The Emperor God Wife Is Naughty

The Emperor God Wife Is Naughty
57. Aurora Musim Semi



Malam ini begitu hangat dan nyaman. Sejak siang sehabis berlatih, Xie Ran bergelut dengan senjata di Dunia Liontin sampai ketiduran di kamarnya.


Sosoknya tertidur di meja sangat pulas seperti putri tidur. Sedangkan di meja penuh dengan logam yang dibiarkan berserakan. Ia menggunakan tangannya sebagai bantalan sedangkan rambutnya kemana-mana menutupi wajah.


Qu Xuanzi datang dan melihat Xie Ran yang tengah tertidur. Awalnya ia pikir Xie Ran belum tidur dan ingin mengajaknya keluar, tapi rupanya gadis itu sudah terlalu lelah.


Langkahnya yang tanpa suara mendekat dan melihat wajah polosnya yang menutup mata. Sayangnya sebagian wajahnya tertutupi rambut.


Tangannya meraih rambut Xie Ran dan menyelipkan rambut-rambut yang menutupi wajah cantik gadis itu ke telinga. Ia duduk dan bersandar sambil memandangi wajah cantik Xie Ran.


Ah, dia memang sudah tergila-gila pada gadis ini. Sayangnya Xie Ran sangat tidak peka dan hanya peka terhadap makanan dan misi.


Xie Ran yang tengah tidur, dalam mimpinya melihat kilasan masa lalu dimana Ayah dan Ibunya bersuka cita terhadapnya dalam sebuah pesta yang meriah. Ia bahagia sekaligus terharu, itu tentu adalah memorinya yang paling menggembirakan. Di tambah Nenek dan Kakeknya yang ikut merayakan dan memanjakannya layaknya seorang putri.


Tapi begitu seseorang datang mengacaukan segalanya, mimpi yang awalnya indah menjadi buruk. Senyuman jahat wanita itu membuat kekacauan mengerikan yang terjadi di Klan Xie. Suara teriakan dan tangisan menggema disertai lalapan api yang memenuhi wilayahnya.


Begitu api melahap segalanya tepat di depan matanya, Xie Ran membuka mata lebar-lebar karena terkejut. Hal pertama yang ia lihat adalah Qu Xuanzi yang memandangnya dengan ekspresi rumit.


Qu Xuanzi berkata, "Apa aku memangunkanmu?"


Xie Ran menggeleng pelan dan menegakkan tubuhnya. Ia baru sadar telah ketiduran di atas meja dan hari masih gelap. "Apa masih malam?"


"Sudah subuh."


Xie Ran mengangguk-angguk dan membereskan semua logam di meja sesegera mungkin. Ia tidak suka jika mejanya berantakan.


Menyadari Qu Xuanzi hanya diam di tempat, Xie Ran menatapnya kembali. "Apa ada sesuatu yang ingin dibicarakan?"


"Ya, ada sesuatu." Qu Xuanzi beranjak dari kursi dan pergi keluar kamar mengisyaratkan Xie Ran untuk mengikuti.


Xie Ran kembali serius. Apa ada hal khusus yang ingin dibicarakan? Apa mereka ingin menemui Naga Azure? Apa ingin menemui Ann Rou? Xie Ran tidak bisa menebak apa yang ada di pikiran Qu Xuanzi. Sangat sulit.


Mereka pergi ke balkon, Xie Ran masih mengikuti tanpa banyak tanya. Menurutnya, ia akan tahu setelah ini tanpa harus banyak bicara. Ia tahu Qu Xuanzi tidak akan menjelaskan begitu banyak karena keiritan bicaranya. Itu sudah biasa.


Begitu sampai di balkon, Qu Xuanzi menghentikan langkahnya. Posturnya tetap terlihat agung dan elegan seperti biasanya sedangkan Xie Ran di sini seperti anak kecil yang tersesat. Kenapa ke balkon?


Xie Ran menatapnya bertanya-tanya, tapi ketika melihat ke arah luar, ia tertegun seketika. Langkahnya diteruskan melalui Qu Xuanzi, pandangannya tidak terhenti memandangi pemandangan menakjubkan di depan matanya. Di tambah langit gelap yang kini terlihat memiliki cahaya berwarna indah dan bergerak-gerak seperti laut.


"Apa itu aurora?" Xie Ran terpana memandangi langit indah ini. Rupanya ada aurora di Dunia Liontin.


"Kau bisa menyebutnya seperti itu." Qu Xuanzi tidak menyebutnya aurora melainkan kolam cahaya. Orang-orang di dunia ini memang menyebutnya seperti itu, berbeda dengan di dunia modern.


"Sangat cantik." Xie Ran tersenyum melihat langit indah tersebut. Cahaya hijau dan ungu yang menyala di langit gelap membuat segalanya menjadi lebih terang dibandingkan bulan.


Di tambah pemandangan Dunia Liontin yang sangat berbeda dari sebelumnya. Dunia Liontin jauh lebih bercahaya dengan lampu-lampu yang terpajang dan berkelap-kelip seperti memiliki banyak kunang-kunang. Pepohonan juga memiliki banyak bunga bermekaran. Di atas balkon besar ini tepatnya di sebelah Xie Ran, terdapat pohon yang dipenuhi bunga sakura yang bertebaran tertiup angin.


"Selamat ulang tahun."


Suara bisik serak itu mendarat begitu saja di telinga Xie Ran, sangat dekat. Xie Ran sempat terkejut menyadari hari ini hari ulang tahunnya, namun ia segera menetralkan reaksinya meski sulit. Ia pelan-pelan berbalik ke arah Qu Xuanzi yang memiliki jarak lebih dekat dari sebelumnya.


"Kamu... Tahu ulang tahunku? Aku sendiri lupa." Xie Ran nyaris tidak bisa berkata-kata. Apa ini semua adalah hadiah ulang tahunnya?


"Ketika musim dingin berakhir dan musim semi tiba, saat itulah kau dilahirkan. Aku sudah tahu sejak lama." Qu Xuanzi berkata apa adanya. Tahun sebelumnya, ia tidak sempat mengucapkan selamat ulang tahun karena kesibukannya di tambah dulu ia belum begitu peduli pada Xie Ran. Tapi sekarang berbeda.


"Lalu, apa ini hadiahmu?" Xie Ran kembali memandang aurora di langit. Apa itu benar Qu Xuanzi yang membuatnya? Pada akhirnya, seberapa kuat Qu Xuanzi?


"Itu hanya sebuah ilusi."


Xie Ran tersenyum menatapnya. "Tetap saja, itu sangat indah. Terima kasih." Xie Ran sungguh tulus mengatakannya. Seumur hidup, ia hanya memiliki 2 ulang tahun spesial. Pertama ketika orang tuanya masih hidup, kedua ialah saat ini. Ia jadi ingat kalimat 'sweet seventeen'.


Ketika asik melihat langit, sinar putih berkelip dari langit seperti bintang jatuh. Tidak hanya satu melainkan lebih dari dua membuat Xie Ran semakin terpana.


"Kau belum membuat harapan."


"Apa itu perlu?"


"Bukankah manusia memiliki kepercayaan itu?"


Xie Ran berpikir sejenak. "Apa aku harus meminta pada Dewa Langit juga? Terakhir aku meminta, dia tidak mengabulkannya." Xie Ran sedikit kesal memikirkannya. Tapi wajar saja jika Dewa Langit telah menghilang seperti yang dikatakan legenda. Meski Dewa Langit masih ada, tidak mungkin juga memberi Xie Ran mengecualian khusus dan mengabulkan semua keinginannya.


"Dia akan mengabulkannya."


Xie Ran terkekeh. "Kau berkata seolah kau adalah Dewa Langit," gumam Xie Ran kemudian bersedekap dada. "Baiklah kalau begitu. Aku pernah mendengar bahwa tiap kali membuat permintaan ketika melihat bintang jatuh, permintaannya akan terkabul. Karena sudah ada bintang jatuh, aku tidak ingin melewatkannya. Kau juga jangan melewatkannya."


Xie Ran harap hujan bintang jatuh belum berhenti sampai ia membuat permintaan atau itu akan menjadi sangat konyol.


Ia menangkupkan tangannya ke depan dada dan menutup mata. Membuat permintaan dalam hati dan bersungguh-sungguh. Sejujurnya, ini kali pertama ia membuat permintaan pada bintang jatuh.


Aku tidak berharap banyak, apapun yang terjadi, keinginan egoisku yang tidak masuk akal terpenuhi. Aku ingin tetap bersamanya. Meski suatu hari kami akan berpisah, aku tidak ingin kami berpisah dengan cara menyedihkan. Pintanya pada sang bintang. Ia harap cara ini ampuh seperti yang dikatakan legenda walau ia tidak begitu berharap bahwa permintaan sulitnya terkabulkan. Itu memang sulit, dia sendiri tidak tahu alasan ia membuat permintaan tidak masuk akal itu.


"Bodoh," gumamnya mengingat permintaannya yang aneh. Dia kemudian melihat Qu Xuanzi kembali. "Permintaan apa yang kau berikan?"


"Apapun yang kamu minta."


Xie Ran terkekeh. Ucapan Qu Xuanzi terdengar lucu di telinganya. "Memangnya kamu tahu apa yang aku harapkan?"


"Aku akan tahu jika kau memberitahu."


"Itu...." Xie Ran berpikir sejenak. Jika ia mengatakannya, ia takut Qu Xuanzi salah paham. Jadi lebih baik tidak mengatakannya. "Tanyakan saja pada bintang."


"Kau berpikir bintang tidak bisa memberitahuku?"


"Ha?" Xie Ran tertegun untuk beberapa saat. Apa Qu Xuanzi bisa bicara dengan bintang? Bukankah itu aneh?


"Aku tidak akan bertanya." Qu Xuanzi pikir Xie Ran benar-benar tidak ingin memberitahunya, maka dia tidak perlu memaksa karena tidak pantas.


Berbeda dengan pemikiran Xie Ran kali ini. Apa bintang bisa bicara? Jangan katakan bahwa bulan juga bisa bicara, langit bicara, dan elemen utama bicara. Dunia benar-benar fantasi.


Xie Ran membuang semua pemikiran gila itu dan mencari topik lain untuk mengalihkan topik tentang 'bintang berbicara'. Ia melihat sebuah karang yang bersinar di bawah pohon sakura. Ketika ia akan mengambilnya, Qu Xuanzi menahan lengannya sehingga tangan Xie Ran menggantung tepat di atas karang.


"Terumbu karang listrik, kau tidak bisa menyentuhnya tanpa pelindung."


Xie Ran menarik tangannya hati-hati dan menatap iris hitam Qu Xuanzi. "Apa itu dibawa oleh Ann Rou?"


Qu Xuanzi mengangguk pelan. Xie Ran melihat terumbu karang tersebut sekali lagi dan melihat arus listrik yang dihubungkan dengan lampu-lampu yang menerangi pulau. Xie Ran paham seketika.


"Dunia manusia tidak ada, tapi duniaku ada. Konsepnya hampir sama, namun terdapat beberapa perbedaan besar." Qu Xuanzi menjawab teka-teki Xie Ran.


"Aku mengerti. Alasan kamu mengirim Ann Rou untuk mengambil terumbu karang listrik di laut, apa untuk ini?"


"Ya."


Xie Ran mengangguk-angguk paham. "Kalau begitu, aku harus berterimakasih pada Ann Rou. Terumbu karang listrik bisa menjadi bahan terbaik untuk produksi alat yang tidak ada di dunia ini. Aku juga bisa menghidupkan alat lain seperti solder untuk memperbaiki senjata," gumamnya kemudian berbalik menatap Qu Xuanzi. "Lalu, bagaimana cara agar aku dapat menjambilnya?"


"Kau harus membuat lapisan pelindung untuk tanganmu. Seperti sarung tangan, namun perbedaannya harus terbuat dari kekuatan spiritual. Sihir pesona tidak memiliki fungsi pelindung, sihir apimu juga masih rendah sehingga tidak dapat menahan energi listrik dari terumbu karang. Kau bisa menggunakan energi murni."


"Benar, aku punya energi murni. Aku bisa nenggunaannya." Xie Ran kembali bersemangat. Hari ini begitu baik hingga mendapat banyak manfaat. "Bagaimana membuatnya? Tidak di tuliskan dalam buku, jadi aku tidak tahu."


"Pusatkan energi murni ke tangan dan biarkan itu menutupi permukaan tanganmu. Lalu, kau hanya perlu mengontrolnya dengan baik setelah energi murni di tanganmu terbentuk. Berdasarkan kekuatanmu, mungkin kau bisa mencobanya. Tapi itu akan menguras banyak energi selagi mengontrolnya untuk membentuk lapisan tangan." Itu adalah cara khusus yang hanya bisa dilakukan oleh kultivator tingkat tinggi. Jelas tidak ada dalam buku energi murni. Untuk Xie Ran, mungkin pertahanannya tidak lama. Bisa membentuknya saja sudah bagus.


Xie Ran mencobanya dengan serius. Sinar putih merambat ke seluruh tangannya seperti air mengalir dan berpusat pada telapak tangannya. Energi murni selalu lembut sehingga tekanan yang keluar tidak menyakitinya.


Telapak tangannya berubah menjadi lebih putih dan pucat seperti dilapisi sesuatu yang dingin, tapi itu tidak berlangsung lama. Sensasi itu hilang setelahnya.


"Kenapa hilang?" Xie Ran bingung. Seharusnya ia berhasil tadi, tapi kenapa hilang?


"Kau bisa mencoba lagi lain waktu. Untuk orang biasa, itu akan sangat sulit. Energi murni yang terbentuk baru saja menunjukkan bahwa kontrolmu sudah cukup baik."


"Energi murniku belum meningkat setelah berada di tingkat 4. Apa itu sebabnya?"


"Mungkin salah satunya."


Xie Ran menghela napas. Perjalanannya masih sangat panjang dan ia masih saja lemah. Dia harus cepat meningkatkan energi murni agar kedepannya lebih mudah.


"Kalau begitu, aku akan berkultivasi sekarang." Xie Ran berkata dengan lemah. Namun, begitu Xie Ran akan kembali ke dalam, sesosok Naga besar muncul di ujung balkon terbang di udara memberi kabar. Suaranya menggelegar memberitahu sesuatu membuat Xie Ran menoleh melihatnya.


"Ada apa?" Xie Ran bertanya-tanya. Long Huo terlihat cemas membuatnya semakin bingung.


Dengan beberapa raungan singkat, Xie Ran paham maksud dari pekerjaannya dan melirik Qu Xuanzi yang masih saja datar sejak tadi. Apa berita itu tidak begitu mengejutkannya?


"Aku akan melihatnya." Pada akhirnya Qu Xuanzi bicara meski dengan nada datar. Ia berjalan bersisian dengan Xie Ran ke dalam menelusuri kastil besar sedangkan Long Huo terbang di udara mengikuti arah mereka.


Sampailah di ruangan inkubasi. Di sana sudah ada Long Yun yang juga terlihat gelisah kemudian menghampiri Xie Ran begitu melihatnya.


"Master, Naga Azure... Dia akan bangun." Long Yun tidak tahu harus melakukan apa sehingga harus mengganggu waktu Xie Ran sebentar. Toh, Xie Ran tidak akan marah.


Qu Xuanzi terpaku pada kristal di tengah ruangan yang mengeluarkan sinar pekat. Pandangannya menjadi dingin begitu merasakan fluktuasi energi tinggi yang dapat membahayakan siapapun.


"Ranran, berdiri di belakangku."


Xie Ran tidak memiliki kesempatan menolak. Ia langsung menurut begitu saja setelah mendapati insting berbahaya. Proses kelahiran kembali ini lebih berbahaya dari Long Huo. Naga Azure sangat kuat.


Ruangan semakin sesak akibat lonjakan energi yang keluar. Sinar biru terus mencuat tak terkendali di sekitar kristal hingga menyebabkan guncangan di sekitar kastil.


Sinar biru makin tak terkendali dan meluncur dengan sangat cepat seperti meteor besar. Kesadaran Naga Azure yang merasakan kehadiran beberapa makhluk langsung menyerang. Bayangannya yang berupa naga besar muncul di udara meluncurkan serangan dari mulutnya tepat ke arah Qu Xuanzi dan Xie Ran.


Sinar biru panas seperti api biru meluncur sangat cepat menciptakan ledakan begitu membentur sinar emas yang muncul dalam sekejap mata. Lonjakan dua energi menyebabkan tekanan luar biasa menyebabkan Xie Ran yang melihatnya merasa udara dingin luar biasa. Ini terlalu kuat!


Dua Naga sebelumnya telah membuat perlindungan. Qu Xuanzi menyuruh mereka menjauh dengan Xie Ran dan memasang pelindung agar tidak terkena dampak lonjakan energi yang terlalu besar dan dapat menyakiti mereka. Bahkan Xiao Caihong bergetar di lengan Xie Ran dan bersembunyi tidak ingin menampakkan diri karena takut.


Gelombang energi dari kristal semakin meluas memberi penekanan para perisai dua Naga. Qu Xuanzi yang melihatnya tidak ingin berlama-lama menahan Naga satu ini. Ia menekan sinar biru di depannya dengan kuat hanya dengan satu kibasan tangan. Dalam sekejap, sinar biru disertai bayangan naga besar terhempas dan menghilang bagai tersebar angin. Bersamaan dengan itu, kristal yang mengekuarkan gelombang energi hancur berkeping-keping menciptakan suara pecahan yang keras.


Kristal yang pecah menyebabkan keluarnya Naga Azure sebenarnya. Naga biru kecil itu membesar dan memancarkan sinar biru yang pekat. Tubuhnya melonjak lebih besar dari dua Naga yang tengah melindungi Xie Ran.


Tubuhnya panjang dengan warna biru yang dominan dan indah. Empat cakarnya begitu menonjol dan besar serta dua tanduk naga yang terlihat kokoh di kepala. Ekornya panjang disertai bulu lebat dan indah. Itu adalah hewan suci terkuat, Naga Azure yang pernah gugur dalam pertempuran melawan Kaisar Iblis.


Naga Azure yang awalnya melayang di udara menapakkan kaki di lantai sampai retak. Ia meraung keras di depan Qu Xuanzi. Namun ketika merasakan sesuatu yang menurutnya familiar, matanya melotot seketika yang awalnya penuh keagungan menjadi penuh ketakutan.


Naga itu menjauh tiba-tiba dan menggila. Tubuhnya melayang kembali ke udara hendak kabur, namun Qu Xuanzi berhasil menahannya dengan membuat dinding transparan di sekitar raungan agar naga itu tidak membobol dinding dan kabur sehingga mengakibatkan kekacauan tidak perlu.


Naga Azure terkurung dalam dinding transparan dengan cahaya emas yang mengelilinginya seperti tabung. Naga itu terus membenturkan tubuhnya ke barrier, tapi barrier itu terlalu kuat hingga tidak dapat ditembus.


Xie Ran menghampiri Qu Xuanzi. Pandangannya tidak lepas dari Naga Azure yang menggila setelah dilahirkan kembali. Ada apa dengan Naga itu?


"Ada apa dengannya?" Xie Ran heran. Bukankah Naga Azure tak terkalahkan selain dengan Kaisar Iblis dan ditaklukan Kaisar Langit? Kenapa Naga satu itu menggila setelah melihat Qu Xuanzi? Apa ada hubungan dengannya?


"Pikirannya tidak jernih setelah dilahirkan kembali dan harus menenangkan diri. Dia akan baik-baik saja." Qu Xuanzi tetap tenang seperti sedia kala. Sepertinya Naga itu mengalami trauma berat akan akhir peperangan sampai seperti itu.


"Berapa lama?" Xie Ran bertanya lagi.


"Tidak akan lama."


Tepat setelah Qu Xuanzi mengatakannya, Naga Azure memancarkan sinar biru yang menutupi seluruh tubuhnya. Wujudnya menyusut seketika menjadi sebesar manusia. Pada saat yang sama, tubuhnya ambruk ke tanah dengan gemetar.


Melihat kondisi Naga Azure yang menjadi manusia setelah sekian lama, iris Qu Xuanzi menjadi tajam seketika dan membalik tubuh Xie Ran yang sedang menenangkan Xiao Caihong di tangannya.


"Kenapa?" Xie Ran tidak tahu apa yang terjadi sampai Qu Xuanzi memutarnya seperti itu.


"Jangan lihat kebelakang tanpa izinku."


"Apa? Kenapa?" Xie Ran masih dalam kondisi tidak pekanya. Ia penasaran dan ingin mengintip, tapi Qu Xuanzi segera menghalangi arah pandangnya.


"Sudah kubilang." Qu Xuanzi memperingati. Ia sedikit menoleh kebelakang sambil memegangi tubuh Xie Ran yang dilanda penasaran.


Salah satu tangannya berayun memunculkan jubah hitam besar yang menutupi seluruh tubuh Naga Azure dari kepala sampai kaki. Setelah itu, Qu Xuanzi melepaskan Xie Ran yang masih keras kepala ingin lihat.


Xie Ran akhirnya dapat berbalik, tapi yang ia lihat hanyalah sosok yang tertutupi oleh jubah. Ia mengerutkan kening dan kembali berpikir bagaimana Naga Azure dapat menyusut bahkan sampai ditutupi sepenuhnya.


Ketika tengah berpikir, kepala Naga Azure muncul dalam bentuk manusia. Ia meraih jubah hitam kebesaran tersebut dan menutupi tubuhnya yang telanjang.


Xie Ran tertegun. Sedangkan Qu Xuanzi memiliki wajah masam sejak tadi. Kenapa Naga itu harus berubah sekarang? Setidaknya jangan di hadapan Xie Ran!


Naga Azure yang telah mengenakan jubah melihat ke arah Qu Xuanzi. Detik berikutnya, ia kembali bergetar ketakutan sampai merangkak mundur seperti anak kecil yang habis diculik.


Xie Ran merasa kondisi ini lebih buruk dari perkiraannya. Apa Naga Azure takut karena pukulan tadi?


Baru saja Xie Ran lega berpikir telah mendapat jawabannya, ucapan selanjutnya dari Naga Azure membuatnya semakin tertegun.


"Kau ... Kaisar Iblis!"