Tinggal menentukan, ke arah mana takdir berjalan.
Ketika energi murni melakukan proses penetralan terhadap segel, segel akan sepenuhnya dimatikan untuk beberapa saat. Pada saat itulah waktunya untuk menghancurkannya.
Xie Ruo telah menghabiskan banyak tenaga untuk menetralkan liontin dengan energi murni. Meski tenaganya terus terisi oleh regenerasi tubuh murni, tekanan dalam liontin jauh lebih kuat sehingga menyebabkan seluruh kekuatan Xie Ruo sepenuhnya tertekan.
Tekanan dalam liontin terus menolak energi murni yang akan melumpuhkannya sehingga menyebabkan konsentrasi Xie Ruo terganggu. Jika berhenti di tengah jalan, Xie Ruo bisa mengalami serangan balik yang menyebabkan nyawanya terancam.
Melihat Xie Ruo yang tampak sangat pucat dan kapan pun akan pingsan, Qu Xuanzi segera menggunakan kekuatannya untuk memberi Xie Ruo tenaga lebih. Ia tidak bisa menghancurkan segel liontin secara langsung, tapi bisa menggunakan Xie Ruo. Itu juga dapat melindungi Xie Ruo dari serangan balik.
Berkat bantuan Qu Xuanzi, tenaga Xie Ruo berhasil dipulihkan dan memiliki kekuatan ilahi yang dimiliki Qu Xuanzi. Tekanan liontin berkurang, memberi Xie Ruo kesempatan melanjutkan apa yang sebelumnya tertahan.
Sentuhan energi murni yang merambat di seluruh bagian segel menyebabkan retak pada liontin. Retakan liontin memiliki cahaya emas yang bersinar, kemudian digantikan dengan cahaya perak yang mengalir di seluruh retakan hingga sepenuhnya menekan segel.
Karena energi murni telah melumpuhkan segel, Xie Ruo segera menggunakan kekuatan ilahi untuk menghancurkan segel. Cahaya perak di tangannya semakin bersinar terang, melingkupi liontin seperti bola dan memberinya tekanan penuh yang memperluas retakan.
Selain keilahian naga, Xie Ruo juga merasakan kekuatan lainnya yang lebih kuat menyatu dengan keilahian naga dan membantunya melancarkan tekanan pada segel. Seluruh energi di tubuhnya dalam sekejap terpusat pada segel, seolah telah terserap habis sampai mati rasa.
Pancaran sinar dalam liontin sepenuhnya tertekan hingga sinar emas meredup, digantikan dengan sinar perak yang mencoba menerobos masuk segel.
Tepat ketika keilahian membentur inti segel dalam liontin, fluktuasi energi tiba-tiba melonjak mengakibatkan energi di dalam liontin keluar dalam batasan tak terkendali.
Cahaya emas menyinari ruangan, menciptakan hambusan angin disertai tekanan yang bahkan dua penjaga di luar dapat merasakannya. Beberapa sinar berbeda warna melesat ke langit dan menghilang, menyisakan cahaya emas yang masih bersinar di ruangan tepat di depan Xie Ruo.
Xie Ruo membuka mata, melihat cahaya emas yang terbang di udara. Bentuk cahaya yang tidak beraturan itu memiliki tekanan kuat yang mendominasi, diam di udara dengan pergerakan kecil.
"Ambilah, itu akan memperkuat jiwamu," kata Qu Xuanzi, menatap Xie Ruo dengan senyuman samar.
Xie Ruo melihat Qu Xuanzi untuk beberapa saat, kemudian melihat cahaya emas itu lagi. Tangannya dijulurkan, meraih cahaya emas yang mengundangnya untuk mendekat.
Ketika tangan Xie Ruo menyentuh cahaya emas itu, sensasi hangat menjalar ke tiap inci jiwanya. Kilatan cahaya emas merambat seperti sulur yang tampak di kulitnya hingga menyebar ke seluruh tubuh.
Melihat cahaya emas yang akan terserap ke jantung, Qu Xuanzi langsung mengarahkan cahaya emas itu untuk memasuki jiwa Xie Ruo. Xie Ruo akan berganti tubuh karena tubuh saat ini bukan miliknya, Qu Xuanzi tidak ingin cahaya emas itu menempati tubuh Xie Ran melainkan jiwa Xie Ruo. Jika menempati tubuh Xie Ran, ketika Xie Ruo berpindah tubuh, semua itu akan sia-sia.
Setelah penyerapan, Xie Ruo merasa tubuhnya seakan melayang, bersamaan dengan liontin yang tak lagi mengeluarkan cahaya dan hancur. Tepat ketika liontin hancur, Qu Xuanzi terkena serangan balik yang menyerang jiwanya.
Rasa sakit menusuknya saat itu juga, tapi ketika melihat Xie Ruo yang runtuh tak sadarkan diri, ia langsung menangkap gadis itu, mengabaikan rasa sakit pada jiwanya.
Xie Ruo hanya kelelahan, ditambah efek segel yang telah dimatikan terserap ke jiwanya memberi perlindungan lebih, menyebabkan kesadarannya runtuh untuk sementara. Tapi itu tidak akan membahayakannya, justru akan memberinya keuntungan besar.
Sedangkan Qu Xuanzi, ia hanya mengalami sedikit serangan balik karena telah membantu Xie Ruo menghancurkan segel. Ia hanya perlu memulihkan diri setelah kekuatannya sempurna, tidak akan terjadi masalah.
Ia membawa Xie Ruo ke atas tempat tidur agar dapat beristirahat nyaman. Sedangkan Qu Xuanzi mulai memulihkan diri.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Musim semi tiba begitu cepat, diiringi dengan salju yang mencair menjadi air yang mengalir. Bunga-bunga yang tadinya kuncup, kini bermekaran begitu indah dan hidup dengan warna khas disertai aroma bunga yang menenangkan.
Pohon sakura mekar kala musim semi tiba, didukung oleh mentari yang bersinar memberi kecarahan pada hari yang akan datang.
Di dalam kamar, Xie Ruo masih belum bangun sejak pingsan kemarin. Kini kelopak matanya bergerak, mencoba untuk terbuka.
Pandangannya yang buram mendapati sepasang mata yang terus memandangnya tanpa mengedipkan mata. Ia mengusap mata untuk beberapa saat, kemudian menyadari bawa pandangannya tidak lagi buram seperti sebelumnya.
Ia kembali melihat sepasang mata itu, berusaha mencerna apa yang baru saja terjadi. Pengelihatannya ... pengelihatannya sudah sembuh total, justru lebih tajam!
"Xuanzi ...."
"Mm?"
"Aku bisa melihat ... aku bisa melihat dengan jelas." Xie Ruo nyaris tidak bisa percaya. Ia bisa melihat wajah tampan Qu Xuanzi dengan jelas tanpa buram sampai harus menyipitkan nata untuk memperjelas pengelihatan.
Bukan hanya pengelihatan yang kembali normal, justru pengelihatannya menjadi lebih tajam dari biasanya. Ia bahkan dapat melihat debu sedikitnya di dinding. Pengelihatannya sudah benar-benar sembuh dan menjadi lebih tajam!
"Bukankah itu bagus?" Qu Xuanzi tersenyum. Efek segel memang sesuai harapannya. Selain menghancurkan kutukan Huai Mao, juga dapat meningkatkan kemampuan dan kekuatan.
Selama ini kelima indera yang bermasalah terus memukul mentalnya yang membuatnya tidak berdaya baik dalam pertempuran maupun eksplorasi. Kini, semua masalah itu telah sirna, ia benar-benar tidak tahu harus melakukan apa saking senangnya.
Xie Ruo melepas pelukan lalu berkata, "Maaf, aku terlalu bersemangat."
"Aku akan lebih senang bila kau tidak melepasnya secepat itu." Qu Xuanzi lagi-lagi menggoda.
Xie Ruo menggaruk kepalanya yang tidak gatal, merasa menyesal mengatakan hal tersebut. "Aku harus bersiap menerima interogasi."
Buru-buru Xie Ruo pergi sebelum Qu Xuanzi sempat mengatakan sesuatu. Arti interogasi, berarti menemui teman-temannya yang sejak kemarin gelisah. Sudah pasti teman-temannya akan menanyakan banyak hal. Tapi bagi Qu Xuanzi, mereka sama sekali tidak penting.
Xie Ruo bergegas berganti pakaian dan keluar dari kamar. Ketika membuka pintu, ia melihat pohon sakura berdiri kokoh, penuh dengan bunga merah muda yang mekar dan berterbangan. Sangat indah, terutama di bawah sinar mentari cerah.
"Ketika musim dingin berakhir dan musim semi tiba, saat itulah kau dilahirkan. Kali ini, musim dingin baru saja berakhir, waktunya bunga bermekaran, juga saatnya seseorang tumbuh meninggalkan tahun sebelumnya."
Pandangan Xie Ruo terarah pada Qu Xuanzi yang berjalan mendekat di antara kelopak bunga merah muda yang berterbangan. Penampilannya sedikit berubah, tidak lagi mengenakan pakaian serba putih seperti orang berkabung. Ia terlihat lebih tampan dengan pakaian yang sedikit berwarna. Jika dulu ia terlihat seperti gunung es yang kokoh tapi pasif, kini terlihat seperti gunung es aktif. Kulitnya juga tidak lagi pucat.
Sepertinya, selain kekuatan yang sempurna hingga auranya berubah menjadi lebih kuat, penampilannya juga tidak ingin kalah dan lebih berwarna. Jika dulu ia sudah sangat sempurna, sekarang tingkat kesempurnaannya bertambah ke tingkat mengkhawatirkan. Pantas saja ditaksir banyak wanita sampai Huai Mao kecantol.
Xie Ruo mendekat tanpa mengalihkan pandangan seinci pun. Ia menjadi khawatir, pria dengan ketampanan yang sempurna, sangat kaya dan berposisi tinggi, ditambah ia sangat kuat sehingga membuat takut tiga dunia. Satu lagi, masakannya tak terkalahkan ... siapa yang akan menolak hal baik seperti itu? Sangat mengkhawatirkan.
"Xuanzi, lain kali kalau keluar, jangan lupa pakai topeng." Xie Ruo tidak mau saingannya bertambah banyak. Dulu saja ia selalu mendesak Qu Xuanzi mengenakan topeng, apalagi sekarang.
Qu Xuanzi terkekeh. Hanya sedikit perubahan, sudah seheboh itu. Sepertinya Ruoruo kecilnya sudah memiliki sifat pecemburu yang matang layaknya wanita biasa. Di kehidupan lalu, gadis itu sama sekali tidak tahu bagaimana bersikap cemburu.
"Baik," balasnya, sambil mengusap kepala Xie Ruo dengan lembut. Lalu ia bicara lagi, "Karena hari ini kamu ulang tahun, aku memiliki hal yang ingin kuberikan sejak lama."
Xie Ruo memandangnya penuh pertanyaan. Selama ini Qu Xuanzi selalu memberinya banyak hal baik, apa yang membuatnya harus menunggu begitu lama sampai hari ulang tahunnya tiba?
Cahaya emas di tangan Qu Xuanzi mengeluarkan sebuah benda bundar kecil yang tampak menarik. Benda itu seperti berlian yang ditempa dengan indah, disertai emas kecil di bagian tengah yang membentuk dua naga dan ukiran yang merambat ke seluruh kristal. Cincin yang sangat indah.
"Setelah kamu keluar dari Menara Suci, aku akan membawamu ke Dunia Atas, lalu menikahimu. Kau mau menikah denganku?"
Xie Ruo mematung di tempat. Mendadak, ia tenggelam dari kenyataan akan rasa terkejut yang membuat jantungnya tak karuan tidak nyaman.
Kenapa begitu tiba-tiba? Ia belum ada persiapan apa pun! Bisakah tidak mengejutkannya seperti ini?
"Aku ...." Xie Ruo merasa pipinya memanas. Ia tidak bisa mengatakannya sampai akhirnya menunduk menutupi rasa gugup. Ayolah, itu akan terjadi beberapa tahu ke depan, kenapa seolah akan menikah besok!
Tadinya, Qu Xuanzi berpikir untuk menikah setelah segel liontin hancur. Tapi ketika ia mendengar bahwa Xie Ruo tidak bisa berada di tubuh Xie Ran secara permanen dengan alasan Xie Ruo berasal dari dunia ini dan memiliki huhungan saudara dengan Xie Ran, ia dengan terpaksa mengundur sampai Xie Ruo berhasil membentuk tubuh asli.
Ia telah mengatur Xie Ruo di Menara Suci agar kultivasinya bisa meningkat dengan cepat. Karena anggota Menara Suci tidak boleh menikah, ia memutuskan menikahinya setelah Xie Ruo keluar Menara Suci. Waktunya memang sangat panjang, tapi dia bisa menunggu.
Andai Xie Ruo tahu jika ia adalah Isabella, bukan Xie Ruo, maka kaisar tertentu akan menikahinya tahun ini! Umurnya 18 tahun, sangat pas umur wanita dewasa siap menikah. Ia akan semakin shock lebih dari sekarang.
Setelah sadar dari kepanikan yang tiba-tiba datang, Xie Ruo mendongak menatap Qu Xuanzi, namun ia langsung menurunkan pandangannya lagi memandangi sepatunya. Ada senyum di balik kegugupannya.
Ia berkata dengan nada rendah, "Aku ... bersedia."
Qu Xuanzi tersenyum gembira. Ia meraih tangan Xie Ruo, lalu menyenatkan cincin indah itu di jari manisnya. Tampak sangat cantik ketika berada di jari Xie Ruo.
"Cincin ini dibuat khusus, menyatu dengan jiwamu. Jadi, ketika kamu terlepas dari tubuh ini, cincin itu akan terus bersamamu," jelas Qu Xuanzi. Ia menggunakan cincin itu juga ada alasannya, karena yang ia cintai dan ingin menikahi hanyalah Xie Ruo seorang, bukan Xie Ran meski saat ini Xie Ruo menggunakan tubuh Xie Ran.
"Sepertinya, jika aku sepenuhnya menjadi Xie Ran dan tidak akan berpindah tubuh, kau akan menikahiku hari ini juga." Xie Ruo telah menebak.
"Aku tidak bisa melakukannya, karena kamu adalah kamu, Xie Ran adalah Xie Ran." Yang Qu Xuanzi cintai bukan tubuh, melainkan jiwa. Di mana pun jiwa Xie Ruo berada, ia akan tetap mencintainya.
Xie Ruo mengangguk paham, kemudian melihat cincin lainnya yang disodorkan padanya. Cincin itu mirip dengan miliknya, namun lebih terkesan polos dengan ukiran yang hanya ada pada cincin tanpa kristal.
Xie Ruo langsung mengerti, lalu mengambil cincin itu dan memakaikannya di jari Qu Xuanzi. Penerapan pertunangan seperti ini, diambil dari dunia lain. Di dunia ini hanya dalam bentuk kertas perjanjian, tapi jelas mereka berdua yang pernah tumbuh di dunia serba modern tidak terbiasa akan hal itu.
Melihat Xie Ruo senang akan cincinnya, Qu Xuanzi tersenyum puas. Selera Xie Ruo sangat sulit, butuh waktu baginya untuk mempersiapkan ini. Sekarang kekuatannya pulih, kedua cincin itu telah sempurna.
"Sangat indah, apa di Dunia Atas ada banyak?" Xie Ruo berpikir untuk mengambil mineral yang sama lalu membuatnya menjadi senjata.
"Hanya sepasang."
"Hanya sepasang?" Harapan Xie Ruo runtuh seketika.
Qu Xuanzi jelas tahu apa yang dipikirkan Xie Ruo jika sudah bereaksi seperti itu. Ia hanya bisa tertawa dalam hati.
Ia meraih dagu Xie Ruo untuk menatapnya, lalu berkata, "Kalau kamu mau, aku bisa memberi yang lebih cocok untuk senjata."
Tidak ada yang sama, karena Qu Xuanzi tidak ingin cincin mereka berdua memiliki bahan yang sama atau mirip dengan senjata yang digunakan orang lain.
Senyum Xie Ruo melebar, lalu mengangguk dengan senang hati. Ia akan kaya lagi!
Sedangkan Xie Ruo berpikir bagaimana ia meluangkan waktu untuk senjata barunya, Qu Xuanzi menarik punggung gadis itu hingga menempel di tubuhnya lalu memutus imajinasi Xie Ruo saat itu juga. Siapa suruh terus memikirkan senjata?
Terdiam karena tiba-tiba bibirnya dikuasai begitu saja, Xie Ruo akhirnya mendapatkan kembali kesadarannya setelah beberapa saat melayang di udara. Tidak lagi memikirkan bagaimana ia akan mendapat senjata baru, ia terlarut dalam sensasi panas yang mendera.
Di samping itu, beberapa anak muda berjalan perlahan mendekati perkarangan untuk menemui seseorang. Begitu memasuki halaman, mereka terdiam untuk beberapa saat.
Mei Liena bereaksi terlebih dahulu, spontan menutup mata Zhong Xiaorong yang masih kecil dan Pei Xi yang kebetulan di sebelahnya.
"Rongrong, jangan lihat, matamu ternodai!"
Zhong Xiaorong berdecak sebal lalu menurunkan tangan Mei Liena secara paksa. Ia melototi Mei Liena. "Kau pikir aku anak kecil?"
Pei Xi juga menurunkan tangan Mei Liena dari matanya. Kenapa gadis satu ini bertingkah seenaknya?
"Aku melindungi!" Mei Liena tidak mau kalah.
"Karena Ranran sangat sibuk, lebih baik kita pergi dan bicarakan nanti." Yan Yao menahan tawanya sebisa mungkin dan berbalik menggiring mereka untuk pergi.
Sedangkan Xie Ruo, langsung menyadari keributan yang disebabkan teman-temannya. Menyadari keberadaan mereka, spontan ia mundur, melepaskan diri dari pelukan Qu Xuanzi.
Jadi seperti ini rasanya tertangkap basah. Ia menoleh ke arah teman-temannya yang akan pergi.
Pada saat itu, Zhong Xiaorong melihatnya lalu tersenyum. "Eh, Ranran sudah selesai."
Semua mata tertuju pada Zhong Xiaorong saat itu juga, dengan pandangan gelap. Sedangkan si pelaku memasang wajah tidak bersalah yang disertai cengiran. Bukankah Ranran memang sudah tidak sibuk? Kenapa memandangnya seperti itu?
Tiba-tiba perasaan Yan Yao dan yang lain tidak enak. Pria itu tersenyum canggung dan mengutuk Zhong Xiaorong berkali-kali.
"Aku teringat, ada sesuatu yang tertinggal. Ranran, kami akan kembali lagi nanti." Melihat wajah datar Qu Xuanzi, Yan Yao langsung panik seketika dan menggiring teman-temannya keluar.
Tapi Xie Ruo menghentikan. "Kebetulan ada beberapa hal yang ingin dibicarakan, aku ikut kalian." Xie Ruo bicara terburu-buru membuat mereka semua menoleh.
Xie Ruo sangat malu sekarang, bahkan wajahnya sudah memerah, merasa ingin menghilang saat itu juga. Akan lebih baik jika membicarakan hal serius, agar mereka melupakan apa yang baru saja dilihat.
"Kalau begitu, baiklah." Yan Yao diam-diam melirik Qu Xuanzi yang sama sekali tidak memandang mereka, hanya berpandangan lurus dengan wajah datar. Ketika Qu Xuanzi melirik mereka, lirikan itu berhasil membuat mereka menahan napas.
Xie Ruo baru saja merasa lega dan akan berlari menghampiri mereka, lengannya tiba-tiba tertarik dan jatuh ke pelukan kaisar tertentu yang tidak ingin membiarkannya pergi sekarang.
Xie Ruo menatapnya penuh protes. Tapi Qu Xuanzi hanya tersenyum, lalu berkata, "Kita belum menyelesaikan."
"Tapi—"
Belum sempat Xie Ruo melanjutkan kalimatnya, ******* lembut dan penuh gairah jatuh ke bibirnya sekali lagi, tepat di depan teman-temannya.
Xie Ruo ingin berteriak karena malu, apa yang sebenarnya Qu Xuanzi pikirkan? Kenapa melakukan hal yang begitu ekstrem seperti ini?
Dalam hati, Xie Ruo mengutuki ketidakberdayaannya.
Sedangkan keenam anak-anak itu terdiam sekali lagi akan apa yang mereka lihat. Mereka baru sadar, seseorang sengaja mempermainkan mereka karena telah mengganggu. Mereka bersumpah akan memastikan semuanya sebelum bertemu Xie Ruo.
Zhou Kui sadar terlebih dahulu, kemudian menghela napas. "Sudahlah, bukankah kita harus mengambil sesuatu yang tertinggal?"
Mereka langsung sadar dari keterkejutan, lalu mengangguki perkataan Zhou Kui. Cepat-cepat mereka lari, lalu bersikap seolah tidak terjadi apa pun.