The Emperor God Wife Is Naughty

The Emperor God Wife Is Naughty
184. Xie Ruo vs Zhong Guofeng



"Aku terlalu meremehkanmu." Zhong Guofeng tertawa, kemudian merapikan pakaiannya yang kacau akibat pertempuran. "Ternyata, kau sudah jauh lebih kuat dari sebelumnya."


Xie Ruo mengerutkan kening. Apa Zhong Guofeng sudah mengetahuinya sejak awal? Tapi meski itu benar, ia tidak boleh mengakuinya secara tiba-tiba untuk memastikan kebenarannya.


"Kita baru bertemu, bagaimana kau bisa membandingkan antara aku yang dulu dan sekarang?" Xie Ruo bicara dengan nada tak acuh sambil bersedekap dada.


Zhong Guofeng terkekeh, kemudian bicara, "Lalu, apa di masa lalu kau seperti sekarang? Jika seperti itu, bukankah kau tidak ada perkembangan?"


Xie Ruo kesal mendengarnya. Sudahlah, ia malas berurusan dengan idiot. Ia sedang serius, pria itu malah membicarakan lelucon dan mengejeknya terus menerus. Entah apa motif aslinya.


"Yeah, aku tidak peduli apa kau akan mengakui atau tidak, intinya kau sudah kalah. Karena sudah berakhir seperti ini, mohon maaf karena tidak mengantarmu keluar."


"Oh ya? Apa aku kalah?" Zhong Guofeng memiringkan kepala.


Xie Ruo menatapnya seolah melihat bocah keterbelakang mental. "Kau jatuh lebih dulu dan terluka, kau kalah."


"Tidak ada aturan seperti itu sebelumnya. Apa Nona Kedua tidak berniat mengulangnya menggunakan aturan baru?"


"Kau sedang meminta kesempatan?"


"Aku bernegosiasi. Selama aku masih bisa berdiri, aku tidak akan menyerah."


Xie Ruo melihat Zhong Guofeng penuh keraguan. Penyakit apa yang sedang menyerang pria narsis dan gila ini? Benar-benar membuatnya sakit kepala.


Zhong Guofeng melanjutkan, "Jika menolak, berarti mengakui kekalahan. Kau tahu artinya."


Xie Ruo menyipitkan mata dengan tajam, menahan rasa ingin mencabik-cabik wajah tampan dan menyebalkan itu. Ia mendengus. "Hanya pergi ke istana sebentar, apa susahnya?"


Xie Ruo berjalan menjauhi Zhong Guofeng, memberi jarak agar cukup jauh kemudian berbalik melihatnya lagi.


"Ayo!"


Zhong Guofeng tahu Xie Ruo tidak akan menyerah semudah itu. Nyatanya wanita itu sangat mirip dengan seekor kucing yang sedang mengeong tanpa rasa takut.


"Sebelumnya aku tidak serius, terlalu meremehkanmu. Kali ini, mungkin aku tidak bisa menjamin kau tidak terluka. Tapi aku pastikan, tidak akan ada luka berat."


"Lebih baik bunuh saja sekalian," gumam Xie Ruo. Ia sama sekali tidak berpikir ketika mengatakannya dan langsung mengeluarkan pedang yang baru saja disimpan.


Zhong Guofeng sebelumnya tidak menggunakan senjata apa pun, kini ia mengeluarkan sebuah tombak emas yang sangat runcing dan panjang. Tombak itu terasa sangat berat, namun tampak ringan ketika diangkat oleh Zhong Guofeng seolah mengangkat tongkat kayu biasa.


Xie Ruo tidak berpikir tombak itu adalah hal remeh meski berada di bawah pedang roh unsur. Kekuatan yang terpancar dari tombak serta aroma darah yang kental membuatnya yakin, tombak itu terlalu haus darah dan berbahaya. Ia harus hati-hati.


Keduanya melesat seperti bayangan, menyisakan jejak siluet energi yang saling bertubrukan. Kedua senjata saling bertolak dengan momentum tinggi. Kecepatan ayunan senjata sangat tepat dan mengerikan, menyebabkan beberapa batuan besar di sekeliling hancur hanya dengan sekali tebasan.


Api dingin menyeruak keluar, memenuhi medan dan menciptakan kobaran api berwarna putih yang mengerikan. Pada saat yang sama, ketika kedua senjata berdentang, dua medan yang saling bertolak belakang tercipta.


Sisi Xie Ruo dipenuhi dengan api dingin yang berkobar disertai runcingan es mengerikan senada dengan iris birunya. Tanah dilapisi oleh es sehingga menyebabkan seluruh tanaman membeku dan hancur dalam sekejap.


Kejadian itu berbanding terbalik dengan Zhong Guofeng. Sihir yang ia sembunyikan selama ini keluar, menciptaan pusaran besar seperti tornado. Hanya saja, pusaran itu bukan pusaran angin, melainkan pusaran pasir! Dalam sekejap, sekitarnya menjadi kering seperti berada di gurun.


Sihir dengan elemen pasir adalah hal langka. Ia mirip dengan elemen tanah, namun jangkauannya lebih luas dan lebih berbahaya karena kerap kali menyatu dengan angin. Hal yang membuatnya unggul adalah karakteristiknya yang tahan es dan api. Karena kekuatan Xie Ruo adalah penggabungan antara es dan api, pertarungan ini menjadi sulit.


"Nona, ada kekuatan tersembunyi di dalam tubuhnya." Long Long memberi peringatan. Pasalnya, kekuatan itu sangat kuat, lebih kuat dari kekuatan Xie Ruo.


"Bukan kekuatan tersembunyi, itu adalah kekuatan bawaan. Di Dunia Dewa, kekuatan bawaan adalah hal biasa di mana hanya dimiliki oleh dewa terkuat dan merupakan bagian dari dewa utama maupun dewa alam. Seperti Yang Mulia Kaisar Langit, kekuatan bawaannya adalah energi antara iblis dan dewa yang membuatnya memiliki kekuatan bawaan ganda antar-ras sekaligus." Roh Guntur menjelaskan dengan bangga. Ia merasa menjadi makhluk terpintar dan paling tahu di sini.


"Apa dia adalah dewa?"


"Belum tentu. Bukankah Nona memiliki kekuatan bawaan juga? Aura naga juga kekuatan bawaan!"


Long Long baru mengetahui hal ini dan untuk pertama kalinya tidak memerangi Roh Guntur, bahkan Xie Ruo juga baru tahu. Tapi ia sama sekali tidak memiliki waktu untuk menyahuti anak-anak berisik itu dan terus bertarung.


Sosoknya melesat dan menghindari serangan dengan tepat. Ia melompat ketika terjangan pasir dengan tekanan kuat datang, kemudian menghadangnya dengan kobaran api dingin.


Momentum kedua kekuatan sama besarnya. Hanya saja Xie Ruo sadar, semakin ia menggunakan banyak api dingin untuk gelombang pasir yang mematikan ini, tenaganya semakin banyak terkuras dibanding semestinya. Mau tidak mau ia harus menghindari tiap serangan sampai jauh dari medan.


Pertempuran yang terus terjadi menyebabkan banyak kerusakan. Dua siluet yang melintas di udara dan tiap bebatuan tinggi menarik perhatian banyak murid sehingga mereka berkumpul di satu tempat.


Zhu Zhu dan Qiong Lin berlari keluar istana, melihat dua siluet yang tidak hentinya membuat kekacauan. Mereka khawatir, tapi tidak bisa melakukan apa pun.


Semakin lama bertarung, kekuatan Zhong Guofeng terasa semakin kuat. Xie Ruo nyaris kewalahan hingga ia memutuskan untuk lepas landas ke udara menggunakan wujud naga yang selama ini hampir tidak lagi diperlihatkan.


Xie Ruo tidak bisa terbang, tapi wujud naganya bisa. Ia terbang tinggi ke langit dan melihat Zhong Guofeng yang terbang dengan bebas ke arahnya. Sampai sekarang ia masih terkejut akan kenyataan keterampilan Zhong Guofeng yang melebihi seharusnya. Tanpa sayap, dia terbang begitu saja dan mengubah arah tanpa tumpuan.


Tidak mau pusing berpikir, Xie Ruo meluncurkan serangan sesegera mungkin. Cakarnya meluncur, disertai hembusan api dingin yang disertai raungan keras menahan serangan Zhong Guofeng.


Pasir tajam dan panas mengitari tubuh naga Xie Ruo. Naga putih itu terbang secara acak berusaha melepaskan diri dari pasir sialan yang mengganggunya dan terus menguras tenaganya. Itu adalah parasit, ia tidak boleh terkena jebakan receh seperti itu.


Zhong Guofeng tidak bisa mendekati naga yang sedang meronta itu, atau ia akan kalah saat itu juga. Kekuatan fisik naga surgawi akan meningkat drastis bila dalam wujud asli, kekuatan ledakannya juga akan semakin kuat sehingga Zhong Guofeng harus sebisa mungkin menjaga jarak dari area serangan.


Seperti yang dipikirkan, Xie Ruo terlepas dari jeratan pasir hisap ketika ledakan api dingin menyebar menyebabkan beberapa es runcing serta bola api seperti komet berjatuhan dan menyebabkan ledakan di mana-mana.


Zhong Guofeng menghindari tiap luncuran bola api, kemudian menahannya dengan sihir hingga kedua energi saling bertubrukan. Bola api dingin membentur perisai yang dibuat Zhong Guofeng, meledak bertubi-tubi seperti bom hingga Zhong Guofeng harus kembali ke tanah agar tidak terkena serangan.


Kekuatan Xie Ruo terlalu kuat. Bahkan Zhong Guofeng yang sudah kembali ke tanah, harus menerima serangan lagi ketika sebuah sinar mencuat menembak langit dari bekas ledakan bola api.


Itu adalah metode jebakan yang dibuat Xie Ruo sendiri. Setelah ia melepaskan komet api dingin dari langit, bekas ledakan di mana pun itu akan membentuk sinar yang saling terhubung dan menciptakan penghalang besar seperti penjara sihir.


Xie Ruo menyebutnya sebagai 'penjara dingin'. Bukan penjara dingin yang ada di dalam sebuah kerajaan untuk mengurung anggota kerajaan, tapi penjara ini dalam arti penjara dingin yang sesungguhnya. Siapa pun yang terjebak di dalam akan merasakan dingin luar biasa, namun tubuhnya akan terbakar dan hancur. Tanpa perlu melakukan apa pun, Xie Ruo bisa membunuh seseorang hanya dengan melihatnya.


Panas dan dingin tidak mempenaruhinya, pria itu lenyap dalam pasir yang menggulung di tanah membuat Xie Ruo harus segera pergi ke tanah. Tubuh naganya sangat besar, menyebabkan tanah bergoyang ketika ia menginjakkan kaki.


Iris biru Xie Ruo terus mencoba mencari pria yang telah hanyut dalam pasir dan tidak dapat terlihat. Hingga akhirnya ia menyadari sebuah tekanan di punggungnya, ia segera menyusut ke wujud manusia begitu berbalik dan menghindari serangan yang langsung ditujukan ke arahnya.


Tombak runcing itu berada tepat di depan mata Xie Ruo ketika menghindar. Xie Ruo mengangkat kakinya, menendang ujung tombak dengan keras kemudian bersalto cukup jauh untuk terlepas dari penarget.


Memang tidak mengecewakan. Zhong Guofeng bisa dianggap sebagai jenius dan merupakan manusia paling cemerlang di Dunia Tengah. Hanya saja, Xie Ruo tidak yakin dengan penilaiannya sendiri.


Zhong Guofeng berkali-kali menekannya, sedangkan Xie Ruo hanya sedikit memberi serangan balik tapi itu sama sekali tidak melukai Zhong Guofeng. Sebaliknya, kekuatan Xie Ruo banyak terkuras.


Zhong Guofeng muncul dalam keadaan utuh, berdiri membelakangi Xie Ruo. "Nona Kedua, apa masih ingin melanjutkan?"


Xie Ruo tidak memperhatikan, nada bicara Zhong Guofeng sedikit berubah. Wanita itu sudah terlalu lelah, namun tidak ingin berhenti sebelum mendapatkan kemenangan.


"Jika ada yang ingin berhenti, seharusnya bukan aku." Xie Ruo berkata dengan jelas.


"Baik." Zhong Guofeng mendapatkan kembali tombaknya yang sebelumnya terlempar ketika ditendang.


Zhong Guofeng menyerang dengan tombak panjangnya secara tiba-tiba membuat Xie Ruo harus sigap menahan serangan. Xie Ruo kembali fokus ke pedang di tangannya yang diayunkan dan dihentakkan dengan kekuatan penuh.


Keterampilan senjata mereka lebih baik dari siapa pun. Senjata fokus pada ketepatan dan kekuatan tekanan, ditambah dengan kecepatan, keuntungannya akan semakin bertambah untuk menyingkat waktu.


Selain dua senjata yang saling berperang, dua energi juga saling meledakkan diri dan saling berselisih. Api dingin merebak seperti gelombang air gila yang menyambar sedangkan gulungan pasir menyerbu seperti badai.


Xie Ruo tidak kehilangan fokus kala itu. Tapi begitu sebuah kabut hitam tiba-tiba melintas di depan matanya, perhatian Xie Ruo teralih.


Kabut hitam ... tidak, itu adalah energi gelap!


"Nona, awas!" Long Long memperingati ketika fokus Xie Ruo teralih.


Xie Ruo langsung sadar dan menangkis tombak Zhong Guofeng dengan kekuatan penuh. Api dingin keluar dari pedangnya, memberi pemisah pada kedua jalur menciptakan dinding es setinggi-tingginya seolah memberi pembatas.


Maksudnya, ia memang memberi pembatas dengan sengaja.


Kening Xie Ruo berkerut, melihat Zhong Guofeng dengan pandangan terkejut di balik lapisan es tebal yang nyaris tidak bisa memperlihatkan pembiasan yang sebenarnya dari sosok di balik dinding es.


Iris biru Xie Ruo melihat ke arah tanah, di mana terdapat sebuah kabut hitam merambat diam-diam di tanah. Kemudian menghilang ketika Xie Ruo mengedipkan mata seolah itu semua hanya ilusi.


Tidak mungkin ini ilusi. Ia melihatnya dua kali berturut-turut, atau bahkan lebih.


Energi gelap hanya dimiliki oleh iblis. Sedangkan iblis yang kekuatannya dapat menandinginya hanya beberapa. Jika bukan Kaisar Iblis, maka Dewa Iblis.


Siapa Zhong Guofeng sebenarnya?


"Berhenti!"


Suara tegas itu masuk ke telinga Xie Ruo. Dalam sekejap, dinding es di depannya hancur berkeping-keping setelah sebuah cahaya melesat mematahkan semua sihirnya.


Hanya ada beberapa orang yang bisa melakukan hal itu, salah satunya adalah gurunya, Sheng Xian.


"Guru?" Xie Ruo menoleh, melihat sosok yang ia rindukan akhirnya muncul dari langit. Sheng Xian mendarat dengan sempurna, ia tampak anggun dan elegan, wajah pucatnya yang tanpa emosi sama sekali tidak berubah sejak dulu.


Hal yang membuat Xie Ruo merasa asing, kekuatan Sheng Xian saat ini jauh lebih kuat dari yang seharusnya. Pantas saja bisa mematahkan sihir Xie Ruo begitu mudah.


Xie Ruo langsung berlutut memberi penghormatan di depannya. Zhong Guofeng hanya diam menonton, dengan senyuman yang kembali bersinar seolah semua kekacauan ini tidak ada hubungan dengannya.


"Murid memberi salam pada Guru." Xie Ruo merasa, kedatangan gurunya karena masalah ini. Ditambah, ia membuat Menara Suci mengalami kekacauan besar akibat pertarungannya.


Saat ini, Xie Ruo tampak seperti kucing kecil yang bersiap dihukum.


Namun, pandangan Sheng Xian tidak melihat Xie Ruo, melainkan Zhong Guofeng. Awalnya ia tampak agak terkejut, tapi wajahnya kembali tanpa emosi hanya dalam beberapa detik. "Alasan kedatangan Yang Mulia Kaisar di sini, wanita ini sudah mengetahuinya."


"Maka, aku tidak perlu menjelaskannya. Ratu Menara Suci juga pasti tidak akan berani menolak, 'kan?" Pandangan Zhong Guofeng seolah memiliki arti lain, namun Xie Ruo tidak bisa melihatnya karena harus menunduk di depan Sheng Xian tanpa bisa menoleh.


Namun, meski tidak melihat orangnya, Xie Ruo mendengar suaranya. Cara bicar itu seolah sedang mengancam gurunya. Tapi, apa gurunya akan semudah itu diancam?


"Yang Mulia tenang saja, wanita ini akan memberi penjelasan yang pantas, maaf telah merepotkan Yang Mulia."


"Aku akan menunggu." Zhong Guofeng tersenyum penuh kemenangan, lalu pergi dengan suasana hati baik.


Sedangkan Xie Ruo mengerutkan kening. Apa maksud gurunya? Apa gurunya setuju membiarkannya pergi bersama Zhong Guofeng? Kenapa?


Xie Ruo mendongak untuk melihat Sheng Xian, sedangkan wanita itu mulai menatapnya dengan iris emas yang teduh.


"Aku tahu apa yang kamu pikirkan."


"Guru ... aku sudah—"


"Kita akan membicarakannya nanti." Sheng Xian menyela ucapan Xie Ruo seolah tidak ingin mendengarnya. Ia kemudian pergi, membiarkan Xie Ruo berdiri sendirian.


Xie Ruo tidak tahu apa yang membuat gurunya berubah. Ia merasa, ada sangat banyak makna dari pembicaraan barusan, hanya saja terlalu dalam baginya untuk mengetahui makna terselubung.


Pasti ada sesuatu. Tidak mungkin gurunya berpikiran sempit menyerah begitu saja pada Zhong Guofeng. Ditambah, banyak kecurigaan mengenai siapa Zhong Guofeng sebenarnya.


Ia akan tahu sekarang!